
Happy Reading All.
***
“Kakak lo kenapa sih Sky?” tanya Adhara pada Sky yang kini tengah menemaninya di taman belakang. Gadis itu sudah mengumpati Antariksa dan Angkasa sedari tadi, bahkan Sky sampai bosan mendengarnya.
“Gue gak tau Adhara, ini udah yang keseratus kalinya lo tanya sama gue,” ucap Sky menghela nafasnya. Karena memang ini bukan yang pertama kali Adhara menanyakan hal yang sama.
“Harusnya lo tanya itu ke diri lo sendiri, apa yang udah lo lakuin ke Kakak gue,” ucap Sky membuat Adhara terdiam. Sepertinya apa yang dikatakan Sky begitu menusuk bagi Adhara hingga membuat gadis tersebut langsung terdiam.
Sky menghela nafasnya lalu menatap Adhara dengan begitu serius sedangkan Adhara yang di tatapan hanya menatap lurus ke depan.
“Gak akan ada bara kalau gak ada api, jadi Adhara mending lo juga intropeksi diri dulu,” ucap Sky lalu berdiri dan hendak pergi dari sana. Namun, ucapan Adhara menahannya untuk pergi.
“Apa salah kalau gue lebih milih buat balik sama Chan?” tanya Adhara dengan lirih bersamaan dengan senyuman sendu yang di perlihatkan oleh gadis tersebut.
“Gak salah kalau lo mau balik sama Chan, Kak Anta hanya kecewa karena bukan dia yang lo pilih padahal dia yang selalu ada buat lo,” ucap Sky tanpa membalikkan tubuhnya. Bagaimanapun ungkapan darah lebih kental dari air tetap berlaku di sini. Sky tentu saja tidak akan suka jika ada yang menyakiti kakaknya.
“Gue pergi,” ucap Sky lalu segera pergi dari sana meninggalkan Adhara yang masih terdiam di tempatnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
“Kenapa semua jadi kacau gini?” tanya Adhara pada dirinya sendiri.
Gadis tersebut menghela nafasnya kasar lalu segera berdiri dan pergi dari sana dengan tidak bersemangat. Jam sudah menunjukkan pukul 8.26 jika kembali ke kelas pun akan percuam mengingat kini sudah mulai jam pelajaran, yang ada ia malah hanya terkena hukuman.
Akhirnya gadis itu memilih menuju kantin. Namun saat melewati lapangan Adhara mengerutkan keningnya saat melihat lapangan saat ini begitu ramai.
“Ada apa?” tanya Adhara pada salah satu siswi yang hendak pergi ke lapangan.
“Chan, Arche sama Angkasa dan Antariksa lagi tanding basket,” ucap siswi tersebut yang membuat Adhara memelototkan matanya.
Gadis tersebut segera berlari menuju lapangan, dengan tubuh kecilnya tersebut Adhara mencari celah agar bisa berada di paling depan dari kerumunan.
Saat sampai di depan kerumunan dapat Adhara lihat keempat laki-laki tersebut yang tengah bertanding basket tanpa peraturan, bahkan saat Angkasa mendorong Chan dengan keras tak ada yang protes. Mereka kini lebih tepat disebut bertanding fisik daripada bertanding basket.
“Nyiksa diri,” ucap Adhara sambil menggelengkan kepalanya.
“Udah berapa lama mereka tanding?” tanya Adhara pada laki-laki di sampingnya yang sudah berada di sana entah dari kapan.
__ADS_1
“Setengah jam,” ucap laki-laki tersebut membuat Adhara memelototkan matanya mendengar hal tersebut.
“Guru-guru kemana?” tanya Adhara karena lapangan kini begitu ramai tapi tak ada guru yang memperdulikan mereka.
“Ada rapat rutin,” ucap laki-laki tersebut yang membuat Adhara memejamkan matanya mendengar hal tersebut.
“Mereka bahkan belum istirahat sedari tadi, gak ada aturan dalam permainan mereka,” ucap laki-laki lain yang berada di sana membuat Adhara sudah tidak tahan dengan pertengkaran orang yang pernah bersahabat tersebut.
Adhara segera berjalan ke tengah lapangan lalu merebut bola basket dari Angkasa lalu memasukkannya ke dalam ring basket lalu mengambil bola tersebut dan menginjaknya.
“Lo gak ada kapoknya ya Angkasa, pasti lo yang kompor,” ucap Adhara sambil menunjuk ke arah Angkasa yang kini berkacak pinggang dengan deru nafasnya yang memburu.
“Gue gak nyangka lo bakalan jadi orang yang begitu bodoh hanya karena cinta, lo jadi orang yang begitu jahat hanya karena perasaan lo,” ucap Adhara sambil menunjuk ke arah Antariksa dengan senyuman sinisnya dan tatapan yang menyiratkan kekecewaan pada laki-laki tersebut.
