Atmosphere

Atmosphere
Mab


__ADS_3

Mab adalah nama Bulan yang berada di Planet Uranus.


Happy Reading All.


***


Keadaan mall kali ini terlihat begitu ramai, mungkin karena hari ini adalah hari  minggu jadi banyak yang menghabiskan waktu untuk menemani orang tersayang mereka jalan-jalan.


“Mau nonton?” tanya Chan membuat Adhara berpikir sejenak sebelum membalasnya dengan sebuah anggukan semangat.


“Ayo, mumpung film idola gue ada yang baru tayang dan gue belum sempet nonton,” ucap Adhara pada Chan dengan senyumannya yang begitu bersemangat.


Film Korea dengan pemeran utama sang idola, tentu saja Adhara tak ingin melepaskan kesempatan ini begitu saja. Ia tentu akan menggunakan kesempatan ini untuk menonton film idolanya tersebut yang merupakanan anggota boyband multitalenta yang juga merangkap sebagai aktor.


“Ck Korea mulu,” ucap Chan dengan senyuman menghinanya yang langsung mendapatkan tatapan tajamnya dari Adhara.


“Mau nemenin gak? Kalo gak mau gue nonton sendiri,” ucap Adhara kesal dan memilih untuk langsung pergi meninggalkan Chan di belakangnya yang hanya bisa menggeleng melihat tingkah gadis itu.


Chan memilih untuk segera menyusul Adhara lalu merangkul pundak gadis itu menuju Bioskop yang berada di lantai atas tempat mereka sekarang.


“Lo pernah nonton sama cewek sebelumnya?” tanya Adhara pada Chan sambil melihat ke arah laki-laki tersebut yang tengah menggeleng padanya. Pengakuan Chan tersebut membuat Adhara sontak menganga mendengarnya bagaimana laki-laki kaya seperti Chan tidak mampu membawa gadisnya ke bioskop?


“Kenapa?” tanya Adhara dengan kerutan di keningnya. Kini mereka tengah berjalan ke arah bioskop dengan Chan yang masih merangkul pundaknya.


“Karena sebelumnya gue gak pernah deket sama cewek, kalau ke bioskop rame-rame ya paling sama Arche, Antariksa dan adik-adik mereka,” ucap Chan menjelaskan yang kali membuat Adhara menggeleng kagum. Chan memang begitu menjaga diri.


“Lo gak pernah punya pacar?” tanya Adhara yang kembali dibalas dengan gelengan oleh Chan. Memang siapapun yang sudah mengetahui tentang Chan dari dulu pasti akan tahu bagaimana Chan yang begitu anti terhadap kaum hawa.


“Wah Chan ternyata lo masih suci,” ucap Adhara dengan begitu kagumnya membuat Chan yang melihatnya malah begitu gemas langsung saja mendorong kepala Adhara dengan tidak berperasaan membuat Adhara hampir saja terjatuh jika tidak memiliki ke seimbangan yang bagus.


“Chan jahat lo, kalo gue nyungsep gimana?” tanya Adhar dengan begitu kesal pada Chan sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


“Ya udah nyium lantai,” ucap Chan santai membuat Adhara yang mendengarnya di buat ternganga. Bagaimana bisa laki-laki itu mengatakan hal tersebut dengan begitu santai tanpa memikirkan keadaan wajah imut Adhara yang bisa saja rusak.


“Ck emang jahat,” ucap Adhara sambil menggelengkan kepalanya sedangkan Chan hanya bisa terkekeh melihat reaksi gadis itu.

__ADS_1


“Tunggu sini dulu, gue beli tiket sama minuman dan popcorn,” ucap Chan yang Adhara balas dengan anggukan.


Adhara memilih untuk segera menunggu di tempat duduk yang berada di ruang tunggu tersebut sambil melihat ke sekeliling yang begitu ramai. Bahkan banyak yang membawa senter fandom bernama lightstick tersebut. Bisa Adhara tebak jika mereka juga akan menonton film korea tersebut.


“Adhara?” tanya sebuah suara membuat Adhara langsung menoleh ke arah sumber suara dengan kerutan di dahinya karena merasa tak mengenali gadis tersebut.


Hingga setelah lama berpikir tentang gadis tersebut akhirnya Adhara mengingat jika gadis itu adalah Gita, gadis yang ternyata adalah gadis yang mengejar-ngejar Antariksa dan mengaku menjadi kekasih gadis itu.


