
FYI "Katai cokelat adalah jenis objek subbintang yang memiliki massa antara planet raksasa gas dan bintang, yaitu antara 13 sampai 75-80 kali massa Jupiter (MJ), atau 2.5 × 1028 kg hingga 1,5 × 1029 kg. Di bawah jumlah ini ada objek bernama katai sub-cokelat (kadang-kadang disebut planet pengembara), dan di atasnya terdapat katai merah. Katai cokelat mungkin sepenuhnya konvektif, tetapi tidak memiliki struktur lapisan atau perbedaan kedalaman secara kimiawi."
Happy Reading All.
***
“Alto,” suara teriakan tersebut membuat Alto menoleh begitupun dengan teman-temannya. Melihat siapa yang memanggilnya Alto memelototkan matanya, Hingga sebuah bogeman mentah berhasil mendarat di wajah tampannya itu.
Teman Alto yang melihat hal tersebut memelototkan matanya, dengan tatapan penasarannya mereka melihat Adhara dengan tatapan bingung sekaligus kagum karena gadis yang entah datar dari mana tersebut bisa memukul Alto dengan begitu keras.
“Cukup berbeda dari kekasih Alto yang lain,” ucap Aster yang mengira jika Adhara adalah salah satu kekasih Alto yang sudah mengetahui jika Alto berselingkuh dengan wanita lain karena mereka memang tidak pernah mengetahui tentang kekasih Chan.
“Nona tenang lah sebentar, apa Alto juga mengkhianati mu? Kau tahu Alto memang seperti itu, kekasihnya terlalu banyak bukan, jadi tidak perlu mengeluarkan tenagamu terlalu banyak untuk laki-laki seperti Alto,” ucap Jericho pada Adhara yang kini membuat Adhara menatap tajam pada Jericho yang akhirnya memilih untuk diam.
Sedangkan Alto kini sudah tersungkur ke lantai dan Aster yang tengah membantu teman satu asramanya tersebut. Adhara tadi menendang Alto dengan begitu keras hingga kini laki-laki tersebut malah sudah tersungkur ke lantai.
“Ke toilet kata lo? lo ya bukannya di jagain malah diem aja Chan di *****-*****, maksud lo apa?” tanya Adhara dengan amarahnya pada Alto yang kini sudah menundukkan kepalanya merasa takut dengan Adhara. Ia tak pernah tahu jika kekasih Chan tersebut ternyata pandai bela diri. Buktinya saja tadi gadis tersebut bisa begitu lihat melakukan salah satu jurus dari ilmu bela diri.
“Chan? Apa kau juga mengenal Chan? Mengapa kau tidak mengenalkannya pada kami dan hanya pada Chan saja?” tanya Aster pada Alto. Ia tak mengerti apa yang dikatakan oleh Adhara karena ia tak mengerti bahasa indonesia. Namun mendengar nama Chan di sebut ia mengira jika Adhara adalah kekasih Alto dan sudah mengenal Chan.
“Kau diam saja jika kau tidak mengerti apa yang aku katakan.” bentak Adhara pada Aster dengan bahasa inggris nya yang membuat Aster sontak terdiam mendengar ucapan Adhara tersebut.
(FYI setiap penggunaan bahasa formal berarti menggunakan bahasa inggris dalam percakapan, jika bahasan non formal berarti menggunakan bahasa indonesia. Back to story)
“Oiy bukankah gadis ini terlihat seperti kekasihku?” ucap Chan yang kini sudah berdiri dari posisi duduknya dan mengerutkan keningnya saat melihat Adhara yang sudah menatapnya dengan tajam.
Bisa Adhara tebak jika Chan kini sudah begitu mabuk entah sudah berapa lama ia berada di sana dan sudah berapa gelas yang dihabiskan oleh laki-laki tersebut.
“Kekasih Chan?” tanya Aster dan Jericho dengan tak percaya melihat Adhara. Di luar dugaan mereka jika kekasih Chan ternyata begitu kasar dan menakutkan. Sama seperti Chan yang begitu cuek.
“Gue udah mau bantuin kok Ra, tapi tuh ceweknya terlalu banyak terus mereka menghalangi gue,” alibi Alto yang menyeret kedua temannya. Memanfaatkan kedua temannya yang tak mengerti bahasanya tersebut sebagai alibi.
“Awas aja gue liat lo menyesatkan Chan lagi, abis lo sama gue,” ancam Adhara pada Alto yang kini dengan susah payah menelan salivanya mendengar ucapan Adhara yang penuh dengan kesungguhan tersebut.
__ADS_1
“Dan lo apa lo bilang gue mirip pacar lo?” tanya Adhara sambil menunjuk Chan dengan tatapan tajamnya yang kini malah membuat Chan mengerucutkan bibirnya sambil meneliti Adhara.
