
Happy Reading All.
***
Adhara baru saja selesai membereskan bekas makan siang mereka sedangkan Chan kini masih berbaring di tempat tidurnya sambil menonton televisi saat suara bel apartemen Adhara berbunyi.
Adhara segera membuka pintu apartemennya hingga bisa ia lihat ternyata yang datang adalah Nora. Adhara segera mempersilahkan Nora masuk dan mengikuti gadis itu di belakangnya.
“Nyonya meminta saya membawakan ini untuk Tuan saat mendengar Tuan sakit,” ucap Nora sambil memperlihatkan sekantong kresek besar yang berisi banyak bahan makanan.
“Thank,” ucap Chan datar tanpa melihat pada Nora.
Adhara segera mengambil kantong kresek tersebut lalu segera membawanya menuju dapur untuk ia tata di kulkas. Nora ternyata mengikutinya dan gadis itu duduk di meja makannya yang kecil.
“Terima kasih,” ucap Adhara tanpa melihat ke arah Nora. Nora hanya membalasnya dengan anggukan.
“Lo gak sekolah?” tanya Adhar karena sekarang masih jam sekolah dan gadis itu sudah berada di sana.
“Pulang duluan,” ucap Nora menjawab pertanyaan Adhara. Adhara hanya membalasnya dengan anggukan lalu membuatkan minuman untuk Nora setelah menyusun belanjaannya di kulkas.
“Terima kasih,” ucap Nora menerima minuman yang di buatkan Adhara. Adhara membalasnya dengan anggukan lalu segera duduk di depan Nora dengan pandangan menatap lurus pada Nora.
Gadis itu memang cukup cantik dan kini Adhara tengah berpikir untuk mengetahui tentang saingannya itu lebih jauh seperti kata-kata yang pernah ia dengar dalam sebuah drama yang di tontonnya. “Jaga sahabatmu dekat-dekat, namun jaga musuhmu lebih dekat” seperti “Diam menjadi sahabat bergerak menjadi musuh”. Entah di mana gadis cantik itu mendapatkan ide licik seperti itu.
Namun tetap saja jika suatu saat Arche memang lebih memilih gadis lain maka ia akan mengikhlaskannya karena cinta tak perlu memiliki yang penting melihatnya bahagia adalah sebuah sakit hati untuk kita, eh salah maksudnya sebuah kebahagian untuk kita. Walau kita tahu semua itu hanya omong kosong orang yang abis di tolak dan tengah menguatkan hatinya karena ia bukanlah pilihan.
“Bantuin gue pindah kasur Chan ke kamar,” ucap Adhara yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan Nora yang masih berada di sana.
“Bangun lo,” usir Adhara sambil mendorong-dorong Chan, Chan berdecak kesal langsung bangun. Ia mengerutkan keningnya bingung bertanya-tanya mengapa Adhara memintanya untuk bangun.
“Mau gue pindahin ke kamar,” ucap Adhara yang tak lama Nora juga datang dan akhirnya kedua gadis itu mengangkat kasur Chan ke kamar laki-laki tersebut.
“Nora jangan cepet-cepet tar gue kegencet woy,” teriak Adhara dengan begitu heboh nya.
“Ini aku gak keliatan jalan,” ucap Nora yang ikut berteriak.
Chan hanya bisa menggeleng melihat kedua gadis itu yang begitu heboh padahal hanya memindahkan kasur saja sudah seperti memindahkan rumah.
Chan berjalan ke arah dua gadis itu dan membantunya tapi Adhara malah melepaskan kasur tersebut membuatnya terjatuh di kaki Nora.
“Adhara kaki ku kena jatuhin kasur,” teriak Nora membuat Adhara menyengir tanpa dosa lalu segera mengangkat kasur tersebut kembali.
__ADS_1
“Maaf, maaf ini lagian si Chan. Lo ngapain sih? Udah sana nonton tv lo kan lagi sakit juga,” ucap Adhara kesal dan melanjutkan membawa kasur tersebut.
Chan akhirnya hanya bisa mengalah dan berjalan ke ruang tamu kembali hingga suara bel apartemen Adhara kembali berbunyi. Chan segera membukanya hingga terlihat ketiga sahabatnya yang datang dengan hebohnya. Lebih tepatnya Sky yang begitu heboh dan Antariksa yang terus memarahi adiknya itu.
“Adhara mana?” tanya Sky saat masuk dan tidak melihat keberadaan Adhara.
