Atmosphere

Atmosphere
Atlas


__ADS_3

Atlas adalah nama salah satu Bulan yang berada di Saturnus


Happy Reading All.


***


“Kemana aja lo?” suara bariton yang begitu menakutkan tersebut yang bahkan lebih horor tersebut membuat Adhara menelan salivanya dengan susah payah.


Dengan senyuman polosnya Adhara menoleh pada laki-laki yang tak lain adalah Chan tersebut. Kini laki-laki tersebut tengah menatapnya dengan begitu tajam membuat Adhara semakin ketakutan melihatnya.


“Chan? Lo udah pulang?” tanya Adhara dengan tatapan tak bersalahnya sama sekali. Namun yang diajak bicara tetap saja menatapnya dengan begitu tajam dan datar.


“Udah malem ya,” ucap Adhara dengan cengiran tanpa dasarnya yang pasti akan membuat siapa saja yang mendengarnya ingin meledakkan tawanya mendengar jawaban polos gadis itu dengan ekspresi wajahnya yang begitu tanpa dosanya.


Berbeda dengan Chan yang kini semakin di buat kesal dengan pertanyaan konyol tersebut. Apa tak ada ucapan lain yang dapat gadis itu katakan?


“Udah pagi,” ucap Chan tajam yang di balas dengan cengerin oleh Adhara.


“Dari mana aja lo? Lo gak liat jam ini sudah jam berapa? Lo itu cewek, gak sepantasnya lo pulang jam segini Adhara,” ucap Chan begitu tajam dan kesal pada Adhara yang kini hanya bisa menunduk dalam. Chan benar ia memang salah pulang di jam sekarang lebih baik ia pulang pagi saja dan mengatakan jika ia menginap di rumah temannya.


Adhara terus menggerutu di dalam hatinya menyalahkan dirinya sendiri yang begitu teledor. Lagi pula ia pulang jam setengah dua belas juga untuk Chan, ia bekerja untuk laki-laki itu walau jika Chan tahu pasti Chan akan marah padanya.


“Gue lagi tanya sama lo Adhara, dari mana aja lo?” bentak Chan karena tak mendapatkan jawaban dari Adhara yang tengah menundukkan kepalanya sambil memejamkan matanya.


Ia paling tidak suka dibentak, ia memang terlihat keras namun orang tuanya selalu memperlakukannya dengan lembut dan tidak pernah membentaknya jadi ia tidak suka jika di bentak karena baginya, orang tuanya saja tidak pernah membentaknya tapi kini Chan malah membentaknya.


“Lo bisa tanya baik-baik kan gak perlu ngebentak, gue paling gak suka di bentak. Emang lo siapa?” tanya Adhara dengan tidak sadar juga membentak Chan menaikkan volume suaranya.


Chan yang mendengar Adhara yang membentaknya langsung berdiri dan menghampiri gadis itu.


“Gue emang bukan siapa-siapa lo, gue Cuma orang yang numpang di rumah lo. Dan emang nyatanya gue salah udah khawatir sama lo sampek nyari lo kemana-mana kek orang gila,” ucap Chan yang setelahnya langsung berjalan keluar dari sana dengan suara pintu yang ditutup dengan begitu keras.


Adhara memejamkan matanya berusaha meredamkan emosinya. Ia tahu ia salah dan Chan hanya mengkhawatirkannya. Adhara berusaha menahan egonya lalu segera berlari mengejar Chan.

__ADS_1


Ia takut laki-laki itu malah pergi ke tempat laknat yang berisi orang-orang yang tengah berbuat dosa di dalamnya.


Saat sampai di parkiran benar sana di sana ada Chan yang sudah bersiap masuk ke dalam mobilnya namun Adhara segera menahan pintu mobil tersebut membuat Chan membalikkan tubuhnya dan menatap Adhara datar.


“Chan please jangan kayak gini, mending kita masuk ini udah malam. Kita bicarakan baik-baik,” ucap Adhara yang berusaha menahan egonya untuk saat ini. Ia tak ingin bertengkar dengan laki-laki itu dan malah membuat Chan berada dalam bahaya atau malah ia yang akan merasa bersalah.