Sedangkan wanita penghibur di belakang Chan kini tersenyum sambil melihat siaran langsung yang terlihat seperti sebuah drama tersebut.
“Ah bener lo mirip banget sama dia, lo juga bisa bahasa indonesia. Keren,” ucap Chan yang kini sudah bertepuk tangan. Adhara yang melihat hal tersebut berusaha menahan amarahnya sambil memijat pangkal hidungnya.
Ia baru saja melakukan perjalanan yang begitu jauh dan kini ia malah sudah dihadapkan dengan masalah baru yang ditimbulkan kekasihnya tersebut. Ia merasa benar-benar pusing sekarang menghadapi orang mabuk di depannya tersebut.
“Tepuk tangan lagi lagi, stres gue punya pacar model begini,” ucap Adhara dengan menghembuskan nafasnya kasar sambil duduk di salah satu kursi bar yang berada di sana.
Sedangkan teman-teman Chan kini hanya bisa menjadi penonton dari kejadian di depannya tersebut yang malah terlihat begitu seru bagi mereka walaupun mereka tidak bisa mengerti bahasa Adhara. Namun melihat tingkah konyol Chan benar-benar membuat mereka terhibur karena biasanya laki-laki selalu bersikap serius.
“Berani main sama perempuan lagi lo,” ucap Adhara sambil menunjuk Chan yang kini masih saja terus memperhatikannya dengan tatapan bingung nya yang malah terlihat begitu menggemaskan.
“Sttt jangan berkata seperti itu, jika kekasihku mengetahuinya dia akan begitu marah, kau tahu dia begitu pemarah bahkan dia pernah menghukum ku dan kedua sahabatku karena kita ketahuan balapan liar dan juga ke club malam,” ucap Chan dengan cengirannya yang membuat Adhara begitu gemas untuk memukul wajah laki-laki mabuk di depannya tersebut.
Adhara kini bahkan sudah mengepalkan tangannya namun ia berusaha untuk menenangkan dirinya sambil mengelus tangannya yang terkenal sempurna tersebut. Alto dan kedua teman asramanya yang lain bahkan sudah ngeri melihatnya.
“Bego lo, gue yang lo ajak ngobrol masak gue gak tau,” ucap Adhara yang sudah tak tahan lagi menahan tangannya untuk memukul Chan akhirnya pukulan tersebut mengenai pipi Chan membuat laki-laki tersebut memelototkan matanya karena karena mendapatkan pukulan dari gadis di depannya tersebut.
“Kau berani memukul ku?” tanya Chan dengan amarahnya namun Adhara malah tidak takut sama sekali dan balik memelototkan matanya pada Chan. Melihat tatapan gadis di depannya tersebut yang mirip seperti Adhara akhirnya membuat Chan tak jadi untuk melawannya.
“Ayo pulang,” ucap Adhara sambil menggandeng tangan Chan dan membawa laki-laki tersebut untuk segera pulang.
Alto yang melihat jika Adhara kesusahan dengan segera membantu gadis tersebut untuk membawa Chan ke mobilnya. Chan sama sekali tidak bisa diam, dengan tinggi badannya yang lebih tinggi dari Adhara benar-benar membuat Adhara kesusahan membawanya. Beruntung Alto begitu peka dan mau membantunya membawa Chan.
“Mengapa kau membawaku pulang? Aku sudah memiliki kekasih jangan dekati aku,” ucap Chan pada Adhara sambil melepaskan rangkulannya pada Adhara.
Adhara berdecak mendengarnya antara kesal sekaligus senang, karena Chan yang masih memikirkannya membuktikan kesetiaan laki-laki tersebut padanya membuat Adhara menjadi tak bisa marah Chan.
Tak lama mereka akhirnya sampai di mobil Adhara. Dengan segera mereka memasukkan Chan ke dalam mobil.
“Thanks udah bantu gue, sorry masalah tadi,” ucap Adhara tidak enak hati pada Alto yang kini hanya tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
“Tenang aja, btw sorry juga,” ucap Alto pada Adhara yang menjawabnya dengan anggukan.
“Tapi gue serius dengan ancaman tadi,” ucap Adhara tegas yang membuat Alto terkekeh mendengarnya namun juga menganggukkan kepalanya.
“Gue balik dulu,” ucap Adhara pada Alto yang kembali menganggukkan kepalanya.
“Hati-hati,” ucap Alto yang kii bergantian Adhara yang mengangguk.
Setelahnya gadis tersebut segera masuk ke mobil. Memastikan tuan dan Nonanya sudah aman dengan segera sopir tersebut melajukan mobilnya meninggalkan klub malam tersebut. Selama di mobil Chan malah sudah tertidur mungkin efek dari minuman beralkohol tersebut. Adhara menghembuskan nafasnya melihat laki-laki tersebut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1