Atmosphere

Atmosphere
Neptunus


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Nora, gadis yang kini tengah berdiri di depan pintu apartemen Adhara tersebut adalah Nora. Sudah bisa ditebak apa maksud dari gadis itu datang ke apartemen Adhara. Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang melelahkan bagi Adhara. Berhadapan dengan masalah selalu kurasakan hari ini. Mulai dari gebetan Antariksa yang hanya dianggap sebagai hiburan kini malah masalah di depannya tak henti datang secara bergerombolan.


“Nora,” panggil Adhara yang kini sudah memasang wajah datarnya, hari ini Adhara sudah cukup lelah hanya untuk berpura-pura.


Bukan hanya fisiknya yang lelah tapi juga hatinya dan ia tahu Chan kini pasti tengah bertengkar dengan batinnya sendiri melihat masalah yang terus datang padanya. Rasanya baru saja mereka merasakan sebuah kebahagian dengan tertawa bersama dengan begitu lepas.


Kini malah masalah baru sudah datang menyambut mereka. Memang jika tertawa dan bahagia seharusnya tidak perlu berlebihan agar setelahnya tidak merasakan sakit. Karena bahagia dan luka memiliki porsi yang sama dalam kehidupan.


Adhara dan Chan berjalan mendekat lalu Adhara segera membuka pintu apartemennya. Tak ada yang membuka pembicaraan Nora pun tampak berbeda sekarang. Terlihat begitu tegas dan kaku. Bahkan kini gadis itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya.


Apa efek Arche yang meninggalkannya begitu dahsyat? Lagi pula Arche meninggalkannya karena sebuah alasan yang memang tak bisa untuk mereka tentang.


“Masuk,” ucap Adhara mempersilahkan Nora untuk segera masuk.


Setelahnya mereka masuk Chan segera menutup pintu. Kini mereka tengah duduk di karpet berbulu yang berada di ruang tamu tersebut.


“Papa yang suruh lo kesini?” tebak Chan tanpa berbasa-basi namun tentu saja tepat sasaran karena memang itulah yang terjadi. Jika bukan Leo yang meminta Nora untuk datang tak mungkin gadis itu akan datang.


Karena setelah masalahnya dengan Arche mereka sudah tidak pernah lagi nongkrong bareng untuk berkumpul. Kini hanya Arche, Chan, Antariksa, Adhara, juga Sky yang sering kumpul entah di apartemen Adhara atau rumah Sky.


Nora menjawab pertanyaan Chan dengan sebuah anggukan membuat senyuman angkuh Chan terbit. Adhara yang melihat hal tersebut bahkan di buat bergidik ngeri melihat senyuman tersebut yang terlihat begitu menakutkan. Jika saja tatapan dan senyuman bisa membunuh mungkin kini Nora hanya tersisa nama.


“Tuan meminta saya untuk membawa Tuan muda pulang dan menerima pertunangan dengan Nona Titania, juga meminta Tuan Muda untuk meminta maaf pada Nona Titania,” ucap Nora dengan tegas.


Chan yang mendengarnya malah tertawa dengan begitu sinis lalu mencondongkan badannya menatap Nora yang terdiam di depannya.


“Lo pikir gue mau pergi? Lo pikir gue sudi minta maaf atas kejahatan yang gak gue lakuin? Emang mereka siapa? Gue bahkan gak peduli kalau nama gue di coret dari KK,” ucap Chan yang tak kalah tegas.


Chan memundurkan tubuhnya dengan terus menatap Nora datar. Adhara hanya diam di sana tanpa berniat untuk membuatkan minuman. Lagi pula untuk apa bersikap baik pada orang yang tak ingin menerima sikap baiknya?

__ADS_1


“Tuan pasti akan marah besar jika Tuan muda tak ingin kembali,” ucap Nora sambil menatap Chan dengan tatapan memohon. Karena pasti jika Chan tak mau ikut dengannya kembali bukan hanya Chan yang akan terkena amarah Leo tapi juga dirinya yang akan terkena amarah laki-laki itu.


“Gue gak peduli, gue udah bilang apapun yang dilakukan gue gak peduli. Gue gak akan pernah mau kembali ke rumah sialan itu,” ucap Chan dengan amarahnya.


Adhara menggenggam tangan Chan sambil mengelus tangan laki-laki itu berusaha untuk menenangkan Chan juga memberi kekuatan pada Chan. Menegaskan jika ia berada di sana untuk mendukung apapun keputusan Chan.


