
Fyi "Planet V adalah sebuah planet kebumian kelima hipotetis yang dikemukakan oleh ilmuwan NASA John Chambers dan Jack J. Lissauer yang berada di antara Mars dan sabuk asteroid."
Happy Reading All.
***
Malam ini Adhara sudah terlihat begitu cantik dengan Dress berwarna hitam yang digunakan oleh gadis tersebut.
Dress yang pernah Chan belikan padanya saat acara ulang tahun orang tua laki-laki tersebut. Adhara tidak banyak memiliki Dress apalagi Dress elegan seperti itu jika bukan Chan atau Arche yang memberikannya. Juga pernah ia mendapatkan Dress dari Antares saat laki-laki tersebut mengajak Adhara datang ke acara sepupu laki-laki tersebut.
Kembali pada Adhara yang kini sudah rapi dengan Dress nya dengan rambutnya yang dibiarkan tergerai juga make up tipis yang memoles wajah cantik tersebut, terlihat natural tapi tidak meninggalkan kesan cantiknya.
"Cantik banget, gak rugi emang Chan jadiin gue pacar. Emak bapak gue punya anak kek gue pasti bersyukur bange," ucap Adhara dengan senyumannya sambil berputar-putar di depan cermin besar kamarnya tersebut.
"Kak udah belum? Selingkuhan lo udah dateng," ucap Orion dari luar kamar Adhara dengan begitu kerasnya.
Adhara yang mendengar hak tersebut memelototkan matanya lalu segera keluar dari kamarnya. Dan memberikan bogeman mentah pada adiknya tersebut yang sontak membuat Orion kini memegangi wajahnya yang kini terkena pukulan dari kakaknya tersebut.
“Bapak lo selingkuhan gue,” ucap Adhara dengan kesal pada Orion yang kini malah tertawa dengan begitu keras pada Adhara. Adhara kini hanya berharap agar
“Bapak gue bapak lo juga bego,” ucap Orion dengan tawanya yang membuat Adhara kini menaikkan sebelah bibir bagian atasnya lalu memilih untuk segera meninggalkan Orion dan berjalan ke arah ruang tamu meninggalkan Orion yang kini sudah merasakan sakit di pipinya.
Saat Adhara berjalan ke arah ruang tamu terlihat di sana kedua orang tuanya kini tengah duduk bersama dengan Antares yang sudah menunggunya dengan setelan jas rapi nya. Laki-laki tersebut kini sudah terlihat begitu tampan dengan setelan jas nya juga rambutnya yang di tata dengan begitu rapi.
“Ayo berangkat,” ajak Adhara saat sudah berada di hadapan Antares. Berdiri di depan laki-laki tersebut dengan wajahnya yang terlihat begitu cantik bahkan membuat Antares terdiam melihatnya.
“Woy,” ucap Adhara sambil melambaikan tangannya di depan wajah Antares membuat laki-laki tersebut segera tersadar dari lamunannya lalu berdehem untuk menetralkan dirinya yang begitu salah tingkah karena merasa ketahuan melihat Adhara dengan tatapan kagumnya bahkan sampai terbengong melihat gadis tersebut.
“Hm ayo,” ajak Antares setelah menetralkan dirinya. Adhara menjawabnya dengan anggukan.
Setelahnya mereka segera berpamitan pada kedua orang tua Adhara sambil menyalami tangan kedua orang tua Adhara. Setelahnya mereka segera berjalan keluar dari rumah tersebut dan berjalan ke arah mobil laki-laki tersebut yang sudah terparkir rapi di sana.
***
Setelah perjalanan yang begitu lama akhirnya kini mereka sampai di depan hotel mewah yang dijadikan sebagai tempat terselenggaranya acara orang tua Antares tersebut. Setelahnya mereka segera masuk ke dalam hotel tersebut dengan senyum yang mengembang di wajah mereka.
__ADS_1
Setelah memasuki ruangan tersebut mereka segera mencari orang tua Antares untuk mengucapkan selamat padanya. Namun baru saja mereka akan ke arah orang tua Antares yang terlihat tengah mengobrol dengan salah satu rekan bisnis nya. Mereka malah bertemu dengan Nora juga Izar yang kini berjalan ke arah mereka.
Nora kini terlihat menunduk sedangkan Adhara kini sudah menatap dengan begitu menyelidik pada Nora. Sedangkan Izar kini malah tersenyum dengan begitu bangganya yang membuat Antares berdecih melihatnya.
“Ada apa nih kalian?” tanya Adhara dengan tatapan menyelidiknya pada Nora dan Izar.
“Dia maksa gue. Gue padahal males banget ikutan beginian,” ucap Nora menjelaskan pada Adhara yang kali ini menjawabnya dengan anggukan.
“Udah lah mending kini langsung ke sana aja yuk,” ajak Antares sambil menunjuk ke arah kedua orang tuanya tersebut yang kini terlihat begitu asyik berbincang dengan orang tua Izar yang ternyata juga berada di sana.
