
Happy Reading All.
***
Pagi ini Adhara berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya, bahkan gadis itu berangkat lebih dulu dari Chan tanpa menunggu Chan. Mood nya pagi ini begitu berantakan, bukan hanya perutnya yang sakit namun hatinya kini terasa begitu sakit.
Mengingat Chan yang makan malam dengan gadis lain dan merencanakan pertunangan mereka membuat hati Adhara merasa begitu kesal. Lalu di sini siapakah yang salah? Apakah Adhara salah karena masih bertahan dengan laki-laki yang sudah memiliki tunangan? Tapi bisakah Adhara egois dengan tetap bertahan pada Chan, mengingat Chan yang tidak menginginkan hubungan pertunangan tersebut?
Adhara menghela nafasnya kasar sambil berjalan dengan tidak semangat di trotoar jalan untuk mencari angkutan umum yang lewat.
Suara klakson motor yang berhenti tepat di samping Adhara membuat Adhara menoleh dan mengerutkan keningnya bingung saat melihat laki-laki dengan helm fullface nya.
“Ayo naik,” ucap laki-laki tersebut pada Adhara. Adhara menghela nafasnya lega saat mendengar suara familiar milik Antariksa.
Dengan segera Adhara menaiki motor tersebut dengan bantuan Antariksa.
“Gak ada sok jual mahal nya ya lo, langsung nangkring aja,” ucap Antariksa dengan senyuman sinisnya yang hanya Adhara balas dengan decakan kesal tanpa mau membalasnya, mood nya saat ini sedang dalam kondisi tidak baik walau hanya sekedar adu argumen dengan Antariksa.
“Gue gak pakek helm,” ucap Adhara mengeluh pada Antariksa.
“Gak papa lewat belakang aja,” ucap Antariksa sambil melajukan motornya menuju sekolah mereka lewat jalan belakang.
“Tapi kan gak aman, lo mah enak nih aman,” ucap Adhara sambil memukul kepala Antariksa dengan keras membuat laki-laki itu mengaduk kesakitan lalu menghentikan laju motornya.
“Sakit bego,” ucap Antariksa sambil membuka helm yang digunakannya lalu memakaikannya pada Adhara setelahnya ia membalas memukul kepala gadis itu keras.
“Udah amankan?” tanya Antariksa membuat Adhara mengangguk sambil tersenyum membuat Antariksa yang semula kesal dengan gadis tersebut akhirnya ikut tersenyum karena tak tahan melihat Adhara yang begitu menggemaskan.
“Ayo mas ojek, jalan. Nanti saya telat saya kasih bintang satu,” ucap Adhara dengan tawanya membuat Antariksa ikut tertawa mendengarnya.
“Siap Mbak, kalau gak telat jangan lupa bintang limanya ya,” ucap Antariksa yang setelahnya langsung melajukan motornya menuju sekolah mereka.
“Kenapa gak berangkat bareng Chan?” tanya Antariksa yang merasa tak biasa karena Adhara dan Chan yang bisanya selalu nempel kini malah tak bersama dengan laki-laki itu.
“Paling juga lagi sibuk sama tunangannya,” ucap Adhara yang membuat Antariksa mengerutkan keningnya bingung.
“Maksud lo?” tanya Antariksa yang memang tidak tahu dengan masalah temannya itu.
“Mereka makan malam bareng, kayaknya juga melanjutkan perjodohan itu. Sebenarnya kita udah tau kalau ini konsekuensi yang harus kita tanggung,” ucap Adhara dengan senyuman sendunya di balik helm fullface yang digunakannya tersebut.
__ADS_1
“Terus kenapa sedih?” tanya Antariksa dengan mengeraskan suaranya karena terkena angin.
“Gue ngerasa bingung aja, apa gue salah dengan tetap menjadi pacar Chan di saat Chan udah punya tunangan?” tanya Adhara sambil menundukkan kepalanya.
Antariksa yang merasa kasihan dengan Adhara mengelus lutut Adhara membuat gadis itu langsung memukul tangan Antariksa.
“Geli woy,” kesal Adhara yang membuat Antariksa tertawa dengan keras. Memang tidak sulit sepertinya untuk membuat mood Adhara membaik mengingat gadis itu yang memang memiliki kepribadian yang ceria.
“Udah gak usah galau, lo tambah jelek kalau galau,” ucap Antariksa membuat Adhara mendengus kesal sambil mencubit pinggang Antariksa kesal. Bukannya merasa sakit karena cubitan Adhara, Antariksa justru merasa geli dengan cubitan Adhara membuat motor mereka oleng.
“Antariksa,” teriak Adhara sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Antariksa karena takut terjatuh. Setelah tersadar Adhara segera melepaskannya lalu memukul punggung Antariksa keras.
