Atmosphere

Atmosphere
S2 Termosfer


__ADS_3

Fyi "Termosfer atau Ionosfer adalah lapisan tempat terjadinya ionisasi partikel-partikel. Hal ini memberikan munculnya efek perambatan atau pemantulan gelombang radio, baik dengan frekuensi rendah maupun tinggi."


Happy Reading All.


***


 Adhara, Nora, Sky kini tengah duduk di sofa rumah Sky. Kini ketiga perempuan tersebut tengah berhadapan dengan Arche juga Arpina yang menatap ketiga perempuan tersebut dengan tatapan marahnya. Masalah kemarin Chan malah dengan teganya mengadukan semua itu pada ibu Sky juga pada Arche hingga kini mereka harus dihadapkan dengan kedua orang tersebut.


“Kamu udah janji loh Sky sama mama buat gak dateng ke tempat seperti itu lagi,” ucap Arpina pada anaknya tersebut dengan tatapan tajamnya yang membuat Sky kini menyenggol Adhara berusaha untuk meminta bantuan pada sahabatnya tersebut.


“Ngapain sih lo nyolek gue,” bisik Adhara pada Sky sambil menatap sahabatnya tersebut dengan tatapan penuh tanyanya. Kini ia bahkan juga tak tahu harus melakukan apa. Beruntung Chan hanya memberitahu Arche juga Arpina bukan mertuanya ataupun orang tua Nora.


Sky yang mendengar pertanyaan polos Adhara tersebut memejamkan matanya menahan kekesalannya pada sahabatnya yang satu itu yang tak bisa diajak kompromi saat ini. Padahal biasanya ia yang selalu memiliki banyak ide untuk menjawab ucapan orang.


“Khilaf Ma,” ucap Sky akhirnya menjawab sendiri pertanyaan ibunya tersebut yang membuat Arpina kini menoleh ke arah dua perempuan yang kini duduk di samping Sky.


“Kalian kenapa malah ikutan?” tanya Arche kini pada Nora dan Adhara yang kini sontak melihat ke arah Arche dengan wajah polosnya.


“Kita tuh udah ngelarang Ar, cuma kita juga gak tega liat dia sendiri kan,” ucap Adhara yang membuat alibinya sendiri.


“Lo pas udah di dalem baru komen ya, jangan playing victim lo,” ucap Sky pada Adhara yang kali ini menatap kesal pada sahabatnya tersebut.


“Yang penting gue ngelarang ya,” ucap Adhara pada Sky dengan mengerucutkan bibirnya membuat Sky kini berdecak mendengarnya.


Arche memijat keningnya melihat pertengkaran kedua perempuan di depannya tersebut, bahkan di saat seperti ini mereka malah bertengkar.


“Adhara kamu udah punya suami nak, harusnya gak pulang saat malam. Kamu tau Papa Chan bagaimana bukan? bagaimana kalau sampai Papa Chan atau keluarga Chan tau?” tanya Arpina kini pada Adhara yang menundukkan kepalanya mendengar ucapan Arpina, ia tahu jika ia belum diterima sepenuhnya di keluarga Chan, dan Papa Chan yang begitu tegas juga membuat Adhara kini memikirkannya.


“Dan Nora, Mama rasa kamu yang paling berpikiran terbuka di antara kedua bocah ini. Mama gak ngeharapin ini dari kamu,” ucap Arpina pada Nora yang kali ini juga akhirnya hanya bisa menundukkan kepalanya mendengar ucapan tersebut karena ia tahu jika ia salah.


“Mama harap kalian gak akan ngulangin hal kayak gini lagi,” ucap Arpina yang segera dijawab dengan anggukan tegas oleh kedua perempuan tersebut.


“Kalau kamu berani kayak gini lagi, Mama nikahin kamu,” ucap Arpina pada Sky yang kini malah tersenyum dengan begitu lebar mendengar ucapan tersebut. Membuat mereka kini bertanya-tanya melihat reaksi dari gadis tersebut yang kini terlihat begitu senang.


“Katanya kalo iya mau di aamiinin Ma,” ucap Adhara mengompori yang membuat Arpina kini mengerutkan keningnya bingung lalu melihat ke arah Sky dengan tatapan penuh tanya.

__ADS_1


“Aku udah jadian sama Antares,” ucap Sky dengan senyumannya yang membuat mereka semua kini terkejut mendengarnya.