Saat mereka sampai di sana tatapan ayah Antares begitu datar sedangkan ibu laki-laki tersebut menatapnya mereka dengan lembut sambil tersenyum ke arah mereka, berbeda dengan orang tua Izar yang langsung menatap Adhara dan Nora dengan tatapan menilai. Apa lagi ibu Izar yang terus saja menatap penampilan mereka setelahnya baru wanita tersebut saat melihat Adhara juga Nora membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung dengan hal tersebut.
“Dari tadi liat kita gak ada senyumnya kayaknya lagi meneliti baju kini bermerk apa kagak kali ya,” ucap Adhara berbisik pada Nora yang kini justru terkekeh mendengar ucapan tersebut. Yang sepertinya ada benarnya juga.
“Kenalin ini Mama gue, Elara dan ini Papa aku Ellio,” ucap Antares mengenalkan orang tuanya pada Adhara yang segera gadis tersebut menjabat tangan mereka begitupun dengan Nora yang ikut menjabat tangan kedua orang tua Antares tersebut untuk berkenalan.
“Adhara,” ucap Adhara memperkenalkan dirinya sambil tersenyum dengan begitu manis yang dijawab dengan begitu manis oleh ibu Antares.
“Nora,” ucap Nora yang juga memperkenalkan dirinya.
“Ini Mama aku Amaris, dan Papa aku Saros,” ucap Izar yang kali ini memperkenalkan kedua orang tuanya. Kedua gadis tersebut melakukan hal yang sama pada orang tua Izar dan berkenalan dengan mereka.
“Kebetulan satu prodi juga tante,” ucap Adhara yang dijawab dengan anggukan oleh Luna.
“Jadi ini yang sering kamu ceritain ke Mama, yang sampai membuat kamu ke Jakarta selama liburan ini?” tanya Amaris dengan senyuman menggodanya pada Izar yang kini menggaruk tengkuk bagian belakangnya karena merasa malu dengan ucapan ibunya tersebut.
“Jadi Izar ke Jakarta selama liburan ini?” tanya Adhara dengan tatapan menyelidiknya pada Izar yang kini semakin gelagapan untuk menjawab apa.
“Iya, tante denger Nora anak dari pengusaha sukses dan termasuk big tiga, Adam Ankaa,” ucap Amaris yang malah terdengar kini seperti seorang penjilit membuat Adhara diam-diam menatap sinis ke arah ibu Izar tersebut.
“Mama Izar emang begitu, maklumin aja. Tapi sebenarnya baik kok,” ucap Antares yang melihat gelagat aneh dari Adhara yang kini membuat gadis tersebut segera menoleh ke arah ANtares,
“Baik kalau sama yang sekasta, coba aja liat nanti kalau dia tau aku cuma anak penjual warteg,” ucap Adhara sambil berbisik pada Antares yang membuat Antares mendengarnya. Namun apa yang Adhara katakan memanglah benar. Entah kenapa kakak ipar dari ibunya tersebut begitu pemilih jika ingin bergaul dengan orang dan begitu suka menghina yang berada di bawahnya.
“Kalau kamu orang tuanya dari perusahaan mana?” tanya Amaris pada Adhara yang kini tersenyum dengan begitu lembut ia sudah menantikan pertanyaan ini. Melihat bagaimana sikap orang tua Izar ia tahu pasti wanita tersebut akan menanyakan soal ini.
__ADS_1
“Kak apa sih, gak sopan banget pertanyaannya,” ucap Luna menegur kakak ipar nya tersebut yang membuat wanita tersebut kini malah menatap sinis pada adik dari suaminya tersebut.
“Ayah saya cuma karyawan biasa tante, ibu saja punya warung makan,” ucap Adhara dengan senyumannya yang kini malah membuat Amaris terlihat tersenyum dengan begitu meremehkan.
“Ah, jadi baju ini dari Antares?” tanya Amaris dengan begitu merendahkan Adhara yang membuat Adhara terkekeh mendengar ucapan wanita tersebut.
“Engga kok tante, lagian aku sama Antares cuma sahabatan. Ini baju dari tunangan aku,” ucap Adhara pada ibu Izar yang kini ia mengakui Chan sebagai tunangannya padahal mereka masih berpacaran.
“Adhara ini tunangan sahabat kakak saya tante, Chan Ceilo Alba,” ucap Nora menjelaskan yang kini tampak membuat Amaris terkejut mendengarnya karena jelas ia mengetahui siapa seorang Alba tersebut.
“Sudah, mending kalian nikmati acara nya. Tante nyapa tamu yang lain dulu,” ucap Luna dengan senyuman lembutnya namun ia menatap sendu pada Antares yang kini tersenyum pada ibunya tersebut mengatakan jika ia baik-baik saja.
“Tante om, selamat hari pernikahan kalian,” ucap Adhara juga Nora memberikan selamat pada orang tua Antares yang kini menjawabnya dengan anggukan tersebut.
Setelahnya mereka melanjutkan pembicaraan mereka sedangkan orang tua Antares juga Izar sudah pergi entah kemana.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
__ADS_1
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.