
Happy Reading All.
***
Chan berjalan dengan terburu-buru menuju kelas Sky, wajah laki-laki itu bahkan sudah bersemu merah karena merasa malu padahal saat ini Sky belum ada di depannya.
Saat sampai di depan kelas gadis itu ternyata kini kelas Sky tengah ada jam pelajaran dan ada guru yang sedang mengajar. Keadaan kelas tersebut begitu tenang dan kondusif. Chan mengetuk pintu terlebih dulu.
“Permisi Mr. Saya ingin bertemu Sky,” ucap Chan membuat guru tersebut mengangguk lalu mempersilahkan Sky untuk menemui Chan.
“Kenapa?” tanya Sky saat sudah berada di hadapan Chan yang kini malah menghela nafasnya kasar sambil menundukkan kepalanya.
“Lo punya Rok cadangan?” tanya Chan yang dibalas dengan anggukan oleh Sky.
“Ada di loker, kenapa? Lo mau pake rok?” tanya Sky dengan senyuman menggodanya membuat Chan memutar bola matanya jengah mendengar ucapan adik sahabatnya tersebut.
“Gue pinjem buat Adhara,” ucap Chan membuat Sky mengangguk lalu segera berjalan memasuki kelasnya untuk mengambil kunci lokernya. Setelah mendapatkannya Sky segera memberikannya pada Chan.
“Sky, lo ikut gue aja sekalian beliin pembalut,” ucap Chan sambil berbisik ke arah Sky yang membuat gadis itu berusaha menahan tawanya mendengar ucapan laki-laki itu.
“Sorry Kak Chan, bukannya gak mau bantuin lo tapi masalahnya gue mau ulangan. Jadi selamat berjuang,” ucap Sky dengan tawanya lalu segera memasuki kelasnya namun Chan menahan tangan gadis itu membuat Sky mengerutkan keningnya.
“Obat buat sakit perut apa?” tanya Chan membuat kening Sky mengerut. Namun saat mengetahui sakit perut yang di maksud Chan. Dengan segera Sky memberitahunya setelahnya baru ia segera memasuki kelasnya kembali membuat Chan mendengus kesal.
Chan menghela nafasnya lalu segera berjalan ke arah loker yang berada di ruangan loker bagian ujung. Lalu segera mengambil rok milik Sky namun ia tak sengaja berpapasan dengan Titania yang langsung menghampirinya.
“Nanti malam jangan lupa ya,” ucap Titania dengan senyumannya lalu segera pergi dari sana. Chan menghela nafasnya kasar lalu segera menuju koperasi untuk membeli kebutuhan Adhara.
Chan memasuki koperasi sekolah yang malah lebih bisa disebut minimarket tersebut.
Laki-laki itu mengambil keranjang belanjaan lalu segera menuju tempat berbagai pembalut yang ada, dengan asal Chan mengambil semua jenis pembalut lalu juga mengambil obat yang di maksud Sky.
Setelahnya tak lupa laki-laki itu juga mengambil beberapa kuaci dan coklat untuk Adhara. Karena yang Chan tahu, saat sedang PMS maka mood cewek akan gampang sekali meledak-ledak jadi lebih baik sedia payung sebelum hujan dengan membelikan coklat untuk Adhara.
Kini rasanya Chan begitu malu saat melihat banyak mata yang menatapnya dengan geli dan menahan senyum melihat keranjang belanjaan yang Chan bawa sudah penuh dengan pembalut.
Chan segera membawanya ke kasir membuat kasir yang berjaga menahan senyumnya melihat Chan.
“Beruntung banget ya Adhara dapat cowok seperti Chan ini,” ucap kasir tersebut dengan senyumannya. Karena memang info jika Adhara yang menjalin hubungan dengan Chan sudah tersebar keseluruh penjuru sekolah.
__ADS_1
“Cepet di selesaikan deh,” ucap Chan dengan tidak sabarannya membuat kasir tersebut berdekham dan segera menyelesaikan mentotal belanjaan Chan.
Setelahnya Chan segera menyerahkan uangnya dengan jumlah pas. Setelah membayarnya Chan segera pergi dari sana dengan terburu-buru dan berjalan menuju UKS.
Saat sampai di UKS terlihat Adhara yang memejamkan matanya membuat Chan segera menghampirinya.
“Adhara,” panggil Chan membuat gadis itu membuka matanya lalu melihat kantong kresek yang dibawa Chan.
“Wah makasih Chan,” ucap Adhara dengan senyumannya dan langsung mengambil alih kantong kresek tersebut.
“Chan, kenapa banyak banget?” tanya Adhara sambil memelototkan matanya melihat apa saja yang dibeli oleh Chan.
