Atmosphere

Atmosphere
S2 Akresi


__ADS_3

Fyi "Akresi adalah bertumbuhnya sebuah objek yang besar di mana gravitasi objek tersebut menarik lebih banyak materi, biasanya materi gas di piringan akresi."


Happy Reading All.


***


Hari minggu kali ini Nora serta Izar tengah berada di tempat latihan menembak milik paman Izar yang juga berada di Jakarta. Nora lah yang mengatakan jika ia ingin untuk latihan menembak dan akhirnya Izar mengajak gadisnya tersebut ke tempat latihan menembak milik pamannya.


“Izar, lama gak ketemu,” sapa seorang laki-laki paruh baya yang tak lain adalah paman Izar. Mendengar hal tersebut Izar tersebut lalu menjabat tangan pamannya tersebut.


“Emang lagi sibuk di kantor aja Om,” ucap Izar pada pamannya tersebut yang tak lain adalah kakak dari ibunya.


“Yakin sibuk di kantor?” tanya pamannya tersebut sambil melihat ke arah Nora dengan tatapan menggodanya membuat Izar terkekeh sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal merasa salah tingkah dengan pertanyaan dari pamannya tersebut.


“Kenalin dulu deh om ini pacar aku Nora, Nora kenalin ini om aku. Om Janus,” ucap Izar memperkenalkan mereka berdua. Nora segera menjabat tangan paman Izar tersebut untuk berkenal, sambil tersenyum dengan ramah ke arah laki-laki paruh baya tersebut yang juga membalasnya dengan senyuman.


“Izar aneh ya ngajak pacarnya main masak di sini, ajak ke tempat yang cewek suka dong,” ucap Janus pada keponakannya tersebut yang kini malah terkekeh mendengar ucapan pamannya tersebut. Pamannya hanya belum tahu saja jika sebenarnya Nora cukup berbeda dengan gadis lainnya. Kita gadis lain lebih suka berbelanja dan ke salon maka Nora akan lebih suka pergi ke tempat seperti ini.


“Yang ini lain om, tempat mainnya emang tempat begini,” ucap Izar pada pamannya tersebut yang kali ini menaikkan sebelah alisnya bingung mendengar ucapan Izar tersebut. Karena menurutnya sangat jarang perempuan suka datang ke tempat menembak bahkan sangat jarang perempuan yang suka menembak.


“Oh ya?” tanya Janus dengan tatapan tak percayanya pada Nora yang kini tersenyum ke arah paman Izar tersebut.


“Kebetulan aku dulu pengawal di rumah keluarga Alba, Om,” ucap Nora yang kali ini berhasil membuat paman Izar tersebut terkejut mendengar ucapan Nora. Ia pikir Nora berasal dari keluarga yang berada karena ia begitu tahu bagaomana adiknya, dan ia lihat hubungan Izar dan Nora berjalan lancar. Padahal ia jelas tahu adiknya begitu memandang status dalam memilih menantu.


Nora dapat melihat dengan begitu jelas keterkejutan di wajah Janus dan ia mengerti mengapa Janus begitu merasa terkejut. Pasti karena ia berpikir jika Nora hanya seorang pengawal.


“Sekarang masih?” tanya Janus yang Nora balas dengan sebuah gelengan.


“Sekarang udah kerja di perusahaan Papa Om, jadi akhirnya harus berhenti jadi pengawal,” ucap Nora yang kini membuat Janus semakin kebingungan.


“Nora ini anak dari keluarga Ankaa,” ucap Izar menjelaskan yang membuat Janus kini mengangguk mengerti mengapa adiknya mau menerima Nora.

__ADS_1


“Ya sudah kalian lanjut saja, om pergi dulu,” ucap Janus pada sepasang kekasih tersebut lalu setelahnya segera pergi dari sana meninggalkan Nora dan Izar untuk berlatih.


Kini Nora terlihat serius dengan bidikan di depannya. Hingga ia melepaskan pelurunya tepat mengenai sasarannya. Izar yang melihat hal tersebut tersenyum dengan begitu kagumnya pada Nora.


“Semua orang pasti akan bingung dengan pekerjaan awal kamu kalau kamu menjelaskan jika kamu adalah seorang pengawal,” ucap Izar yang kali ini membuka suaranya. Nora yang mendengar hal tersebut menoleh ke arah Izar sebentar sebelum melanjutkan aksinya.


“Aku sama sekali gak peduli. Bahkan jika mereka hanya menganggap aku sebagai perempuan miskin aku sama sekali gak peduli. Aku gak butuh penilaian orang tentang siapa aku,” ucap Nora dengan begitu tegasnya pada Izar yang kini terdiam mendengar ucapan Nora tersebut.


Kini ia merasa ia begitu mengenall Nora dan bagaimana sikap cuek gadis tersebut. Nora memang tak pernah memikirkan tentang apa yang orang lain pikirkan tentangnya. Lagi pula menurutnya sebuah pengakuan dan penilaian adalah masing-masing dari individu itu sendiri bagaimana penilaian mereka tentang kita.


Tak perlu terlalu bersemangat untuk mengubah persepsi mereka tentang kita karena mereka mungkin tak akan percaya, mereka para pembenci akan tetap memandang buruk pada kita meskipun kita menjelaskan pada mereka jika semua itu salah. Jadi Nora tak mau ambil pusing tentang itu.


“Lagi pula aku bukanlah benar-benar dari keluarga mereka. Lebih baik mereka menilaiku buruk karena saat mereka tahu statusku mereka tak akan terlalu terkejut dari pada mereka memandangku dengan begitu sempurna dan mereka tau yang sebenarnya proses jatuhnya akan lebih menyakitkan,” ucap Nora dengan tatapan datarnya yang kini terarah pada sasarannya.


Izar yang mendengar hal tersebut menghembuskan nafasnya kasar, dan ya, iya sudah mengetahui semua tentang Nora dari cerita gadis tersebut. Ia tak pernah tahu jika Nora pernah berada dalam kondisi rumit.


“Tak perlu memikirkan tentang mereka karena pembenci akan tetap menjadi pembenci. penilaian mereka tidak diperlukan karena aku akan selalu ada buat kamu,” ucap Izar dengan senyumannya sambil melepaskan tembakannya ke arah sasarannya dengan tatapannya yang begitu lurus menghadap ke arah Nora.


“Izar sudah lama banget kita gak ketemu,” ucap gadis tersebut pada Izar yang dengan segera melepaskan pelukannya karena tak ingin membuat Nora cemburu.


Nora yang awalnya melihat mereka dengan begitu terkejut kini memilih untuk mengalihkan perhatiannya dan melanjutkan aksinya tanpa memusingkan dua orang di sampingnya tersebut.


“Yah lo tau gue sibuk,” ucap Izar dengan senyumannya pada gadis tersebut yang kini malah mengerucutkan bibirnya sok imut membuat Nora berdecih melihatnya. Merasa tak tahan berada di sana lebih lama lagi karena Izar yang semakin mengabaikannya dan begitu sibuk dengan gadis tersebut akhirnya Nora memilih untuk segera pergi dan membawa barang-barangnya.


Melihat hal tersebut Izar segera berpamitan pada gadis tersebut untuk mengejar Nora yang sepertinya tengah marah padanya.


“Nanti malam jangan lupa untuk datang Zar,” teriak gadis tersebut yang masih bisa didengar oleh Nora. Nora memilih untuk segera pergi dari sana berjalan ke arah halte untuk menunggu bus.


Kini di luar terlihat begitu gelap karena hujan yang sepertinya akan turun. Namun Nora mengabaikan hal tersebut dan tetap berjalan menuju ke arah halte. Di belakang Izar tetap mengikuti Nora lalu meraih tangan gadis tersebut saat sudah dekat.


“Aku anter,” ucap Izar pada Nora sambil memegang tangan Nora namun segera di hempaskan oleh gadis tersebut.

__ADS_1


“Gak usah,”ucap Nora lalu kembali berjalan dan kini akhirnya Izar hanya bisa mengawasi di belakang Nora. Ia tahu bagaimana keras kepalanya gadis tersebut jadi lebih baik menunggu gadis tersebut untuk tenang terlebih dulu baru ia akan datang dan meminta maaf untuk sekarang biar ia mengawasi gadis tersebut saja.


Saat Nora tengah menunggu bus di Halte dua orang laki-laki yang sepertinya juga tengah menunggu halte terus saja melihat ke arah paha mulus Nora yang terekspose. Melihat hal tersebut dengan segera Izar membuka payungnya lalu menggunakan nya untuk menutupi paha mulus gadisnya tersebut dan menarik Nora agar mendekat ke arahnya.


“Apasih lepas gak?” kesal Nora pada Izar karena ia masih merasa kesal dengan laki-laki tersebut.


“Diem, aku gak mau punya aku di liatin sama orang lain,” tegas Izar pada Nora yang kini akhirnya terdiam mendengar hal tersebut. Hingga tak lama bus yang mereka tunggu datang, dengan segera Nora masuk ke bus tersebut dan Izar malah tetap saja mengikutinya namun kali ini Nora memilih untuk mengabaikannya.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah seru dari Atmosphere ini. Yang pasti cerita ini juga bagus, jadi langsung aja yuk di cek judulnya "True Love".


Baca juga yuk cerita temen ku yang gak kalah seru ini.

__ADS_1



__ADS_2