“Siapa?” tanya Adhara dengan kerutan di keningnya. Ia hanya tau nama dan berita gadis itu dari para penggosip di sekolah. Juga dari pertemuan terakhir mereka satu bulan yang lalu.


“Gita,” ucap gadis itu membuat Adhara mengangguk.


“Ke sini sama Antariksa?” tanya gadis itu yang Adhara balas dengan gelengan.


Gita yang mendengar ucapan gadis itu mengerutkan keningnya lalu tersenyum dengan begitu sinis pada Adhara. Adhara yang melihat hal tersebut hanya menatapnya datar.


“Kenapa? Apa dia malu bawa cewek kayak lo keluar?” tanya Gita dengan senyuman mengejek nya membuat Adhara memutar bola matanya malas mendengarnya.


“Kenapa malu? Gue imut gini, ya kali malu-malu in,” ucap Adhara dengan begitu pedenya membuat Gitar rasanya ingin muntah mendengar ucapan gadis tersebut.


“Cantik pacar gue,” ucap Chan yang tiba-tiba datang dengan wajah datarnya lalu duduk di samping Adhara. Tatapan Chan yang begitu datar dan menusuk membuat Gita di buat ketakutan dengan laki-laki itu. Namun sebisa mungkin ia mengontrol dirinya agar terlihat baik-baik saja.


“Pacar? Bukannya lo pacar Antariksa? Dan sekarang jalan sama sahabat Antariksa yang juga pacar lo?” tanya Gita dengan begitu sinis. Gita yang juga satu kelas dengan tiga pangeran tersebut tentu saja tahu jika mereka bersahabat dan begitu dekat.


“Pacar gue,” ucap Chan dengan wajah datarnya.


“Mau gue pacaran sama tiga-tiganya juga bukan urusan lo, paling lo juga Cuma bisa iri kan,” ucap Adhara dengan senyuman bangga nya membuat Gita mengepalkan tangannya marah.


“Ayo masuk udah waktunya,” ucap Chan sambil menarik Adhara untuk berdiri. Lalu segera merangkul pinggang Adhara memasuki room teater.


“Kenapa dia bisa ngira lo pacar Antariksa? Satu sekolah juga taunya lo pacar gue,” ucap Chan sekaligus bertanya pada Adhara mengapa gadis itu bisa menganggap Adhara sebagai kekasih Antariksa.


“Waktu itu gue bantuin Antariksa buat ngehindarin tuh cewek,” jawab Adhara dengan begitu singkat namun sangat dimengerti Chan bagaimana kelanjutannya. Chan menghela nafasnya sambil menjawabnya dengan anggukan.


“Lain kali hati-hati, jangan buat masalah sama orang lain,” ucap Chan memperingati gadis tersebut yang dibalas dengan anggukan oleh Adhara.

__ADS_1


Chan mengelus puncak kepala Adhara dengan sayang sampai akhirnya mereka memasuki room theater bersama. Mereka duduk dengan saling berdampingan dan bisa Chan lihat yang mendominasi di sana adalah kaum hawa.


Saat Chan memasuki room teater banyak mata yang melihat ke arah mereka dengan tatapan kagum pada Chan yang terlihat begitu tampan, tak kalah dengan idola mereka tersebut.


Chan memang memiliki wajah tampan dengan aksen perpaduan antara Indonesia- Jerman yang membuat laki-laki itu terlihat begitu sempurna.


Saat film mulai di tayangkan Adhara mulai fokus menonton hingga saat sang idola muncul Adhara menjerit dengan tertahan sambil menggenggam tangan Chan dengan begitu erat.


“Chan ganteng banget sih kamu tuh,” ucap Adhara dengan senyuman yang mengembang dengan begitu jelas.


“Tau kok gue ganteng,” ucap Chan berbangga diri membuat Adhara langsung menoleh ke arah Chan dengan tatapan memicing lalu menoleh kembali pada film di depannya.


“Noh namanya Chanyeol, gue manggil Chan tapi lebih nyaman manggil Yeol sih,” ucap Adhara dengan senyumannya membuat Chan kini sudah bersemu merah karena merasa malu.


Siapa sangga Adhara ternyata tengah memuji idolanya itu bukannya memuji dirinya. Salah sasaran. Tapi apa salahnya jika mengakui ia tampan? Kan memang nyatanya ia tampan, bahkan lebih tampan dari laki-laki yang Adhara sebutkan tadi.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Maaf ya hari ini aku cuma update satu part dulu.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2