Atmosphere

Atmosphere
Ba (Barium)


__ADS_3

Happy Reading All.


***


“Lo gak seharusnya ada di sini Adhara, lo harus pergi,” Batin Adhara bermonolog pada dirinya sendiri. Melihat adegan di depannya tersebut tentu bukan hal yang baik bagi Adhara. Harusnya ia memang sudah pergi dari tadi agar tak merasakan sakit akibat adegan di depannya.


Walau hatinya bersikeras untuk pergi karena tak lagi ingin merasakan sakit namun raganya bagai tak mau bekerja sama dengan hatinya dan malah tetap berada di sana dengan rasa penasaran yang begitu besar.


Dapat Adhara lihat Nora dan Arche yang saling berpelukan dengan erat, sebelum Arche dengan kasar melepaskan pelukan tersebut membuat Adhara mengerutkan keningnya melihat hal tersebut. Hingga tak lama setelahnya Nora malah menangis dan segera pergi dari sana. Hal tersebut tentu membuat Adhara semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


Mengapa Arche malah melepaskan pelukan mereka dengan kasar dan Nora yang pergi dengan amarahnya.


***


Arche dan Nora masih berpelukan dengan erat dengan Arche yang terus mengatakan kata-kata penenangnya untuk Nora dan segala harapannya bagi gadis tersebut.


“Gue harap lo selalu bahagia Nora, apapun yang terjadi gue akan selalu ada untuk Lo,” ucap Arche sambil mengelus rambut Nora dengan sayang.


Namun tanpa di sadari gadis tersebut malah mencium leher Arche membuat laki-laki itu membeku mendapatkan serangan mendadak dari Nora, hingga setelah tersadar dari keterkejutannya Arche segera mendorong Nora hingga pelukan mereka terlepas.


Nora menatap Arche dengan tatapan terluka saat laki-laki itu dengan kasar mendorongnya padahal ia hanya mencium leher laki-laki itu.


“Nora lo gak seharusnya lakuin ini,” tegas Arche dengan wajah datarnya. Melihat sikap Arche yang langsung berubah padanya hanya karena satu kesalahan yang di buatnya membuat Nora kecewa.


“Kenapa Arche? Kamu merasa jijik sama aku?” tanya Nora dengan wajah sendunya. Arche langsung menggelang karena jelas bukan itu yang ia rasakan. Tak pernah sekalipun ia merasa jijik pada gadis di depannya itu.


“Bukan Nora, gak pernah sekalipun gue merasa jijik sama lo. Tapi apa yang lo lakuin ini salah,” ucap Arche dengan begitu tegasnya tapi Nora malah terkekeh dengan sumbang mendengar hal tersebut. Karena ia masih merasa jika Arche memang merasa jijik padanya.

__ADS_1


“Lalu mengapa Arche? Apa yang salah? Apa salah kalau aku menyukai kamu?” tanya Nora dengan air matanya bagai yang sudah siap untuk turun kapan saja.


“Salah Nora, Salah. Lo salah kalau lo suka sama gue,” ucap Arche tegas bahkan laki-laki itu meninggikan suaranya membuat Nora tersentak mendengar hal tersebut. Bagaimana bisa laki-laki yang sedari dulu ia pikir menyukainya tapi ternyata malah sama sekali tak menyukainya bahkan laki-laki itu mengatakannya dengan begitu tegas. Membuat hatinya rasanya hancur berkeping-keping.


“Tapi kenapa Arche? Apa kamu gak lihat selama ini aku selalu menarik perhatian kamu, aku selalu ngasih kamu perhatian. Dan kamu… kamu selalu ngasih aku perhatian dengan menampakkan sikap kalau kamu sayang sama aku,” ucap Nora dengan air matanya yang mulai mengalir membentuk sungai di pipinya. Bagai ada sebilah pedang yang langsung menghunus dadanya sesakit itulah perasaan Nora saat ini.


