
"Kuadrat priode planet yang mengitari matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata pelanet dan matahari."
Happy Reading All.
***
Setelah mengantarkan Adhara pulang kini Chan sudah pergi lagi entah kemana laki-laki pergi tapi Adhara begitu mengkhawatirkannya takut terjadi sesuatu pada Chan karena ia sudah menganggap laki-laki itu sebagai temannya. Dan juga Mamanya yang sudah menitipkan Chan padanya.
Laki-laki itu pergi dalam keadaan marah membuat Adhara semakin dilanda kekhawatiran karenanya. Adhara beralih menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Berusaha menyibukkan dirinya agar tidak terus memikirkan Chan.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya gadis itu memilih untuk memainkan ponselnya sambil berbaring di kasur milik Chan yang masih berada di ruang tamu karena kamar laki-laki itu masih belum selesai di bersihkan.
“Ck kemana sih tuh orang?” gerutu Adhara dengan tangannya yang masih terus men scroll beranda sosial medianya walau tak ada yang menarik gadis itu masih setia memegang ponselnya.
Merasa semakin mengkhawatirkan Chan, gadis itu meletakkan ponselnya dan memilih untuk turun apartemen dan membeli beberapa cemilan. Mungkin dengan memakan makanan ringan dapat mengalihkan perhatiannya.
Gadis itu mengambil jaketnya karena ia hanya memakai kaos tipis dengan hotpants nya saja. Setelah nya gadis itu segera turun dengan tak hentinya menggerutu memarahi Chan dan Leo.
“Kalo aja om om like sugar daddy itu gak dateng pasti gue gak bakal sekhawatir ini,” ucap Adhara dengan gerutunya sepanjang jalan menuju minimarket yang berada di depan gedung apartemennya.
“Ck lagian ngapain sih gue khawatir sama dia? Juga tuh orang udah gede,” lanjut Adhara lagi. Gadis itu menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan.
Adhara hanya mengambil dua jenis makanan ringan dan segera membayarnya di kasir. Gadis itu tak memilih langsung pulang melainkan duduk di taman yang berada tak jauh dari minimarket tersebut.
Pandangan gadis tersebut lurus ke depan kini Adhara tengah duduk di ayunan yang berada di taman tersebut sambil memakan cemilan yang dibelinya.
“Awas aja tuh orang ntar kalau pulang dalam keadaan selamat gue patahin tangannya,” gerutu Adhara yang merasa kesal dengan Chan yang membuatnya begitu khawatir hingga gadis itu berbicara begitu melantur.
“Tapi kalau dia kenapa-kenapa gue juga sih yang ribet, tar malah gue yang di buat patah tulang sama keluarganya,” lanjut Adhara sambil bergidik ngeri. Walau ia begitu hebat dalam bela diri tetap saja jika ia sendiri melawan dua puluh bodyguard Chan yang tinggi-tinggi tersebut maka ia akan kalah.
Merasa sudah terlalu lama berada di taman tersebut Adhara melihat jam tangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Adhara menoleh ke arah ayunan di sampingnya yang kosong hingga jeritannya terdengar begitu nyaring.
“Huwaa kabur takut ada Mbak kunti,” teriak Adhara yang langsung berlari dari sana. Mungkin jika ada yang melihat gadis itu kini maka mereka akan tertawa sangat keras. Hantu Pun kini mungkin tengah tertawa berjamaah melihat Adhara yang berlari terbirit-birit.
“Ini salah gue juga sih malam-malam malah ngajakin para hantu nongkrong di sana,” ucap Adhara yang kini memasuki apartemennya yang sudah sepi.
Saat sampai di depan pintu apartemennya gadis itu segera masuk dan melihat Chan yang ternyata belum pulang. Adhara memang sudah memberikan Chan kunci serep apartemennya agar laki-laki itu tidak kesusahan untuk masuk saat ia tidak ada.
__ADS_1
Entah mengapa jika menyangkut Chan ia kalah memilih mengalah padahal ia adalah orang yang tak mau mengalah, bahkan gadis itu mau berbagi apartemen dengan Chan.
“Masih belum pulang aja tuh dedemit satu,” ucap Adhara yang memilih untuk berbaring di kasur Chan.
Hingga tak beberapa lama suara bel apartemennya berbunyi. Adhara segera membukakan tamunya itu pintu.