Ia tak ingin melihat Chan kembali pada lubang yang sama dengan rasa sakit yang pernah ia rasakan. Hidup dalam sebuah tekanan tentu bukan keinginan siapapun.


“Tidak bisakah Tuan kembali? Dan membantu saya? Jangan egois Tuan karena bukan Tuan yang akan mendapatkan amarah Tuan Leo tetapi saya,” ucap Nora dengan teriakannya membuat Chan mengepalkan tangannya dan ingin rasanya memukul wanita di depannya tersebut karena berani berteriak padanya.


Adhara menggeleng pada Chan memperingatkan laki-laki itu untuk tetap mengendalikan emosinya.


“Keluar dari rumah gue sekarang. Berani banget lo berteriak ke gue? Lo siapa?” bentak Chan membuat Adhara dan Nora berjengit kaget mendengarnya karena Chan kini sudah terlihat begitu menyeramkan.


“Tuan maafkan saya. Tapi saya mohon tolong kembali Tuan,” ucap Nora sambil menunduk dalam karena tentu ia tahu jika ia salah.


“Keluar,” ucap Chan datar membuat Nora menggeleng.


“Tuan Leo meminta Anda kembali dan datang untuk pertemuan dan mempersiapkan pernikahan tuan. Nona Nora meminta Tuan Leo untuk membawa Tuan kembali dan menikahi Nona Titania dua tahun lagi,” ucap Nora yang kini malah membuat Chan tertawa dengan begitu sumbang lalu membukakan pintu untuk Nora.


“Jika tuan tidak kembali maka keluarga Tuan juga keluarga Nona Titania akan bermusuhan,” peringat Nora sekali lagi sebelum Chan mendorongnya untuk segera keluar dan menutup pintu dengan keras.


Adhara menghela nafasnya kasar dari luar jendela bisa Adhara lihat jika di bawah sangat banyak bodyguard yang berjaga, entah bagaimana saat mereka naik tadi mereka tak menyadari kehadiran para bodyguard tersebut.


Adhara mendekat ke arah Chan lalu menatap laki-laki itu dengan senduh. Adhara menundukkan kepalanya pembuat Chan mengerutkan keningnya bingung melihat tingkah gadis itu.


“Maaf,” ucap Adhara dengan tatapan sendunya. Chan yang mendengarnya menghela nafasnya lalu memegang pundak Adhara menatap gadis yang lebih pendek darinya itu dalam.


“Lihat gue,” ucap Chan pada Adhara membuat Adhara melihat ke arah Chan dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


Ia sangat merasa bersalah dengan Chan karena apa yang ia lakukan pada Titania hari ini membawa petaka bagi laki-laki itu. Jika keluarganya memang benar membuangnya maka setelah ini Chan mungkin tak lagi memiliki siapa-siapa, dan semua itu karena dirinya.


“Gue gak papa Adhara, percaya sama gue semua akan baik-baik saja,” ucap Chan dengan senyuman menenangkannya yang malah membuat Adhara semakin merasa bersalah hingga kini tanpa sadar gadis itu sudah mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


Memang di saat seperti ini hati Adhara begitu lembut jika sudah menyangkut sebuah keluarga. Apa lagi dengan dirinya yang kini tengah PMS membawa hormon nya tak menentu.


Chan membawa Adhara yang menangis kedalam pelukannya dan mengelus punggung Adhara menenangkan gadis itu.


“Gimana kalau lo benar di coret dari KK?” tanya Adhara dengan tangisnya yang masih saja terdengar.


“Gue bener-bener gak papa. Bahkan kalau gue gak punya siapa-siapa lagi di dunia ini gue gak masalah,” ucap Chan dengan senyuman yang begitu menenangkan.


“Lo masih punya gue, masih ada Mama lo yang sayang sama lo, masih ada sahabat-sahabat lo yang baik sama lo,” ucap Adhara membuat Chan mengangguk.


“Gue tahu,” ucap Chan lalu melepaskan pelukannya dan merenggangkan jarak nya dan Adhara.


“Udah jangan nangis, lo jelek kalo nangis,” ucap Chan lalu tanpa sadar mencium kening Adhara lama.


Adhara hanya memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan Chan yang begitu lembut dengan detak jantung nya yang berpacu dengan begitu tak terkontrol.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2