Atmosphere

Atmosphere
Ananke


__ADS_3

Info: Ananke adalah salah satu bulan yang berada di yupiter.


Happy Reading All.


***


Lapangan kini tengah terlihat begitu ramai menonton pertunjukan yang tak sebelumnya adalah pertunjukan yang tak mereka tonton. Kini ketiga laki-laki yang di sebut prince school tersebut tengah berdiri di lapangan sambil toa yang entah mereka dapat dari mana sambil membawa sapu dan alat pel yang digunakan sebagai sapu.


“Adhara,” suara teriakan tersebut terdengar dari Chan yang membawa toa.


“Adhara kita minta maaf, kita janji deh gak akan ngulangin lagi,” teriak Chan begitu menggelegar di tengah lapangan.


Berharap Adhara akan mendengar suara teriakan tersebut. Kini mereka benar-benar sudah menjadi pusat perhatian. Tak hanya yang berdiri di dekat lapangan tapi juga yang berdiri di depan kelas mereka masing-masing. Melihat kehebohan yang sebelumnya ketiga laki-laki itu tak pernah perbuat.


Antariksa yang memegang alat pel segera mengambil toa yang Chan bawa lalu memberikan alat pel yang di bawahnya pada Chan.


“Adhara kita bakal ngelakuin apapun biar lo gak marah,” ucap Antariksa membuat suara sorakan terdengar begitu nyari.


Iri, itulah yang para kaum hawa itu rasakan. Memangnya siapa yang tak akan iri melihat bagaimana perlakuan ketiga laki-laki itu pada Adhara. Adhara memang begitu beruntung karena bisa menaklukkan ketiga laki-laki itu sekaligus. Bahkan Chan yang begitu dingin dan cuek pun berubah begitu hangat hanya pada Adhara.


Arche yang kini mengambil toa yang di bawa Antariksa lalu memberikan sapu yang di bawahnya pada sahabatnya itu.


“Adhara kita bakalan bawain sebuah lagu buat lo, semoga lo suka ya. Kalau suara Antariksa atau Chan jelek tutup telinga aja atau lo lakban aja mulutnya,” ucap Arche dengan leluconnya membuat laki-laki itu seketika menjadi sasaran empuk sahabatnya yang langsung memukul Arche dengan sapu dan alat pel.


“Sakit bego,” maki Arche sambil mengelus tangannya yang terkena pukulan dari sahabatnya itu.


“Bacot,” ucap Antariksa dan Chan kompak.


***


Kini Adhara masih berada di dalam kelasnya sedang menyalin catatan yang telat ia catat. Jam istirahat yang bisa ia gunakan untuk mengisi perutnya di kantin kini malah ia harus relakan untuk menyalin catatan karena ia yang tadi mencatat di papan tulis menggantikan sekretaris kelas yang tak masuk sekolah.


“Dhar bener lo gak makan?” tanya Elara pada Adhara yang dibalas dengan gelengan oleh gadis tersebut yang begitu serius menjalin catatannya.


Adhara tak ingin menyalinnya di rumah mengingat ia akan mulai bekerja hari ini jadi ia tak ingin menambah pekerjaan rumahnya. Bahkan kini ia masih bingung tentang alasan apa yang akan ia gunakan untuk membohongi Chan karena akan pulang malam.

__ADS_1


“Mau nitip gak?” tanya Ariel yang sekali lagi Adhara balas dengan gelengan. Lagi pula moodnya saat ini sedang tidak baik jadi ia begitu malas untuk mengatakan apapun.


Bahkan saat mencatat di papan tulis tadi tak ada yang mengomentari apapun yang Adhara lakukan, entah karena Adhara menghalangi papan tulis atau karena tulisannya ada yang kurang jelas, atau bahkan Adhara yang menulis begitu cepat. Mereka hanya mengikuti tanpa mau berkomentar karena ia tak ingin terkena amukan Adhara.


Di kelas Adhara hanya sendiri karena teman-temannya sedang menikmati waktu istirahat marah entah ke kantin atau ke tempat lainnya yang berada di sekolah.


Hingga tak beberapa lama akhirnya Adhara selesai dengan catatannya bertepatan dengan Elara dan Ariel yang datang dengan begitu hebohnya membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung.


“Kenapa?” tanya Adhara bingung melihat kedua gadis itu yang begitu heboh.


