
Info: Amalthea adalah salah satu nama bulan yang ada di Yupiter
Happy Reading All.
***
Setelah pulang dari rumah Antariksa tadi, Adhara segera membersihkan dirinya setelahnya barulah Chan yang membersihkan diri.
Adhara masih begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya ketiga laki-laki tersebut sembunyikan darinya, namun saat bertanya pada salah satu dari mereka jelas saja semua itu percuma saja. Mereka tak akan memberitahu Adhara jadilah Adhara hanya bisa menahan penasarannya.
Kini jam baru saja menunjukkan pukul delapan malam dan Adhara serta Chan kini tengah berada di ruang tamu sambil menonton film dengan genre action. Gadis tersebut begitu serius menonton tayangan yang sedang berlangsung di depannya sampai tak menyadari jika sedari tadi Chan terus curi-curi pandang ke arah Adhara dengan senyuman di wajah laki-laki itu yang terlihat begitu tampan.
Akhirnya setelah lama Chan memperhatikan gadis itu, Adhara mulai menyadarinya hingga ia menoleh arah Chan dengan kerutan di dahinya.
"Kenapa?" Tanya Adhara bingung yang hanya di balas gelengan oleh Chan membuat Adhara semakin bingung dengan apa yang tengah terjadi pada laki-laki itu.
"Ck gue cantik ya?" Tanya Adhara dengan begitu pede nya membuat Chan yang mendengarnya sontak meledakkan tawanya. Tak ia sangka gadis di depannya tersebut akan mengatakan hal seperti itu dengan mudahnya dan begitu santai.
"Gue tau lo emang kepedean, tapi gue gak tau kalo lo sepede ini," ucap Chan dengan tawanya sambil mendorong kening Adhara dengan jari telunjuknya membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal.
"Jahat banget lo, KDRT nih," ucap Adhara kesal masih dengan mengerucutkan bibirnya. Chan yang mendengar nya hanya menggelengkan kepalanya, memang tak akan ada habisnya jika sudah beradu argumen dengan Adhara yang begitu pandai bersilat lidah itu.
"Gue bukan laki lo, dan lo bukan bini gue," ucap Chan dengan tawanya.
Namun jika bisa, ia ingin kata bukan di sana di hapus, agar ia bisa memiliki Adhara begitupun dengan Adhara.
"Ya udah ayo nikah," ucap Adhara dengan begitu mudahnya membuat Chan menggeleng mendengarnya. Apa gadis itu kira menikah hanya sebuah kata? Menikah tidak semudah yang diucapkan bukan hanya sekedar serah terima tanpa tujuan ataupun tanggung jawab.
Bukan seperti membeli makanan yang hanya sebuah kata dan bisa dimakan atau tidak setelahnya. Bukan hanya seperti membeli barang yang bisa dibuang sesuka hati saat tak lagi menginginkannya.
Menikah adalah sebuah ikatan suci, yang jika sudah mengucapkan kata saya terima dan perkataan sah dari para saksi sudah terdengar maka semua tanggung jawab baru mulai tercipta.
Lagipula menikah sama seperti sebuah gunung, indah di pandang dari jauh namun saat berada di dalamnya kita akan melihat sisi buruk dari gunung. Entah jalanan yang berbatuan, jurang yang terjal, atau pepohonan yang tinggi menjulang.
__ADS_1
“Chan, gue Cuma becanda. Lu serius banget dah,” ucap Adhara dengan tawanya sambil mengusap wajah Chan dengan tangannya. Melihat wajah Chan yang terlihat begitu serius seperti itu mampu membuat Adhara tertawa dengan begitu lepas karena wajah Chan yang terlihat lucu tersebut.
“Stres lu, udah lah gue pergi dulu,” ucap Chan yang akhirnya memilih untuk pergi.
Laki-laki itu segera menuju kamarnya mengambil jaket juga kunci mobilnya. Adhara mengerutkan keningnya saat melihat Chan yang ingin pergi. Sepertinya urusan dengan dua sahabatnya itu.
Tak ingin ambil pusing Adhara memilih untuk melanjutkan menonton tayangan di depannya menghiraukan Chan yang pergi entah kemana.
