Atmosphere

Atmosphere
S2 Subsatelit


__ADS_3

FYI "Subsatelit (atau sub-satelit) adalah sebuah satelit buatan atau alami yang mengorbit sebuah satelit alami, atau "bulan dari bulan"."


Happy Reading All.


***


Chan baru saja tiba di asramanya setelah jadwal kampusnya yang semakin padat dan tugas skripsinya yang belum selesai. Chan baru sampai di asramanya setelah pukul 3.30 sore,, ia sudah begitu lelah dan segera merebahkan tubuhnya di ranjang asramanya yang tidak terlalu besar.


Laki-laki tersebut segera mengecek ponselnya saat mendengar suara notifikasi dari ponselnya tersebut yang ternyata dari nomor tidak dikenal yang tentu saja mengiriminya sebuah foto Adhara yang tengah bersama dengan Antares. Hal tersebut membuat Chan menghembuskan nafasnya kasar karena orang tersebut seperti nya tidak akan menyerah untuk merusak hubungan Adhara juga Chan.


“Kayaknya dia gak bakal nyerah buat ngerusak hubungan gue,” ucap Chan sambil menghembuskan nafasnya kasar melihat hal tersebut. Entah bagaimana caranya agar ia bisa memberitahu si pengirim pesan tersebut untuk berhenti mengganggu hubungan mereka.


Sebelumnya Chan sudah meminta orangnya untuk menyelidiki siapa pengirim pesan tersebut namun sayangnya orang tersebut menggunakan nomor ponsel yang susah dilacak dan hanya menggunakan nomor ponsel sekali pakai. Saat Chan berusaha menghubungi ponsel tersebut namun ponsel tersebut sudah tidak terpakai lagi.


Chan menghembuskan nafasnya, dari pada pusing memikirkan hal tersebut dengan segera laki-laki tersebut lebih memilih untuk menelpon Adhara, ia tak lagi merasa harus marah pada Adhara karena foto tersebut karena memang sebelumnya Adhara sudah meminta izin pada Chan untuk pergi bersama dengan Antares ia juga menjelaskan jika Antares yang begitu memaksanya. Akhirnya Chan mengizinkannya untuk pergi namun tidak boleh terlalu lama.


Tak membutuhkan waktu lama Adhara sudah menjawab teleponnya hingga kini terlihat wajah cantik gadisnya tersebut yang tengah tersenyum padanya membuat Chan juga ikut tersenyum melihat nya.


“Hi gimana acaranya?” tanya Chan setelah panggilannya tersebut sudah terjawab. Adhara kini tampak menghembuskan nafasnya kasar sambil menampilkan wajah kesalnya membuat Chan mengerutkan keningnya bingung melihat hal tersebut.


“Kenapa?” tanya Chan dengan kerutan di keningnya yang kini begitu bingung melihat tingkah kekasihnya tersebut. Entah hal apa yang terjadi hingga membuat Adhara terlihat begitu kesal.


“Aku kesel banget sama mamanya Izar, kamu tau sepupunya Antares. Ibunya ngeselin banget,” ucap Adhara memberi tahu Chan yang sekarang tersenyum mendengar ucapan gadisnya tersebut.


“Emangnya ibunya Izar itu kenapa?” tanya Chan pada Adhara yang kali ini menghembuskan nafasnya dan mulai hendak menjelaskan pada Chan bagaimana sombongnya wanita tersebut.


“Kamu tahu mama dia tuh sombong banget, pas awal aku dateng aja udah natap aku sama Nora itu sinis banget ngenilai penampilan kita setelah liat kita pake baju dari brand besar baru deh dia senyum. Eh tapi gak sampai di sana aja, bahkan tuh malah nanyain pekerjaan orang tua aku,” ucap Adhara mulai menjelskan pada Chan yang kini terlihat sudah menampilkan wajah datarnya merasa tak suka mendengar ucapan Adhara tersebut. Ia begitu tak suka jika ada yang merendahkan kekasihnya tersebut juga keluarga kekasihnya itu. Ingin sekali ia memberikan pelajaran bagi orang yang sudah dengan berani merendahkan kekasihnya juga keluarga kekasihnya tersebut.

__ADS_1


Setelahnya Adhara melanjutkan ceritanya pada Chan juga tentang kedekatan antara Izar juga Nora. Dengan sesekali Chan menanggapi ucapan gadisnya tersebut dengan wajah kesalnya atau tawanya saat Adhara bercerita bagaimana Nora merendahkan orang tua Izar juga. Kini Chan malah semakin penasaran bagaimana kisah Nora, Izar juga orang tua laki-laki tersebut. Dan jangan lupakan Arche yang selalu melindungi Adhara juga Nora. Sepertinya ini akan menjadi hal yang seru.


