
Fyi "Si bintang kejora akan terlihat sangat terang pada saat senja. Hal ini dikarenakan posisi Venus yang cukup tinggi hingga mencapai elongasi maksimum."
Happy Reading All.
***
Malam kini terasa begitu dingin apalagi bagi Sky yang kini masih berada di depan halte depan kampusnya menunggu Antares menjemputnya. Tadi ia masih ada yang harus ia kerjakan di kampus, sedangkan Antares mengatakan jika ia ada yang harus diurus oleh karena itu Sky membiarkan Antares untuk pulang lebih dulu.
Antares sudah mengatakan akan menjemputnya tapi kini setelah Sky menghubungi beberapa kali laki-laki tersebut tak juga menjawab ponselnya. Padahal sebelumnya Sky sudah mengatakan jam berapa Antares harus menjemputnya. Namun kini sudah satu jam ia menunggu laki-laki tersebut, namun tak ada tanda-tanda Antares akan datang.
“Ini Ares kemana sih?” tanya Sky berdecak kesal karena sampai sekarang Antares belum saja datang untuk menjemputnya, hari padahal kini sudah semakin malam tapi Antares masih saja tak ada tanda-tanda laki-laki tersebut akan datang.
Merasa kesal dengan Antares akhirnya ia lebih memilih untuk menuju jalan raya dan mencari taksi di sana. Mengingat kini sudah malam dan begitu jarang ada taksi yang lewat di tempatnya saat ini berada. Jadilah ia harus berjalan ke jalan raya yang tak jauh dari tempatnya berada saat ini untuk mencari taksi.
“Awas aja ya lo Res, gue bakalan ngambek sama lo,” ucap Sky dengan kesalnya pada Antares. Ia terus saja menggerutu menyumpah serapahi laki-laki tersebut yang dengan tega kali ini tak menjemputnya dan membiarkan ia pulang sendiri.
Jalanan kini begitu sepi dengan diterangi lampu jalanan juga rembulan yang kini bersinar terang Sky berjalan dengan waspada di jalanan sepi tersebut. Tak seperti Adhara juga Nora yang bisa bela diri, ia begitu lemah dalam ilmu bela diri, jadilah ia selalu membawa air cuka untuk berjaga-jaga.
Namun tanpa Sky sadari kini ada mobil yang mengikutinya hingga tak lama seorang laki-laki berpakaian serba hitam langsung membekap mulut dan hidungnya dengan kain yang sudah diberikan bius. Sky tak sempat melawan karena tak menyadari pergerakan tersebut hingga ia langsung pingsan akibat obat bius tersebut. Kegelapan segera menyapanya saat sebelum ia sadar ia dibawa masuk ke dalam mobil.
***
Antares kini tengah duduk di salah satu meja bar di club ternama di kota mereka. Di sampingnya kini Lucine tengah tersenyum senang sambil melihat ke arah banyaknya manusia yang tengah berjoget di dance floor.
“Anta ayo ke sana ikutan nari,” ucap Lucine sambil berdiri dan menarik Antares untuk mengikutinya ke arah dance floor dan menari di sana.
“Lo aja sana, gue tunggu di sini,” ucap Antares pada Lucine yang kali ini mengerucutkan bibirnya berusaha untuk memohon pada Antares agar ia mau untuk mengikuti Lucine. Antares menghembuskan nafasnya kasar lalu segera ikut berdiri dan mengikuti Lucine untuk menuju ke arah dance floor.
__ADS_1
Setelah sampai di sana mereka segera menari bersama dengan Antares yang kini tersenyum melihat Lucine yang terlihat begitu larut dalam tariannya. Antares merangkul pinggang Lucine melingkarkan tangannya di pinggang gadis tersebut membuat Lucine tersenyum ke arah Antares.
“Makasih Antares,” ucap Lucine dengan senyumannya pada Antares yang dibalas dengan anggukan oleh Antares.
Suara dering ponselnya sama sekali tidak ia dengar karena ia meletakkan ponselnya di saku jaketnya. Antares kini terus saja menari bersama dengan Lucine hingga melupakan jika ia harus menjemput tunangannya.
