Atmosphere

Atmosphere
Sb (Antimon)


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Jam baru saja menunjukkan enam lebih lima belas menit tapi Chan dan Adhara sudah memulai pertengkaran paginya di parkiran sekolah, dengan permasalahan hanya karena Chan yang memaksa Adhara untuk datang bersamanya dan karena kini mereka menjadi pusat perhatian seluruh sekolah.


Meskipun hal ini sudah sering terjadi tetap saja Adhara akan selalu mengeluh padanya, biasanya saat mereka berjalan bersama Adhara akan meminta Chan menurunkannya di halte atau saat mereka datang siang barulah akan turun di parkiran dengan berusaha menebalkan wajahnya.


“Kan, elo sih udah di bilang masih pagi gini mending turun di halte,” ucap Adhara dengan wajah kesalnya. Kini gadis itu masih setia berada di dalam mobil Chan masih duduk dengan begitu manis dengan tangan yang bersedekap dada.


“Udah sih tebelin muka aja, biasanya juga tutup telinga,” ucap Chan dengan wajah datarnya seolah mengatakan hal tersebut bukanlah apa-apa baginya.


Adhara menghela nafasnya kasar dan masih enggan untuk keluar. Chan yang sudah berdiri sambil membukakan pintu di samping Adhara sedari tadi hanya bisa menghela nafasnya kasar lalu segera membukakan seat belt untuk Adhara.


“Heh mau apa lo?” tanya Adhara dengan khawatir saat melihat Chan yang mendekatkan diri padanya, saat melihat Chan yang ternyata membukakan selt beat nya baru Adhara menghela nafasnya lega.


“Ayo turun,” ajak Chan membuat Adhara mendengus dan segera memilih keluar dengan berusaha bersikap biasa saja padahal hatinya terus menggerutu kesal.


Baru saja Adhara hendak berjalan sebuah tamparan mendarat mulus di wajah gadis tersebut. Awalnya Adhara terdiam masih mencerna apa yang terjadi karena semua ini terjadi secara tiba-tiba sebelum bentakan Chan terdengar begitu keras.


“Apa yang lo lakuin hah?” bentak Chan pada gadis di depannya yang sudah berani menampar Adhara. Bentakan Chan tersebut menarik semua mata untuk melihat mereka hingga kini mereka menjadi pusat perhatian.


“Semua ini karena lo yang lebih milih dia, dia orang baru tapi dengan berani mengambil lo dari gue,” teriak orang di depannya dengan murka. Chan yang mendengar hal tersebut terkekeh dengan keras namun justru terdengar begitu menakutkan.


“Lo pikir selama ini gue nerima lo karena gue suka sama lo? Enggak sama sekali, gue nerima lo hanya demi dapet makan di rumah gue, jadi lo tahu seberapa harga buat lo? Hanya sebungkus nasi seharga nasi warteg,” hardik Chan dengan begitu menyakitkan. Gadis di depannya itu yang mendengarnya di buat terpaku, ia tak menyangka jika selama ini Chan begitu memandang rendah dirinya dan kali ini malah mengungkapkannya di depan umum dengan begitu kasar.


Ia masih tak menyangka orang seperti Chan yang begitu cuek ternyata saat mengatakan sesuatu yang panjang terkesan begitu tajam dan menusuk. Adhara juga dibuat terdiam mendengarnya, selama ini ia jarang sekali mendengar Chan mengatakan hal sekasar tersebut walau dia memang tahu jika Chan mulutnya suka rusak filternya.


“Chan,” lirik Adhara merasa tak suka dengan ucapan Chan. Bagaimanapun Chan adalah seorang laki-laki dan berkata kasar pada seorang gadis tentu bukan hal yang baik dan begitu menyakitkan.

__ADS_1


“Kenapa?” bentak Chan pada Adhara membuat gadis itu berjengit kaget. Ia menjadi bingung dengan emosi Chan akhir-akhir ini yang suka meledak-ledak. Entah ada apa sebenarnya dengan laki-laki tersebut.


