
Happy Reading All.
Mau ngasih tau nih "
Hukum Kepler ditemukan oleh Johanes Kepler yang merupakan seorang matematikawan dan astronom asal Jerman. Hukum yang menjelaskan tentang pergerakan planet"
***
Keheningan kini menjadi teman pelengkap di mobil antara Chan dan Adhara setelah mereka masuk ke mobil tak ada yang membuka pembicaraan. Chan masih terdiam di tempatnya tanpa berdiar melajukan mobilnya.
"Chan," panggil Adhara dengan begitu lembut. Ia tahu keadaan Chan saat ini sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja jadi ia tak ingin membuat Chan semakin badmood jika dia berulah kali ini.
Chan melihat ke arah Adhara sekolah lalu menghela nafasnya kasar.
"Lo baik-baik aja?" tanya Adhara sambil mengelus tangan Chan yang berada di kendali gigi mobil.
Chan kembali melihat ke arah Adhara lalu mengangguk. Laki-laki itu mendekatkan dirinya pada Adhara membuat gadis itu semakin mundur. Chan ternyata hanya memakaikannya seatbelt namun saat Chan menoleh pada Adhara tatapan mereka saling terkunci.
Mata Adhara yang begitu indah beradu dengan tatapan chan yang begitu dalam. Tanpa mereka sadari kini detak jantung mereka berdua berdetak dengan tidak terkendali.
"Cantik," ucap Chan dengan senyumannya yang begitu manis. Bahkan Adhara dibuat terpukau dengan senyuman Chan yang menambah kadar ketampannannya tersebut.
"Khem Chan," ucap Adhara dengan gugup. Chan yang salah tingkah segera kembali duduk di tempatnya lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil berdehem.
"Sorry," ucap Chan yang segera memakai seatbelt nya sendiri, setelah di rasa aman laki-laki itu segera melajukan mobilnya menuju apartemen Adhara.
Di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan mereka saling terdiam dengan pikiran masing-masing. Adhara mengalihkan tatapannya dari Chan dan menatap keluar dari jendela di samping.
"Lo mau belanja dulu?" tawar Chan takut jika ada kebutuhan gadis itu yang habis dan ia ingin membelinya.
"Em gak ada kita langsung pulang aja," ucap Adhara membuat Chan mengangguk selanjutnya tak ada lagi yang mereka bicarakan sampai mereka sampai di depan gedung apartemen sederhana milik Adhara.
***
Adhara kini tengah sibuk membersihkan apartemennya seorang diri karena Chan yang langsung pergi setelah mengantar Adhara pulang.
"Ini harusnya tugas nya Chan nih, malah kabur tuh orang," ucap Adhara menggerutu kesal pada Chan yang entah pergi kemana saat ini.
"Lagian itu bapak dia ngapain segala dateng, gak bisa anteng tenang santai seperti dipantai," ucap Adhara sambil terus mengepal lantai. Kini gadis itu hanya menggunakan tanktop crop dan hotpants nya.
Memang definisi setengah ukhti setengah iblis. Batu saja tadi ia memakai cadar karena tantangan kedua sahabatnya kini gadis itu sudah menggunakan pakaian saksi lagi.
Suara pintu dibuka membuat Adhara menoleh hingga terlihat Chan yang datang dengan wajah kusut nya.
__ADS_1
"Kenapa muka lo, kayak orang bosan hidup gitu?" tanya Adhara pada Chan yang tengah membuka sepatunya.
"Udah bagus tadi jadi ukhti sekarang jadi cabe lagi," komentar Chan sambil menggeleng melihat Adhara yang berpakaian begitu seksi tersebut. Jangan lupa ia juga laki-laki normal yang bisa tergoda melihat wanita seksi.
"Gerah tau," ucap Adhara kesal sambil melanjutkan kegiatannya membersihkan apartemen.
"Chan, lo yang masak ya?" ucap Adhara yang lebih terdengar seperti perintah bukan pertanyaan. Chan yang lelah memilih merebahkan tubuhnya di kasur yang berada di ruang tamu.
"Chan denger gak sih?" Protes Adhara sambil menghampiri Chan dan menggoyangkan tangan Chan karena laki-laki itu kini tengah memejamkan matanya.
Chan menghembuskan nafasnya kasar lalu membuka matanya dan menatap Adhara datar.
"Pesen aja, gue capek banget," ucap Chan yang langsung mengeluarkan ponselnya untuk memesan makanan karena ia masih terlalu lelah untuk memasak.
"Lo dari mana sih? Kerumah lo buat tanda tangan warisan?" Tanya Adhara dengan penasarannya. Ia tahu hal tersebut sangat tidak sopan tapi ia sudah sangat penasaran.
