
Info: Dione adalah nama bulan yang berada di Saturnus.
Ternyata part sebelum ini doble ya? aku baru sadar kalau part nya double.
Maaf ya guys, jadi part sebelumnya salah satu nya gimana kalau aku buat untuk jawab pertanyaan juga mau ngasih sedikit info?
Kalian boleh koment pertanyaan kalian di sini, nanti bakal aku jawab.
Happy Reading All.
***
Suara alat masak yang saling beradu serta suara pisau yang tengah memotong dengan begitu cepat terdengar begitu menyenangkan di dapur Adhara. Kini Chan tengah begitu serius memasak menu makan malam untuk Adhara.
Tak hanya ada Chan di apartemen Adhara saat ini melainkan juga kedua sahabatnya yang belum pulang dan menunggu Adhara pulang. Kini mereka tengah fokus mengerjakan tugas mereka masing-masing hingga suara panci yang jatuh mengejutkan Chan dan Arche.
Ini bukan yang pertama kalinya suara benda jatuh tersebut terdengar namun untuk yang kesekian kalinya, dan orang yang melakukannya tetaplah sama yaitu Antariksa. Laki-laki itu tak sedari tadi tak pernah benar mengerjakan tugasnya.
“Antariksa sumpah ya lo mending duduk aja deh,” ucap Arche untuk yang kesekian kalinya merasa jengah dengan Antariksa yang hanya akan membuat dapur Adhara pecah jika laki-laki itu berada lebih lama di sana.
“Ck iya iya gue hati-hati,” ucap Antariksa yang juga untuk kesekian kalinya. Jika sudah membuat kesalahan maka Antariksa akan mengatakan hal yang sama untuk yang kesekian kalinya.
“Lo ancurin nih dapur yang ada bukannya di maafin sama Adhara kita malah kena amuk dia,” ucap Chan memutar bola matanya malas.
“Iya Chan, iya,” ucap Antariksa dengan dengusannya lalu melanjutkan pekerjaannya yang tengah mencuci sayuran.
Chan melihat ke arah arlojinya dan jam baru saja menunjukkan pukul setengah sembilan dan masih belum ada tanda-tanda kedatangan Adhara. Khawatir, Chan kini begitu khawatir dengan gadis itu yang kini entah berada di mana.
Namun sesuai yang telah gadis itu katakan jika Chan ataupun sahabatnya tak boleh ada yang mencarinya. Antariksa yang sedari tadi menghubungi Sky untuk bertanya pun malah tidak mendapatkan jawaban dari Sky hingga tak lama gadis itu malah mematikan ponselnya.
Entah hal buruk apa yang selanjutnya akan terjadi pada gadis itu karena berani mengabaikan kakaknya itu.
Hingga tak beberapa lama saat jam sudah menunjukkan pukul sembilan akhirnya mereka selesai dengan masakannya dan segera merapikannya, meletakkannya di atas meja makan.
Berbagai hidangan yang begitu menggugah selera tersaji di sana membuat siapapun akan berselera untuk makan. Ruang tamu Adhara kini sudah tersaji banyak sekali jenis makanan.
Ketiga laki-laki itu menatap puas hasil masakan mereka dan tak sabar untuk mencicipinya, namun mereka masih menunggu Adhara yang masih saja belum pulang.
Hingga tak beberapa lama suara pintu dibuka membuat mereka kompak menoleh ke arah pintu hingga terlihat Adhara yang datang dan menatap ketiga laki-laki itu dengan tatapan bingung. Hingga tatapan Adhara menatap dengan mata melotot melihat banyaknya makanan yang tersaji di sana.
__ADS_1
“Apa yang kalian lakuin? Makanan siapa yang kalian pakek?” teriak Adhara begitu tidak sabarannya membuat ketiga laki-laki itu menutup telinga mendengarnya.
***
Jam baru saja menunjukkan pukul sembilan malam dan akhirnya Adhara selesai dengan pekerjaannya. Kini gadis tersebut tengah berjalan menuju halte berharap akan ada bus yang lewat karena hari sudah begitu malam.
Namun saat Adhara tengah fokus memainkan ponselnya sebuah mobil berhenti di depannya membuat Adhara menoleh dan terlihat Erlangga yang berada di dalam mobil menampilkan senyumnya.
“Ayo masuk,” ucap Erlangga yang langsung dibalas dengan gelengan oleh Adhara.
“Gak usah kak, aku nunggu bus aja,” ucap Adhara menolak karena tak ingin merepotkan bosnya tersebut.
“Udah ayo buruan saya antar kamu pulang, udah malem pasti susah cari bus dan lagi kamu perempuan gak baik jam segini pulang sendiri,” ucap Erlangga memaksa Adhara. Gadis itu menggigit bibirnya berusaha berpikir untuk menerima atau menolak tawaran laki-laki tersebut.
“Ck ayo cepetan, udah malem nih,” ucap Erlangga masih memaksa Adhara untuk ikut dengannya.
