Atmosphere

Atmosphere
Dorado


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Pagi ini Adhara sudah siap dengan pakaian rapihnya. Kini gadis tersebut tengah memakan sarapannya sambil menunggu Chan yang mengatakan akan menjemputnya untuk kerumah laki-laki tersebut.


Suara bel apartemen rumahnya membuat Adhara dengan segera berjalan ke arah pintu, membukakan pintu untuk tamunya yang bisa ia tebak itu adalah Chan.


“Lama banget sih lo….” Ucapan Adhara terhenti saat melihat jika tamu yang datang bukanlah Chan. Melainkan seorang gadis yang selama ini adalah musuhnya.


“Titania? Mau ngapain lo?” tanya Adhara pada gadis yang tak lain adalah Titania. Adhara menatap gadis tersebut dengan tatapan datarnya.


Masih begitu ia ingat yang terakhir kali gadis itu lakukan padanya hingga membuatnya malu karena berjalan di koridor dengan keadaan basah. Walau urat malu Adhara sudah putus sebagian namun tetap saja ia masih memiliki sedikit rasa malu.


“Adhara, gue boleh ngomong sebentar?” tanya Titania dengan suara lembutnya yang dibuat sesedih mungkin membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung.


Adhara segera membuka pintunya dengan lebar, mempersilahkan Titania untuk masuk.


“Di dapur aja, gue lagi sarapan,” ucap Adhara yang di balas dengan anggukan oleh Titania. Gadis tersebut segera membuka sepatunya lalu menggantinya dengan sandal rumah yang sudah disediakan.


Gadis itu segera masuk mengikuti Adhara yang berjalan lebih dulu di depannya. Gadis itu melihat ke sekeliling apartemen Adhara yang tak terlalu besar tersebut. Setelah sampai di ruang makan, Titania duduk si salah satu kursi sedangkan Adhara berjalan ke arah kulkas untuk mengambilkan minuman untuk kaleng untuk Titania lalu memberikannya pada Titania.


“Thanks,” ucap Titania yang Adhara balas dengan anggukan lalu gadis itu duduk di hadapan Titania sambil memakan makanannya.


“Mau?” tanya Adhara menawarkan makanannya yang dibalas dengan gelengan oleh Titania yang membuat Adhara mengangguk.


“Jadi, lo ada urusan apa nyari gue?” tanya Adhara membuat Titania menghela nafasnya dalam sebelum memulai ucapannya.


“Gue mau minta maaf atas semua kesalahan yang pernah gue lakuin ke lo, gue tau kesalahan gue mungkin sulut untuk lo maafin,” ucap Titania dengan menundukkan kepalanya menyembunyikan wajah sendunya dari Adhara.


Adhara yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya, bagaimana bisa gadis angkuh seperti Titania tiba-tiba saja datang ke apartemennya untuk meminta maaf. Adhara bukan gadis polos yang bisa di tipu begitu saja membuat Adhara tertawa mendengarnya. Mendengar tawa Adhara, Titania mendongakkan kepala menatap Adhara dengan kerutan di keningnya.


“Apa gue salah minta maaf sama lo? Sampai lo menertawakan ketulusan gue?” tanya Titania dengan senyuman sinisnya yang membuat Adhara menghentikan tawanya lalu menatap Titania dengan tajam.


“Gue bukan orang yang mudah lo tipu Titania, tingkah lo terlalu mencurigakan. Kenapa baru sekarang lo minta maaf? Dari kemarin lo kenapa? Kesurupan?” tanya Adhara dengan kerutan di dahinya. Senyuman gadis itu begitu sinis menatap Titania dengan tajam.


“Apa gue kurang tulus? Harus gimana gue buktiin sama lo kalo gue tulus sama lo Adhara?” tanya Titania dengan senyuman sendunya. Kini Adhara menatap Titania serius dengan wajah datarnya yang tak bisa dirubah.

__ADS_1


“Atas dasar apa lo sekarang datang dan minta maaf sama gue?” tanya Adhara dengan kerutan di dahinya membuat Titania menghela nafasnya kasar.


“Gue mau lo bantuin gue buat jaga Chan, malam ini dia bakal balapan sama Antariksa. Gue Cuma gak mau terjadi apa-apa sama dia, gue tau bukan gue orang yang dia cinta tapi perasaan gue sama dia gak akan pernah pudar,” ucap Titania serius membuat Adhara memelototkan matanya saat mendengar jika Chan akan balapan dengan Antariksa.


“Ini alamat tempat mereka balapan, kalau lo gagal buat nahan Chan lo bisa pergi ke sini. Kalau lo gak percaya sama gue,” ucap Titania sambil menyodorkan selembar kertas berisi alamat juga jam balapan tersebut.


