
Info: Bulan yang berada di planet Saturnus
happy Reading All.
***
Ketiga laki-laki yang disebut-sebut pangeran sekolah tersebut kini tengah duduk di kursi saling berjejeran dengan Adhara di depan mereka yang berkacak pinggang. Mereka saling terdiam dengan Adhara yang menatap tajam pada tiga laki-laki tersebut sedangkan yang di tatapan hanya menundukkan kepalanya.
Adhara yang akhirnya tidak tahan menghela nafasnya kasar lalu menggebrak meja membuat ketiga laki-laki itu dibuat terkejut hingga terjengkang ke belakang. Kita Adhara berdiri tepat di hadapan laki-laki tersebut yang begitu takut melihat Adhara yang bagi mereka menyeramkan bahkan lebih menyeramkan dari setan.
“Lo, kenapa lo bohong ke gue bilang Arche sama Antariksa lagi ada urusan?” tanya Adhara pada Antariksa yang duduk di panggil pinggir menatap Antariksa dengan tajam sambil menunjuk wajah laki-laki itu.
“Ya kan gue taunya dia ada urusan, gue kan pulang duluan karena lagi sakit. Gue gak ikut-ikutan ke klub Ra,” ucap Antariksa menjelaskan dengan wajahnya yang memelas. Adhara menghela nafasnya kasar merasa menerima pernyataan Antariksa, namun sepertinya sahabat laki-laki itu tidak terima jika Antariksa lolos begitu saja.
“Lo kan tau kita ke club kenapa gak ngelarang kita atau bilang ke Adhara kalau kita di club?” sanggah Chan untuk menyudutkan Antariksa, tentu saja ia tak akan membiarkan laki-laki itu lolos begitu saja.
Mendengar ucapan Chan, Adhara kembali melihat ke arah Antariksa dengan tatapan tajamnya dan memelototkan matanya membuat Antariksa gelagapan. Sial sekali Antariksa memiliki sahabat seperti kedua sahabatnya itu.
“Arche udah ngelarang lo ye, lagian kalau gue bilang ke Adhara lo pasti nyalahin gue sekarang gue gak bilang lo tetep nyalahin gue. Jadi mau lo apa dah?” tanya Antariksa kesal pada Chan. Kini sepertinya emosi laki-laki tersebut sudah tidak terkendali karena merasa kesal pada sahabatnya itu.
“Lagian dari awal lo yang nanya ini itu ke gue,” ucap Antariksa yang sudah membentak Chan.
“Jadi sekarang lo nyalahin gue? Kalau lo ngelarang gue lo bisa aja ngelarang gue,” ucap Chan yang juga sudah meninggikan suara. Amarah laki-laki tersebut ternyata sudah tidak terkendali juga.
Hingga kini Adhara hanya menjadi penonton dari pertengkaran tersebut. Adhara yang awalnya akan menginterogasi mereka kini malah menjadi penonton pertengkaran tersebut.
“Lo juga udah dikasih tau malah gak di dengerin Chan, dan lo Ta harusnya gak saling menyalahkan gini tapi kita tanggung bareng,” ucap Arche yang kini juga ikut membuka suara. Adhara akhirnya hanya bisa memijat pangkal hidungnya merasa pusing mendengar pertengkaran mereka.
“Lo mah ngasih taunya Cuma sekali abis itu malah ikutan,” ucap Chan dengan senyuman sinisnya.
“ Lo yang menasehati tapi lo juga ikutan mabuk, harusnya lo gak ikut mabuk dan jagain Chan,” ucap Antariksa yang kali ini ikut menyudutkan Arche.
Mereka kini malah saling menyalahkan satu sama lain. Membuat Adhara menggeleng mendengarnya. Entah persahabatan seperti apa yang tengah mereka jalani ini. Saling menyalahkan saat sedang berada dalam masalah bukannya saling mendukung.
“Stop,” teriak Adhara yang sudah kehabisan kesabarannya menghadapi ketiga laki-laki di depannya itu,
Nafas Adhara sudah memburu gadis itu berusaha mengontrol amarahnya lalu menatap tajam dan penuh amarah pada mereka.
__ADS_1
“Nanti gue pulang bareng Sky, jangan ada yang ikut ataupun ngikutin dan jangan cari gue jam berapapun gue pulang,” teriak Adhara marah membuat ketiga laki-laki itu terdiam seketika dan mengerjapkan matanya berkali-kali.
Kini kelas mereka bahkan begitu sepi, tak ada yang berani untuk mengganggu mereka dan menjadi sasaran amukan.
Adhara keluar dari kelas dan membanting pintu dengan begitu keras membuat mereka mengelus dada mendengarnya. Di depan kelas sudah banyak yang menonton mereka namun saat melihat tatapan Adhara yang begitu tajam mereka segera bubar dan kembali pada aktivitas mereka masing-masing.
