
FYI "Haumea adalah planet katai di sabuk Kuiper, secara kasar sekitar sepertiga massa Pluto, ditemukan oleh tim Mike Brown di Caltech di Amerika Serikat atau J. L. Ortiz et al."
Happy Reading All.
***
Seorang laki-laki kini tengah duduk di salah satu ruangan VIP di salah satu klub paling terkenal di dunia. Laki-laki tersebut tak lain adalah Chan, laki-laki yang memilih untuk kabur ke LA untuk menghindari pernikahan Adhara. Hatinya tak akan sanggung untuk melihat pernikahan gadis yang dicintainya tersebut jadi ia lebih memilih untuk menuju LA tempat yang jauh dari negara nya.
“Lo yakin gak akan dateng ke acara nikahan Adhara?” tanya sebuah suara yang baru saja memasuki ruangan tersebut.
Chan segera menoleh ke arah sumber suara sambil menggelengkan kepalanya dan meneguk minumannya hingga tandas. Kepalanya kini sudah terasa begitu pusing namun tak ada niatan sedikitpun untuk menghentikan minum nya tersebut.
Kini jam sudah menunjukkan pukul 2.00 dini hari namun tak sedikitpun laki-laki tersebut berniat untuk beranjak dari tempatnya sekarang berada. Alto yang kini menemani Chan hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar melihat temannya tersebut yang sudah seperti mayat hidup.
“Lo pikir gue bisa buat ngeliat dia nikah sama orang lain?” tanya Chan pada Alto yang kini sontak menggelengkan kepalanya sebelum akhirnya ia berdehem karena merasa bersalah menjawab seperti itu, namun ia yakin memang Chan tak akan bisa melihat pernikahan wanita yang dicintainya tersebut. Bahkan jika ia berada di posisi Chan ia akan melakukan hal yang sama seperti Chan.
“Apa lo gak pengen liat dia pakai gaun pengantin? liat gimana cantiknya dia dengan gaun pengantinnya?” tanya Alto pada Chan kini terlihat mengabaikan ucapan Alto dan lebih memilih menikmati minumannya. Namun tanpa Alto ketahui sebenarnya kini Chan tengah memikirkan ucapan laki-laki tersebut tentang Adhara dengan gaun pengantinnya.
“Tapi kalau lo emang gak mau dateng, gue bakal nemenin lo,” ucap Alto sambil menepuk pundak Chan lalu memilih untuk ikut menikmati minuman beralkohol tersebut bersama dengan Chan.
Chan melihat ponselnya yang masih saja fotonya juga Adhara yang menjadi wallpapernya yang membuat Chan menghembuskan nafasnya kasar melihat hal tersebut. Kini pikirannya semakin kacau antara ingin datang atau justru tetap berada di tempatnya saat ini.
“Aihss sial,” maki Chan kasar melihat jam di ponselnya yang kini sudah menunjukkan pukul 3.00 dini hari.
Dengan segera Chan mengambil jaketnya lalu menyeret Alto yang tengah menegak minumannya dengan santai tersebut keluar dari sana membuat Alto kebingungan namun akhirnya tetap saja mengikuti Chan yang kini entah pergi ke mana.
“Kita mau kemana?” tanya Alto pada Chan saat mereka sudah keluar dari club malam tersebut dan kini mereka sudah berjalan ke arah mobil mereka.
“Hotel, gue bakal dateng ke acara nikahan Adhara,” ucap Chan dengan pasti yang kini membuat Alto cukup terkejut mendengarnya namun tetap saja ia akan menemani Chan jika laki-laki tersebut memang memilih untuk datang ke acara pernikahan Adhara.
__ADS_1
***
Setelah perjalanan yang memakan waktu begitu lama kini akhirnya mereka sampai di depan gedung yang dijadikan tempat pernikahan Adhara. Sebelum datang Chan sudah membersihkan dirinya yang bau alkohol begitu juga dengan Alto. Kini mereka sudah menggunakan memakai setelan jas rapi.
“Arche beruntung banget bisa ngedapetin Adhara,” ucap Chan dengan senyuman sendunya yang mengira Adhara menikah dengan Arche. Padahal ia belum melihat surat undangan tersebut dan langsung membakarnya tanpa melihatnya lebih dulu.
