Atmosphere

Atmosphere
S2 El Chaco


__ADS_3

Fyi "El Chaco adalah meteorit terbesar kedua di Bumi, beratnya hampir dua kali berat Bacubirito. Ditambah, itu hanya sebuah fragmen. Sekelompok meteorit yang disebut Campo del Cielo bertanggung jawab atas bidang kawah seluas 60 km persegi dengan nama yang sama di Argentina."


Happy Reading All.


***


Adhara kini tengah berada di taman kampusnya bersama dengan Antares yang berada di sampingnya. Kini gadis tersebut tak lagi mempermasalahkan Antares yang terus mendekatinya. Bukan karena nama laki-laki tersebut yang mirip dengan nama sahabatnya. Namun, bagaimana Antares memperlakukan Adhara saat itu benar-benar  Adhara merasa tersanjung.


Lagi pula saat ini Adhara malah membatasi pertemanannya dengan siapapun hingga temannya hanyalah Nora, dan kini ia mendapatkan teman baru lagi. Setelah apa yang Adhara lakukan pada laki-laki tersebut, Antares tetap saja mau mendekatinya bahkan terus menemani Adhara.


Adhara kini tengah membaca novelnya sedangkan Antares kini tengah bermain game di ponselnya. Mereka tampak sibuk dengan ponselnya masing-masing.


“Gue cariin kemana malah di sini lo,” ucap suara  di belakang mereka yang sontak membuat mereka menoleh ke arah sumber suara yang tak lain adalah Izar.


“Apa nih yang gue lewatin? Kang rusah sama Kang ngamuk bisa akur gini?” tanya Izar dengan mengerutkan keningnya bingung lalu meloncati kursi bagian belakang lalu duduk di tengah Adhara juga Antariksa sambil menyilangkan kakinya dan menatap kedua orang di sekitarnya tersebut dengan tatapan tanpa tanya.


“Sok akrab banget lo sama gue,” ucap Adhara dengan tatapan datarnya pada Izar yang kini langsung mengatupkan bibirnya dan menelan salivanya susah payah mendengar ucapan Adhara tersebut. Sedangkan Antares sudah menahan tawanya mendengar jawaban Adhara tersebut.


“Mangkanya jangan sok akrab, gue aja susah payah ada di posisi sekarang,” bisik Antares pada Izar yang menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan sahabatnya yang satu itu.


 “Salah mulu emang gue,” ucap Izar sambil menghembuskan nafasnya kasar sedangkan Antares hanya bisa terkekeh mendengarnya.


“Mangkanya diem,” ucap Adhara dan Antares kompak yang membuat Izar semakin kesal dengan dua orang di sampingnya tersebut.


“Btw kenalin gue Izar, sepupu Antares,” ucap Izar pada Adhara yang kini hanya menjawabnya dengan anggukan. Bahkan kini mereka sudah menjadi pusat perhatian saat melihat Adhara yang tanpak akur dengan Antares dan Izar padahal sebelumnya mereka terlihat bermusuhan, atau lebih tepatnya Adhara lah yang memusuhi Antares, sedangkan Antares terus saja mengejar-ngejar Adhara


“Oh iya gue denger lo suka sama Nora ya,” ucap Adhara kini dengan begitu serius dan langsung pada Izar. Izar yang mendengar pertanyaan tersebut memelototkan matanya sambil melihat ke arah Antares yang kini hanya menjawabnya dengan cengiran saja.

__ADS_1


“Sialan lo demi deket Adhara lo buka kartu gue,” ucap Izar pada Antares sambil memukuli laki-laki tersebut yang kini sudah berlari menghindari pukulan Izar. Baru saja laki-laki tersebut akan mengejar Antares namun Adhara lebih dulu menariknya dan membuat laki-laki tersebut kembali duduk di sampingnya.


“Bentar dulu Ra, gue mau ngejar monyet satu itu dulu,” ucap Izar pada Adhara namun gadis tersebut malah menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan ucapan laki-laki tersebut karena kini ia begitu Ingin berbincang dengan Izar.


“Udah biarin aja nanti juga bakalan balik,”  ucap Adhara pada laki-laki tersebut yang kini hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar dan mengikuti apa yang dikatakan oleh garis tersebut. Ia kembali memposisikan dirinya di samping Adhara sambil menatap serius ke arah gadis di depannya tersebut karena kini mereka sudah duduk saling berhadapan.


