Atmosphere

Atmosphere
Cetus


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Antariksa baru saja selesai membersihkan tubuhnya tanpa menghiraukan jam yang kini sudah menunjukkan pukul dua belas siang. Lagi pula hari ini adalah hari libur, bangun di jam sebelas sudah termasuk bangun pagi dalam kamus laki-laki itu.


Suara ketukan pintu membuat Antariksa dengan segera membuka pintu kamarnya, dan sebuah bogeman mentah menjadi penyambut saat ia membuka pintu kamarnya.


“Sialan, sakit bego,” teriak Antariksa pada orang yang memukulnya tersebut.


“Lebih sakit mana dari gue Antariksa,” teriak orang tersebut sambil kembali hendak melayangkan pukulannya pada Antariksa yang segera ditangkis oleh laki-laki itu.


“Lo apaan sih Chan, daten-detang asal mukul orang aja,” ucap Antariksa sambil membalas pukulan Chan yang kini terus berusaha memukulnya.


“Muka gue bisa ancur nih,” ucap Antariksa dengan amarahnya yang ikut tersulit akibat ulah Chan.


Kedua laki-laki itu kini sudah saling bergelung di lantai, setelah merasa lelah barulah mereka saling melepaskan diri dan terbaring di atas lantai kamar Antariksa.


“Lo kenapa sih?” tanya Antariksa pada sahabatnya tersebut yang kini terlihat begitu kacau.


“Gue putus sama Adhara,” ucap Chan yang membuat Antariksa segera menegakkan tubuhnya untuk melihat ke arah sahabatnya tersebut.


Antariksa bahkan dibuat tertegun dengan Chan yang menangis. Ini pertama kalinya ia melihat sahabatnya itu menangis apalagi karena seorang wanita, sungguh hal yang langkah.


“Kenapa?” tanya Antariksa dengan kerutan di dahinya.


“Dia suka sama lo,” ucap Chan yang membuat Antariksa semakin terkejut mendengarnya. Benarkah apa yang dikatakan Chan jika Adhara menyukainya? Namun sepertinya apa yang diucapkan Adhara itu salah, tak mungkin gadis itu menyukainya.


“Lo becanda? Dia gak mungkin suka sama gue,” ucap Antariksa dengan senyuman sinisnya. Sejujurnya hatinya begitu terluka mendengar ucapan Adhara.


Gadis itu bagai menjadikannya tameng untuk putus dari Chan, membawanya ke dalam masalah gadis itu.


“Siapa yang tau perasaan orang?” tanya Chan dengan senyuman sendunya.


“Sebelum lo nyalahin orang gue saranin lo buat cari tau dulu yang sebenarnya terjadi apa?” ucap Antariksa memberikan nasihat pada sahabatnya tersebut.


“Tapi kalau gue jadi Adhara, mungkin gue juga bakal ngelakuin hal yang sama. Memang nya siapa yang mau di duakan? Siapa yang mau membagi miliknya dengan orang lain?” tanya Antariksa yang membuat Chan melihat ke arah Antariksa dengan sorot tajamnya.


“Gue tau lo ngelakuin ini demi nyokap lo tapi kalo lo mikir ini sisi Adhara gimana?” tanya Antariksa yang membuat Chan terdiam mendengarnya.


“Di antara kalian sebenarnya yang salah bapak lo,” ucap Antariksa sambil menggelengkan kepalanya. Merasa kasihan dengan sahabatnya tersebut yang harus memiliki Papa seperti Leo.


“Adhara itu langkah Chan, banyak yang mau sama dia. Kalau dia emang mau sama gue, jangan salahin gue buat bener-bener mengambil dia dari lo,” ucap Antariksa dengan senyuman sinisnya.


“Lo harus tegas Chan. Lo tau sendiri kalau gue emang bener-bener sayang sama Adhara,” ucap Antariksa lalu segera pergi dari kamarnya membiarkan Chan merenungkan sendiri apa yang harus dilakukannya.

__ADS_1


***


Antariksa melajukan motornya menuju apartemen Adhara, kini ia harus membuat perhitungan pada gadis tersebut.


Saat sampai di apartemen Adhara laki-laki itu dengan tidak sabaran mengetuk pintu apartemen gadis tersebut namun tetap saja tidak ada tanda-tanda jika Adhara akan membukakannya pintu.


“Adhara, keluar gak lo. Tanggung jawab lo muka gue ancur nih,” teriak Antariksa tidak mempedulikan orang yang lewat dan menatapnya aneh.


“Mbak Adharanya tadi pergi sama pacarnya mas, belum pulang,” ucap seorang ibu-ibu yang sepertinya adalah tetangga Adhara.


Antariksa yang mendengarnya langsung di buat panik, takut terjadi sesuatu pada Adhara karena Chan saja sudah ada di rumahnya dan gadis itu malah belum pulang.


