Atmosphere

Atmosphere
Aquarius


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Setelah pulang sekolah, Chan menyempatkan untuk mampir ke cafenya hanya sekedar untuk memeriksa pekerjaan di cafenya tersebut sekaligus mengajak Adhara makan di sana agar gadis itu tak perlu repot memasak.


“Chan gue bisa masak di rumah aja,” ucap Adhara menolak tawaran Chan yang mengajak Adhara untuk makan di cafenya.


“Udah lah Dhar, juga café gue ini,” ucap Chan dengan datar membuat Adhara memutar bola matanya malas mendengar ucapan laki-laki tersebut.


Memang semenjak café Chan sudah dibuka. Adhara begitu jarang masak, karena Chan yang sering memesan makanan di cafenya. Walau Adhara sering protes tapi Chan sama sekali tidak menghiraukannya.


Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di café Chan. Mereka segera turun dan berjalan memasuki café bersamaan. Chan menggandeng tangan Adhara memasuki café.


“Bawa makanan ke ruangan ku,” ucap Chan pada salah satu pelayan yang berada di cafenya tersebut.


Setelahnya mereka langsung berjalan menuju ruangan Chan yang berada di samping ruangan Baron.


“Lo duluan aja, gue mau ke Baron dulu,” ucap Chan yang di balas dengan anggukan oleh Adhara.


Adhara langsung menuju ke ruangan Chan yang tidak terlalu besar tersebut. Saat gadis itu tengah sibuk dengan ponselnya, seorang pelayan datang sambil membawa makanan yang Chan pesan.


“Selamat menikmati Adhara,” ucap pelayan tersebut dengan senyumannya yang di balas dengan senyuman juga oleh Adhara.


“Makasih,” ucap Adhara lalu segera meletakkan ponselnya dan memulai makannya tanpa menunggu Chan lebih dulu karena ia sudah begitu lapar.


“Lahap banget makannya, kayak udah gak makan setahun aja,” ucap Chan menggoda gadis tersebut yang langsung dibalas dengan tatapan tajam oleh Adhara.


“Banyak komentar, mending cepetan nih dimakan. Kalau nggak ntar gue yang makan,” ucap Adhara dengan mulutnya yang masih penuh dengan makanan. Chan segera duduk di depan Adhara, bukannya memakan makanannya tersebut Chan malah memberikan makanannya untuk Adhara. Membuat gadis itu mengerutkan keningnya.


“Makan aja,” ucap Chan sambil tersenyum.


“Lo gak makan?” tanya Adhara pada Chan yang di balas dengan gelengan oleh laki-laki tersebut.


“Nggak, lo makan aja. Gue udah kenyang liat lo makan lahap gitu,” ucap Chan dengan tawanya, Adhara mengambil sesuap makanan yang berada di piringnya lalu menyuapkannya pada Chan.


“Udah kunyah jangan ngomong mulu, mana gak ada faedahnya lagi,” ucap Adhara pada Chan yang membuat laki-laki itu tersenyum sambil mengunyah makanan yang terus Adhara suapkan untuknya.


***

__ADS_1


Setelah selesai dengan makanannya Adhara dan Chan memutuskan untuk segera pulang karena hari yang sudah mulai menggelap. Langit yang semula biru kini sudah berubah menjadi jingga. Warna yang begitu Adhara suka.


“Lo tau gue suka banget sama warna jingga, gue suka senja dan gue suka fajar,” ucap Adhara dengan senyumannya sambil melihat ke arah depan yang kini memperlihatkan indahnya sore hari.


“Besok gue ajak lo untuk liat dia,” ucap Chan dengan senyumannya yang membuat Adhara langsung memelototkan matanya sambil melihat ke arah Chan dengan tatapan tak percaya.


“Serius?” tanya Adhara yang di balas dengan anggukan oleh Chan sambil tersenyum.


Chan mengelus puncak kepala Adhara sayang lalu melanjutkan perjalanan mereka menuju apartemen. Saat sampai di apartemen, sepasang kekasih tersebut langsung menuju unit apartemen mereka yang langsung dibuat terkejut dengan kedatangan seorang wanita yang berdiri di depan pintu.


“Mama,” gumam Chan saat melihat wanita yang tak lain adalah mamanya tersebut yang tengah berdiri di depan pintu apartemen.