“Lah lo yang salah gue yang kena pukul,” ucap Antariksa dengan tawanya.
“Tau ah lo ngeselin,” ucap Adhara yang di balas dengan tawa Antariksa.
Setelahnya tak ada yang memulai pembicaraan sampai akhirnya mereka sampai di sekolah. Banyak tatapan yang terus menatap mereka dengan penasaran. Pasalnya ini pertama kalinya ada gadis yang bisa duduk di jok belakang motor Antariksa.
Membuat mereka bertanya-tanya siapa yang berhasil untuk meluluhkan Antariksa. Saat sampai di parkiran dan Adhara membuka helm nya. Para siswi sontak menganga saat melihat gadis tersebut adalah Adhara.
Adhara segera turun dari motor Antariksa dengan banyak drama, bahkan gadis itu mengibaskan rambutnya hingga terkena wajah Antariksa.
“Adhara lo selingkuh dari Chan?” tanya seorang gadis yang merupakan teman sekelas Adhara dengan tatapan menggodanya.
“Who jelas dong, tapi udah ijin lah,” ucap Adhara dengan senyuman bangganya membuat teman sekelasnya tersebut menggeleng mendengarnya.
“Kapan lo ijin ke gue?” sebuah suara yang terdengar familiar tersebut membuat Adhara menoleh dan ternyata disana sudah ada Chan yang entah datang dari mana kini sudah berdiri di sampingnya sambil membawa sebuah buket bunga.
“Oh gue belum ijin ya? Ya udah sekarang aja gue ijin,” ucap Adhara dengan begitu santainya sambil mengeluarkan aura permusuhan yang begitu tajam.
“Gue duluan Ra,” ucap Antariksa yang setelahnya langsung pergi dari sana begitu pula dengan banyak siswa-siswi yang biasanya begitu tertarik melihat tontonan gratis kini mereka memilih undur diri dari pada menjadi sasaran amarh kedua orang tersebut.
“Adhara kita sudah sepakat Dhar kalau gue balik ke rumah, dan ini juga lo yang maksa. Sekarang kenapa jadi gue yang salah?” tanya Chan dengan menghela nafasnya kasar.
“Kita udah tahu konsekuensinya bakalan kayak gini, dan tetap lo maksa dan bilang kalau lo gak papa. Kenapa sekarang lo marah sama gue?” tanya Chan lagi melanjutkan pertanyaannya.
“Lo gak salah, gue yang salah,” ucap Adhara kesal lalu ingin pergi dari sana, namun Chan menahannya lalu memeluk gadisnya itu erat.
“Maaf Adhara, please lo jangan gini. Apa gue harus balik lagi ke apartemen?” tanya Chan pada Adhara dengan begitu sabarnya. Ia benar-benar tak bisa jika Adhara marah padanya.
__ADS_1
Adhara menghela nafasnya kasar. Ia tidak bisa egois hanya demi menjaga hatinya Chan harus mengorbankan Mamanya sendiri. Tentu ini bukanlah hal yang benar.
“Gue yang salah, lo gak perlu ngorbanin tante Mira untuk gue,” ucap Adhara lalu membalas pelukan Chan. Chan tersenyum melihat reaksi Adhara lalu segera melepaskan pelukan mereka mengingat ini masih di sekolah.
“Ini buat lo,” ucap Chan sambil memberikan buket mawar pada Adhara yang segera diterima oleh gadis tersebut.
“Lain kali mending lo bawain gue boeket uang atau coklat aja sih,” ucapan Adhara menyarankan membuat Chan terkekeh mendengarnya namun setelahnya ia menjawabnya dengan anggukan.
Adhara memang begitu realistis, lebih menyukai uang daripada bunga yang memang jelas jika uang bisa digunakan untuk kebutuhan dan keinginannya.
“Ayo gue anterin ke kelas lo,” ucap Chan lalu menggandeng tangan Adhara menuju kelas gadis itu.
Di sepanjang koridor banyak yang menatap mereka dengan iri. Lebih tepatnya iri pada Adhara yang bisa mendapatkan perlakuan istimewa dari ketiga pangeran tersebut.
Ketika banyak gadis yang menginginkan posisi Adhara dan melakukan berbagai cara agar mendapatkannya Adhara justru mendapatkannya dengan begitu mudah.
“Belajar yang rajin, nanti istirahat gue jemput,” ucap Chan sambil mengelus puncak kepala Adhara saat mereka sudah sampai di depan kelas gadis itu. Adhara hanya membalasnya dengan anggukan, setelahnya langsung masuk ke kelasnya.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Aku update tiga bab nih hari ini. Jadi jangan pelit-pelit buat kasih like dan koment ya.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
__ADS_1
See You Next Chapter All.