***
Chan berjalan dengan santai menuruni tangga menuju parkiran mobilnya berada. Ucapan Adhara tadi yang hanya sebuah candaan bagaimana bisa ia menganggapnya dengan serius?
Chan mengusap wajahnya kasar berusaha menutupi rasa malunya yang masih saja ia rasakan. Saat sampai di parkiran mobilnya berada Chan segera masuk ke mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan menuju tempat tujuannya.
Hingga tak lama Chan sampai di tempat yang cukup sepi, hanya ada anak-anak muda dengan motornya yang terdengar begitu riuh. Chan memarkirkan mobilnya tak jauh dari sana lalu segera menuju teman-temannya berada.
Terlihat Antariksa dan Arche yang tengah berbincang dengan temannya yang lain. Tak jarang di sana juga banyak wanita yang dibawa oleh para anak muda tersebut.
Chan hanya membalasnya dengan senyuman tipis lalu menyalami satu persatu temannya dengan salaman khas laki-laki.
“Gimana udah siap?” tanya laki-laki tadi dengan senyuman di wajahnya yang Chan balas dengan anggukan.
Laki-laki tersebut adalah Baron, ketua geng motor yang Chan ikuti. Chan, Antariksa, dan Arche memang mengikuti salah satu geng motor tapi ketiga laki-laki itu tidak terlalu aktif karena keluarga mereka yang begitu keras pada mereka dan membatasi ruang mereka.
Sehingga ketiga laki-laki itu hanya berkumpul saat sedang aktif saja. Dan malam ini Chan yang memang juaranya balap akan ikut balap tentu saja awalnya hal tersebut menjadi tanda tanya pada teman-temannya karena Chan biasanya selalu menolak saat ditawari balapan dengan alasan malam atau sibuk.
Namun kini laki-laki itu malah menawarkan diri untuk mengikuti balapan, tentu semua ini Chan lakukan untuk mendapatkan hadiah dari balapan tersebut yang tentu saja tidak sedikit.
“Motor lo aman?” tanya Chan pada Antariksa karena memang malam ini ia akan menggunakan motor Antariksa karena motornya yang berada di rumahnya. Ia sangat malas membawa motor kesayangannya itu dan malah hanya akan membuat nya bertemu dengan orang-orang di rumahnya saat ia datang untuk mengambil motornya.
“Aman, lo tenang aja,” ucap Antariksa membuat Chan mengangguk.
Lalu laki-laki tersebut mulai memposisikan dirinya. Lawan Chan yang berada di sampingnya menatap Chan dengan tajam. Ia cukup mengenal laki-laki tersebut yang memang selalu memiliki ambisi untuk melawannya namun selalu Chan tolak namun Malam ini akhirnya Chan menyetujuinya.
__ADS_1
Dengan hadiah yang begitu menjanjikan. Sebuah mobil lamborghini keluaran terbaru. Lumayan jika ia mendapatkannya maka ia bisa menghidupi kebutuhannya dan juga Adhara. Namun jika ia kalah maka ia harus merelakan mobil kesayangannya tersebut pada lawannya.
Seorang wanita dengan pakaian seksi berdiri di tengah jalan sambil memegang bendera catur. Wanita tersebut mulai menghitung suara deru motor semakin keras terdengar hingga di hitungan ketiga kedua laki-laki tersebut akhirnya melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh saling berlomba untuk kemenangan.
Kini bagi Chan yang terpenting adalah mobil baru juga mobil kesayangannya, sedangkan bagi Keil, yang tak lain adalah lawannya yang terpenting adalah sebuah kemenangan untuk harga dirinya.
Chan kini berada di belakang Keil, menciptakan jarak tipis bagi keduanya. Para penonton yang tak lain adalah teman-teman geng mereka sudah bersorak menyerukan nama temanya.
Hingga saat mereka sudah berada di dekat garis finish, Chan dengan taktiknya dan kecepatan motornya berusaha menyalip Keil dan akhirnya laki-laki itulah yang berada di garis Finish lebih dulu.
Senyuman Chan terlihat begitu jelas di balik helm fullface nya. Teman-temannya langsung menghampiri Chan dan bersorak atas kemenangan sahabatnya itu.
“Gimana?” tanya Chan pada Keil saat ia membuka helm fullface nya tersebut.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1