
Fyi "HD 189773b disebut planet berwarna biru yang mirip dengan bumi namun memiliki atmosfer yang sangat aneh. Hal ini sama sekali tidak sebanding dengan bumi."
Happy Reading All.
***
Setelah berbagai perdebatan juga tawaran kini akhirnya Sky memutuskan untuk kembali kuliah dan melanjutkan kuliahnya untuk mengambil S2. Setelah berbagai perdebatan karena Sky yang tak ingin bekerja terlebih dulu akhirnya ayahnya memberinya tawaran untuk melanjutkan S2 nya jadi ia tak perlu dulu untuk bekerja hingga ia siap.
Tentu saja Sky tidak mau jika kuliah sendiri dan tidak memiliki teman yang ia kenal. Awalnya ia sudah memaksa Nora namun gadis tersebut begitu tegas menolaknya karena ia sendiri pun juga sudah memiliki pekerjaan yang tak ia bisa ia tinggalkan. Sedangkan Adhara, jelas Chan akan melarangnya. Akhirnya ia memaksa Antares untuk kuliah bersamanya. Setelah begitu memaksa Antares dengan berbagai cara Akhirnya laki-laki tersebut mau menurutinya.
Kini mereka sudah mulai masuk kuliah, dan mereka mengambil kelas akselerasi seperti Chan juga Arche. Walau sebenarnya Sky tak menginginkannya namun mengingat mereka yang sudah terlambat kuliah selama satu tahun setelah lulus S1 nya jadilah orang tua mereka menyarankan mereka untuk mengambil Akselerasi.
Sebenarnya program fast track di ambil saat S1 dan S2, namun beruntung Antares dan Sky bisa mengambil program ini saat S2 saja.
“Kelasnya banyak banget yang harus kita ambil,” ucap Sky menghembuskan nafasnya kasar. Sambil melihat SKS yang begitu banyak.
“Gak usah banyak ngeluh deh, gak usah ngajak gue buat berhenti kuliah juga,” ucap Antares memperingati gadis tersebut yang kini hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal mendengar ucapan Antares tersebut. Lagi pula ia tak boleh asal mengambil keputusan dan meninggalkan kuliahnya, pikiran Antares begitu sempit, pikirannya sambil menatap laki-laki tersebut sinis.
“Pikiran lo terlalu sempit,” ucap Sky kesal pada laki-laki tersebut lalu segera beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Antares yang kini masih sibuk dengan makanannya, mengingat kini mereka tengah berada di kantin untuk mengisi perut setelah klas pertama mereka.
Melihat hal tersebut Antares menghembuskan nafasnya sambil menggelengkan kepalanya. Entah mengapa kini ia malah terjebak dengan Sky yang lebih tepat disebut sebagai bocah tersebut dari pada seorang gadis yang tengah beranjak dewasa.
Bukannya mengejar gadis tersebut kini Antares malah melanjutkan makannya dengan begitu santai. Sky yang merasa tak ada yang mengikuti di belakangnya segera menoleh ke belakang hingga ia dibuat tercengang saat melihat Antares yang masing santai dengan makanannya. Melihat hal tersebut dengan segera Sky membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah Antares lalu kembali duduk di samping laki-laki tersebut. Antares yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya bingung.
“Ngapain balik?” tanya Antares bingung pada Sky yang kini malah mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan Antares.
“Gak ada yang ngejar,” ucap Sky yang kali sontak membuat Antares meledakkan tawanya. Kesal dengan Antares yang malah menertawakannya dengan begitu teganya Sky malah memasukkan makanan ke dalam mulut laki-laki tersebut hingga membuat Antares tersedak karenanya.
__ADS_1
“Mampus lo,” ucap Sky dengan begitu teganya yang membuat Antares segera meminum minumannya.
“Tega banget lo Sky,” ucap Antares pada Sky yang sama sekali tidak menghiraukannya.
“Udah yuk ke kelas bentar lagi udah jam kelas kota,” ucap Sky pada Antares yang segera merangkul leher Antares hingga membuat laki-laki tersebut menjadi ditarik.
