Atmosphere

Atmosphere
Ne (Neon)


__ADS_3

Happy Reading all.


***


Hari ini adalah hari konser piano Arche. Adhara kini tengah memakai make up tipis di wajahnya. Tampilan Adhara sangat sederhana hanya menggunakan celana panjang dengan kaos dan sling blag.


Setelah memberikan pewarna pada bibirnya Adhara segera merapikan rambutnya hingga bersamaan dengan selesainya ia bersiap suara bel apartemennya berbunyi. Bisa ia tebak jika orang tersebut adalah Sky karena gadis itu berkata akan menjemputnya.


Saat membuka pintu benar saja Sky sudah berdiri di depannya dengan senyumannya gadis itu terlihat cantik dengan rok selutut dan kos yang dia pakai.


“Udah siap?” tanya Sky sambil memperhatikan Adhara.


“Udah, ayo berangkat,” ajak Adhara yang langsung menggamit tangan Sky untuk ia rangkul hingga mereka berjalan bersama menuruni apartemen.


“Lo gak tinggal bareng orang tua lo?” tanya Sky karena Adhara yang tinggal seorang diri di apartemen sederhana tersebut.


“Engga, orang tua gue di bandung,” ucap Adhara yang dibalas dengan anggukan oleh Sky.


Tak lama mereka akhirnya memasuki mobil. Mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah ibu kota. Acara konser Arche di mulai pukul empat sedangkan ini masih pukul tiga, masih ada waktu satu jam untuk mereka sebelum acara dimulai.


“Wah tempatnya mewah banget, yang dateng kayaknya juga orang kaya semua sampai mobil berjejeran,” ucap Adhara dengan takjub melihat ke sekeliling tempat acara yang parkirannya dipenuhi oleh mobil. Sky hanya membalasnya dengan kekehan.


“Ayo turun,” ajak Sky. Kalian segera turun lalu berjalan beriringan memasuki tempat acara di gelar. Di depan ada penjaga yang berjaga untuk memeriksa tiket masuk.


Tak Adhara sangka ternyata tiket konser tersebut sangat mahal bahkan untuk ukuran orang seperti Arche yang tidak seterkenal itu.


“Wah rame juga yang dateng,” ucap Adhara sambil menggeleng takjub melihat megahnya tempat acara konser Arche tersebut.


“Bahkan tiketnya sangat mahal,” bisik Sky membuat kamu memelotot.


“Mengapa bisa begitu, Apa Arche begitu terkenal?” tanya Adhara yang dibalas dengan gelengan oleh Sky.


“Lalu?” Tanya Adhara dengan kerutan di keningnya.


“Yang mengadakan konser ini adalah Gabriel,” ucap Sky dengan antusias. Adhara yang tidak mengerti tentang musik hanya mengerutkan keningnya bingung.


“Gabriel?” tanya Adhara bingung.


“Pianis terkenal, kau tak tahu?” tanya Sky yang hanya dibalas dengan gelengan oleh Adhara.


Sky menghembuskan nafasnya kasar sambil menggeleng.


“Sudahlah, ayo kita ke depan,” ajak Sky yang langsung menarik Adhara menuju tempat duduk paling depan karena memang Sky sudah membeli tiket VIP.


Adhara duduk di samping Sky yang kini duduk di samping Antariksa. Adhara melihat sekilas ke arah Antariksa yang di sampingnya sudah ada Chan.


Tak lama konsernya dimulai.

__ADS_1


Awal acara pembukaan di mulai terlihat laki-laki tampan berusia tiga puluh tahunan memberikan sambutan dan dari sana Adhara tahu jika laki-laki itu adalah Gabriel.


Setelah serangkaian ucapan terima kasih serta sambutan Gabriel mengawali penampilannya. Tidak salah jika Gabriel adalah sosok dari pianis besar karena memang laki-laki itu begitu lihat dalam memainkan alat musik di depannya.


Tak lama suara tepuk tangan yang begitu meriah menjadi akhir dari penampilan laki-laki itu. Kini adalah saat yang Adhara tunggu. Penampilan Arche.


Arche memulai penampilannya dengan begitu sempurna. Laki-laki itu terlihat semakin tampan dengan jasnya itu. Senyuman Adhara mengambang saat melihat Arche yang terlihat begitu menikmati apa yang tengah ia bawakan.


Fokus Adhara terus terarah pada laki-laki tersebut, Sky yang berada di sampingnya menyenggol Adhara menggoda gadis itu yang malah salah tingkah.


Tepuk tangan yang tak kalah meriah Arche dapatkan. Walau Adhara tidak mengerti tentang musik tapi ia tahu bahwa apa yang Arche mainkan sangatlah indah.


Tak lama akhirnya konser selesai digelar. Terlihat sepasang suami istri serta gadis remaja menaiki panggung dan langsung berjabatan dengan Gabriel.


“Mereka siapa?” tanya Adhara pada Sky sambil memperhatikan orang di panggung tersebut.


