
FYI "Damokloid adalah sebuah kelas planet minor seperti 5335 Damocles dan 1996 PW yang merupakan anggota dari keluarga Halley atau komet periodik berperiode panjang yang memiliki orbit eksentrik khas seperti Komet Halley, tetapi tanpa menunjukkan koma komet atau ekor."
Happy Reading All.
***
Antares kini tengah berdiri di sebuah parkiran apartemen, Apartemen yang tak lain adalah apartemen Chan. Setelah mencari tahu dimana keberadaan laki-laki tersebut akhirnya kini di sinilah Antares berdiri. Dan dari info yang ia dapat dari orang suruhannya ternyata hari ini Chan akan kembali ke Jakarta. Karena laki-laki tersebut yang memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di Jakarta. Setelah semua yang terjadi ia tak mungkin untuk tetap melanjutkan kuliahnya di tempat yang sama seperti Adhara bukan?
Kini ia hanya berharap jika ia tak datang terlambat. Setelah menunggu dalam waktu yang begitu lama kini akhirnya dapat Antares liat Chan yang baru keluar dari apartemennya dengan membawa kopernya. Melihat hal tersebut dengan segera Antares menghampiri Chan yang kini membuat Chan menaikkan sebelah alisnya dengan wajah datarnya.
“Lo?” tanya Chan dengan wajah datarnya pada Antares yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar.
“Bisa gue bicara sama lo?” tanya Antares pada Chan yang kini hanya menatap Antares datar lalu malah memilih untuk segera pergi dari sana. Karena bagi Chan, Antares hanya datang untuk mentertawakan kekalahannya karena laki-laki tersebut sudah berhasil untuk mendapatkan Adhara.
“Bagi gue gak ada yang perlu dibicarakan karena gue tau alasan lo dateng cuma mau ngetawain gue yang udah kalah dari lo,” ucap Chan lalu segera menghempaskan tangannya dari Antares dan memilih untuk segera pergi dari sana.
“Gue gak ada hubungan apa-apa sama Adhara, Adhara setia sama lo dia gak pernah nyelingkuhin lo,” ucap Antares yang kali ini berhasil menghentikan jalan Chan.
Chan yang mendengar hal tersebut begitu dibuat terkejut dengan ucapan Antares. Chan segera membalikkan tubuhnya menatap Antares dengan tatapan seriusnya.
"Lo putus sama Adhara bukan karena lo yang selingkuh tapi ngira Adhara selingkuh sama gue?" Tanya Antares pada Chan namun laki-laki tersebut hanya diam tanpa mengatakan hal apapun pada Antares. Antares yang mengerti jika ucapannya adalah benar sontak tertawa mendengar ucapan tersebut karena tebakannya benar.
"Lo salah Chan. Gue sama sekali gak pacaran sama Adhara. Bahkan besok gue mau keluar negeri dan gue udah punya tunangan," ucap Antares pada Chan yang kini semakin membuat laki-laki tersebut tercengang mendengarnya.
"Gue emang suka sama Adhara, tapi gue tau seberapa sayang Adhara sama lo jadi gue gak mau hancurin hubungan kalian," ucap Antares dengan begitu tegasnya pada Chan. Laki-laki tersebut kini hanya bisa terdiam mencerna semua kejadian yang belakangan ini menimpanya.
"Lo bego Chan ngelepas cewek sebaik dan sepemberani Adhara. Dan dengan alasan lo selingkuh?" Antares kini menaikkan sebelah alisnya sebelum tawa terdengar dari laki-laki tersebut.
"Biar apa? Biar orang menganggap lo laki-laki yang baik? Biar orang menganggap lo begitu sayang sama Adhara sampai lo gak mau mendorong nama dia? Biar Adhara bisa cepet ngelupain lo kalau tau lo mengkhianati dia?" Tanya Antares dengan begitu sarkas yang kini membuat Chan mengepalkan tangannya pada pegangan koper yang dibawanya.
"Engga Chan. Malah menurut gue cara lo itu adalah cara terbego untuk melepas Adhara. Apa yang lo dapet? Pujian? Kagak, yang lo dapet malah hanya rasa sakit hati, kehilangan, dan penyesalan," ucap Antares yang begitu menusuk bagi Chan..
Tak kuat lagi mendengar semua ucapan Antares yang seolah sengaja memojokkannya membuat Chan segera pergi dari sana. Kini semua ucapan Antares tidaklah penting. Karena baginya yang terpenting sekarang adalah Adhara.
"Harusnya dari awal lo ngejelasin semuanya sama Adhara, bukannya malah melepas dia," teriak Antares pada Chan yang kini sudah masuk ke dalam mobilnya.
Antares menghembuskan nafasnya kasar kini ia hanya berharap yang terbaik untuk Adhara. Apapun keputusan gadis tersebut ia harap Adhara akan bahagia.
__ADS_1
Di mobil kini Chan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kini pikirannya begitu kacau. Akibat kesalahpahamannya kini ia malah kehilangan Adhara. Semua karena dirinya yang tidak bisa tegas dalam mengambil keputusan. Ia yang begitu berpikiran sempit hingga kini ia kehilangan gadisnya tersebut.
Tak lama ia akhirnya sampai di rumah Adhara, dengan segera Chan keluar dari mobilnya dan mengetuk pintu rumah tersebut beberapa kali, hingga pintu terbuka menampilkan Orion yang kini mengerutkan keningnya melihat Chan.
"Kak Chan gak ikut Kak Adhara sama Kak Arche?" Tanya Orion dengan bingung melihat keberadaan Chan yang berada di depan rumahnya.
Karena biasanya kemanapun Adhara dan Arche pergi pasti ada Nora juga Chan.
"Emang mereka kemana?" Tanya Chan pada Orion yang kini masih terlihat kebingungan.