Ketiga laki-laki itu mengelus dadanya lalu tertawa bersama dan bertos ria karena berhasil lolos dari Adhara, setidaknya kini gadis itu sudah mau berbicara pada mereka jadi akan mudah selanjutnya membujuk Adhara untuk memaafkan mereka.
***
Sesuai janjinya kini Adhara dan Sky sudah berada dalam perjalanan menuju tempat kerja part time Adhara. Di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan, mereka saling terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
Adhara yang pusing karena ulah ketiga pangeran tersebut memilih untuk memejamkan matanya untuk istirahat sejenak. Sedangkan Sky pusing memikirkan bagaimana jika kakak dan sahabat kakaknya itu tahu jika Adhara sedang bekerja dan ia yang memberikan pekerjaan?
Hingga tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di tempat yang sudah Sky sebutkan. Sebuah café yang begitu besar dan cukup terkenal. Dengan gaya yang begitu estetik benar-benar mampu memanjakan mata. Jadi tak heran jika banyak pengunjung yang datang dan kebanyakan dari mereka adalah para remaja atau para anak muda.
“Ayo ra,” ajak Sky pada Adhara yang sudah lebih turun. Akibat terlalu mengagumi tempat tersebut Adhara jadi masih terdiam di tempatnya. Adhara segera keluar dan berjalan bersama dengan Sky memasuki café tersebut.
Terlihat saat Sky memasuki café banyak yang menunduk hormat pada gadis itu membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung. Apa Sky sering berkunjung?
“Masuk,” ucap orang di dalam membuat Sky akhirnya membuka pintu hingga terlihat laki-laki berumur dua puluh lima, tengah duduk di meja kebesarannya sambil membaca dokumen di depannya.
Saat melihat kedatangan Sky laki-laki tersebut langsung tersenyum menyambutnya. Laki-laki tersebut cukup tampan dan begitu bersih.
“Sky, silahkan duduk,” ucap laki-laki tersebut dengan senyumannya meminta Sky untuk duduk.
Kedua gadis tersebut segera duduk di depan laki-laki tersebut. Kini fokus laki-laki itu berada pada Adhara sambil mengerutkan keningnya bingung.
“Jadi ada apa kamu ke sini?” tanya laki-laki tersebut dengan kerutan di keningnya dan kini sudah melihat ke arah Sky yang berusaha menyampaikan maksud kedatangannya. Tangannya sudah memilin berusaha menahan rasa takutnya.
“Sebelumnya kenalin ini Adhara teman aku, dan Adhara ini Kak Erlangga dia manager di café ini,” ucap Sky memperkenalkan mereka.
Kedua orang tersebut saling berjabat tangan untuk saling berkenalan dengan menampilkan senyuman termanis mereka.
“Em ini teman aku mau cari kerja part time dan akhirnya aku nawarin dia buat kerja di sini,” ucap Sky sambil menoleh ke arah Adhara membuat Erlangga menatap Adhara dengan kening berkerut sebelum laki-laki itu menganggukkan kepalanya.
“Baiklah, kamu bisa kerja di sini part time,” ucap Erlangga dengan senyumannya membuat Adhara seketiga tersenyum senang mendengarnya karena akhirnya dia bisa memiliki pekerjaan dan tak akan pusing lagi memikirkan biaya hidupnya kedepannya.
__ADS_1
“Beneran pak?” tanya Adhara dengan wajah berbinarnya membuat Erlangga terkekeh lalu menganggukkan kepalanya.
“Panggil Kak Erlangga aja,” ucap Erlangga membuat Adhara menggaruk tengkuknya yang tak gatal lalu tersenyum dengan cengiran khasnya.
“Hehe baik kak,” ucap Adhara sambil tersenyum senang.
“Jadi saya bisa kerja mulai kapan kak?” tanya Adhara penasaran.
“Mulai hari ini kalau kamu siap,” ucap Erlangga membuat Adhara mengangguk semangat. Tentu saja ia sudah siap jika harus bekerja mulai sekaran.
“Siap kak, siap,” ucap Adhara membuat Erlangga tersenyum senang melihat semangat kerja Adhara tersebut.
“Baiklah, mari ikut saya,” ucap Erlangga.
Setelahnya Mereka mulai berjalan menuju tempat berganti pakaian mengganti pakaian yang sudah disediakan untuk karyawan. Lalu memberitahukan tugas gadis itu yang bertugas mengatur dan mencatat makanan yang di pesan.
Sedangkan Sky sudah pulang lebih dulu karena masih ada urusan yang harus di lakukannya, hingga ia harus tega meninggalkan Adhara sendiri di hari pertamanya bekerja.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Maaf ya hari ini hanya bisa up 1 part dulu. Tapi semoga kalian suka ya.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1