“Chan,” panggil Adhara sambil menggenggam tangan Chan berusaha menenangkan laki-laki tersebut.


Chan menghela nafasnya kasar lalu menghempaskan tangan Adhara dan berjalan lebih dulu kembali menuju apartemennya. Adhara menghela nafasnya lega karena Chan yang mau kembali bersamanya.


Saat sampai di apartemen mereka langsung duduk saling berhadapan di ruang tamu, Adhara menghela nafasnya kasar dengan Chan yang menatapnya dengan tatapan yang datar.


“Chan,” panggil Adhara dengan begitu lembut. Bahkan seperti bukan Adhara, karena biasanya gadis itu lebih sering berkata dengan begitu keras tanpa unsur kelembutan.


“Maaf, tadi gue lagi kerja kelompok dan gak liat jam,” ucap Adhara yang sudah diberitahu Sky jika Chan mencarinya dan ia memberikan alasan jika Adhara sedang kerja kelompok.


Ucapan dari Sky jugalah yang membuat Adhara menahan emosinya dan tidak mengedepankan egonya. Karena ini memang salahnya dan Chan hanya mengkhawatirkannya hingga membentaknya tadi.


“Harusnya lo hubungin gue, biar gue jemput. Ini udah malem, gue Cuma gak mau lo kenapa-napa,” ucap Chan yang sudah berhasil meredakan emosinya.


Adhara membalasnya dengan anggukan lalu menggenggam tangan Chan berusaha meyakinkan laki-laki itu jika ia memang baik-baik saja. Lagi pula ia bukanlah gadis lemah, ia bisa melawan penjahat yang mungkin membuat masalah dengannya.


“Hp gue mati,” ucap Adhara yang baru menyadari jika baterai ponselnya habis.


Chan menghela nafasnya kasar. Ia tak bisa marah pada Adhara, karena kini Adhara sudah menjelaskannya pada Chan. Walau penjelasan itu adalah sebuah alibi.


Adhara tak habis pikir bagaimana nanti jika Chan tahu jika ia bekerja, pasti Chan tak akan memaafkannya. Namun cepat atau lambat sepertinya ia sendiri yang harus memberitahu Chan sebelum Chan tahu sendiri. Apa lagi saat ini Nora juga mengetahui tentang pekerjaannya.


“Udah lah, lain kali jangan di ulangi,” ucap Chan sambil mengelus puncak kepala Adhara yang gadis itu balas dengan anggukan semangat juga senyuman yang mengembang sempurna.


“Siap komandan,” ucap Adhara membuat mereka akhirnya tertawa bersama.


Mengalah bukan berarti kalah, dan tak ada salahnya meredakan ego demi sebuah kedamaian dan keharmonisan. Pertengkaran tak akan membawa untuk apapun jadi lebih baik berdamai daripada mengibarkan bendera perang.

__ADS_1


“Sudah makan?” tanya Adhara pada Chan yang laki-laki itu balas dengan gelengan karena ia memang belum makan malam karena terlalu sibuk.


“Gue masakin mie,” ucap Adhara yang di balas dengan anggukan semangat oleh Chan.


Akhirnya mereka menghabiskan malam tersebut dengan hubungan yang baik. Dengan semangkuk mie yang dimasak oleh Adhara.


Walau hati mereka tak sepenuhnya merasa lega karena masih banyak yang mereka sembunyikan satu sama lain. Ketakutan masih ada jika salah satu dari mereka akhirnya ketahuan menyembunyikan sesuatu.


Namun mereka bertekad untuk segera memberitahukannya pada salah satu dari mereka, agar tak ada lagi yang selanjutnya membuat mereka salah paham karena mereka mengetahui kebenaran tersebut dari orang lain.


Setelah menghabiskan makan malam mereka tersebut, mereka segera menuju kamar mereka masing-masing. Mengingat malam ini adalah malam minggu dan besok adalah hari minggu jadilah mereka tak perlu pusing memikirkan bagaimana besok mereka tak mengantuk karena mereka baru tidur saat jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Aku bakalan up 2 part tiap harinya ya. Semoga kalian gak bosen ya.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2