Atmosphere

Atmosphere
S2 Gerhana Bulan Total


__ADS_3

Fyi "saat terjadi gerhana bulan total, bayangan bumi (umbra) menutupi bulan sepenuhnya. Selama gerhana bulan total, bulan akan tampak merah terang di langit malam."


Happy Reading All.


***


Hari ini kampus kembali di buat iri dengan pasangan Antares juga Sky. Info jika mereka sudah bertunangan langsung menyebar dengan begitu luas setelah Sky dan Antares yang memberikan info jika mereka sudah bertunangan. Mereka bahkan juga memposting foto pertunangan mereka di akun sosial mereka.


Atlas dan Alula yang mendengar info tersebut bahkan kini begitu menjaga jarak dari mereka. Hingga kini Antares hanya berdua bersama dengan Sky kemanapun mereka pergi. Mereka malah terlihat seperti anti sosial karena mereka hanya berdua dan seperti tak memiliki teman.


“Mau main di lapangan mana?” tanya Sky pada Antares yang kali ini berjalan di sampingnya sambil menggenggam tangan nya dengan erat.


Kali ini Antares juga Sky akan menuju lapangan masket, lebih tepatnya kini Sky akan menamni Antares yang akan latihan basket. Kini mereka berjalan bersama menuju lapangan dengan Antares yang selalu menggenggam tangan Sky dengan begitu erat.


“Berasa mau nyebrang gue di pegang gini,” ucap Sky pada Antares yang segera melepaskan tangannya membuat Sky kini mengerutkan keningnya bingung melihat hal tersebut.


“Kenapa dilepas?” tanya Sky dengan tatapan bingungnya pada Antares yang kini menatap Adhara dengan tatapan seriusnya.


“Berasa bocah lagi gandeng emak gue soalnya,” ucap Antares yang setelahnya langsung meledakkan tawanya, mendengar hal tersebut Sky memelototkan matanya lalu segera mengejar Antares yang kini malah menjauh darinya.


Kini banyak yang menatap mereka dengan tatapan iri nya saat melihat bagaimana serunya hubungan antara Antares juga Sky. Hubungan antara si Barbar dan si pencari masalah. Memang jarang melihat mereka bermesraan di depan umum namun melihat pertengkaran mereka rasanya sudah membiar iri.


Sky kini berlari ke arah Antares lalu segera meloncat dan kini ia sudah berada di gendongan Antares. Yang segera menahan Sky yang berada di punggungnya.


“Berasa lagi bawa beban berton ton,” ucap Antares menggoda gadisnya tersebut yang membuat Sky kesal mendengarnya. Dengan kesalnya Sky malah dengan sengaja menggigit telinga Antares membuat laki-laki tersebut kesakitan namun tetap saja ia masih tertawa.


 “Gak usah ngehina, ini salah kamu juga yang sering ngasih aku makan,” ucap Sky pada Antares yang menjawabnya dengan tawa laki-laki tersebut.


“Udah aku rajin bawa olah raga juga,” ucap Antares pada Sky yang hanya menjawabnya dengan anggukan karena memang benar apa yang dikatakan oleh laki-laki tersebut jika Antares memang begitu sering mengajaknya untuk berolahraga sekedar lari pagi atau Gym.


Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di lapangan yang kini sudah banyak mahasiswa yang tengah berlatih basket, dengan banyaknya para mahasiswi yang kini menonton mereka. Antares dengan segera menurunkan Sky lalu memulai pemanasannya, kini Sky bahkan ikut melakukan pemanasan di samping Antares.

__ADS_1


“Berasa artis di liatin gini,” ucap Sky dengan senyumannya yang membuat Antares menggeleng mendengar ucapan gadis di sampingnya tersebut.


“Ini mah karena aku ganteng mangkanya banyak yang ngeliatin. Mangkanya kamu tuh harus bangga punya tunangan kayak aku,” ucap Antares dengan berbangga dirinya yang membuat Sky berdecih mendengarnya.


Saat mereka tengah melakukan pemanasan tiba-tiba saja ada bola yang kini mengarah pada Sky, melihat hal tersebut dengan segera Antares melindungi Sky hingga punggung nya yang akhirnya terkena bola. Melihat hal tersebut Sky memelototkan matanya.


“Woy lo kalo main bola hati-hati dong,” teriak Sky yang hendak menghampiri orang yang sudah melempar bola ke arahnya tersebut, namun Antares dengan segera menahan tunangannya tersebut ia hanya tak ingin jika terjadi sesuatu pada orang tersebut mengingat bagaimana tunangannya itu.