“Karena gue hanya sayang sama lo sebagai seorang kakak, gue udah nganggep lo adik perempuan gue yang harus gue jada,” ucap Arche menjelaskan semuanya pada Nora. Karena memang ia tak pernah menganggap Nora lebih dari seorang adik. Ia menyayangi Nora karena memang sudah kewajibannya untuk menyayangi gadis tersebut, namun hanya sebatas adiknya.


“Hanya karena itu? Atau karena mama kamu? Kalau hanya karena mama kamu kita bisa hadapin ini sama-sama Arche. Kamu hanya perlu berada di sisi aku, kita hadapi ini semua sama-sama,” ucap Nora dengan menggenggam tangan Arche berusaha untuk meluluhkan hati laki-laki di depannya tersebut. Kini Nora sudah terlihat seperti orang gila yang begitu mengejar laki-laki.


“Nora, kita gak bisa bersama. Lo pasti nanti bakalan dapet laki-laki yang lebih baik dari gue. Suatu saat lo bakalan nemuin laki-laki yang memperlakukan lo jauh lebih baik dari gue,” ucap Arche sambil mengelus tangan Nora yang menggenggam tangannya. Dengan kasar gadis tersebut menghempaskan tangan Arche lalu menatap nyalang pada Arche.


“Apa semua ini karena kamu menyukai Adhara? Dari awal kedatangan gadis tersebut aku merasa jika dia akan menjadi ancaman untuk aku. Harusnya aku segera menghabisinya,” ucap Nora yang kali ini malah menyalahkan Adhara atas apa yang baru saja di alamainya.


Arche menghela nafasnya kasar merasa bingung bagaimana seharusnya ia meyakinkan gadis itu bahwa alasannya menolak Nora bukan karena siapapun tapi memang karena ia tak bisa bersama dengan Nora sebagai sepasang kekasih.


“Nora Please. Semua ini gak ada hubungannya sama siapapun. Kita memang tidak bisa bersama Nora,” bentak Arche yang sudah mulai lelah dengan gadis di depannya tersebut yang tak ada habisnya menyalahkan seseorang atas apa yang tak bisa ia dapatkan.


“Baiklah kalau memang begitu,” ucap Nora lalu menundukkan kepalanya. Mereka saling terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.


Nora mengangkat kepalanya menghadap ke langit yang tampak cerah dengan taburan bintang.


“Gue harap setelah ini lo bisa ngerti dan hubungan kita bisa baik-baik aja,” ucap Arche tulus yang malah mendapatkan senyuman sinis dari Nora.


Nora menghapus air matanya kasar senyuman bak iblis milik gadis tersebut belum juga pudar.


“Gue pergi,” ucap Nora dingin dan segera pergi dari sana dengan tangisnya yang kian mendesak untuk keluar.

__ADS_1


Arche yang melihat hal tersebut tentu saja merasa iba pada gadis yang begitu ia sayangi tersebut namun, kali ini tak ada yang bisa ia lakukan selain menghela nafasnya kasar.


***


Adhara yang melihat dan mendengar semua tersebut dari kejauhan merasa begitu senang dan sedih dalam waktu yang bersamaan. Ia merasa senang karena Arche menolak Nora, namun ia juga sedih melihat Nora yang pergi dengan kekecewaan.


Ingin rasanya ia menghampiri Arche saat ini namun ia merasa bimbang karena takut Arche mengiranya tengah menguping.


Bisa Adhara lihat , Arche masih terdiam di sana dengan duduk di salah satu kursi sambil menunduk. Menyembunyikan wajah sedihnya yang begitu jelas terlihat dan hal tersebut membuat Adhara semakin penasaran tentang mengapa Arche malah menolak Nora jika ia menyukai gadis itu.


Karena bisa Adhara lihat Arche yang terlihat kacau saat melihat Nora yang pergi dengan rasa sakitnya. Ingin rasanya ia menghampiri Arche dan menenangkan laki-laki tersebut. Namun ia masih saja merasa bimbang.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2