“Terima kasih bu,” ucap Antariksa sopan lalu segera pergi dari sana sambil menghubungi Chan.


“Apaan?” teriak Chan dengan tidak bersahabatnya saat panggilan suara Antariksa sudah terjawab.


“Tadi lo kemana bareng Adhara?” tanya Antariksa pada Chan.


“Danau tempat biasa kita main,” ucap Chan membuat Antariksa segera hendak mematikan sambungan teleponnya tapi ucapan Chan selanjutnya membuat laki-laki itu menahannya.


“Emang kenapa?” tanya Chan di seberang sana yang mengerutkan keningnya bingung.


“Dia belum balik ke apartemen,” ucap Antariksa yang setelahnya langsung mematikan ponselnya menghiraukan Chan di seberang sana yang kini pasti sudah menggerutu dan mengumpat kesal.


Antariksa melajukan motornya dengan cepat membelah jalanan menuju tempat yang di maksud Chan.


Sampai dengan samar matanya menangkap seorang gadis yang duduk di salah satu kursi taman tubuh yang terguncang. Adhara segera menghampiri gadis tersebut.


“Adhara?” panggil Antariksa ragu pada gadis tersebut, takut jika ia salah orang.


Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Antariksa dengan tatapan sendunya dengan air matanya yang terus saja mengalir.


“Adhara” panggil Antariksa lagi dengan terkejut lalu segera duduk di samping gadis itu dan membawa dalam rangkulannya.


“Lo kenapa?” tanya Antariksa khawatir pada Adhara yang masih saja tak menghentikan tangisnya.


“Gue putus sama Chan,” ucap Adhara dengan suaranya yang terputus-putus akibat tangisnya.


“Yang mutusin lo kan, jadi kenapa lo sekarang nangis? Gue ke mau buat perhitungan ya sama lo, liat nih muka gue jadi gini karena lo,” ucap Antariksa sambil menunjukkan wajahnya yang terkena pukulan Chan.


Adhara menjauhkan tubuhnya dari Antariksa lalu memeriksa wajah laki-laki itu, dan dengan kesal menekannya keras.


“Eh sakit bego,” ucap Antariksa yang membuat Adhara tertawa melihatnya. Melihat Adhara yang tertawa membuat Antariksa tersenyum melihatnya karena gadis itu akhirnya bisa tersenyum kembali.


“Jadi lo beneran putus sama Chan karena suka sama gue?” tanya Antariksa dengan wajah menggodanya yang langsung saja mendapatkan pukulan di kepalanya oleh Adhara.

__ADS_1


“Ngimpi,” ucap Adhara dengan tawanya membuat Antariksa menatap Adhara dengan datar.


“Setelah lo bawa-bawa gue sampe muka gue bonyok gini, lo malah bilang gue mimpi?” tanya Antariksa dengan wajah mendramatisir nya.


“Lo jahat Adhara,” ucap Antariksa dengan wajah sedihnya yang malah membuat Adhara tertawa mendengarnya.


“Udah Anta, jangan banyak gaya. Gue gak jadi galo nih kalo lo bikin ketawa mulu, kan gue pengen ngerasain yang namanya galo,” ucap Adhara dengan wajah cemberutnya yang membuat Antariksa dengan kesal membawa Adhara ke apitan ketiaknya lalu memukul kepala gadis itu kesal.


“Sarap lo,” ucap Antariksa dengan tawanya.


“Sakit bego lepasin gue,” ucap Adhara lalu menggigit tangan Antariksa.


Setelahnya mereka malah tertawa bersama, menertawakan kebodohan mereka.


“Jadi kenapa lo minta putus? Gue tau lo bukan cewek yang haus perhatian buat mutusin Chan hanya karena dia gak ada waktu buat lo,” ucap Antariksa yang seperti begitu mengerti tentang Adhara.


Adhara mengeluarkan ponselnya lalu memberikan nya pada Antariksa. Antariksa mengambilnya dengan kening yang berkerut bingung. Mengapa Adhara malah memberikan ponselnya padanya.


Saat melihat foto yang berada di ponsel Adhara tersebut Antariksa memelototkan matanya dan mengepalkan tangannya marah.


“Sialan tuh Titania, gue harus kasih dia pelajaran,” ucap Antariksa yang hendak berdiri namun segera ditahan oleh Adhara.


“Gak usah, mending lo bantu gue buat bales mereka,” ucap Adhara membuat Antariksa mengerutkan keningnya bingung.


Tanpa mereka sadari seseorang baru saja pergi dari sana setelah melihat mereka yang berpelukan dan tertawa bersama. Bagai menertawakan kebodohan laki-laki tersebut.


“Ternyata gue salah nilai kalian selama ini,” ucap orang tersebut dengan senyuman sinisnya lalu segera pergi dari sana tanpa mau menunggu lebih lama lagi.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2