Atmosphere

Atmosphere
Mo (Molibdenum)


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Seperti hari-hari sebelumnya, kini Adhara tengah membersihkan apartemennya dan mencuci baju serta memasak untuk makan malamnya juga Chan. Sedangkan Chan beberapa hari belakangan ini laki-laki itu selalu pulang malam. Setelah mengantar Adhara pulang Chan akan langsung pergi kembali entah kemana laki-laki itu pergi.


Suara bel apartemennya mengganggu Adhara yang tengah mengepel lantai, dengan cepat gadis itu segera menuju pintu untuk membukakan tamunya pintu. Hingga terlihat Ibu Chan dengan senyuman lebarnya tengah berdiri di ambang pintu.


“Tante,” sapa Adhara yang cukup terkejut dengan kedatangan Mira.


Adhara segera menyalami tangan ibu Chan lalu mempersilahkannya untuk masuk. Mira melihat ke sekeliling apartemen Adhara yang tak terlalu besar namun cukup bersih karena Adhara yang begitu rajin untuk membersihkan apartemennya mengingat Chan yang begitu tak menyukai barang kotor.


“Ini tante membawakan bahan makanan untuk kalian,” ucap Mira sambil meletakkan berbagai bahan makanan di atas meja makan karena Adhara yang mengajaknya ke sana mengingat ia tengah memasak untuk makan malam.


“Terima kasih Tante, tapi lain kali tante tidak perlu repot-repot,” ucap Adhara yang merasa sungkan jika harus merepotkan Mira walau anak wanita tersebut sering membuatnya kerepotan.


“Tidak masalah hanya bahan makanan, ini bukan apa-apa di banding dengan apa yang sudah kamu lakukan untuk Tante dan Chan,” ucap Mira dengan senyumannya lalu membantu Adhara untuk meletakkan bahan makananya di kulkas.


Adhara kembali melanjutkan acara memasaknya karena takut jika masakannya akan gosong sedangkan Mira masih merapikan kulkas Adhara yang sudah kosong. Mira menghela nafasnya menyadari kehidupan putranya yang kini tak seperti dulu.


Chan yang dari dulu selalu dilimpahi dengan harta kini malah hidup dengan serba kecukupan dan menumpang di apartemen temannya. Ia begitu bersyukur Chan memiliki teman sebagai Adhara.


“Dimana Chan?” tanya Mira yang tak melihat keberadaan putranya. Adhara melihat ke arah Mira sekilas lalu menghela nafasnya kasar karena ia juga tak tahu kemana laki-laki itu pergi.


“Adhara juga gak tau tante, tadi setelah nganter Adhara pulang dia langsung pergi,” ucap Adhara dengan helaan nafas beratnya. Mira menipiskan bibirnya lalu mengangguk. Ia hanya berharap jika putranya itu akan baik-biak saja.


“Biar Tante bantu,” ucap Mira sambil membantu Adhara memotong wortel namun Adhara segera mencegahnya karena tak ingin merepotkan ira.


“Tidak perlu tante, lebih baik tante duduk aja dan mencicipi masakan Adhara nanti,” ucap Adhara dengan senyumannya sambil menggiring Mira untuk duduk di salah satu kursi yang berada di sana. Mira menghela nafasnya sambil menggeleng dan akhirnya ia hanya mengikuti apa yang gadis itu katakan.


Tak lama akhirnya masakan Adhara sudah siap untuk disajikan. Adhara segera menyajikannya dan meminta Mira untuk mencicipi masakannya. Dengan harap cemas Adhara menanti penilaian Mira pada masakannya takut jika ada yang kurang.

__ADS_1


“emm ini sangat enak sayang, kamu sangat pintar memasak,” ucap Mira sambil mengacungkan kedua jempolnya. Adhara membalasnya dengan kekehan lalu segera duduk di depan Mira dan memberikan piring untuk Mira.


“Ayo tante kita makan sama-sama,” ajak Adhara mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk Mira.


“Maaf tante seadanya,” ucap Adhara membuat Mira terkekeh mendengarnya karena ia datang untuk membawakan makanan untuk anaknya bukan untuk menumpang makan.