“Kamu serius?” tanya Arpina pada Sky yang menjawabnya dengan anggukan dan senyuman lebarnya yang membuat mereka kini melihat ke arah Sky dengan senyumannya lalu Adhara yang berada di samping Sky segera memeluk sahabatnya tersebut begitupun dengan Nora.


“Mama seneng dengernya, Mama akan mengatur makan malam kita untuk kita,” ucap Arpina pada Sky yang menjawabnya dengan anggukan.


“Kita harus rayain ini,” ucap Adhara pada sahabatnya yang menjawabnya dengan anggukan.


“Heh mau kemana kalian?” tanya Arche pada sahabatnya tersebut yang kali ini hanya menyengir.


“Main lah,” ucap Adhara pada Arche dengan begitu santainya yang membuat Arche memelototkan matanya mendengar ucapan tersebut. Pasalnya Chan sudah meminta nya untuk menjaga Adhara dan mengantarnya Adhara pulang.


“Gak, gue harus bilang apa ke Chan?” tanya Arche pada Adhara yang kini menatap Adhara dengan tatapan seriusnya.


“Nanti gue yang izin. Udah tenang aja gak bakal sampe malem lagi kok,” ucap Adhara dengan begitu santainya pada Arche.


“Ya kalo sampe malem lagi gue jamin lo punya supir dan bodyguard sendiri sih,” ucap Arche pada Adhara yang kali ini mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan sahabatnya tersebut.


“Sudah, inget ya jangan pulang malem lagi,” ucap Arpina menengahi yang di jawab dengan anggukan oleh ketiga perempuan tersebut.


“Main sky aja lah yuk. Karena ini hari bahagia gue,” ucap Sky pada sahabatnya tersebut yang segera menjawabnya dengan anggukan.


Setelahnya mereka segera melajukan mobil mereka menuju tempat bermain Sky yang berada di daerah mereka. Tak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai di tempat bermain Sky. Namun saat mereka akan memasuki tempat Sky yang berada di gedung tersebut mata Adhara malah tak sengaja melihat ke arah kedai es krim yang berada di sana.


Dengan segera wanita tersebut menarik kedua sahabatnya untuk membeli es krim tersebut. Mereka akhirnya membeli es krim berbeda rasa setelah membayarnya mereka segera pergi dari sana.


“Enak gak punya kalian?” Tanya Adhara pada sahabatnya tersebut yang segera menjawabnya dengan anggukan.


Dengan seenaknya Adhara malah mencoba kedua es krim milik sahabatnya tersebut lalu menganggukkan kepalanya.


“Iya enak, tapi enak punya gue,” ucap Adhara pada sahabatnya tersebut.


“Coba sini gue cobain,” ucap Sky hendak meraih es krim milik Adhara namun Adhara malah menjauhkannya.


“Ih ayo cepet masuk ke buru sore,” ucap Adhara pada Sky yang kini hanya bisa menganga melihat hal tersebut sedangkan Nora hanya bisa menggeleng sambil tersenyum melihatnya.

__ADS_1


“Pelit dasar,” kesal Sky pada Adhara yang sama sekali tidak di hiraukan oleh gadis tersebut yang malah sudah masuk lebih dulu.


Setelah selesai dengan es krim mereka. Kini mereka sudah menggunakan alat untuk bermain Sky. Adhara sudah sedari tadi melakukan trik yang ia bisa begitupun dengan Sky juga Nora yang kini juga sibuk dengan permainan mereka sendiri.


Sampai tak lama Adhara malah terjatuh dengan tangannya yang kini rasanya sudah mati rasa karena terlalu dingin. Melihat hal tersebut Nora juga Sky yang jauh dari Adhara segera menghampiri sahabatnya tersebut namun beruntung ada laki-laki yang segera membantunya.


“Thank,” ucap Adhara dengan senyumannya sampai tak lama ia merasakan seseorang meraih pinggangnya dengan begitu posesif.


“Ayo pulang,” ucap laki-laki tersebut yang ternyata adalah Chan.


Adhara lebih dulu tersenyum pada laki-laki yang membantunya tersebut sebelum ia juga berpamitan pada sahabatnya yang menjawabnya dengan anggukan. Adhara menghembuskan nafasnya kasar ia tahu pasti Chan kini akan marah lagi padanya padahal kemarahan laki-laki tersebut kemarin masih belum selesai.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Ini karya baru yang aku tulis nih Guys. Tentang gadis yang memiliki Self injury namun tetap bertahan dengan segala beban dan rasa sakit yang di tutupi dengan sebuah senyuman. Yuk, langsung baca aja.


__ADS_1


__ADS_2