Mereka segera berjalan ke arah wanita tersebut yang kini melihat Chan dengan tatapan sendunya. Tentu hal tersebut membuat Chan bingung sekaligus khawatir pada mamanya tersebut.


“Mama kenapa?” tanya Chan dengan wajah khawatirnya sambil menggenggam tangan mamanya dengan erat.


“Tante, Chan, mending kita masuk dulu aja,” ucap Adhara sambil membuka pintunya. Mereka segera masuk dan duduk di ruang tamu Adhara.


Adhara segera menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk Mama Chan. Di ruang tamu kini Chan terus menggenggam tangan Mamanya dengan erat sambil menatap Mamanya tersebut dengan khawatir.


“Mama kenapa?” tanya Chan dengan begitu lembut pada wanita yang telah melahirkannya tersebut.


Chan yang mendengarnya dibuat semakin merasa bersalah dengan mamanya tersebut karena meninggalkan mamanya sendiri bersama dengan laki-laki bejat seperti papanya tersebut.


“Kenapa lagi Ma? Sekarang apa yang Papa lakuin?” tanya Chan sambil menghapus air mata mamanya yang sudah membanjiri wajah cantik itu.


“Kemarin Mama mohon-mohon sama papa kamu agar dia membebaskan kamu, tapi dia malah marah sama mama dan akhirnya pulang dalam keadaan mabuk. Dan parahnya papa kamu malah membawa wanita lain ke rumah,” ucap Mira dengan tangisnya yang semakin pecah.


Selama ini ia sudah selalu berusaha sabar menghadapi suaminya itu. Apapun yang dilakukan suaminya, Mira selalu bertahan untuk Chan. Namun kini ia sudah tidak kuat lagi menahan segala tekanan yang laki-laki itu lakukan.


“Apa papa sudah gila,” teriak Chan marah. Tangan laki-laki itu sudah mengepal dengan marah setelah mendengar apa yang dia lakukan papa nya. Laki-laki itu sudah terlalu kelewatan. Menyakiti mamanya dari segala sisi.


“Mama tenang dulu ya, mama tenangin diri mama dulu,” ucap Chan lalu membawa mamanya kedalam pelukan laki-laki tersebut.


Setelah selesai membuatkan minuman untuk Mira, Adhara memberikan ruang untuk anak dan ibu tersebut untuk saling berbincang. Saat merasa waktunya sudah tepat Adhara segera keluar dan membawakan minuman untuk Mira.


Saat melihat kedatangan Adhara, Chan segera melepaskan pelukan mereka lalu menghapus air mata mamanya.


“Tante, di minum dulu,” ucap Adhara sambil memberikan minuman yang dibawanya untuk Mira.

__ADS_1


“Terima kasih,” ucap Mira dengan senyuman tulusnya.


Adhara segera duduk di samping Chan.


“Malam ini Mama tidur sama Adhara ya,” ucap Chan yang di balas anggukan setuju oleh Adhara.


“Maaf ya Adhara, tante dan Chan jadi merepotkan kamu,” ucap Mira dengan sendu. Setelah Chan yang menumpang tinggal di apartemen Adhara, kini malah ia yang juga menumpang di apartemen gadis itu.


“Gak papa tante, Adhara seneng bisa bantu. Lagi pula sekarang Chan udah punya café sendiri, jadi makannya dia yang tanggung,” ucap Adhara dengan begitu polos sambil menampilkan deretan gigi putihnya.


Mama Chan yang melihat hal tersebut terkekeh mendengarnya sambil mengelus tangan Adhara.


“Chan udah punya café?” tanya Mira yang dibalas dengan anggukan oleh Adhara.


“Anak mama udah bisa mandiri ya sekarang,” ucap Mira dengan senyumannya. Ia tentu saja bangga dengan anaknya tersebut, kini ia hanya berharap jika Chan tidak mewarisi sikap papa nya.


Suara ketukan pintu membuat mereka mengalihkan tatapan ke arah pintu dengan  kerutan di kening.


“Biar aku aja,” ucap Adhara lalu segera menuju ke arah pintu. Saat melihat siapa yang berdiri di depan pintu tersebut Adhara hendak menutupnya kembali tapi laki-laki tersebut malah menahannya.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2