
Happy Reading All.
***
Hari ini adalah hari ulang tahun Arche. Adhara sudah siap dengan dress selutut yang Chan belikan untuknya. Entah dari mana laki-laki itu mendapatkan dress tersebut namun hal tersebut mampu mengembalikan senyum Adhara.
Ia begitu senang karena tak perlu repot memikirkan pakaian apa yang akan digunakannya. Walau sebelumnya ia sempat berdebat dengan Chan tentang pakaian yang akan digunakannya. Bahkan saking kesalnya Chan menyarankan Adhara untuk memakai kain kafan saja.
Namun tak beberapa lama laki-laki itu segera pergi dan kembali dengan tote bag berisi dress yang begitu indah dari salah satu brand terkenal entah Chan apat nyolong di mana yang jelas ia begitu bahagia mendapatkan dress tersebut.
Adhara memadukan dress selutut berwarna pinknya dengan hels yang pernah Arche berikan padanya juga tas yang pernah Arche berikan. Kini gadis itu sudah tampak cantik dengan dressnya.
“Udah siap?” tanya Chan yang memperhatikan Adhara yang tengah berputar-putar.
Adhara tersenyum ke arah Chan lalu merapikan pakaiannya dan berjalan ke arah Chan yang tengah bersandar di pintu.
“Udah cantik?” tanya Adhara dengan senyumannya.
“Udah,” ucap Chan dengan begitu datar seperti mengatakannya engan terpaksa agar Adhara segera menyelesaikan acara bersiapnya karena gadis itu sudah sangat lama berada di kamarnya.
“Ck gak ikhlas banget sih,” keluh Adhara dengan mengerucutkan bibirnya lucu.
“Udah cantik Adhara,” jawab Chan dengan senyuman yang begitu dipaksakan namun tak membuat Adhara senang karena ia tahu Chan begitu tidak niat.
Adhara segera mengambil tas nya lalu berjalan meninggalkan Chan untuk menuju mobil laki-laki itu. Chan menghela nafasnya kasar memang sangat susah jika sudah musuhnya seorang betina. Apa lagi
bentukan betinanya kayak Adhara udah gak bisa di lawan udah. Mending mengalah untuk kesejahteraan hidup kedepannya.
Di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan mereka fokus dengan kegiatannya masih-masih sampai saat mereka sampai di gedung yang dijadikan tempat ulang tahun ternyata di depan Nora sudah menunggunya.
Chan dan Adhara berjalan lebih dulu di belakangnya baru Nora yang berjalan mengikuti.
Saat memasuki gedung yang dijadikan tempat acara mata Adhara langsung berbinar kala melihat banyaknya makanan. Bukannya menghampiri Arche gadis itu malah lebih dulu menghampiri makanan yang tersaji dengan begitu indahnya. Chan hanya bisa mengikuti gadis itu tanpa bisa meninggalkannya.
“Lo duluan aja,” ucap Chan yang di balas dengan anggukan oleh Nora yang lebih dulu berjalan mencari Arche sedangkan Chan berjalan mengikuti Adhara.
__ADS_1
“Makanan mulu lo,” komentar Chan sambil menggeleng melihat tingkah Adhara yang sudah mulai mencicipi makanan nya satu persatu begitupun dengan minuman yang tersaji di sana. Bahkan mulut gadis itu sudah penuh dengan makanan, sangat tidak ada anggun-anggunnya sama sekali.
“Bodo yang penting gue kenyang,” balas Adhara dan melanjutkan acara makannya. Memang sepertinya rasa sukanya pada Arche tidak lebih besar dari rasa sukanya pada makanan.
“Aturannya samperin tuan rumah dulu, kasih kodo. Gak bakal ada yang habisin juga makanan lo ini,” ucap Chan sambil menggeleng. Adhara hanya menampilkan cengirannya hingga ia teringat untuk menghampiri Arche namun baru saja berada tak jauh dari laki-laki itu teriakan Sky malah menjadi penyambutnya.
“Sky kenapa sih?” tanya Adhara tak habis pikir dengan gadis satu itu yang malah teriak-teriak di tempat besar seperti ini apa ia pikir ini adalah hutan?