“Di kamar lagi mindah barang bareng Nora,” ucap Chan memberitahukan nya. Sky hanya menjawabnya dengan anggukan lalu segera menuju kamar yang Chan maksud dan benar saja ternyata disana sudah ada Nora.
“Ada Nora?” tanya Arche yang Chan balas dengan anggukan. Lalu ketiga laki-laki itu memilih duduk di karpet berbulu yang berada di ruang tamu.
“Gimana kondisi lo?” tanya Arche yang hanya dibalas dengan anggukan oleh Chan. Sahabatnya yang sudah bersahabat lama dengan Chan tersebut tentu saja mengerti jika Chan menjawab ia baik-baik saja.
“Arche,” sapa Adhara dengan senyumannya yang begitu manis hingga membuat orang bisa diabetes melihatnya.
“Hi Adhara,” sapa Arche yang dibalas dengan anggukan oleh gadis itu.
“Biar aku buatin minuman,” ucap Adhara yang langsung pergi membuat minuman untuk tamu tak di undangnya itu.
Sky berjalan mengikuti Adhara menuju dapur tidak membantu hanya menjadi pengawas. Sungguh tidak bisa apa-apa selain banyak berbicara.
“Dhar lihat deh kepala gue abis di pukul sama Bang Anta sakit banget,” ucap Sky sambil mengerucutkan bibirnya dan memperlihatkan kepalanya yang terasa sakit.
“Gue ambilin es dulu ya, tar gue marahin tuh abang lo,” ucap Adhara yang segera mengambil es untuk mengompres kepala Sky.
“Nih pegang gue bawain ini dulu,” ucap Adhara yang segera berjalan menuju ruang tamu untuk membawakan minuman.
“Heh medusa antartika,” panggil Adhara sambil menarik rambut Antariksa membuat laki-laki itu mengaduh karena sakit akibat ulah gadis barbar tersebut.
“Eh sakit bego,” teriak Antariksa kesal dan menghentakkan tangan Adhara hingga terlepas.
“Apa sih lo?” tanya Antariksa dengan nada tak bersahabatnya.
“Noh adek lo pala nya benjol lo apain?” tanya Adhara dengan berkacak pinggang. Antariksa menghembuskan nafasnya kasar memang adiknya yang satu itu suka sekali mengadu.
“Gue jedotin ke tembok, puas lo?” tanya Antariksa kesal. Adhara memelototkan matanya mendengar hal tersebut.
“Wah parah gue laporin ke komnas perlindungan anak lo,” ancam Adhara memelotot tajam pada Antariksa yang malah asik menyeruput minumannya setelah berhasil mengontrol amarahnya.
Antariksa bukan orang yang gampang mengontrol amarahnya namun entah mengapa jika bersama dengan Adhara ia begitu sempurna menutupi amarahnya. Hal tersebut tentu saja membuat sahabatnya curiga dengan yang terjadi sebenarnya pada Antariksa.
“TBL TBL TBL takut banget loh,” ucap Antariksa menirukan Adhara yang biasanya suka sekali berkata seperti itu.
__ADS_1
“Antariksa,” teriak Adhara yang sudah kesal menghadapi makhluk astral di depannya itu.
“Apa sih Dhar teriak-teriak sakit telinga gue,” klub Chan yang akhirnya membuka suaranya. Adhara mengerucutkan bibirnya lucu karena Antariksa malah mendapatkan dukungan.
“Udah udah mending lo temenin gue masak, laper nih,” ajak Arche yang langsung menggiring Adhara menuju dapur dengan tatapan tajamnya yang masih terarah pada Antariksa yang kini menatap tak kalah tajam.
Tapi bukan pada Adhara melainkan pada Arche. Chan yang melihat hal tersebut berusaha menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya. Sedangkan Nora hanya tersenyum getir dengan perasaan irinya pada Adhara.
Melihat Arche dan Adhara yang begitu dekat saat sedang memasak membuat ketiga orang di sana berusaha menahan kekesalan sedangkan Sky malah heboh menggoda Arche dan Adhara membuat Antariksa semakin kesal dengan adiknya itu.
****
Halo semua Happy New Year 2022 All.
Semoga impian yang belum terwujud di tahun 2021 bisa terwujud di tahun 2022 ini.
Tetap semangat ya apapun yang terjadi, di tahun ini harus bisa lebih kuat lagi. Kalian hebat bisa bertahan sejauh ini.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1