
Happy Reading All.
***
“Adhara bangun,” ucap Chan sambil menggoyangkan tangan Adhara. Adhara yang terkejut segera membuka matanya lalu melihat ke sekeliling yang ternyata kini mereka tengah berada di sebuah tempat makan yang tak terlalu besar.
“Kita makan dulu,” ucap Chan lalu segera keluar. Adhara yang masih di luar kesadarannya segera turun mengikuti Chan dengan muka bantalnya tersebut. Chan terlebih dulu memesan makanan untuk mereka berdua baru setelahnya mencari tempat duduk yang kosong.
“Kita di mana Chan? Mau kemana?” tanya Adhara sambil duduk di samping Chan. Kini mereka berada di salah satu warteg yang buka dua puluh empat jam.
Adhara melihat ke sekeliling dan menyadari jika kini mereka bukan berada di daerah mereka dan berada di luar kota. Adhara mulai membaca papan banner yang berada di sekitar mereka dan menyadari mereka berada di kota yang pernah mereka kunjungi bersama untuk melihat indahnya pemandangan malam.
“Lah kenapa kita bisa udah di sini aja?” tanya Adhara yang cukup terkejut. Mungkin karena terlalu mengantuk hingga tertidur Adhara tak menyadari jika mereka sudah terlalu lama berada di perjalanan.
“Katanya lo mau malam mingguan,” ucap Chan yang kini kembali membuat Adhara ternganga mendengarnya. Ia tak menyangka jika Chan akan benar-benar menganggap serius ucapannya dan mengajaknya ke sini.
“Chan gue cuma becanda,” ucap Adhara menatap Chan dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.
Chan mengusap rambut Adhara dengan gemas membuat gadis itu mengerucut dengan kesal pasalnya rambutnya yang sudah berantakan semakin berantakan karena ulah Chan.
“Berantakan kan rambut gue,” ucap Adhara dengan kesal.
Chan merapikan rambut Adhara lalu mengumpulkannya menjadi satu dan mengikatnya dengan gelang yang digunakannya.
“Udah rapih,” ucap Chan dengan senyumannya. Adhara yang mendapatkan perlakuan Chan yang begitu manis tersebut tentu saja membuat gadis susah mengendalikan detak jantungnya yang tidak terkontrol dengan baik.
Bertepatan dengan itu tak lama sang penjual membawakan pesanan mereka, Adhara segera berdehem lalu mulai memakan makannya. Ternyata berlama-lama bersama dengan Chan juga tidak bagus bagi kesehatan jantungnya.
Adhara makan dalam diam, sangat tidak biasanya gadis itu bisa diam seperti ini. Biasanya selalu ada saja yang Adhara komentari namun kali ini ia hanya diam. Chan yang menyadari hal tersebut hanya bisa tersenyum dalam hatinya merasa Adhara yang begitu menggemaskan saat sedang salah tingkah seperti ini.
Setelah selesai dengan makanan mereka, kedua remaja tersebut segera pergi menuju tempat tujuan mereka. Memenuhi keinginan Adhara untuk merasakan malam minggu.
***
Suara gaduh dari para murid menjadi penanda jika jam pelajaran baru saja selesai. Adhara dengan begitu bersemangat membereskan peralatan yang berserakan di atas meja nya.
“Semangat banget lo? Udah gak sabar pengen ketemu kak Chan ya?” selidik Elara dengan kekehannya yang memang sengaja ingin menggoda Adhara.
Adhara yang mendengarnya hanya bisa memutar bola matanya malas.
__ADS_1
“Sinian deh Ra,” ucap Adhara pada Elara yang dengan segera mendekat ke arah Adhara. Dengan begitu tak tahu kasihannya gadis itu malah berteriak di telinga Elara.
“Kepo,” teriak Adhara dengan tawanya.
Suasana hatinya belakangan ini begitu baik membuat kedua temannya itu menjadi senang juga melihatnya. Adhara yang seperti ini begitu menghibur bagi mereka.
Setelahnya Adhara langsung pergi dari sana meninggalkan kedua temannya itu dengan kekesalannya. Apa lagi tentang Antariksa dan gebetan barunya tersebut, Adhara belum saja memberitahu mereka apa yang terjadi sebenarnya.
Sedangkan info yang beredar mengatakan jika murid baru tersebut memang gebetan baru Antariksa.