***


Adhara kini tengah berada di taman kampusnya sambil melakukan panggilan video bersama dengan Chan. Terlihat laki-laki tersebut yang kini tengah rebahan di kasur king size nya dengan wajah bantalnya. Chan mengatakan jika hari ini ia ada di apartemennya oleh karena itu Chan meminta Adhara untuk menghubunginya saat jam sudah menunjukkan pukul 5.00 waktu inggris.


“Udah ih mending sekarang kamu bangun terus mandi,” ucap Adhara memerintahkan Chan yang malah dibalas dengan gelengan oleh Chan.


Rasanya kini ia begitu merindukan gadisnya tersebut dan juga ingin cepat-cepat untuk bersama dengan gadis tersebut. Orang yang ingin merusak hubungannya dengan Adhara tersebut tak pernah menyerah untuk mengirimkan foto Adhara saat bersama dengan Antares. Meskipun masih ada rasa cemburu di hati Chan namun ia berusaha untuk menahannya dan berusaha untuk tetap percaya pada Adhara.


Seperti yang pernah ia katakan pada Adhara, ia harus lebih percaya pada Adhara daripada orang yang tak ia ketahui siapa tersebut. Ia yakin Adhara tidak akan mengkhianatinya.


“Aku masih kangen biarin kayak gini bentar aja,” ucap Chan pada kekasihnya tersebut yang membuat Adhara menghembuskan nafasnya sambil memasang senyumnya pada Chan.


“Nora kemana?” tanya Chan saat tak mendengar suara gadis tersebut di sana. Bahkan kini dapat dilihat jika gadisnya tersebut sedang sendiri.


“Penguntit kamu dimana?” tanya Chan lagi karena tak melihat Antares. Tapi sebelumnya pun memang begitu saat Chan tengah melakukan panggilan dengan Adhara laki-laki tersebut tidak pernah muncul entah kemana perginya laki-laki tersebut.


“Entah, gak peduli aku,” ucap Adhara pada Chan yang membuat laki-laki tertawa mendengarnya. Ia cukup senang mendengar jawaban dari Adhara tersebut.


Namun tak lama suara seseorang memanggil Adhara membuat Adhara menoleh hingga tak lama menampilkan wajah Antares dan panggilannya dengan Adhara malah terputus membuat Chan terkejut mendengarnya. Tak hanya terkejut kini bahkan ia sudah tak bisa berpikir positif karena Adhara yang kini malah mematikan panggilannya.


Chan kembali berusaha untuk menelepon gadis tersebut namun ponsel Adhara malah tidak aktif yang membuat Chan semakin tidak tenang. Hingga tak lama ada sebuah pesan masuk, ia berharap itu adalah Adhara yang mengiriminya pesan untuk sekedar meminta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi. Namun di luar dugaan ia malah melihat Adhara yang tengah mengejar Antares yang berlari menjauh dari Adhara.


Foto tersebut malah terlihat seperti Antares yang tengah marah dan Adhara yang tengah mengejarnya untuk meminta maaf dan menjelaskan apa yang terjadi. Melihat hal tersebut Chan tersenyum sinis. Kini pikirannya sudah tidak bisa lagi untuk berpikir positif setelah apa yang dilihatnya tersebut. Apalagi Adhara yang tiba-tiba memutuskan sambungan telepon saat ada Antares.


“Sialan,” pekik Antares setelah memukul apapun yang berada di sana dengan amarahnya.

__ADS_1


Di sisi lain kini Adhara tengah memaki ponselnya yang tiba-tiba saja mati sepertinya baterai ponselnya habis. Dan ANtares yang baru saja datang tiba-tiba langsung mengambil ponselnya membuat Adhara yang awalnya ingin mengisi daya ponselnya tersebut dengan power bank yang dibawanya kini malah gagal.


“Antares sialan, kembaliin hp gue,” marah Adhara pada Antares yang kini malah sudah berlari menjauh dari Adhara.


Adhara namun tetap saja mengejar laki-laki tersebut untuk mengambil ponselnya tanpa tahu jika ada yang tengah memotret dirinya bersama dengan Antares untuk di kirim kan pada Chan. Mencari objek terbaik untuk memfitnah Adhara. Tanpa memotret bagaimana Adhara mendapatkan ponselnya dan menghajar Antares, memberikan pelajaran pada laki-laki yang suka mengerjainya tersebut


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.

__ADS_1



__ADS_2