“Gak papa sayang ini udah enak kok,” ucap Mira membuat senyuman Adhara mengembang.


“Kita gak mau nunggu Chan dulu?” tanya Mira membuat Adhara menggeleng. Ia tak mungkin meminta Mira untuk menunggu Chan yang selalu pulang malam hari.


“Gak perlu tante, Chan pulangnya selalu malam akhir-akhir ini,” ucap Adhara membuat Mira mengerutkan keningnya.


“Apa kamu tahu dia kemana?” tanya Mira yang di balas gelengan oleh Adhara. Ia sudah sering menanyakan pada laki-laki tersebut kemana ia pergi namun Chan tak pernah menjawabnya dan selalu mengalihkan pembicaraan setelahnya.


Mira yang melihat gelengan kepala Adhara menghela nafasnya lalu mengangguk. Mungkin setelah ini ia akan meminta orang kepercayaan keluarganya untuk mencari tahu tentang Chan.


“Ayo tante dihabiskan,” ucap Adhara yang dibalas dengan anggukan oleh Mira.


“Adhara terima kasih telah menjaga Chan,” ucap Mira saat sudah selesai dengan makanannya.


Setelahnya mereka kembali melanjutkan obrolan mereka, sampai jam sudah menunjukkan pukul enam akhirnya Mira memutuskan untuk segera pulang. Setelah kepulangan Mira, Adhara segera membereskan bekas makan mereka lalu memilih bersantai di ruang tamu untuk menunggu Chan pulang.


Saat jam sudah menunjukkan pukul delapan baru Adhara mendengar suara pintu dibuka, Adhara segera menghampiri laki-laki tersebut yang terlihat begitu lelah. Seragamnya sudah berganti hanya menggunakan kaos yang dilapisi jaket juga celana jeans panjang.


“Lo mandi dulu, gue siapin makanan,” ucap Adhara membuat Chan mengangguk lalu segera menuju kamarnya untuk mengambil handuk sedangkan Adhara segera menuju dapur untuk memanaskan makanan.


Tak lama Chan selesai dengan mandinya Adhara segera menyiapkan makanan untuk laki-laki tersebut.


“Lo gak makan?” tanya Chan saat melihat Adhara hanya diam memperhatikannya makan tanpa menyentuh makanan. Adhara membalasnya dengan gelengan membuat Chan mengerutkan keningnya.


“Kenapa?” tanya Chan lagi yang begitu bingung, biasanya Adhara selalu paling lahap makan dan sering mengeluh pada Chan yang selalu pulang malam dan membuatnya juga makan harus menunggu laki-laki itu.

__ADS_1


Walau sering kali Chan sudah meminta Adhara agar makan lebih dulu namun gadis itu menolaknya. Jika sudah begitu siapa yang salah?


“Tadi mama lo dateng dan akhirnya gue makan bareng dia,” ucap Adhara yang membuat Chan terkejut karena mamanya datang bahkan tanpa memberitahukannya. Sepertinya Mamanya tahu apartemen Adhara dari Nora.


“Ngapain Mama dateng?” tanya Chan dengan kerutan di keningnya dan masih makan dengan lahap.


“Bawain bahan makanan dan jelas aja mau ketemu elo,” ucap Adhara dengan kesal. Bisa ia lihat jika Mira begitu mengkhawatirkan Chan dan merindukan putranya tersebut, namun sang putra yang di tunggu-tunggu malah tak kunjung datang.


“Besok temenin gue kerumah mama,” ucap Chan membuat Adhara terbatuk, Chan dengan sigap memberikannya air.


“Lo bercanda? Gue ke rumah lo? Sudah cukup terakhir kali gue kesana mau dilempar vas bunga, nggak lagi deh,” ucap Adhara menggeleng tegas.


“Gue gak nerima penolakan,” tegas Chan seperti sebuah perintah. Begitu lah laki-laki itu sangat suka memaksa.


Akhirnya Adhara hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan Chan atau laki-laki itu akan bertindak bodoh untuk memaksa Adhara ikut dengannya kerumah orang tua laki-laki itu. Sepertinya Adhara harus menyiapkan mentalnya dari sekarang untuk bertemu dengan ayah laki-laki itu.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2