Atmosphere

Atmosphere
S2 Debu Kosmik


__ADS_3

Fyi "Debu kosmik adalah debu yang terdapat di luar angkasa\, atau yang jatuh ke Bumi.[1][2] Sebagian besar debu kosmik berukuran antara beberapa molekul dan 0\,1 µm. "


Happy Reading All.


***


“Waw Adhara, long time no see. Makin cantik aja bini orang,” ucap seorang laki-laki yang tak lain adalah Alto pada Adhara yang kini di balas dengan senyuman oleh Adhara.


Kini Chan memang sengaja mengajak Adhara ke kampusnya mengingat hari ini adalah sidang skripsinya. Sedari tadi terus saja banyak yang melihat ke arah Chan dengan tatapan kagum serta tatapan penasaran nya melihat Adhara yang kini bersama dengan Chan. Apa lagi saat melihat Chan yang terus menggenggam tangan Adhara.


Idola kampus yang begitu disanjung-sanjung karena kecerdasan juga ketampanannya yang membuat siapapun pasti merasa kagum dengan laki-laki tersebut. Tak hanya itu, sikap misterius Chan membuat banyak perempuan yang malah merasa penasaran dengan laki-laki tersebut.


“Lo kuliah di sini juga?” tanya Adhara pada Alto yang kali ini dijawab dengan dengan anggukan oleh laki-laki tersebut sambil tersenyum ke arah Adhara.


“Gara-gara dia, setelah lulus gue lanjut S2 di sini,” ucap Alto yang Adhara balas dengan anggukan.


“Mau langsung ke tempat sidang?” tanya Alto yang kali ini juga ingin menemani sahabatnya tersebut untuk sidang.


“Tunggu sahabat gue yang lain dulu,” ucap Adhara pada Alto yang kini menjawabnya dengan anggukan. Tak lama ketiga sahabatnya akhirnya datang juga.


“Hey Sky yang cantik datang,” teriak Sky menyapa sahabatnya tersebut yang sudah datang lebih dulu. Chan yang mendengar teriakan tersebut memejamkan matanya merasa jika telinganya akan segera berdarah jika terus mendengar teriakan dari sahabatnya tersebut.


“Gak usah teriak bisa kan,” ucap Adhara sambil mengelus telinganya yang terasa tuli mendengar teriakan tersebut.


“Suara gue terlalu indah jika harus didiamkan,” ucap Sky dengan alibinya yang membuat Adhara berdecih mendengarnya.


“Langsung aja yuk,” ajak Nora akhirnya karena merasa bosan jika harus menunggu sahabatnya tersebut yang pasti akan melanjutkan pertengkarannya sebelum dan tak akan ada yang mau mengalah jika tak dihentikan. Ia sudah begitu hafal dengan perangai sahabatnya tersebut. Jadi lebih baik ia segera menghentikannya.


***


Setelah sidang Chan selesai kini akhirnya mereka memilih untuk ke makan Antariksa karena kini mereka semua sudah selesai dengan kuliah mereka, tentu saja hal tersebut membuat mereka senang dan mereka ingin berbagi kebahagiaan tersebut pada Antariksa.

__ADS_1


Mereka juga ingin menunjukkan pada Antares jika mereka kini sudah berhasil dengan pendidikan mereka. Tak terasa entah sudah berapa banyak kisah dan perjalanan yang sudah mereka lalui hingga kini mereka berhasil berada di titik ini. Kini mereka sudah berada di jalan mereka, pada karir yang kini tapaki.


“Antariksa, gue dateng bareng yang lain. Gue juga bawa bunga kesukaan lo,” ucap Adhara sambil meletakkan bunga snowdrop di samping batu nisan laki-laki tersebut.


Adhara menampilkan senyumannya saat melihat ke arah tempat peristirahatan terakhir laki-laki tersebut. Laki-laki yang memiliki ruang tersendiri di hatinya tersebut. Ini pertama kalinya mereka datang dengan senyuman dengan wajah bangga nya, seolah menunjukkan pada Antariksa jika kini ia sudah baik-baik saja.


Mereka terlebih dahulu berdoa untuk mendoakan sahabat mereka tersebut sebelum mereka menceritakan banyak hal pada Antariksa agar laki-laki tersebut mengetahui tentang sahabatnya.


“Lo sekarang harus bangga sama kita Ta, lo tau kita udah pada sarjana semua,” ucap Chan pada sahabatnya tersebut seolah kini Antariksa ada di antara mereka saat ini.


