Atmosphere

Atmosphere
Cupid


__ADS_3

Cupid adalah nama salah satu bulan yang berada di Uranus.


Happy Reading All.


**


Mobil sport berwarna merah melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang terpantau ramai macet, mengingat hari ini adalah hari minggu pastilah banyak yang tengah menghabiskan waktu bersama dengan keluarga nya di luar rumah.


Nora yang sedari tadi berada di samping Arche hanya terdiam memperhatikan jalanan di depannya. Kini di kepalanya terus bertanya-tanya untuk apa Arche mengajak nya ke rumah kakek dan nenek laki-laki itu? Apa untuk memperjelas pada nya jika keluarganya tak ada yang menyukainya?


Arche yang sedari tadi memperhatikan Nora yang hanya terdiam terus mencuri pandang ke arah adiknya tersebut. Arche mengelus tangan Nora yang berada di paha gadis tersebut membuat Nora sontak melihat ke arahnya.


“Kenapa?” tanya Arche dengan kerutan di keningnya yang terlihat begitu jelas.


“Untuk apa kamu mengajakku menemui kakek dan nenek mu? Apa untuk memperjelas padaku jika keluargamu tak ada yang menyukaiku?” tanya Nora dengan begitu tajam membuat Arche menghela nafasnya kasar. Entah bagaimana gadis itu selalu saja berburuk sangka seperti ini? Apa Nora sudah tidak lagi mempercayainya?


“Buat apa gue ngelakuin itu? Lo pikir gue yang begitu jahatnya pada perempuan?” tanya Arche dengan kerutan di keningnya. Nora yang mendengar hal tersebut langsung terdiam, ia tak bisa mengatakan Arche jahat karena laki-laki itu bahkan menolaknya dengan begitu halus hingga sakitnya begitu nyata.


Sikap baik Arche hanya semakin membuat Ia terluka, karena itu hanya semakin membuatnya mencintai laki-laki yang tak bisa ia miliki itu. Lebih baik Arche menolaknya dengan cara yang kasar agar rasa sukanya pada Arche memudar saat melihat sikap buruk Arche.


Namun teganya laki-laki itu malah bersikap begitu baik padanya membuat Nora semakin tidak bisa meninggalkannya. Arche yang melihat Nora terdiam dan mengalihkan pandangannya menghela nafasnya kasar sambil meyakinkan hatinya jika semuanya akan baik-baik saja, dan Nora bisa menerima ini dengan lapang dada.


Tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah rumah yang cukup besar, rumah berlantai dua dengan halaman yang begitu luas. Banyak penjaga dan pelayan yang berkeliaran di depannya. Saat melihat kedatangan mobil Chan mereka segera berbaris dan membukakan pintu mobil untuk Arche dan Nora.


Arche menggenggam tangan Nora memberikan kekuatan pada gadis itu, sambil meyakinkannya jika semua akan baik-baik saja.


Mereka akhirnya keluar dari dalam mobil Arche dan berjalan memasuki rumah besar tersebut bersama dengan pelayan yang mengantar mereka menuju ruang tamu.


“Tuan Muda tunggulah sebentar saya akan memanggil nyonya,” ucap salah satu pelayan yang Arche balas dengan anggukan.


Di tempatnya kini Nora duduk dengan tegang, merasa takut jika ia akan kembali direndahkan oleh keluarga Arche. Ini adalah pertama kalinya Arche mengajak Nora menemui Nenek dan Kakeknya yang selama ini selalu menjaga Nora dari jauh.


Hingga tak lama seorang wanita tua yang masih terlihat awet muda berjalan ke arah mereka dengan senyumannya yang mengembang sempurna saat melihat cucu nya yang datang.


“Cucu-cucu oma datang?” tanya wanita tersebut dengan senyumannya dan langsung beralih pada Arche memeluk cucu laki-laki nya itu sayang.

__ADS_1


“Oma, aku rasa sekarang waktunya. Agar Nora tidak salah paham lagi dengan perasannya,” ucap Arche berbisik pada neneknya tersebut.


Wanita tersebut menghela nafasnya kasar lalu menjawabnya dengan anggukan. Setelah memeluk Arche wanita tua tersebut berjalan ke arah Adhara dan langsung memeluknya dengan begitu erat. Ada perasaan haru juga menyesal yang berada di hatinya.