“Kalau lo serius suka sama dia gue harap lu bisa memperjuangkan dia, sebelumnya Nora nggak pernah dekat sama cowok manapun kecuali sahabat gue yang juga sahabatnya dan abangnya dia,”  ucap Adhara pada laki-laki di depannya tersebut yang kini terlihat diam mendengarkan apa yang Adhara katakan. Bukannya ingin membongkar tentang sahabatnya tersebut Namun Ia hanya ingin membantu sahabatnya tersebut untuk bisa kembali membuka hatinya setelah apa yang terjadi terakhir kali. Lagi pula baginya cinta yang terakhir kali Nora rasakan adalah sebuah cinta yang salah, atau lebih tepatnya Nora mencintai Arche sebagai kakak namun ia malah salah mengartikan cinta tersebut.


 “Nora dulu kerja di rumah pacar gue sebagai pengawal, jadi lo jangan macem-macem bisa dipatahin tulang lo sama dia,” ucap Adhara pada Izar yang kini masih terdiam mendengarnya.


“Gue gak suka sama dia, udah lah gue pergi dulu,” ucap Izar dengan gugup lalu segera pergi dari sana. Adhara yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya, ia tahu jika laki-laki tersebut tidak benar-benar mengatakannya. Ia tahu jika Izar hanya lah gugup dan tak ingin mengatakan yang sejujurnya pada Adhara karena merasa malu.


“Gue harap kalian bisa bersama,” ucap Adhara dengan senyumannya.


Di sisi lain kini Izar tengah memikirkan ucapan Adhara tadi, tentang Nora yang begitu membatasi diri laki-laki. Dan Nora yang ternyata pernah bekerja sebagai pengawal di kediaman Chan. Ucapan Adhara kini terus saja memanuhi pikirannya membuat laki-laki tersebut menghembuskan nafasnya lelah.


***


“Lagi mikirin apa lo?” tanya Antares sambil menepuk pundak sepupunya tersebut yang kini malah terlihat melamun, entah apa yang dipikirkan oleh sepupunya tersebut.


“Nora ternyata pernah bekerja jadi pengawal,” ucap Izar sambil menenggak minuman beralkohol nya yang membuat Antares kini mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan tersebut.


“Tapi gue lihat abang nya dia bisa punya mobil mewah gitu, lo yakin?” tanya Antares pada Izar yang kini mengedikkan bahunya mendengar pertanyaan Antares tersebut karena itulah yang saat ini tengah Izar pikirkan juga.


Pasalnya Adhara tak memberitahunya secara jelas, namun Izar tahu pasti Adhara tidak memberitahunya karena itu adalah sebuah privasi. Jadi sepertinya Izar harus mencari tahunya sendiri.


“Ya, dan setelah gue cari tahu sesuai sama yang lo mau, ternyata Adhara dulu punya lima sahabat. Nora, Sky, Arche, Antariksa, juga Chan,” ucap Izar pada Antares yang kini membuat laki-laki tersebut segera menoleh ke arah Antares dengan tatapan seriusnya.

__ADS_1


“Nora adalah adik Arche, sesuai sama ucapan lo mereka adalah orang kaya tapi untuk apa Nora bekerja itu keluarga Chan? Itu yang gue mau cari tahu, karena keluarga Arche adalah keluarga ternama juga memiliki perusahaan besar,” ucap Izar pada Antares yang kini menganggukkan kepalanya mendengar penjelasan dari sahabatnya tersebut.


“Gimana sama Antariksa dan Sky?” tanya Antares, karena ia merasa Antariksa adalah sebab Adhara bisa begitu terkejut dan merasa sedih setelah mendengar namanya kemarin yang sedikit mirip dengan Antariksa.


“Antariksa adalah kakak Sky, Antariksa sudah meninggal. Tapi gue gak tau apa penyebab dia meninggal. Dia juga anak dari pengusaha terkenal dan juga anak dari pemilik SMA tempat Adhara sekolah,” ucap Izar menjelaskan yang kini sontak membuat Antares terdiam.


Sepertinya memang nama tersebut lah yang membuat Adhara menjadi merasa begitu sedih. Antares menghembuskan nafasnya kasar mengingat hal tersebut.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya

__ADS_1


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.



__ADS_2