***
Sky dengan gaun cantiknya berjalan ke arah Arche yang terlihat begitu tampan dengan jas formalnya wajah tampan dan badan laki-laki itu yang begitu bagus menjadi daya tarik Arche saat ini. Siapapun yang melihatnya pasti akan terpanah melihat wajah tampan tersebut.
“Arche,” panggil Sky dengan senyumannya. Arche juga ikut tersenyum menyambut Sky senyuman yang begitu manis dan memabukkan.
“Lo gak ada manis-manisnya ya sesekali manggil kakak kek ke gue, gue lebih tua dari lo,” ucap Arche sambil menyentil hidung Sky. Sky tersenyum ke arah Arche sambil terkekeh.
“Nanti deh, kapan kapan,” ucap Sky membuat Arche menggeleng.
“Nih buat lo,” ucap Sky mengulurkan hadiah yang sudah ia persiapkan untuk Arche. Arche segera mengambil hadiah tersebut lalu segera membukanya hingga terlihat jam tangan keluaran terbaru dari salah satu brand terkenal.
Meskipun sudah memilih hadiah untuk waktu yang sangat lama tetap saja ujung-ujungnya gadis itu hanya memanfaatkan uangnya untuk membeli barang mewah.
“Gak sama sekali, ini sebanding buat lo,” ucap Sky dengan senyumannya membuat Arche mendengus mendengarnya. Sangat keras kepala, pikir Arche. Karena sudah mengenal Sky sedari kecil ia menjadi tahu bagaimana tabiat adik dari sahabatnya itu.
Arche terus melihat ke sekeliling membuat Sky mengerutkan keningnya bingung melihat sikap Arche yang seperti tengah mencari seseorang.
“Lo cari siapa sih?” tanya Sky penasaran. Bukannya menjawab Arche malah gelagapan membuat Sky semakin curiga dengan Arche.
“Eh gak, bukan siapa-siapa,” jawab Arche lalu mulai mengobrol kembali dengan Sky.
“Arche,” sapa sebuah suara perempuan yang tak lain adalah Nora. Nora dengan gaun indahnya terlihat begitu cantik.
“Hai Nora,” sapa Arche dengan senyumannya. Karena gadis yang sedari tadi ia cari akhirnya datang padanya. Chan menepati janjinya karena mengajak Nora untuk datang ke acara ulang tahunnya. Ia sudah khawatir takut jika Nora tidak hadir namun kini gadis itu sudah berdiri di depannya dengan senyuman manis gadis itu.
Nora melepaskan kalung yang dipakainya membuat Arche mengerutkan keningnya bingung melihat hal tersebut begitupun dengan Sky.
__ADS_1
“Hadiah untuk mu,” jawab Nora menjawab tanda tanya yang terlihat jelas di jawab Arche.
Arche tersenyum melihatnya lalu hendak mengambil kalung yang berada di tangan Nora tersebut namun gadis itu malah menahannya membuat Arche kembali di buat bingung.
“Ini adalah kalungku sedari kecil, setelah ini aku harap kamu bisa menjaga nya dengan baik,” ucap Nora berpesan pada Arche yang dibalas dengan anggukan oleh Arche.
“Biar aku pakein,” ucap Nora lalu segera memakaikan kalung tersebut pada Arche. Namun tanpa di sadari Nora malah mencium pipi Ache.
Setelahnya Nora menggigit bibirnya sambil menundukkan kepalanya. Arche juga terdiam masih tak menyangka jika Nora akan mencium pipinya.
“Aaaakkkk,” teriak Sky dengan begitu kerasnya setelah proses loadingnya yang begitu lambat melihat hal tersebut akhirnya kini Sky menyadari apa yang terjadi.
Karena teriakan Sky tersebut kini mereka sudah menjadi pusat perhatian seluruh orang yang berada di sana. Merasa jika tindakannya salah karena mengacaukan hal romantis tersebut Sky menutup mulutnya sendiri.
Namun semua telah terlambat Sky malah menghancurkan moment romantis tersebut dan kini membuat mereka menjadi pusat perhatian.
***
Halo semua Happy New Year 2022 All.
Semoga impian yang belum terwujud di tahun 2021 bisa terwujud di tahun 2022 ini.
Tetap semangat ya apapun yang terjadi, di tahun ini harus bisa lebih kuat lagi. Kalian hebat bisa bertahan sejauh ini.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.
Stay healthy all.
__ADS_1
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.