“Abisnya gue gak tau jadi semua aja gue beli,” ucap Chan yang membuat Adhara terkekeh mendengarnya.
“Ya udah lah gue ganti dulu,” ucap Adhara lalu segera berjalan ke arah kamar mandi yang berada di UKS tersebut. Setelah selesai ia segera kembali pada Chan lalu mengambil obat yang sudah Chan belikan padanya.
“Kalau masih sakit mending pulang aja,” ucap Chan yang di balas dengan gelengan oleh Adhara.
“Kalau di apartemen aku sendiri,” ucap Adhara dengan wajah sendunya membuat Chan merasa bersalah karena meninggalkan gadisnya itu.
“Aku temenin,” ucap Chan yang setelahnya langsung di balas dengan anggukan semangat oleh Adhara.
***
Setelah sampai di apartemennya Adhara langsung menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya di sana sedangkan Chan memilih untuk merapikan belanjaannya tadi.
Setelahnya laki-laki itu segera menuju ke arah Adhara yang kini memejamkan matanya. Chan duduk di samping gadis itu sambil menggenggam tangan Adhara.
“Nanti malam Papa ngadain acara makan malam bareng keluarga Titania,” ucap Chan tiba-tiba membuat Adhara segera membuka matanya dan melihat wajah sendu Chan.
“Kita udah tahu konsekuensi ini dari awal,” ucap Chan saat melihat wajah Adhara yang terlihat menahan kekesalannya. Mendengar ucapan Chan tersebut membuat Adhara menghela nafasnya kasar lalu memilih untuk membelakangi Chan.
“Kalau gue gak dateng, lo tau sendiri papa gimana,” ucap Chan yang mengetahui jika Adhara tengah marah padanya.
“Bahkan kalau lo mau menerima perjodohan itu gue gak masalah,” ucap Adhara dengan sendunya membuat Chan menundukkan kepalanya.
“Seperti nya akhirnya memang kayak gitu,” ucap Chan memejamkan matanya. Adhara yang mendengarnya memejamkan matanya hingga tanpa sadar air mata gadis itu meluruh.
“Lo terima?” tanya Adhara yang kini sudah menegakkan tubuhnya menjadi duduk sambil menatap Chan dengan kerutan di wajahnya.
__ADS_1
“Gue Cuma mau lo percaya sama gue Adhara, gue akan berusaha buat hubungan kita,” ucap Chan sambil memegang pundak Adhara berusaha untuk menenangkan gadisnya itu.
“Apa selama lo berusaha gue harus jadi simpenan lo?” tanya Adhara dengan senyuman sinisnya yang membuat Chan memejamkan matanya mendengar pertanyaan Adhara tersebut.
“Lo bukan simpenan gue, karena Cuma lo yang gue mau. Tapi lo tau sendiri gimana Kakek dan Papa gue, gue masih cari jalan keluar untuk ini Adhara. Tapi selama waktu itu gue harus nerima Tita sebagai tunangan gue,” ucap Chan yang kini membuat Adhara terkekeh mendengar ucapan laki-laki itu.
“Lalu apa bedanya gue sama simpenan Chan? Yang tunangan lo itu Tita bukan gue. Gue Cuma pacar lo,” ucap Adhara dengan suaranya yang sudah berteriak pada Chan.
“Adhara, gue gak mau berantem. Yang gue mau Cuma lo percaya sama gue, gue bakalan berusaha buat hubungan kita. Selama itu lo sabar dulu Ra, lagian semua orang di sekolah taunya gue punya lo,” ucap Chan berusaha untuk menenangkan Adhara.
“Kesabaran gue ada batasnya Chan, gue Cuma bisa nanggung ini selama lo masih mau ada di samping gue dan selama lo bukan milik Titania. Gue juga cewek jadi gue gak mau egois demi kebahagian gue,” ucap Adhara membuat Chan membalasnya dengan anggukan.
“Gue janji gak akan ngelepas lo Adhara, dan gue janji gue hanya milik lo. Semua ini akan cepet selesai, kasih gue waktu sebentar saja,” ucap Chan yang membuat Adhara menghela nafasnya lalu segera merebahkan tubuhnya kembali dan menutup dirinya dengan selimut.
“Gue mau istirahat, lo pulang aja,” ucap Adhara membuat Chan menghela nafasnya.
Chan tau di balik selimut tersebut kini Adhara terngah menangis dengan sendu membuat Chan merasa tak tega melihat gadis tersebut. Namun Chan juga ingin memberikan ruang untuk gadis tersebut agar bisa menenangkan dirinya.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1