Banyak tatapan mata yang melihat mereka dengan tatapan iri. Melihat bagaimana kedua pasangan tersebut. Walau sebenarnya mereka tak tahu jika pasangan tersebut tak seindah seperti yang dibayangkan.
***
Seorang laki-laki dengan tubuh atletisnya kini berjalan memasuki ruangan meeting yang diikuti dengan asisten juga sekretarisnya kini terlihat begitu mempesona. Laki-laki tersebut tak lain adalah Arche, kali ini ia tengah ada meeting dengan sebuah cabang perusahaannya.
Saat laki-laki tersebut memasuki ruang meetingnya sontak membuat semua yang berada di sana berdiri untuk menyambut atasan mereka tersebut. Senyuman ramahnya menyapa setiap orang yang berada di sana. Arche dengan karakternya sendiri membuat siapapun akan luluh jika berdekatan dengan laki-laki tersebut.
Tatapan laki-laki tersebut kini terkunci pada salah satu karyawan yang duduk di bagian belakang. Sepertinya ia adalah karyawan yang dibawa oleh salah satu direktur yang berada di sana. Melihat hal tersebut Arche segera mengisyaratkan pada Asistennya yang sudah ia pernah minta cari tahu tentang gadis tersebut yang tak lain adalah Delia dengan segera memeriksanya.
Selama rapat tatapan Arche sesekali melihat ke arah Delia yang hanya diam dan serius dengan pekerjaannya, atau lebih tepatnya ia terkesan mengabaikan Arche. Kini malah terlihat Arche yang tergila-gila pada gadis tersebut padahal sebelumnya ia lah yang mengusir gadis tersebut dalam hidupnya.
“Baiklah itu saja untuk rapat kali ini, saya harap untuk proyek besar kita kali ini dapat berjalan dengan lancar,” ucap Arche yang akhirnya menutup rapat nya. Ia segera keluar lebih dulu dari ruangan tersebut yang diikuti oleh asistennya juga sekretarisnya.
“Ini Pak. Ternyata ia adalah pekerja magang di perusahaan cabang kita yang berada di Bandung, Ia masih melanjutkan kuliah S2 nya pak hanya saja ia memilih untuk kuliah online” ucap Asisten Arche memberitahu atasannya tersebut yang kali ini menjawabnya dengan anggukan. Pantas saja saat itu ia melihat Delia yang berada di perusahaan cabangnya tersebut. Arche mulai membaca biografi tentang gadis tersebut ia baru tahu jika Delia baru saja mengalami musibah, keluarganya baru saja bangkrut hingga gadis tersebut memilih untuk bekerja.
“Jadikan ia karyawan tetap, dan proses itu pemindahannya ke kantor ini. pekerjaan dia sebagai asisten kedua saya. Dan ya fasilitasi semua kebutuhannya selama di sini,” ucap Arche dengan begitu tegasnya yang segera dijawab dengan anggukan oleh Asistennya tersebut.
Tentu saja ia tak merasa keberatan dengan adanya asisten Chan yang baru karena dengan begitu ia dapat mengurangi pekerjaannya.
“Gaji kamu akan saya naikkan dua kali lipat,” ucap Arche pada Asistennya tersebut yang kini sontak terkejut mendengar ucapan tersebut.
__ADS_1
Sangat tidak merupakan bukan, malah ini begitu menguntungkan untuknya membuat laki-laki tersebut tersenyum senang karenanya.
Arche segera kembali ke ruangannya dengan senyumannya. Jika sebelumnya Delia yang begitu berjuang untuknya maka kali ini biarkan ia yang berjuang untuk gadis tersebut, ia juga yakin Mamanya tak akan menolak Delia hanya karena status.
Arche kini akhirnya melanjutkan pekerjaannya dengan hati yang senang, ia begitu tak sabar untuk menyambut Delia di perusahaannya tersebut. Lagi pula ia begitu yakin Delia tak akan menolak tawaran sebagus ini mengingat keluarganya yang tengah berada dalam keadaan yang susah.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1