“Mungkin emang ini yang terbaik,” ucap Alto sambil menepuk pundak Chan berusaha untuk menenangkan laki-laki yang sudah ia anggap sebagai sahabatnya tersebut.
Setelahnya kedua laki-laki tersebut segera memasuki gedung tersebut. Chan berjalan untuk mencari tempat yang digunakan Adhara untuk tempat make nya karena ia ingin melihat gadis tersebut tanpa harus melihat gadis tersebut bersama calon suaminya nanti.
Tak lama mencari akhirnya ia dapat melihat ruangan yang terlihat sudah di dekor yang berada di ujung ruangan dengan segera kedua laki-laki tersebut berjalan ke arah ruangan tersebut. Setelah membuka pintu ruangan tersebut dapat Chan melihat seorang wanita yang kini duduk di depan cermin besar dengan para perias yang berada di belakangnya untuk merias gadis tersebut.
Bahkan kini tanpa sadar Chan sudah meneteskan air matanya melihat pemandangan di depannya tersebut. Sedangkan Alto kini sudah meminta para perias yang berada di sana untuk keluar agar memberi ruang untuk Chan juga Adhara untuk berbincang. Laki-laki tersebut bahkan juga sudah menutup pintunya sebelum keluar.
Chan kini berdiri tak jauh dari Adhara dengan tatapan nya yang sudah berkaca-kaca merasa sedih karena kini yang akan bersanding dengan Adhara bukanlah dirinya namun laki-laki lain.
Adhara yang melihat di belakangnya sudah ada Chan segera membalikkan tubuhnya lalu menatap Chan dengan senyumannya. Senyuman yang begitu Chan rindukan kini malah membuatnya merasa begitu sakit dan terluka.
“Makasih,” ucap Adhara pada Chan yang kini membuat laki-laki tersebut berjalan lebih mendekat pada Adhara.
“Maaf Ra, maafin aku atas semua kesalahan aku,” ucap Chan kini menatap Adhara dengan tatapan seriusnya.
“Sudah pernah aku bilang kan aku udah maafin kamu,” ucap Adhara pada Chan yang kini sudah menundukkan kepalanya dengan air matanya yang kini sudah mengalir tanpa diperintahkan. Menunjukkan betapa tulus perasaannya pada Adhara dan betapa terlukanya laki-laki tersebut saat ini.
“Terima kasih Ra, terima kasih udah menjadi cinta pertama untuk aku. Aku gak tau setelah ini aku masih bisa menemukan cinta seperti aku mencintai kamu lagi atau engga,” ucap Chan yang kini masih menundukkan kepalanya karena merasa tak kuat untuk melihat wajah gadis di depannya tersebut.
“Terima kasih karena telah mencintai aku dengan begitu tulus Chan,” ucap Adhara pada Chan yang kini menganggukkan kepalanya sambil menipiskan bibirnya mendengar ucapan Adhara tersebut.
“Terima kasih atas empat tahun yang kita lalui bersama Adhara, kamu mengajarkan aku banyak hal. Tapi aku justru dengan teganya malah menuduh kamu yang enggak-enggak,” ucap Chan dengan senyuman sendunya sambil menghapus air matanya dan kini ia sudah menatap Adhara dengan tatapan sendunya namun senyuman laki-laki tersebut kini dipaksakan terbit untuk Adhara.
__ADS_1
“Bahagia selalu Adhara,” ucap Chan pada gadis tersebut yang membuat Adhara menganggukkan kepalanya mendengar hal tersebut.
“Pasti,” ucap Adhara dengan senyumannya.
Namun baru saja Chan akan memeluk Adhara, dua orang laki-laki malah segera menariknya dari sana membuat Chan kebingung melihat hal tersebut. Chan berusaha untuk melepaskan cekalan tangan tersebut namun ia dapat melihat Arche juga ayah laki-laki tersebut tetap saja menariknya untuk keluar dari ruangan tersebut membuat Chan menghembuskan nafasnya kasar mungkin memang ini jalannya.
"Lo gak seharusnya di sini Chan," ucap Arche dengan begitu tegas pada Chan yang membuat Chan mengerti mungkin Arche memang mengundangnya datang namun tak ingin Chan menganggu acara pernikahannya.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1