“Gue sama Chan sekarang juga udah nikah Ta,” ucap Adhara memberitahu Antariksa tentang pernikahannya. Karena setelah ia menikah baru saat ini ia mengunjungi makan Antariksa lagi.


“Kalau lo ada mungkin sekarang gue belum nikah sama Adhara, dia masih bingung buat milih,” ucap Chan yang kini bergurau pada Antariksa membuat mereka terkekeh mendengar candaan tersebut.


“Tapi gak enaknya di gue Kak, lo tau gue sekarang harus ngurus perusahaan padahal gue pengen jadi model. Ya kali badan seksi gini gak di pamerin,” ucap Sky mengadu pada kakaknya tersebut yang tentu saja hanya bisa mendengarkan tanpa bisa menanggapinya. Mungkin jika kini Antariksa berada di sana Sky sudah mendapatkan pukulan dari kakaknya tersebut.


"Dia sekarang juga udah punya tunangan loh Ta," ucap Adhara yang kali ini mengadu pada sahabatnya tersebut tentang Sky.


Mendengar ucapan tersebut Sky memelototkan matanya saat mengingat fakta tersebut yang ingin ia sampaikan pada kakaknya tersebut.


"Yakin gue Antariksa lagi ketawa di dalam sana," ucap Arche dengan tawanya yang dijawab dengan tawa juga oleh sahabatnya yang lain, berbeda dengan Sky yang kini menatap datar pada sahabatnya tersebut yang suka sekali menggodanya.


"Btw neraka gimana Ta? Soalnya gue yakin nih lo masuk neraka jalur VVIP jadi belum hisab lo udah log in duluan," ucap Adhara dengan tawanya.


"Drak banget candaan lo," ucap Nora yang akhirnya membuka pembicaraan. Ia memang tak terlalu akrab dengan Antariksa jadi bagai tak ada yang ingin ia ceritakan pada laki-laki tersebut.


"Bercanda Ta. Gue selalu berdoa supaya lo masuk Surga jalur VVIP. Gue selalu berdoa yang terbaik buat lo," ucap Adhara sambil tersenyum pada laki-laki tersebut. Laki-laki yang kini begitu ia rindukan.


"Btw gue udah laper nih," ucap Adhara sambil mengelus perutnya yang kini terasa begitu lapar.


"Lo laper juga gak Ta?" Tanya Arche kini pada Antariksa membuat temannya yang lain tertawa mendengar ucapan tersebut.

__ADS_1


"Lo di sana makan apa kak? Ada yang jual seblak gak di sana?" Tanya Sky dengan anehnya menanggapi candaan Arche. Karena mereka ingin mulai hari ini, tak ada lagi tangis dan air mata saat mereka datang ke makan sahabatnya tersebut. Hanya tawa yang ingin mereka tampilkan kini pada sahabatnya.


"Tambah gelap aja pembicaraannya," ucap Nora sambil menggelengkan kepalanya. Merasa aneh dengan candaan dari sahabat nya tersebut yang semakin tidak benar.


"Udah lah, udah sore ini. Mending sekarang kita makan dulu," ucap Chan akhirnya menghentikan tingkah dari istri juga sahabatnya tersebut. Sebelum mereka semakin melantur jadi lebih baik ia segera membawa mereka untuk segera pergi.


"Kita balik dulu ya Ta, lo baik-baik di sana. Doa terbaik selalu buat lo," ucap Adhara sambil mengelus foto Antariksa yang berada di sana. Dengan senyumannya Adhara mengelus foto tersebut. Walau hatinya masih tak rela tapi kini ia ingin tersenyum untuk sahabatnya tersebut.


Setelah berpamitan pada Antariksa mereka memilih untuk segera mengisi perut mereka di restoran yang biasa mereka datangi dulu saat mereka masih SMA.


Tak menyangka kini mereka bisa bersama kembali. Bisa berkumpul dengan anggota lengkap meskipun Antariksa dengan wujud yang berbeda. Mereka tentu sangat merindukan sahabat mereka tersebut. Namun kini mereka hanya bisa mengirimkan doa untuk sahabat mereka itu.


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah seru dari Atmosphere ini. Yang pasti cerita ini juga bagus, jadi langsung aja yuk di cek judulnya "True Love".

__ADS_1


Baca juga yuk cerita temen ku yang gak kalah seru ini.



__ADS_2