Karena ia tak bisa mengajak cucu perempuannya tersebut tinggal bersamanya, dan harus merelakan cucunya tersebut tinggal menjadi pesuruh di rumah orang lain.


Nora yang mendapatkan pelukan mendadak tersebut seketika terkejut, tak menyangka jika Nenek Arche akan menerimanya dengan begitu baik.  Setelahnya Nenek Arche melepaskan pelukannya dan menatap Nora dalam.


“Ayo duduk dulu,” perintah wanita tua tersebut. Tak lama salah satu pelayan datang dengan membawa minuman juga makanan ringan untuk mereka.


“Ayo sayang di minum dulu,” ucap Oma dengan senyumannya.


“Nora kenalin ini Oma, dan Oma kenalin dia Nora,” ucap Arche memperkenalkan mereka yang saling tersebut dengan begitu lembut.


Nora yang diperlakukan begitu baik tersebut merasa terharu karena ternyata masih ada keluarga Arche yang memperlakukannya dengan baik. Berada di pelukan oma juga bagaukan berada dalam dekapan neneknya sendiri yang begitu mencintainya.


“Di mana Opa?” tanya Arche saat tak melihat keberadaan kakeknya tersebut.


“Masih di rumah tetangga main catur, tapi oma udah nyuruh pengawal ngasih tahu kakek kalau kalian datang,” ucap wanita tersebut begitu ramah dengan senyumannya yang mengembang.


Arche langsung melihat ke arah kakeknya dengan senyumannya yang mengembang sempurna.


“Opa ayo duduk,” perintah Sila, nenek Arche dengan ramah. Laki-laki tua itu langsung duduk di samping Arche dan tersenyum begitu lebar saat melihat gadis di depannya yang begitu ia kenali tersebut.


“Nora ini Opa, opa ini Nora cantik bukan?” perkenal Sila yang sekaligus bertanya pada suami nya tersebut.


“Cucu Opa pasti cantik dong,” mendengar ucapan Tio, kakek Arche tersebut seketika mereka semua terdiam dalam keheningan.


Nora yang juga tak mengerti maksud Tio mengerjapkan matanya berkali-kali lalu tertawa dengan begitu canggung.


“Maaf tuan, tuan salah saya bukan kekasih Arche,” ucap Nora yang mengira jika Tio mengatakan hal tersebut karena mengira Nora adalah kekasih Arche.


Arche menghela nafasnya berat. Sepertinya ini adalah kesempatannya untuk mengatakan yang sejujurnya pada Nora tentang keluarganya dan alasan ia menolak gadis tersebut.


“Panggil Oma sama Opa aja sayang,” ucap Sila menegur Nora yang terlihat seperti begitu sungkan pada mereka hingga memanggil mereka dengan begitu formal dan menganggapnya begitu rendah.

__ADS_1


Sila begitu tak suka cucu nya itu menganggap dirinya sendiri rendah, karena Nora bukanlah orang yang begitu rendah, ia adalah cucu Sila. Terlepas dari bagaimana bisa gadis itu hadir. Yang Sila tahu hanya Nora adalah cucu nya.


“Tapi saya tidak pantas,” ucap Nora yang berhasil membuat air mata sila yang sedari tadi ditahannya akhirnya meluruh juga.


“Bagaimana bisa tidak pantas?” tanya Sila dengan air matanya yang sudah mengalir. Nora yang melihat Sila menangis segera menghapus air mata wanita tua tersebut ia begitu merasa bersalah karena sudah membuat wanita tersebut menangis.


“Oma,” terus Tio pada istrinya itu yang kini sudah menunduk sambil menggenggam tangan Nora dengan begitu erat seolah mengatakan jika ia tak bisa kehilangan gadis itu.


“Maaf,” lirih Sila yang semakin membuat Nora bingung karena di sini harusnya ia lah yang meminta maaf karena sudah membuat Sila menangis.


“Tidak, tidak Rhoma tidak salah,” ucap Nora yang akhirnya memanggil wanita tersebut Oma karen tak ingin merasa semakin bersalah.


“Nora, lo pengen tau kan kenapa gue nolak lo?” tanya Arche yang langsung membuat Nora mengalihkan perhatiannya pada laki-laki tersebut yang kini menghela nafasnya dalam.


“Karena lo adalah adik gue,”


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Aku bakalan up 2 part tiap harinya ya. Semoga kalian gak bosen ya.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2