“Mereka orang tua Arche, yang cewek itu adiknya Arche,” jawab Sky yang di balas dengan anggukan oleh Adhara.


“Ayo ke sana,” ajak Sky yang langsung berdiri.


Sky memberikan buket bunga untuk Adhara membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung.


“Apa ini?” tanya Adhara dengan bingung.


“Berikan pada Arche,” ucap Sky dengan senyuman menggodanya tapi Adhara malah dibuat melongo.


“Sudah cepat sana,” ucap Sky sambil mendorong Adhara hingga kini ia berada di depan Arche.


Kini di sana hanya tersisa Arche , Adhara, Ibu Arche yang tengah berbincang dengan Antariksa.


Arche mengerutkan keningnya saat melihat Adhara yang hanya diam di hadapannya sambil menunduk.


“Kenapa Ra?” tanya Arche bingung sambil tersenyum manis pada gadis itu.


“Hmm ini buat lo,” ucap Adhara sambil menyodorkan buket untuk Arche.


Arche segera mengambilnya sambil tersenyum.


“Thank ya,” ucap Arche yang Adhara balas dengan anggukan. Tak lama Sky juga mendekati mereka untuk memberikan selamat untuk Arche.


“Selamat ya Kak,” ucap Sky tulus yang Arche balas dengan anggukan.


“Gimana penampilan gue tadi?” tanya Arche memastikan jika tak ada yang salah dengan penampilannya.


“Lo keren banget,” ucap Adhara sambil mengacungkan jempolnya tepat di depan wajah Arche membuat laki-laki itu terkekeh.


“Arche, selamat bro,” ucap Chan yang baru menghampiri mereka. Arche membalasnya dengan anggukan dan senyuman.

__ADS_1


Chan melihat ke arah Adhara tatapan laki-laki itu begitu lekat memperhatikan Adhara yang tengah tersenyum sambil berbincang dengan Arche.


“Hai Arche selamat ya, lo keren,” ucap Nora yang ternyata juga berada di sana. Adhara menghembuskan nafasnya merasa kesal dengan gadis itu yang selalu muncul dimanapun Areche berada.


“Tentu saja Arche sangat karena, oleh karena itu dia tidak pantas denganmu,” ucap Ibu Arche yang sudah mendekati mereka sambil menatap tajam pada pengawal wanita Chan tersebut.


Adhara memperhatikan mereka dengan lekat dan ia tahu, ibu Arche sepertinya tidak menyukai Nora.


“Bukankah itu akan bagus, itu yang dinamakan saling melengkapi,” ucap Nora dengan senyumannya yang begitu tulus. Adhara di buat memutar bola matanya malas mendengar ucapan Nora. Tak ada yang salah dengan ucapan Nora karena itu memang benar tapi karena orang yang mereka sukai sama jadi anggap saja Nora salah.


“Harusnya kau sadar diri, Arche terlalu bagus untuk gembel sepertimu,” ucapan Ibu Arche itu begitu menusuk bahkan itu juga menampar Adhara karena ia juga bukanlah orang kaya seperti mereka.


“Bukankah Anda terlalu memandang kasta? Mau kaya atau miskin sama saja kita sama-sama manusia, dan bukan manusia yang menentukan derajat manusia,” ucap Nora yang kini membuat Adhara mengangguk setuju.


Ibu Arche sudah bersiap untuk menampar Nora, Adhara yang memiliki refleks bagus segera menahan tangan ibu Arche tersebut lalu menghempaskannya.


“Tidak bagus seorang wanita bersikap kasar Nyonya, sebagai wanita kita harus bersikap elegan,” ucap Adhara dengan senyumannya.


Kini dalam hati ketiga pangeran serta Sky dibuat menggeleng mendengarnya karena bagi mereka ucapan Adhara sangat tidak sesuai dengan sikap gadis itu yang jauh lebih bar-bar dari ibu Arche.


“Kau, beraninya kau berkata seperti itu. Apa bagimu aku tidak elegan?” kecam Ibu Arche dengan menatap tajam pada Adhara.


“Gak gitu kok Tante, maksudnya itu biar lebih elegan aja,” ucapan Adhara yang diselingi dengan cengiran watados gadis itu membuat mereka menggeleng.


Antariksa yang tak ingin situasi lebih runyam segera membawa Ibu Arche untuk pergi.


“Udah tante, ayo mending kita pergi aja, takutnya Om Rio udah nunggu,” ucap Antariksa sambil menggiring ibu Arche untuk segera pergi dari sana.


Adhara hanya bisa di buat menggeleng melihat sikap ibu Arche tersebut yang tidak ada anggun-anggun sebenarnya sama saja seperti dirinya ini.


 


 


****


 


Thank for Reading all


Hai semua apa kabar?


Aku datang lagi nih dengan cerita baru yang pastinya gak kalah seru sama cerita sebelumnya.


Semoga kalian suka ya sama ceritanya maaf kalau masih banyak typo dan feel kurang dapet.


Jangan lupa untuk Like, Koment, tambah ke favorite.

__ADS_1


See You Next Chapter all.


__ADS_2