
Planet Pluto memiliki 3 Bulan.
Happy Reading All.
***
Suara musik yang sudah Adhara putar terdengar begitu keras memekakkan telinga. Meskipun mendapatkan protes dari sahabat-sahabatnya tapi Adhara tak menghiraukannya.
“Kumpul tanpa musik itu gak seru tau,” ucap Adhara dengan alasannya agar mereka tak lagi banyak protes dengan apa yang Adhara lakukan.
“Gak salah Dhar kalo mau puter musik, ya tapi yang bener dikit dong masak lagu korea lo puter,” keluh Chan pada Adhara yang kini menatap datar pada Chan.
“Ck ya udah,” ucap Adhara lalu segera mengganti musik yang diputarnya dengan salah satu lagu barat.
“Gue ambil minumnya dulu, kalian siapain aja yang lainnya,” ucap Antariksa pada sahabatnya membuat mereka mengangguk.
“Ini kayaknya kurang nih ikannya,” ucap Adhara pada dirinya sendiri yang tengah membantu Chan memberikan bumbu pada ikan bakar mereka.
“Chan lo tunggu dulu ya, gue keluar bentar,” ucap Adhara pada Chan lalu segera berjalan menuju taman bagian samping rumah karena tadi di sana Adhara melihat ada kolam ikan.
“Perasaan tadi sini,” ucap Adhara sambil menyusuri taman sampai ia melihat sebuah kolam besar membuat senyuman Adhara mengembang melihat kolam tersebut.
“Wah lele,” ucap Adhara dengan senyumannya melihat ikan lele besar yang tengah berenang bersama kawanannya tersebut.
“Antariksa ikannya gue masak ya, lo pasti suka,” ucap Adhara dengan tawanya.
“Iya Adhara, gak papa masak aja,” jawab Adhara pada dirinya sendiri berlaga menirukan suara Antariksa baru setelah itu ia mengambil dua lele besar tersebut lalu segera membawanya ke dapur untuk di cucu dan di bersihkan.
“Ngapain lo?” tanya Sky saat melihat Adhara yang tengah membersihkan ikan di dapurnya.
“Bersihin ikan lah,” ucap Adhara dengan santainya sambil menunjukkan ikan yang dibersihkannya.
“Gede banget ikannya, dapet dimana?” tanya Sky dengan kerutan di keningnya pasalnya yang ia ingat ikan yang dibeli oleh pembantu di rumahnya tak ada yang berukuran besar seperti itu.
Dan semua ikan sudah dibersihkan, namun kini Adhara malah tengah membersihkan ikan.
“Ngambil di kolam,” ucap Adhara dengan begitu santainya sambil menyengir tanpa dosa. Sedangkan Sky yang mendengar ucapan Adhara tersebut dibuat ternganga oleh Adhara.
“Dhar, itu ikan peliharaan Antariksa dia SD,” ucap Sky masih dengan terbengongnya.
__ADS_1
Adhara yang mendengarnya langsung terbengong sambil mengerjapkan matanya berkali-kali. Setelah tersadar Adhara langsung di buat panik dengan ucapan Sky.
“Yah gimana dong ini?” tanya Adhara dengan begitu paniknya.
“Sky lo punya solasi?” tanya Adhara yang dibalas dengan anggukan oleh Sky.
“Ambil buru,” ucap Adhara membuat Sky yang juga takut terkena amukan kakaknya segera berjalan menuju kamarnya dan mengambil apa yang Adhara perintahkan.
Sedangkan Adhara kini tengah memasukkan organ dalam ikan tersebut kembali ke tempatnya. Tak lama saat Sky kembali Adhara segera menyolasi kedua perut ikan tersebut dan kembali membawanya ke kolam.
“Dhar ini gak papa?” tanya Sky pada Adhara yang kini juga tak tahu harus berbuat apa. Namun berdasarkan insting psikopat yang baru muncul di dirinya sepertinya ini akan baik-baik saja.
“Gak papa lah besok kita pura-pura gak tau aja kalo Antariksa sadar ikannya udah gue beda,” ucap Adhara lalu segera menarik Sky untuk pergi dari sana sebelum mereka ketahuan.
“Mending di bakar sekalian aja gak sih? Kita kasih rasa ke Kak Anta gimana rasanya ikan yang udah dia rawat dari kecil,” ucap Sky memberikan saran yang Adhara balas dengan gelengan.