“Adhara, Antariksa sama gebetannya gimana?” tanya Ariel dengan begitu kerasnya.
Adhara hanya membalasnya dengan mengedikkan bahunya sambil berjalan dengan menghadap ke belakang hingga ia tak sadar sedang menabrak seseorang. Saat Adhara membalikkan tubuhnya ternyata orang tersebut adalah Antariksa.
Melihat laki-laki tersebut adalah Antariksa, Adhara segera menghadap ke arah temannya dengan senyuman yang begitu mengejek. Karena temannya itu tertangkap basah menanyakan tentang Antariksa di saat ada orangnya.
“Nih orangnya, tanya sendiri deh,” ucap Adhara dengan tawanya sambil memegang bahu Antariksa dan menunjukkannya pada kedua temannya itu.
Antariksa menghela nafasnya kasar lalu menatap teman Adhara tersebut dengan tatapan tajamnya. Membuat Elara dan Ariel segera mengalihkan tatapannya. Adhara hanya bisa tertawa dengan puas melihat hal tersebut.
“Ayo,” ajak Antariksa yang langsung merangkul bahu Adhara untuk menjauh dari sana.
“Hobi banget sih ngegosip,” demul Antariksa membuat Adhara terkekeh mendengarnya.
Memangnya apa yang salah? Namanya juga cewek pasti banyak yang seperti itu. Apalagi yang sedang hangat adalah berita tentang pangeran sekolah.
“Jadi gimana gebetannya?” goda Adhara membuat Antariksa memutar bola matanya malas mendengar hal tersebut.
“Dia bukan siapa-siapa gue,” ucap Antariksa tegas. Adhara menipiskan bibirnya tersenyum mengejek sambil membalasnya dengan anggukan.
Antariksa yang menganggap jawaban Adhara begitu tak ikhlas tersebut berdecak kesal lalu mengapit kepala Adhara di ketiaknya membuat Adhara terus memukul lengan Antariksa dengan kesal.
“Antariksa lepasin gak?” kesal Adhara yang malah membuat Antariksa terkekeh mendengarnya.
“Kenapa? Wangi loh,” ucap Antariksa dengan begitu pedenya.
“Mau muntah gue, berasa nyium bau got,” ucap Adhara yang jelas saja tidak benar karena memang meskipun sudah siang begini wangi Antariksa masih sangat pekat.
“Antariksa,” panggil seorang gadis di depan mereka. Antariksa segera menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya.
__ADS_1
Adhara segera memanfaatkan hal tersebut untuk lolos dari Antariksa. Adhara memperhatikan gadis cantik di depannya dengan kening yang berkerut karena tak pernah melihat gadis itu sebelumnya.
“Mama minta kamu buat makan bareng di rumah,” ucap Antariksa dengan begitu lembut pada Adhara bahkan laki-laki itu menggunakan kata “kamu” Adhara yang mendengarnya rasanya bergidik ngeri.
Namun melihat gadis di depannya tersebut membuat Adhara tahu jika gadis tersebut adalah gadis yang di infokan dekat dengan Antariksa. Rasanya Adhara ingin sedikit bermain-main dengan gadis itu.
“Tapi hari ini aku gak bisa,” ucap Adhara dengan mengerucutkan bibirnya karena memang hari ini ia harus membereskan rumah yang sudah begitu berantakan.
“Chan dan Sky juga sudah ada di rumah, ada Arche juga,” ucap Antariksa memaksanya.
Adhara yang tak enak menolak pun Akhirnya menghela nafasnya kasar lalu memilih mengangguk setuju.
“Ok deh,” ucap Adhara dengan senyumannya membuat senyuman di wajah Antariksa mengembang karena kali ini bukanlah sebuah drama. Mamanya memang meminta Antariksa untuk makan bersama di rumahnya juga bersama dengan sahabat-sahabatnya.
“Antariksa aku ikut,” ucap gadis tersebut yang sedari tadi hanya diam memperhatikan Antariksa dan Adhara.
“Lah lo siapa? Lo gak di ajak,” ucap Adhara lalu segera pergi dari sana meninggalkan gadis itu bersama dengan Antariksa menuju gerbang. Sepertinya saat ini mencari musuh adalah bakat baru Adhara.
Namun baru saja sampai di depan gerbang suara keributan dan teriakan memanggil nama Adhara membuat Adhara dan Antariksa menoleh ke arah sumber suara.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1