“Siapa sih malam-malam gini bertamu,” gerutu Adhara yang tak berpikir jika itu adalah Chan mengingat laki-laki itu bisa langsung masuk dengan kunci yang dibawanya.
Saat pintu terbuka dapat ia lihat Arche yang tengah memapah Chan yang ternyata sudah mabuk.
“Chan, ya ampun,” kaget Adhara yang segera membantu Arche memapah Chan lalu membawa laki-laki itu untuk masuk dan membaringkannya di kasur laki-laki itu.
“Dhar tolong ambilin baju ganti, ini ketumpahan alkohol,” ucap Arche yang langsung membuat Adhara mengangguk.
Adhara segera menuju almari Chan dan segera mengambil koas untuk laki-laki tersebut.Adhara segera keluar dan memberikannya pada Arche.
Dengan telaten Arche membantu Chan mengganti pakaiannya. Adhara yang melihat hal tersebut langsung memelotot melihat tubuh Chan yang begitu sempurna dengan perut kotak-kotak nya.
“Lo gak ada niat tutup mata? Biasanya kan cewek liat beginian tutup mata,” ucap Arche dengan kekehannya karena menyadari Adhara yang bukannya tutup mata malah memelototkan matanya.
“Udah telat kali, udah kelar juga,” ucap Arche dengan tawanya. Adhara ikut tertawa dengan salah tingkah karena ketahuan mengintip Chan oleh Arche.
“Kak Arche ayo duduk dulu gue buatin coklat hangat,” ucap Adhara yang segera menuju dapur untuk membuatkan susu hangat untuk Arche.
Arche segera mengikuti Adhara dan duduk di meja makan kecil gadis tersebut.Setelah membuatkannya untuk Arche gadis itu segera meletakkannya di depan laki-laki itu.
“Lo suka coklat hangat?” tanya Arche yang Adhara balas dengan gelengan. Arche mengerutkan keningnya. Lalu jika tidak menyukai coklat hangat untuk apa membelinya?
“Itu punya Chan, besok gue bilangin ke dia kalo lo minta coklatnya,” ucap Adhara yang membuat Arche tertawa. Gadis di depannya ini memang selalu ada saja tingkahnya yang membuat laki-laki itu terkekeh.
“Makasih ya, besok gue bilang sendiri ke Chan,” ucap Arche yang kali ini membuat Adhara ikut terkekeh.
“Oh iya, kenapa Chan bisa sama lo?” tanya Adhara yang begitu penasaran.
“Dia datang ke club buat minum, mungkin dia lagi ada masalah. Dan kebetulan gue sama Antariksa juga lagi di sana,” ucap Arche menjelaskan. Adhara membalasnya dengan anggukan karena dia memang sudah tahu jika Chan memiliki masalah dengan keluarganya.
“Lo suka minum?” tanya Adhara yang tak menyangka jika Arche juga suka minum alkohol. Namun jika dilihat dari temannya yang spek iblis semua Adhara jadi berpikir jika ini adalah pengaruh kedua sahabat laki-laki itu.
__ADS_1
“Hanya sesekali saat pengen dan ada masalah,” ucap Arche dengan senyumannya. Adhara membalasnya dengan anggukan.
“Jangan keseringan minum kak, bahaya. Mengkonsumsi alkohol secara berlebih dapat memicu munculnya gangguan pada jantung, seperti gangguan irama jantung, peningkatan tekanan darah, melemahnya otot jantung, hingga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung,” jelas Adhara panjang lebar membuat Arche terkekeh mendengarnya.
“Besok gue bawa lo ke club buat ceramah, atau minuman cerah di depan Chan sama Antariksa,” ucap Arche membuat Adhara mendengus mendengarnya. Memang susah menasehati jika sudah suka.
“Ck dinasehati juga,” ucap Adhara kesal. Arche terkekeh lalu mengangguk.
“Baiklah, Baiklah,” ucap Arche dengan senyumannya.
Setelahnya mereka melanjutkan obrolan mereka hingga jam menunjukkan pukul dua malam barulah Arche berpamitan untuk pulang.
***
***
Halo semua Happy New Year 2022 All.
Semoga impian yang belum terwujud di tahun 2021 bisa terwujud di tahun 2022 ini.
Tetap semangat ya apapun yang terjadi, di tahun ini harus bisa lebih kuat lagi. Kalian hebat bisa bertahan sejauh ini.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1