"Katanya sih mau ke Jakarta," ucap Orion yang membuat Chan segera pergi dari sana membuat Orion kini semakin kebingungan melihatnya. Namun akhirnya ia memilih masuk kembali ke rumahnya tanpa mempedulikan Chan
Chan kini sudah mengemudikan mobilnya untuk menuju tempat yang Adhara tuju. Chan terus berpikir apa yang Adhara lakukan hingga harus pergi ke Jakarta hingga dapat ia ingat jika hari ini adalah dua tahun kematian Antariksa.
***
Adhara kini terduduk di depan makan yang sudah lama tak ia kunjungi tersebut dengan menundukkan kepalanya. Tangisnya tak dapat ia bendung. Entah sampai kapan jika berkunjung ke makam sahabatnya tersebut Adhara akan terus menangis. Karena sebenarnya ia juga ingin datang dengan sebuah senyuman menunjukkan pada Antariksa jika kini ia bahagia. Namun nyatanya hatinya begitu sulit untuk tersenyum.
"Semua udah ancur Ta, gue sama Chan dan Sky. Semua udah gak sama lagi Ta," ucap Adhara sambil mengelus batu nisan Antariksa.
Gadis tersebut mengungkapkan semua isi hatinya di sana. Bercerita banyak hal pada sahabatnya tersebut. Menganggap jika Antariksa berada di sana dan mendengarkan semua keluhan nya.
Baru saja gadis tersebut berdiri, Sky yang baru datang dengan bunga mawar putihnya terdiam melihat keberadaan Adhara di sana. Tatapan gadis tersebut sangat sulit untuk diartikan. Ada kerinduan namun juga kebencian dalam tatapannya.
"Gue gak tau apa keuntungan lo buat ngancurin persahabatan kita juga hubungan gue sama Chan. Tapi Sky, lo salah udah ngelakuin semua ini, gue cukup kecewa sama lo," ucap Adhara dengan begitu sinisnya pada Sky lalu segera pergi dari sana meninggalkan Arche yang kini tengah berhadapan dengan Sky.
"Dendam? benarkan apa yang gue bilang?” tanya Arche pada Sky yang kini sontak membuat tatapan gadis tersebut kini terarah pada Arche.
“Kalau alasan lo karena sebuah dendam lo salah Sky, menurut lo apa abang lo suka ngeliat lo kayak gini nggak Sky. Bahkan lo tau sendiri gimana abang lo selalu jagain lo dengan begitu protektif dan terkesan kasar. Lo tau kenapa? agar lo gak terjerumus sama pergaulan bebas, tapi apa yang lo lakuin sekarang? lo bahkan berani minum alkohol,” marah Arche pada Sky yang kini terdiam mendengar ucapan Arche tersebut.
Ini kali pertama Sky melihat Arche terlihat begitu marah. Arche sebenarnya merasa bersalah pada sahabat-sahabatnya terutama pada Antariksa karena ia tak bisa menjaga Sky dengan baik hingga membuat gadis tersebut berubah seperti ini. Bahkan kini karena gadis tersebut hubungan antara Chan dan Adhara harus berakhir.
“Abang lo ngorbanin dirinya buat kebahagiaan sahabatnya, buat kebahagiaan Adhara. Untuk hubungan Adhara dan Chan. Lalu lo malah merusaknya menurut lo seberapa kecewa abang lo karena merasa perjuangannya sia-sia?” tanya Arche pada Sky yang kini begitu menusuk.
Sky kini bahkan tak dapat membendung air matanya, tatapannya tertuju pada batu nisan di depannya. Arche dengan semua ucapannya seolah menghakimi Sky dengan perbuatannya tersebut.
“Gak cuma abang lo yang akan ngerasa gagal ngejaga lo Sky, tapi gue juga Chan ngerasa gagal ngejaga adik yang harus kita jaga,” ucap Arche pada Sky yang kini sudah terduduk di depan makan kakaknya tersebut menangisi semua kesalahannya. Ia benar-benar takut kakaknya malah akan kecewa padanya.
__ADS_1
“Gue tau lo orang yang baik Sky, jangan mengecewakan kami dan buat kami gagal menjaga lo Sky. Gue selalu bilang kan, lo gak sendiri Sky. Karena kita ada buat lo. Gue dan Chan juga abang lo,” ucap Arche sambil terduduk di samping Sky lalu memeluk gadis tersebut berusaha untuk menenangkan Sky.
“Renungi semua yang udah lo lakuin serta ucapan gue, gue pergi. Chan bakalan nganter lo balik,” ucap Arche dengan tatapannya yang kini lurus menatap ke depan melihat Adhara dan Chan yang kini saling berpelukan.
Arche menghembuskan nafasnya kasar lalu segera melepaskan pelukannya dari Sky.
“Besok lo harus balik kan? gue bakalan nganter lo balik,” ucap Arche lalu mengelus puncak kepala Sky setelahnya ia segera pergi membiarkan Sky sendiri di sana.
Namun bersamaan dengan itu ternyata Adhara sudah pergi meninggalkan Chan yang kini hanya terdiam dengan tatapan sendunya. Ia tahu pasti kini Chan tengah merasa menyesal dan Antares sudah menjelaskan semuanya pada Chan.
“Penyesalan selalu datang belakangan kan,” ucap Arche sambil menepuk pundak Chan.
“Antar Sky pulang,” ucap Arche pada Chan lalu segera pergi dari sana meninggalkan kedua orang tersebut dengan penyesalannya masing-masing.
***
Gimana Part ini? bikin greget gak? Yang nangis dan galau di part kemarin maaf ya. Author lagi galau jadi biar ada temen nya jadi aku ajak kalian aja galau bareng wkwk. Sorry all
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1