“Tapi ini juga salah gue, gue yang salah karena gak bisa jaga jarak dari lo. Gue yang salah karena mau menerima semua kebaikan yang lo kasih ke gue,” ucap Adhara melanjutkan ucapannya sambil menatap Antariksa dengan rasa kecewanya.
“Lain kali jangan pernah baik sama orang, kalau ujungnya gak ada balasan sesuai ekspektasi lo, lo malah berubah jadi orang jahat,” ucap Adhara tajam lalu segera menarik Chan dan Arche untuk pergi dari sana meninggalkan Antariksa yang membeku mendengar ucapan Adhara tersebut.
Adhara memejamkan matanya berusaha menahan rasa sesak di dadanya. Ia tahu ucapannya pada Antariksa tersebut terlalu kejam, namun ia merasa ia harus bisa tegas pada laki-laki tersebut agar tidak ada lagi salah paham di antara mereka.
Setelah sampai di lift Adhara melepaskan tangannya dari kedua tangan laki-laki tersebut lalu berjongkok di dalam lift yang saat ini hanya ada mereka bertiga.
“Gue salah ngomong kasar gitu ke Antariksa, bagaimanapun dia orang yang baik. Orang yang selalu ada di saat gue terpuruk,” ucap Adhara dengan suaranya yang terputus-putus karena tangisnya.
“Lo gak salah, keadaan yang membuat lo harus tegas sama Antariksa juga sama perasaan lo sendiri,” ucap Arche yang kini berjongkok di depan Adhara.
“Udah ya jangan nangis lain, nanti kita buat Antariksa sadar kalau kita sahabatnya,” ucap Chan yang membuat Adhara mengangguk dengan sesenggukannya.
“Gue anter ke kelas,” ucap Chan yang dibalas dengan gelengan oleh Adhara. Gadis itu mengangkat wajahnya lalu menghapus air matanya dan membenarkan rambutnya.
“Gue mau ke toilet dulu, kalian duluan aja,” ucap Adhara yang di balas dengan anggukan oleh Arche dan Chan.
Setelahnya Adhara segera keluar dari lift saat pintu lift tersebut terbuka di lantai dua. Adhara segera berjalan ke arah kamar mandi namun saat baru saja masuk gadis itu malah merasakan cairan yang mengguyur tubuhnya. Adhara memejamkan matanya sambil memejamkan matanya, gadis itu langsung melihat ke arah depannya yang kini sudah berdiri ketiga gadis yang menatapnya dengan tatapan menghina.
“Gimana? Seger gak?” tanya salah satu gadis yang berada di sini membuat Adhara tersenyum dengan sinis.
“Kenapa lo gak coba sendiri? Mau lo apa sih Titania?” tanya Adhara dengan tatapan tajamnya pada gadis yang tak lain adalah Titania bersama kedua temannya.
__ADS_1
“Gue cuma mau ngasih tau lo di mana posisi lo, biar lo sadar diri buat gak deket-deket sama Chan,” ucap Titania membuat Adhara tertawa mendengarnya.
Adhara mendorong Titania hingga gadis tersebut hampir terjatuh namun kedua teman Titania tersebut menahannya.
“Gue gak peduli dimana posisi gue karena semua manusia sama aja sama-sama dari tanah, ya gak tau kalau lo siapa yang tau kalo lo dari api,” ucap Adhara dengan sinisnya yang membuat Titania mengepalkan tangannya dengan tatapan tajamnya pada Adhara.
“Berani banget lo Adhara?” teriak Titania pada Adhara yang hanya tersenyum dengan sinis pada gadis tersebut.
“Apa yang harus gue takutin sama lo? Emang lo siapa? Tuhan? Emak gue? Atau guru gue?” tanya Adhara pada Titania yang semakin emosi mendengar ucapan Adhara tersebut.
Tidak salah bukan ucapan Adhara tersebut, apa yang harus ditakutkan? Takutlah hanya pada tuhan dan orang tua kita. Harga yang menghargai kita, dan hormati orang yang menyayangi kita.
“Gak ada untungnya gue ngehargain orang kayak lo yang gak bisa menghargai orang lain. Lo manusia orang barang maunya di hargai tanpa mau di hargai? Atau lo tiang bendera? Maunya dihormati tanpa mau menghormati,” tegas Adhara yang membuat Titania seketika bungkam mendengar ucapan Adhara tersebut.
Adhara segera keluar dari kamar mandi tersebut bertepatan dengan Sky yang hendak ke kamar mandi dengan tubuh basah nya. Beruntung saat ini seragam yang digunakannya tidak tembus pandang bahkan saat terkena air.
Adhara memilih untuk segera menuju lokernya dan mengambil seragam ganti yang disimpannya di loker.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
__ADS_1
See You Next Chapter All.