"Main basket," jawab Chan datar dan melanjutkan tidurnya. Adhara memperhatikan wajah tampan Chan yang tengah tertidur dengan begitu lama hingga gadis itu tersebar langsung menggelengkan kepalanya.
"Adhara sadar dia jelek, gantengan Arche," ucap Adhara sambil menepuk pipinya. Chan yang memang tidak tidur dan hanya memejamkan matanya dapat mendengar ucapan Adhra tersebut langsung menarik gadis itu hingga terjatuh di atasnya.
Adhara mengerjapkan matanya berkali-kali karena Chan yang kini menatapnya dengan begitu intens. Chan hanya memperhatikan wajah gadis itu yang begitu cantik dalam. Berusaha mengontrol detak jantungnya yang berdegup begitu kencang.
"Gue jelek hm?" tanya Chan berusaha mengontrol diri agar tidak terdengar gugup. Adhara berkhem lalu segera berdiri membetulkan rambutnya yang sebenarnya tidak berantakan, ia hanya salah tingkah hingga membuat dirinya begitu konyol.
Walau sebenarnya sika[ friendly itu biasanya bisa menjadi boomerang untuk sang pasangan apalagi jika pasangannya begitu posesif. Sikap cuek seperti Chan lah yang biasanya lebih disukai untuk menjadi pasangan, atau sikap sikap seperti Antariksa yang begitu tegas dan selalu melindungi apa yang harus dilindungi nya dengan cara yang begitu kasar.
Chan juga ikut bangun hingga kini laki-laki itu duduk di hadapan Adhara. Menatap gadis itu dengan tatapan datarnya.
"Lo suka Arche?" tanya Chan dengan begitu penasarannya. Salah memang menanyakan hal ini karena jelas hanya akan membuat hatinya sakit karena ia sudah mengetahui jawabannya jika gadis itu memang menyukai sahabatnya itu.
"Bisa dibilang gitu," ucap Adhara dengan senyumannya. Ia memang tak pernah malu mengatakan saat ia menyukai seseorang.
Senyuman getir terlukis di wajah Chan membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung melihat ekspresi Chan tersebut. Apa yang salah dengan laki-laki itu, tidak pernah menampilkan ekspresi sekalinya menampilkan ekspresi adalah ekspresi yang begitu tak enak dipandang.
"Lo kenapa?" tanya Adhara bingung sekaligus penasaran dengan apa yang sebenarnya Chan rasakan.
"Gue suka lo," ucap Chan yang membuat Adhara terdiam sambil mengerjapkan matanya berkali-kali. Ia masih memikirkan apa yang baru saja Chan katakan, benarkah jika laki-laki itu menyukainya?
Suara bel apartemen membuat Adhara tersadar lalu segera berjalan meninggalkan Chan untuk menuju pintu apartemen dan membukakan tamu yang datar. Dan ternyata yang datang adalah makanan yang Chan pesan tadi.
"Hmm makanannya udah datang," ucap Adhara berusaha mengalihkan pembicaraan. Ia hanya tak ingin jika selanjutnya mereka akan menjadi canggung.
"Bawa sini aja, makan sini," ucap Chan memerintahkan. Adhara membalasnya dengan anggukan lalu segera membawa makanan yang di pesan Chan, juga mengambil piring untuk mereka.
__ADS_1
"Tentang tadi, gue gak bakal maksa lo. Lakukan sesuka lo, lo hanya perlu tau gue suka lo. Jika suatu saat lo beralih ke gue, gue akan dengan siap menangkap lo," ucap Chan panjang lebar. Ini pertama kali bagi Adhara mendengar Chan berbicara begitu panjang.
Adhara menatap Chan dalam, mencari kebohongan dalam ucapan laki-laki itu namun ia tak menemukannya selain kesungguhan yang dapat ia lihat sorot mana Chan.
"Malam ini ikut gue ke rumah kakek," Final Chan membuat Adhara terdiam melanjutkan makannya dengan pelan. Ini pertama kalinya Chan banyak bicara sedangkan Adhara masih terdiam di tempatnya.
Mungkin gadis itu cukup terkejut dengan apa yang Chan katakan padanya.
Setelah selesai dengan makannya mereka segera memilih untuk membersihkan diri dan bersiap untuk datang ke rumah kakek Chan.
***
Halo semua Happy New Year 2022 All.
Semoga impian yang belum terwujud di tahun 2021 bisa terwujud di tahun 2022 ini.
Tetap semangat ya apapun yang terjadi, di tahun ini harus bisa lebih kuat lagi. Kalian hebat bisa bertahan sejauh ini.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Maaf ya baru bisa update sekarang.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
__ADS_1
See You Next Chapter All.