Chan menghela nafasnya kasar karena merasa bersalah mengatakan hal kasar pada Adhara. Chan menarik tangan Adhara untuk pergi dari sana, Adhara hanya bisa mengikuti langkah Chan tanpa mau membantah tak ingin membuat laki-laki itu semakin marah.


Chan membawanya menuju UKS untuk mengobati lebam di gadis tersebut karena, gadis yang tak lain adalah Tita tersebut menamparnya dengan sangat keras.


Adhara segera duduk di salah satu brankar lalu membiarkan Chan mengobati lebamnya. Chan menghela nafasnya kasar memberikan salep di wajah Adhara dengan pelan takut menyakiti gadis tersebut.


“Sakit?” tanya Chan yang di balas dengan anggukan oleh Adhara namun tentu saja hal ini bukan apa-apa bagi Adhara yang sudah sering mendapatkannya saat latihan bela diri.


“Kenapa tuh mak lampir balik lagi? Padahal sebelumnya dia gak ada muncul,” ucap Adhara dengan kerutan di keningnya. Chan hanya mengedikkan bahunya karena ia juga tak tahu apa yang tengah terjadi namun ia bisa menebak pasti telah terjadi sesuatu hingga Titania bertindak seperti itu.


“Gak usah dipikirin, anggap aja anjing yang lagi gonggong,” ucap Chan cuek dan segera meletakkan kembali kotak P3K nya di tempatnya kembali. Adhara menghela nafasnya kasar lalu hanya bisa menggeleng mendengar ucapan Chan.


“Chan, gue gak suka lo berkata kasar gitu, ucapan lo tadi kasar banget,” ucap Adhara mengungkapkan isi hatinya. Chan menghela nafasnya tak ingin menjawab ucapan Adhara.


“Gue bisa nanganin dia sendiri,” ucap Adhara lalu segera pergi dari sana meninggalkan Chan yang hanya bisa menghela nafasnya kasar, memang ia yakin Adhara pasti bisa menghadapi Tita sendiri karena ia adalah gadis yang kuat.


***


Setelah keluar dari UKS Adhara menghela nafasnya kasar dan segera menuju kelasnya namun di belokan koridor ia malah tidak sengaja bertemu dengan Sky yang memandangnya dengan tatapan khawatir.


“Adhara lo gak papa?” tanya Sky khawatir, setelah mendengar jika sahabatnya itu di tampar oleh Titania ia dengan segera mencari Adhara dengan wajah khawatirnya.


“Gue gak papa, ayo pergi,” ucap Adhara sambil menarik tangan Sky untuk segera pergi dari sana.


“Setelah gak pernah muncul tuh medusa kenapa balik lagi dah?” tanya Sky dengan dengusan kasarnya. Adhara menjawabnya dengan gelengan karena ia juga tak tahu apa yang terjadi hingga gadis itu datang-datang langsung menamparnya.


“Udah mulai panas kali,” ucap Adhara dengan acuh.

__ADS_1


“Kenapa lo gak ngelawan? Kalau gue jadi elo udah gue patahin deh tangannya,” ucap Sky dengan menggebu-gebu.


Adhara membalasnya dengan kekehan lalu menepuk pundak Sky.


“Gue gak papa, lo tenang aja,” ucap Adhara membuat Sky mendengus lalu menghentikan langkahnya dan menatap Adhara tajam.


Adhara mengerutkan keningnya bingung melihat Sky yang menghentikan langkahnya. Gadis itu memegang dagunya lalu membalikkan wajahnya pada pipinya yang memerah karena bekas tamparan. Lalu memukulnya dengan keras membuat Adhara mengaduh kesakitan.


Namun tak lama setelah Sky melakukan hal tersebut sebuah pukulan mengenai kepalanya membuat Sky mengaduh kesakitan. Adhara yang melihat hal tersebut segera melihat ke arah tersangka pada orang yang telah melakukan hal jahat itu pada Sky.


Sky juga melihat ke arah orang tersebut lalu segera menangis merasakan sakit di kepalanya merasa mungkin kepalanya kini sudah benjol karena ulah orang yang telah melakukan nya tersebut.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2