“Coba deh lo liat di lapangan tingkah tiga lakik lo,” ucap Elara sambil menarik Adhara untuk keluar dari kelasnya.


Adhara mengerutkan keningnya mendengar kata tiga suaminya, memangnya siapa? Tanpa mau memikirkannya terlalu lama Adhara segera mengikuti kedua temannya itu keluar lalu menoleh ke arah bawa saat melihat banyaknya orang yang menonton.


Saat melihat ke bawah Adhara dibuat menganga melihat ketiga laki-laki yang selalu menjadi pengawalnya yang tak perlu dibayar tersebut kini malah tengah membuat kehebohan.


Adhara hanya bisa menggeleng melihatnya sambil menepuk keningnya. Melihat Chan yang biasanya begitu dingin dan Arche yang biasanya begitu menjaga image nya, dan Antariksa yang biasanya selalu terlihat sangar tersebut kini malah terlihat begitu konyol.


Adhara mengusap wajahnya gusar lalu memilih untuk kembali ke kelasnya namun suara dari toa yang Chan bawa terdengar begitu menggelegar.


Tatapan tajam Adhara terlihat begitu menusuk menatap kesal laki-laki tersebut. Setelah membuat kesalahan kini malah membuat Adhara malu dengan tingkah konyol mereka. Mereka yang bersikap konyol tapi Adhara yang malu.


“Adhara kita minta maaf, kita janji deh gak akan ngulangin lagi,” teriak Chan yang membuat Adhara berdecak. Sekarang saja ia akan berkata seperti itu, namun setelahnya pasti Chan akan kedua sahabatnya itu akan mengulanginya lagi.


“Adhara kita bakal ngelakuin apapun biar lo gak marah,” ucap Antariksa yang terdengar begitu serius namun tentu Adhara tak akan mempercayainya. Laki-laki hanya mengucapkannya saja namun saat ditagih dengan ucapannya itu ia akan pura-pura lupa seakan tak akan mengatakannya.


“Adhara kita bakalan bawain sebuah lagu buat lo, semoga lo suka ya. Kalau suara Antariksa atau Chan jelek tutup telinga aja atau lo lakban aja mulutnya,” ucap Arche dengan leluconnya. Adhara bahkan di buat menggeleng dengan ucapan tersebut. Ia bahkan tak menyangka jika orang seperti Arche yang selalu mempertahankan sikap wibawanya kini malah bisa bertingkah memalukan begini hanya untuk meminta maaf padanya.


Jujur saja melihat tingkah konyol ketiga laki-laki itu membuat Adhara tersanjung, karena mereka rela mempertaruhkan harga diri untuk Adhara. Meruntuhkan sikap mereka yang tak pernah bertingkah konyol dan memalukan seperti ini hanya demi meminta maaf pada Adhara.


Adhara akhirnya luluh juga, gadis itu menghela nafasnya lalu segera berjalan ke arah lift untuk menghampiri ketiga laki-laki itu di lapangan sebelum suara rusak mereka menghancurkan sekolah.


Feels like we're on the edge right now


I wish that I could say I'm proud

__ADS_1


I'm sorry that I let you down


L-l-let you down


All these voices in my head get loud


I wish that I could shut them out


I'm sorry that I let you down


Suara kompak dari ketiga laki-laki itu terasa begitu menghanyutkan. Tak ada yang salah dari suara mereka karena suara alunan musik itu begitu merdu. Adhara bahkan di buat terhanyut mendengarnya.


Saat sampai di lapangan Adhara segera berkacak pinggang dan menatap datar pada ketiga laki-laki yang kini menatapnya dengan senyuman. Adhara segera mengambil alat pel yang Chan bawa lalu memukulkannya pada ketiga laki-laki yang langsung menghentikan lagunya itu.


“Adhara sakit, ampun ampun,” ucap ketiga laki-laki itu kompak lalu segera berlari dari sana.


Adhara menghela nafasnya kasar sambil menggeleng. Sekarang seisi sekolah tertawa melihat adegan di depannya mereka sekarang. Merasa terhibur dengan tingkah keempat orang itu. Tanpa mereka sadari ada tiga pasang mata yang tengah menatap kesal ke arah mereka dengan tatapan tajam dan tangan yang mengepal.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2