
Fyi "Hujan meteor dengan nama Quadrantids ini adalah hujan meteor tahunan yang selalu muncul di bulan Januari"
Happy Reading All.
***
Adhara berjalan seorang diri sambil memainkan ponselnya. Ia baru saja kembali dari toilet menyelesaikan panggilan alamnya. Wajah gadis tersebut kini terlihat kesal pasalnya sedari kemarin hingga sekarang Chan belum juga menghubunginya. Meskipun ia ingin untuk tetap berpikiran positif namun pikiran negatif tetap saja muncul di kepalanya, tak dapat dipungkiri kini ia benar-benar merasa takut Chan akan meninggalkannya.
Hingga ia mendapat pesan dari Arche jika ia tak bisa menjemput Adhara juga Nora. Adhara hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar dan tetap berjalan menuju kelasnya. Nora sudah lebih dulu pergi, mengingat mereka tak hanya mengambil jurusan yang sama tapi juga kelas dan jam yang sama.
"Dor," suara tersebut yang diiringi oleh benda jatuh tepat di bawah kaki Adhar, benda yang tak lain adalah ponsel.
Adhara segera melihat ke arah depan, melihat seorang laki-laki yang kini sudah berpose seperti orang yang mengagetkan orang juga seorang laki-laki yang memegang jantungnya.
"Sialan, kurang kerjaan banget lo ya," ucap laki-laki yang memegang dada nya tersebut.
Adhara mengerjapkan matanya beberapa kali menatap aneh pemandangan di depannya.
Sedangkan laki-laki yang mengagetkan hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Laki-laki tersebut adalah Antares. Awalnya ia berniat mengagetkan Adhara. Namun siapa sangka ternyata di depan Adhara ada seorang laki-laki yang berjalan dan malah ia yang dikagetkan oleh Antares.
Tak lama tawa Adhara meledak saat melihat Antares yang dipukuli oleh laki-laki yang ia kagetkan tadi.
"Rasain lo, mangkanya jangan iseng," ucap Adhara dengan sisa tawanya yang setelahnya ia segera pergi dari sana meninggalkan Adhara yang berusaha menghindar dari pukulan tersebut dan mengejar Adhara.
"Hey Adhara tunggu," ucap laki-laki tersebut sambil berlari dan mengejar Adhara.
Mendengar namanya dipanggil gadis tersebut segera menoleh dan melihat ke arah sumber suara yang tak lain adalah Antares yang berlari ke arahnya.
"Demen banget sih lo ngerecokin gue," ucap Adhara menatap kesal pada laki-laki di depannya yang ia tak tahu siapa namanya.
"Gue tuh mau pdkt sama lo," ucap Antares yang berhasil membuat tawa Adhara meledak mendengar ucapan tersebut. Antares yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya bingung mendengar tawa Adhara.
"Blak blakan banget dah," ucap Adhara masih dengan tawanya yang membuat Antares kini malah tersenyum bangga bukannya merasa malu.
"Iya dong, biar lo juga sadar kali aja lo suka balik sama gue," ucap Antares dengan bangganya yang malah membuat Adhara kini menatap datar pada laki-laki tersebut.
"Gak usah deketin gue, gue udah punya laki punya anak," ucap Adhara pada Antares dan mengaku ia sudah memiliki keluarga yang jelas saja semua itu bohong.
"Lawak lo," ucap Antares menatap Adhara dengan tatapan menyelidiknya.
__ADS_1
"Kagak, ngebadut gue," ucap Adhara lalu dengan kesal menendang kaki Antares kesal membuat laki-laki tersebut meringis akibat ulah Adhara.
"Lucu lo begitu Ra? Babak belur gue lama-lama," ucap Antares dengan berteriak pada Adhara yang kini malah hanya melambaikan tangannya pada. Antares yang melihat hal tersebut hanya terkekeh ringan.
***
Selama kelasnya Adhara benar-benar di buat tak fokus karena Chan yang masih saja belum memghubunginya. Nora yang duduk di samping Adhara menoleh ke arah sahabatnya tersebut, sedari tadi ia menyadari jika sahabatnya tersebut tidak fokus pada materi di depannya.
"Lo kenapa sih gue liatin gak fokus gitu," ucap Nora pad Adhara yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar mendengar pertanyaan dari sahabatnya tersebut.
"Gue kepikiran Chan, dari kemarin dia gak bisa di hubungi," ucap Adhara yang membuat Nora tersenyum mendengar ucapan sahabatnya tersebut.
"Emang lagi sibuk aja kali," ucap Nora meyakinkan. Adhara hanya berdecak dan tetap dengan pikirannya.
Pikirannya terus melayang pada Chan yang berada jauh darinya. Apa memang hubungan jarak jauh begitu susah seperti ini? Ia begitu merindukan Chan namun laki-laki tersebut malah begitu sulit untuk di hubungi. Atau mungkin saja ia bisa lelah berada dalam hubungan seperti ini.