“Pertunangan gue sama Chan juga udah di batalin, gak ada alasan gue buat nahan dia buat gak pergi. Gue harap lo bisa Ra,” ucap Titania lalu segera berdiri dari duduknya.


“Gue pergi dulu,” ucap Titania lalu segera berlalu dari sana meninggalkan Adhara yang kini terdiam di tempatnya memikirkan berbagai cara untuk menggagalkan rencana Chan dan Antariksa tersebut.


***


Sedari Chan menjemput Adhara, gadis tersebut terus terdiam. Adhara yang biasanya selalu banyak bicara kini terus terdiam. Bahkan saat Chan mengantarnya pulang.


Hal tersebut tentu saja menjadi tanda tanya untuknya, tentang ada apa dengan Adhara. Tidak tahan dengan kebisuan gadis tersebut Chan menghela nafasnya kasar lalu menghentikan mobilnya di pinggiran jalan.


“Adhara,” panggil Chan sambil menepuk tangan gadis tersebut membuat Adhara yang tersadar langsung menoleh ke arah Chan dengan terkejut. Gadis tersebut segera membuka seat belt nya hendak membuka pintu. Tapi Chan lebih dulu menahannya membuat Adhara mengerutkan keningnya.


“Kenapa?” tanya Adhara dengan wajah polosnya yang membuat Chan menghela nafasnya lalu melihat ke arah Adhara dengan tatapan datarnya.


“Mau kemana?” tanya Chan dengan kerutan di dahinya membuat Adhara melihat ke sekeliling yang ternyata bukan di depan apartemennya.


“Gue kira udah sampe,” ucap Adhara dengan cengirannya membuat Chan menghela nafasnya kasar sambil menggelengkan kepalanya.


“Lo kenapa sih?” tanya Chan sambil memegang kedua tangan Adhara erat. Ia tahu kini ada yang sedang disembunyikan oleh gadis tersebut.


“Gue gak papa kok,” ucap Adhara dengan wajah bersungguh-sungguhnya membuat Chan menghela nafasnya kasar.


“Jujur sama gue Ra, lo kenapa?” tanya Chan serius yang dibalas dengan gelengan oleh Adhara.


“Ini malem minggu kan?” tanya Adhara yang Chan balas dengan anggukan.


“Lo gak mau ngajakin gue malem mingguan?” tanya Adhara dengan puppy eyes nya yang membuat Chan mengerutkan keningnya mendengar ucapan gadis tersebut.


“Tumben banget,” ucap Chan dengan kerutan di dahinya membuat Adhara menghela nafasnya kasar dengan kepalanya yang kini terus memikirkan alasan yang tepat untuk ia berikan pada Chan.


“Ya gue pengen aja,” ucap Adhara membuat Chan membalasnya dengan senyuman.

__ADS_1


“Kali ini gue gak bisa, besok apa aja ya kita jalan. Malam ini lo mending nonton drakor atau drachin, jangan kemana-mana,” ucap Chan sambil mengelus puncak kepala gadis tersebut sayang membuat Adhara menghela nafasnya kasar mendengar ucapan laki-laki tersebut.


“Gue anter pulang,” ucap Chan lalu melajukan mobilnya dengan pelan menuju apartemen Adhara. Adhara memilin tangannya terus memikirkan cara untuk menahan Chan agar tidak pergi.


“Chan, lo gak mau nemenin gue malam ini?” tanya Adhara yang Chan balas dengan gelengan.


“Gue bener-bener ada urusan malam ini,” ucap Chan yang membuat Adhara menghela nafasnya kasar.


“Balapan sama Antariksa?” tanya Adhara yang membuat Chan terkejut mendengarnya karena Adhara yang mengetahui jika ia akan balapan.


Chan hanya terdiam tak menjawab ucapan Adhara sampai akhirnya mereka sampai di apartemen Adhara.


“Gue peduli sama kalian Chan, gue gak mau lo atau Antariksa kenapa-napa,” ucap Adhara sebelum keluar dari mobil laki-laki tersebut.


“Gue ngelakuin ini agar persahabatan kita utuh lagi,” ucap Chan sambil menatap lurus ke depan membuat Adhara tersenyum sinis mendengarnya.


“Apa gak ada cara lain?” tanya Adhara yang Chan balas dengan anggukan.


“Cepet masuk, jangan keluar kemanapun malam ini,” ucap Chan membuat Adhara menatap laki-laki itu kesal lalu segera keluar dari mobil Chan dengan menutup nya kasar.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2