Adhara akhirnya menghela nafasnya dan mengangguk. Akhirnya gadis itu menerima tawaran Erlangga dan segera masuk ke mobil laki-laki tersebut membuat senyuman Erlangga mengembang.
Setelahnya laki-laki itu melajukan mobilnya membelah jalanan malam menuju apartemen Adhara yang alamatnya sudah disebutkan oleh gadis tersebut. Di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan mereka saling terdiam.
Hingga akhirnya Erlangga yang tak tahan dengan kesunyian tersebut membuka pembicaraan lebih dulu.
“Kamu tinggal sendiri?” tanya Erlangga yang langsung membuat Adhara gelagapan dan bingung ingin menjawabnya bagaimana. Tak mungkin kan ia mengatakan jika ia tinggal bersama laki-laki yang bukan suaminya.
“Engga, sama temen,” ucap Adhara yang berharap Erlangga tak akan menanyakan lebih lanjut lagi tentang siapa yang ia ajak tinggal bersama.
Erlangga hanya membalasnya dengan sebuah anggukan, sepertinya dari ucapan Adhara tersebut ia sudah tahu jika Adhara tidak tinggal bersama orang tuanya hingga ia harus mencari pekerjaan part time seperti ini.
“Itu belok kanan kak,” ucap Adhara saat mereka sudah memasuki kompleks apartemen Adhara. Erlangga segera melajukan mobilnya menuju tempat yang Adhara maksud.
Hingga tak lama akhirnya mereka sampai di parkiran depan gedung apartemen Adhara. Erlangga melihat ke arah gedung apartemen Adhara yang tak terlalu besar lalu segera keluar begitupun dengan Adhara.
“Terima kasih sudah mengantar saya Kak, maaf kalau merepotkan,” ucap Adhara dengan tak enak hati. Erlangga hanya membalasnya dengan sebuah kekehan karena Adhara yang terlalu sungkan dan kaku padanya.
“Tak masalah, lagian juga malam-malam gini pasti susah cari kendaraan umum,” ucap Erlangga membuat Adhara membalasnya dengan sebuah senyuman.
“Kalau gitu saya masuk dulu kak, permisi,” ucap Adhara yang tak ada niat sedikitpun untuk mengajak Erlangga untuk masuk karena ia tak ingin terjadi perang dunia ketiga saat Chan tahu ia malah pulang bersama laki-laki lain.
Lagi pula ia juga tak ingin Erlangga tahu jika ia tinggal bersama laki-laki yang bukan siapa-siapanya. Beruntung Erlangga tak memprotesnya yang tak menawarkannya untuk masuk.
__ADS_1
Adhara segera berjalan menuju unit apartemennya, setelahnya gadis itu langsung membuka pintu dengan wajah lelahnya namun tatapannya langsung tertuju pada ketiga laki-laki yang kini tengah menatapnya sambil tersenyum.
Jujur saja Adhara dibuat terkejut dengan kedatangan Antariksa dan Arche semalam ini di apartemennya, hingga tatapannya langsung tertuju pada makanan yang tersaji dengan begitu banyak di dekat mereka.
Adhara memelototkan matanya melihat banyaknya makanan tersebut.
“Apa yang kalian lakuin? Makanan siapa yang kalian pakek?” teriak Adhara dengan begitu kesal. Bukannya pelit atau perhitungan namun Adhara kini baru saja bekerja dan jika semua makanan yang tersaji di depannya tersebut yang terlihat begitu nikmat tersebut menggunakan uang Chan maka habislah ia karena akan menambah pengeluarannya juga.
Karena kini mereka sudah hidup bersama maka pengeluaran pun akan menjadi tanggungan bersama.
“Tenang Adhara ini patungan kok, lagian gue baru aja dapet rezeki. Udah sini duduk kita makan,” ucap Chan menenangkan.
Adhara segera berjalan ke arah tiga laki-laki itu dengan kerutan di keningnya yang berkerut. Adhara segera duduk di hadapan Antariksa sedangkan di sampingnya adalah Chan dan Arche karena mereka duduk dengan saling berhadap-hadapan.
“Jadi?” tanya Adhara menuntut penjelasan dengan apa yang berada di depannya itu.
“Urusan gue kemarin sama mereka untuk pencairan uang, dan ini kita masakin khusus buat lo,” ucap Chan membuat Adhara mengangguk sambil menipiskan bibirnya.
“Bukan uang haram kan?” tanya Adhra yang langsung membuat ketiga orang tersebut terdiam mendengarnya lalu saling menoleh.
“Bukan,” ucap Chan langsung karena memang ia membeli nya dengan sisa uang tabungannya dan ia belum menjual mobil hasil taruhan karena menang balapan saat itu.
Adhara hanya membalasnya dengan anggukan lalu mereka segera memakan makanan tersebut dengan begitu lahap. Dengan sesekali berbincang setidaknya untuk saat ini mereka lega karena Adhara yang sudah memaafkan mereka.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys
Stay healthy all.
__ADS_1
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.