Tak lama akhirnya dosen di depan mengakhiri pertemuan mereka. Adhara dengan malas merapikan bukunya juga alat tulisnya. Namun baru saja ia selesai dengan kegiatannya. Kini laki-laki yang selalu saja membuatnya kesal malah kini sudah duduk di samping nya sambil menatap Adhara dengan senyumannya.
Adhara yang melihatnya hanya memutar bola matanya malas melihat laki-laki tersebut.
"Lo kenapa sih? Demen banget ngerecokin hidup gue," ucap Adhara dengan wajah lelahnya. Jika saja tak ada hukum ingin sekali ia menenggelamkan laki-laki di depannya tersebut agar tidak lagi mengganggunya.
"Gue udah punya pacar, mending lo jauh-jauh dari gue," ucap Adhara lalu segera pergi dari sana namun Antares menahan tangan Adhara.
Gadis tersebut menghembuskan nafasnya kasar lalu membalikkan tubuhnya menghadap Antares dengan tatapan tajamnya.
"Cewek yang biasa dateng? Lo tau bahkan gue gak peduli lo punya pacar. Selagi janur kuning belum melengkung, di halalkan untuk menikung," ucap Antares dengan senyumannya yang malah membuat Adhara muak melihatnya.
"Dia abang gue," ucap Nora kesal lalu segera memukul kepala Antares kesal dan membawa Adhara untuk pergi dari sana.
"Gak ada bedanya ternyata, pantes berdua mulu," ucap Antares sambil menggelengkan kepalanya.
"Udah gue bilang mereka mah cewek jadi-jadian. Bahkan Nora gue denger udah biasa make pistol, yang lain malah pada curiga dia pembunuh bayaran," ucap Izar sambil menatap pada kepergian Nora dan Adhara. Antares yang mendengarnya menatap temannya tersebut datar lalu memukul kepalanya keras.
"Asal ngomong aja lo," ucap Antares lalu segera pergi dari sana meninggalkan Izar dengan gosipnya itu.
Semua gosip tersebut menyebar saat ada yang melihat Nora tengah berlatih bermain pistol di salah satu tempat olahraga. Hingga gosip murahan tersebut menyebar begitu saja.
Di sisi lain kini Adhara sudah berjalan keluar dari kampusnya. Mengingat kini Arche tak bisa menjemputnya jadilah ia dan Nora akan naik angkutan umum untuk pulang mengingat kedua gadis tersebut yang terbiasa hidup hemat.
__ADS_1
Namun saat sampai di depan gerbang mereka dibuat terkejut dengan dua laki-laki yang kini berada di depan sebuah mobil sambil menyandarkan tubuh mereka di mobil mereka masing-masing.
"Chan," teriak Adhara dengan wajah senangnya. Senyuman gadis tersebut tak bisa Adhara sembunyikan hingga membuat gadis tersebut segera berlari ke arah kekasih nya tersebut lalu memeluknya dengan begitu erat.
Kedua laki-laki tersebut yang sedari tadi menjadi pusat perhatian kini semakin menjadi pusat perhatian. Apalagi bagi yang mengenal Adhara dan mengira jika Adhara kekasih Arche, membuat mereka begitu kaget karena mengira Adhara memeluk laki-laki lain di depan kekasihnya.
"Miss me girl?" Tanya Chan dengan senyumannya namun tak lama Adhara melepaskan pelukannya lalu dengan keras memukul kepala Chan membuat laki-laki tersebut melotot sambil memegang kepalanya.
"Gak ada otak lo ya, gue nungguin kabar dari lo dan sekarang lo malah ada di sini?" Tanya Adhara tak percaya dengan pemandangan di hadapannya.
Antara kesal dan senang kini semua menjadi satu bagi Adhara. Ia begitu bahagia karena kini Chan berada di hadapannya.
"Maaf Ra, aku sibuk jadi jarang ngasih kabar. Dan sekarang aku pulang gak bilang karena pengen ngasih surprise ke kamu," ucap Chan pada Adhara dengan senyumannya laki-laki tersebut mengelus puncak kepala gadis bar bar nya tersebut. Tak ada yang berubah baginya untuk Adhara buktinya ia masih saja seperti dulu yang suka sekali memukul.
Namun Adhara yang sekarang lebih banyak diam tak seceria Adhara yang dulu. Setelah kehilangan sahabatnya mereka sepertinya begitu banyak berubah. Chan yang mulai banyak bicara untuk menghibur Adhara begitupun dengan Arche.
Setelah melepaskan rindu mereka segera masuk ke mobil masing-masing dan melajukan mobilnya untuk segera pergi dari sana.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah_ dan @wphilmiath_
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1