“Udah mending gini aja udah bener kayaknya,” ucap Adhara sambil berjalan menuju ketiga laki-laki tersebut dan berusaha mengontrol dirinya.
“Gue gak tau kalo lo ada bakat jadi psikopat, mubazir tau ikannya tuh,” ucap Adhara pada dirinya sendiri namun gadis itu segera menggeleng dengan tegas.
“Dari mana kalian?” tanya Arche saat melihat kedatangan kedua gadis tersebut yang kini menyengir dengan kompak, melihat cengiran gadis tersebut yang seperti menyembunyikan sesuatu ketiga laki-laki itu sudah memasang alarm siaga.
“Wah wanginya enak banget,” ucap Adhara dengan senyumannya namun Antariksa masih menatap Adhara dengan curiga. Membuat Adhara yang ditatap seperti itu menjadi gelagapan juga takut.
“Apa sih Sa?” tanya Adhara yang mulai tak nyaman dengan tatapan laki-laki tersebut. Antariksa membalasnya dengan sebuah gelengan lalu setelahnya laki-laki itu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Dan malam itu mereka saling bercanda tanpa mereka tahu nyawa kedua ikan kesayangan Antariksa yang sudah laki-laki itu rawat dari kecil, juga dicabut oleh Adhara. Dan kini pelakunya malah terlihat tak berdosa.
***
Setelah pulang dari rumah Antariksa, Chan meminjam motor Antariksa dan membiarkan mobilnya untuk Antariksa bawa besok ke sekolah. Seperti yang Adhara inginkan Chan begitu berbaik hati meminjam motor sahabatnya itu untuk Adhara.
“Chan kita pakek motor?” tanya Adhara dengan senyumannya yang Chan balas dengan anggukan.
Chan dengan begitu romantisnya memakaikan helm milik Sky yang dipinjamnya. Adhara tersebut senang melihat perhatian Chan padanya yang begitu tulus. Dan sikap romantis laki-laki itu yang selalu berhasil membuatnya terbang.
“Cepet naik,” ucap Chan membuat Adhara mengangguk lalu segera menaiki motor tersebut dengan bantuan Chan.
“Pegangan,” ucap Chan membuat Adhara segera memegang kedua sisi caket Chan. Chan mendengus melihatnya lalu dengan kesal laki-laki itu langsung menancap gas dengan tidak sabaran membuat Adhara terdorong ke depan hingga akhirnya ia melingkarkan tangannya di pinggang Chan. Laki-laki itu tersenyum senang di balik helm fullface nya tersebut.
__ADS_1
“Modus,” ucap Adhara dengan senyuman malu-malunya yang bisa Chan lihat dari spion motor.
Di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan. Mereka saling terdiam dan menikmati kebersamaan mereka. Adhara menyandarkan kepalanya di pundak Chan dengan begitu nyaman.
Adhara menegakkan tubuhnya saat Chan memberhentikan motornya. Chan berhenti di sebuah taman yang ramai dengan muda-mudi yang tengah pacaran atau remaja yang hanya tengah berkumpul bersama dengan teman-temannya.
“Ayo turun,” ajak Chan yang segera Adhara turuti. Adhara segera turun dari motor setelahnya baru Chan juga ikut turun.
Chan menarik tangan Adhara ke dalam genggamannya lalu segera berjalan memasuki taman tersebut dengan saling bergandengan.
“Gue pengen nikmatin malam minggu pertama kita sebagai pacar berdua, tanpa pengganggu,” ucap Chan membuat Adhara tersenyum mendengarnya.
Ia tak menyangka jika laki-laki seperti Chan bisa seromantis ini. Mereka terus berjalan hingga akhirnya mereka memilih duduk di sebuah kursi yang berada di dekat air mancur.
“Makasih ya Dhar udah ngijinin gue masuk ke dalam hidup lo, bahkan tinggal sama lo,” ucap Chan membuat Adhara tersenyum lalu mengalihkan perhatiannya pada Chan dan menggenggam tangan laki-laki dengan kedua tangannya.
“Gue ikhlas, lagipula mungkin ini sudah takdir buat mempersatukan kita,” ucap Adhara dengan senyumannya membuat Chan ikut tersenyum lalu membawa Adhara dalam rangkulannya.
Akhirnya mereka menikmati malam kencan mereka dengan begitu bahagia dan tawa mereka.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
__ADS_1
See You Next Chapter All.