Setelah puas dengan kegiatannya mereka kembali ke tempat mereka tadi duduk dan memesan minuman beralkohol kembali hingga saat ia tak sengaja melirik jam yang melingkar di tangannya ia menyadari jam yang kini sudah menunjukkan pukul 21.45 padahal Sky memintanya untuk menjemput gadis tersebut pukul tujuh.
“Gue harus pergi,” ucap Antares pada Lucine dengan begitu panik karena menyadari ia sudah terlambat begitu lama untuk menjemput gadisnya tersebut.
“Mau kemana sih Ta?” tanya Lucine pada Antares dengan mengerucutkan bibirnya kesal pada Antares yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar.
“Gue harus jemput Sky,” ucap Antares pada Lucine yang sontak melepaskan tangannya pada Antares.
“Temenin aku sebentar lagi aja kenapa sih,” ucap Lucine pada Antares tak ingin jika laki-laki tersebut meninggalkannya.
“Gue gak bisa Lucine, gue harus jemput Sky. Dia udah terlalu lama nunggu,” ucap Antares sambil membuka ponselnya karena menyadari ia belum mengecek ponselnya takut jika ada pesan baru dari Sky jika ia sudah pulang lebih dulu atau ia akan pulang terlambat.
“Anta, kamu kenapa?” tanya Lucine saat menyadari wajah Antares yang kali ini terlihat begitu marah setelah membuka ponselnya. Lucine mengintip ke arah ponsel tersebut hingga ia membekap mulutnya tak percaya melihat foto tersebut.
“Ya ampun Sky, ternyata dia khianatin kamu,” ucap Lucine pada Antares yang kini malah semakin memanasi Antares.
Antares mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih karena terlalu kuat mengepalkan tangannya. Lucine kini telah tersenyum dengan sinis melihat hal tersebut karena merasa sudah menang dari Sky.
“Kamu masih mau nyamperin dia? dia lagi seneng-seneng tuh,” ucap Lucine pada Antares yang kini memilih untuk duduk kembali di tempatnya dan memesan minuman beralkohol kembali untuk melampiaskan amarahnya yang saat ini begitu terlihat jelas.
“Gue gak nyangka Sky bisa berbuat kayak gitu,” ucap Lucine yang masih saja terus memanasi Antares agar laki-laki tersebut semakin membenci Sky.
__ADS_1
“Lo mending diem,” ucap Antares dengan kesalnya, kini ia hanya ingin untuk menenangkan pikirannya dan tak ingin untuk diganggu.
***
Sky mengerjapkan matanya beberapa kali saat mentari pagi menerpa wajahnya membuat ia segera bangun dan mengerutkan keningnya bingung saat melihat sekitar yang kini terlihat begitu asing untuknya. Sebuah kamar yang cukup luas namun ia tahu jika ini bukanlah kamarnya.
Ingatannya kembali pada kejadian malam tadi saat ia menunggu Antares begitu lama hingga ia memutuskan untuk pulang sendiri, hingga ada yang membiusnya dan membuat ia tak sadarkan dirinya. Menyadari hal tersebut Sky memelototkan matanya dan sontak saja ia ingin bangun dari ranjang besar tersebut.
“Gue dimana?” tanya Sky sambil melihat ke sekelilingnya. Baru saja gadis tersebut akan bangun namun saat ia menyingkap selimut tebalnya ia memelototkan matanya saat menyadari kini ia hanya memakai pakaian dalamnya saja.
“Apa yang terjadi sama gue?” tanya Sky dengan memelototkan matanya. Ia kini terdiam membeku di tempatnya hingga tatapannya teralihkan pada pakaian di sampingnya yang merupakan pakaiannya. Tanpa sadar kini air matanya sudah mengalir dan dengan segera Sky mengambil pakaiannya tersebut untuk segera ia pakai dan pergi dari sana dengan air matanya yang masih mengalir.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
__ADS_1
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya