Atmosphere

Atmosphere
Mars (2 Bulan)


__ADS_3

(Info) Mars memiliki dua bulan yang sudah memiliki nama


Happy Reading All.


***


“Ayo lah Yan, sekali aja,” mohon Adhara dengan wajahnya yang terus mengibah pada laki-laki tampan di depannya yang tak lain adalah teman sekelasnya.


“Gak, gak tar yang ada gue yang jadi sasaran pacar lo atau sahabat pacar lo,” jawab laki-laki di depan Adhara yang tak lain bernama Batian, laki-laki tampan yang merupakan ketua osis yang sekolah mereka.


“Ck lo tenang aja, lo tau kan gue jago berantem jadi gue pasti bantuin lo,” ucap Adhara yang masih terus memohon pada laki-laki di depannya.


“Gue kerjain Pr lo selama seminggu ini deh, lagian kapanlagi lo bisa jalan sama cewek cantik ini,” ucap Adhara dengan membanggakan dirinya sendiri.


Bastian bahkan hampir di buat muntah mendengar ucapan terakhir gadis tersebut. Lagi pula siapa yang akan menerima tawaran Adhara tersebut, jika taruhannya adalah keselamatannya sendiri? Bahkan selama ini tak ada yang berani mendekati atau mengusik Adhara karena terlalu takut berhadapan dengan tiga pangeran sekolah tersebut juga jangan lupakan Adhara yang begitu pintar dalam ilmu bela diri.


“Sekalian tugas di sekolah,” ucap Bastian akhirnya membuat penawaran.


Mendengarnya Adhara langsung tersenyum dengan begitu lebar dan mengacungkan kedua jarinya  pada Bastian.


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan Adhara segera kembali lagi ke tempat duduknya takut jika ada guru yang datang. Benar saja tak beberapa seorang guru yang mengajar di jam terakhir kelas Adhara datang.


Akhirnya mereka memulai jam pembelajaran dengan khidmat dan fokus namun berbeda dengan Adhara yang malah terus memikirkan bagaimana reaksi Chan saat melihat aksinya nanti.


Setelah lama berkutat dengan berbagai soal yang diberikan oleh guru di depannya, akhirnya kalimat yang di tunggu-tunggu keluar dari sang guru akhirnya keluar.


“Baiklah pembelajaran sampai di sini dulu, untuk soal yang belum selesai kalian kerjakan di rumah dan kita bahas minggu depan,” ucap guru yang mengajar tersebut.


“Selamat siang semua,” ucap guru tersebut yang setelahnya langsung pergi.


Adhara segera merapikan peralatannya dengan begitu bersemangat.


“Gue duluan ya,” pamit Adhara pada kedua temannya yang terlihat kebingungan dengan tingkah Adhara.


Apa lagi saat gadis itu tiba-tiba saja menghampiri Bastian yang terlihat biasa saja saat Adhara menggandeng tangannya dan membawa laki-laki itu keluar kelas. Tingkah kedua orang tersebut tentu saja menjadi tanda tanya bagi warga kelas mereka karena yang mereka tahu Adhara adalah kekasih Chan.


Bahkan kini sudah ada yang berpikir jika Adhara dan Chan putus, atau Bastian yang menjadi orang ketiga hubungan tersebut, dan ada juga yang tengah mengasihani nasib Bastian setelahnya. Tak hanya warga kelas Adhara yang terlihat heboh tapi juga warga sekolah.


Saat mereka melewati koridor sekolah banyak yang melihat mereka dan membisikkan banyak kata-kata yang tak disaring lebih dulu. Lagi pula memangnya salah jika Adhara berjalan bersama Bastian? Hanya berjalan bersama menuju parkiran.

__ADS_1


Saat mereka sampai di parkiran terlihat Chan bersama kedua sahabatnya sudah menunggu Adhara, mereka cukup terkejut melihat Adhara yang tengah bercanda dengan Bastian.


“Chan, hari ini gue pulang sama Bastian ya sekalian mau main dulu,” ucap Adhara dengan senyumannya.


Chan dan Antariksa sudah memasang wajah datar dan tatapan tajamnya pada Adhara dan Bastian, Bastian yang melihat hal tersebut sudah menelan ludahnya susah payah. Bahkan Arche yang selalu bersikap ramah pun kini malah terus menatapnya dengan tidak suka.


“Siapa yang ngizinin?” tanya Chan dengan tatapannya yang begitu datar.


“Gue,” ucap Adhara cepat dan dengan senyuman lebarnya. Hanya Adhara yang kini tersenyum di sana berbeda dengan keempat laki-laki yang berada di dekatnya.


Melihat tatapan Antariksa yang begitu menusuk, bisa Adhara pastikan jika saja laki-laki itu tahu semua ini adalah rencana Sky mungkin kini gadis itu sudah berada dalam bahaya dan habis di tangan kakaknya sendiri.


Namun yang Adhara bingungkan adalah, mengapa bukan hanya Chan yang terlihat marah namun juga Antariksa juga Arche? Apa mereka begitu setia kawan?


Adhara sudah hendak pergi bersama dengan Bastian namuan Antariksa malah menahannya dengan menarik tas gadis itu membuat Adhara berbalik.


“Eh eh tas gue,” ucap Adhara kesal lalu segera berbalik menatap Antariksa.


“Balik sekarang,” ucap Antariksa begitu tegas.


“Gak mau,” ucap Adhara yang sudah menarik Bastian menuju mobil laki-laki itu.


Kini mereka sudah menjadi pusat perhatian seluruh siswa yang berada di sana, memangnya kapan lagi mereka akan melihat tontonan gratis seperti ini. Biasanya ketiga laki-laki itu hanya bisa mereka kagumi tanpa bisa mereka lihat drama yang dibuat oleh laki-laki tersebut.


Namun kini mereka bisa melihat drama yang tengah tayang di depan mereka tersebut. Ketiga laki-laki yang mereka sebut pangeran sekolah tersebut terlihat begitu menggemaskan karena di kerjai oleh Adhara.


Adhara yang sudah berada di mobil Bastian yang sudah melaju meninggalkan parkiran tertawa begitu kerasnya sedangkan Bastian hanya bisa menggeleng sambil memikirkan nasibnya setelah ini.


“Lo gak usah ketawa, mending lo bantuin mikir gimana hidup gue setelah ini,” ucap Bastian dengan dengusan kasarnya.


Adhara yang mendengar ucapan Bastian tersebut tambah mengeraskan tawanya mendengar hal tersebut.


“Mau gue pesenin kamar di rumah sakit atau langsung beli tanah pemakaman?” tanya Adhara dengan tawanya                               membuat Bastian menghela nafasnya padahal tadi ia sendiri yang tadi mengatakan akan membantu Bastian untuk melawan ketiga pangeran tersebut.


“Dhara,” ucap Bastian penuh penekanan.


“Tenang, tenang,” ucap Adhara menenangkan.


Bastian menghela nafasnya lalu setelahnya mereka saling terdiam sampai akhirnya mereka sampai di mall yang sudah mereka rencanakan.

__ADS_1


“Sumpah ya tadi ngeri banget gue lihat muka A2C,” ucap Bastian sambil bergidik ngeri.


Adhara yang mendengar ucapan Bastian mengerutkan keningnya bingung dengan siapa yang bastian maksud.


“A2C?” tanya Adhara yang di balas dengan anggukan oleh Adhara.


“Antariksa, Arche, Chan,” ucap bastian yang langsung membuat Adhara terkekeh mendengarnya.


“Jadi mau kemana?” tanya Bastian.


Adhara berpikir sebentar kemana mereka akan pergi.


“Café aja, makan,” ucap Adhara yang dibalas dengan anggukan oleh Bastian.


Akhirnya mereka menuju café yang berada di mall tersebut dengan sesekali bercanda bersama, membicarakan tentang hal hal ringan. Sampai mereka tidak sadar jika mereka sudah berada di café.


“Lo bayar,” ucap Adhara dengan cengiriannya yang terlihat begitu menggemaskan membuat Bastian yang awalnya ingin protes langsung mengurungkan niatnya. Ia jadi tidak tega membiarkan adhara membayar. Lagi pula sudah menjadi prinsipnya jika sudah mengajak gadis keluar jalan-jalan maka ia yang akan membayarnya.


“Ok ok lo tunggu sini gue pesen makanan dulu,” ucap Bastian yang dibalas dengan anggukan oleh Adhara yang langsung mencari tempat duduk di sana.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2