“Udah Yang biarin aja,” ucap Antares sambil menahan Sky yang sama sekali tak menghiraukannya dan tetap saja akan mencari orang tersebut.


“Lepas gak,” kesal Sky pada Antares yang membuat Antares menghembuskan nafasnya kasar melihat tingkah gadis tersebut. Akhirnya Antares memilih untuk menggendong Sky seperti karung beras karena ia tak ingin jika terjadi keributan jadi lebih baik ia membawa Sky untuk segera pergi. Apa lagi kini mereka sudah menjadi pusat perhatian seluruh lapangan.


“Awas lo ya, gue tandain muka lo,” ucap Sky yang masih sempat untuk mengancam laki-laki yang kini hanya terdiam melihat tingkah Sky tersebut sambil menggelengkan kepalanya. Ia masih tak menyangka jika ada tipe perempuan seperti Sky di dunia ini.


Antares akhirnya memilih untuk membawa Sky menuju gedung basket indoor untuk bermain di sana daripada menimbulkan kerubatan yang akan semakin memancing orang untuk datang dan melihat. Jadi lebih baik ia yang mengalah dan menjadi orang warasnya.


***


“Chan,” panggil Adhara dengan senyumannya yang membuat Chan tersenyum melihat keberadaan istrinya tersebut sambil mengerutkan keningnya bingung karena tak biasanya Adhara akan datang ke kantornya.


“Kenapa? tumben banget ke sini,” ucap Chan yang kini sudah berjalan ke arah Adhara dengan wajah bingungnya. Mendengar hal tersebut Adhara tersenyum dengan memamerkan deretan gigi putihnya yang membuat Chan kini semakin bingung. Namun ia yakin pasti gadis tersebut ada yang tengah ia inginkan.


“Aku pengen rujak deh,” ucap Adhara pada Chan yang kini semakin di buat bingung mendengarnya.


“Ya udah beli, kan deket kompleks kini ada. Ngapain malah kamu jauh-jauh ke sini?” tanya Chan pada Adhara yang malah menghembuskan nafasnya kasar mendengar jawaban Chan yang tak sesuai ekspektasinya. Ia pikir Chan akan mengantarnya untuk membeli rujak tersebut.


“Ck, aku pengennya beli bareng kamu,” ucap Adhara ada Chan yang membuat Chan tersenyum lalu mengelus puncak kepala Adhara sayang.


“Ya udah ayo,” ajak Chan dengan begitu santainya padahal kini pekerjaannya sudah begitu menumpuk dan menunggu untuk dikerjakan. Namun jika ini untuk Adhara juga anaknya tentu saja ia tak masalah jika harus meninggalkan pekerjaannya dulu.


Mereka segera berjalan ke depan gedung kantor Chan. Chan kini di buat bingung melihat Adhara yang menaiki motor matic nya.

__ADS_1


“Kamu bawa motor sendiri?” tanya Chan bingung yang hanya dibalas dengan anggukan dan senyuman oleh Adhara. Sedangkan Chan kini hanya bisa tercengang mendengarnya.


“Udah sini cepet naik, kali ini aku yang nyetir,” ucap Adhara yang sontak membuat Chan menggelengkan kepalanya. Ia begitu takut jika yang menyetir ada perempuan.


“Kenapa sih? udah lah sini cepet naik, gak bakal aku ajak mati juga kok,” ucap Adhara dengan begitu santainya yang sontak membuat Chan langsung menyentil mulut Adhara yang begitu sembarang berbicara.


“Jangan sembarangan ngomong,” ucap Chan pada wanita tersebut yang akhirnya hanya bisa cemberut saja karena ulah Chan.


Akhirnya mau tak mau Chan segera mengambil helm yang diberikan oleh Adhara. Setelah selesai memakainya Chan segera naik ke atas motor Adhara. Tak lupa lebih dulu ia berdoa sebelum akhirnya Adhara melajukan motornya. Kini Chan hanya bisa berdoa agar ia masih bisa hidup.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Ini karya baru yang aku tulis nih Guys. Tentang gadis yang memiliki Self injury namun tetap bertahan dengan segala beban dan rasa sakit yang di tutupi dengan sebuah senyuman. Yuk, langsung baca aja.

__ADS_1



__ADS_2