Atmosphere

Atmosphere
S2 Bulan Purnama


__ADS_3

Fyi "Bulan Purnama dan bintang Aldebaran di rasi Taurus akan tampak berpasangan sangat dekat, hanya terpisah 0,8º di langit pada tanggal 3 Desember sejak keduanya terbit setelah Matahari terbenam."


Happy Reading All.


***


Malam ini Chan mengajak Adhara untuk menghadiri acara dari salah satu mitra bisnisnya. Sebenarnya Chan begitu malas untuk menghadiri pesta seperti ini. Namun kali ini yang mengadakan adalah rekan bisnis yang cukup dekat dengan ayahnya jadi lah ia terpaksa untuk menghadiri pesta ini.


Chan kini sudah siap dengan pakaian jas formal nya sedangkan Adhara kini masih berada di depan meja rias memasang anting meliknya. Melihat hal tersebut dengan segera Chan menghampirinya dan membantu Adhara memakainya. Adhara tersenyum ke arah Chan yang memang begitu perhatian padanya. Alih-alih bertanya apakah Adhara sudah selesai atau belum laki-laki tersebut akan memeriksanya sendiri dan membantu Adhara.


“Udah cantik,” ucap Chan pada Adhara yang kini tersenyum mendengar pujian dari suaminya tersebut. Adhara kini memang terlihat begitu cantik dengan gaun berwarna hijau yang menjuntai ke bawah memperlihatkan bagian perutnya yang memang sudah terlihat begitu menonjol.


“Udah rapih juga, udah ayo jalan,” ajak Adhara setelah merapikan dasi yang digunakan oleh Chan, melihat hal tersebut Chan tersebut senang lalu segera memposisikan tangannya untuk dirangkul oleh Adhara. Setelahnya mereka segera keluar dari kamar mereka dan berjalan ke bawah.


Saat sampai di depan pintu rumah mereka terlihat di sana sudah ada dua mobil yang menunggu mereka karena Chan memang sengaja membawa beberapa pengawalnya. Melihat kedatangan kedua majikannya tersebut dengan segera mereka membukakan pintu mobil untuk Adhara juga Chan.


“Arche sama yang lain datang juga?” tanya Adhara pada Chan yang kini berada di sampingnya tersebut.


“Arche lagi ngurus gedung waktu itu, pembangunannya sudah selesai sih cuma ada beberapa yang harus diurus. Kalau yang lain mereka gak dateng karena gak pengen,” ucap Chan dengan begitu santainya yang membuat Adhara menjawabnya dengan anggukan. Lagi pula yang seperti Sky mana akan tahan dengan pesta seperti ini?


“Ah iya gedung itu bukannya kamu mau jadikan hotel?” tanya Adhara saat mengingat gedung yang dibeli untuk Antariksa tersebut.


“Ya, sekarang kita juga menambah restoran di gedung atas,” ucap Chan yang kini sontak membuat Adhara menoleh ke arah Chan dengan tatapan bingungnya.


“Bukannya kita sudah sepakatan buat gak jadiin gedung atas untuk bisnis?” tanya Adhara dengan tatapan tak sukanya karena bagaimanapun menurutnya itu adalah tempat yang meninggalkan kenangan tentang Antares.


“Di bawah gedung itu. Lagian aku dan Arche gak mungkin buat lupain masalah itu,” ucap Chan pada Adhara dengan senyumannya yang membuat Adhara menghembuskan nafasnya lega mendengar hal tersebut.


Setelahnya mereka terus melanjutkan pembicaraan mereka hingga tak lama mereka akhirnya sampai di depan sebuah gedung mewah yang kin sudah ramai dengan para wartawan dan penjaga yang berjaga di red carpet. Melihat mobil yang datang dengan segera penjaga membukakan pintu.


Adhara merangkul tangan Chan untuk memasuki gedung tersebut. Senyuman melengkung di bibir indah wanita tersebut dengan Chan yang hanya menampilkan wajah datarnya. Sangat berbeda memang Adhara yang ceria dan Chan yang datar dan tajam.


Saat sampai di dalam Chan segara mengajak Adhara untuk mencari sang pemilik acara untuk mengucapkan selamat. Terlihat di sana begitu banyak para pengusaha yang tengah berkumpul satu sama lain yang bisa di pastikan ini dijadikan sebagai kesempatan untuk mencari mitra kerja yang kuat apalagi untuk perusahaan mereka yang baru berkembang.

__ADS_1


“Nah itu orang nya,” ucap Chan sambil menunjuk pada seorang laki-laki paruh baya yang kini tengah berbincang dengan beberapa pengusaha lain yang juga membawa pasangan mereka atau hanya membawa asisten mereka.


“Yuk ke sana,” ajak Chan pada Adhara yang kini matanya sudah menjelajah melihat berbagai makanan dan minuman yang sudah tersaji di sana. Saat acara pesta seperti ini Adhara memang paling suka dengan makanannya yang berbagai macam.


Chan mengajak Adhara untuk menuju sang pemilik acara lalu saat sampai di sana sang pemilik acara tersebut tersenyum ramah ke arah Chan juga Adhara yang Adhara balas dengan senyuman ramahnya.


“Mr. Chan tak menyangka jika Anda akan berkenan hadir di acara saya,” ucap pemilik acara tersebut pada Chan yang membuat Chan menjawabnya dengan senyuman dan anggukan singkat.


“Perkenalkan ini adalah istri saya Adhara,” ucap Chan sambil merangkul pinggang Adhara dengan begitu posesif.


“Damar. Dan ini istri saya Cybele,” ucap Damar memperkenalkan istrinya tersebut setelahnya ia juga memperkenalkan rekan bisnis nya yang berada di sana. Namun rasanya Chan ingin cepat-cepat pergi dari sana merasa muak dengan ucapan para pengusaha tersebut yang terkesan seperti penjilat.


“Maaf Mr. Damar saya permisi dulu,” ucap Chan pada Damar yang menjawabnya dengan anggukan.


“Selamat menikmati acara,” ucap Damar yang Chan balas dengan anggukan. Setelahnya Adhara dan juga Chan segera pergi dari sana.


Adhara mulai menjelajahi makanan yang berada di sana. Melihat hal tersebut Chan hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat bagaimana tingkah istrinya tersebut.


“Ini enak banget, cobain deh,” ucap Adhara sambil menyuapkan kue untuk Chan, Chan dengan segera menerimanya dan menjawabnya dengan anggukan.


“Lucine?” tanya Chan dengan menaikkan sebelah alisnya yang dijawab dengan anggukan oleh Lucine yang kini malah dengan sengaja memeluk Chan di depan Adhara. Melihat hal tersebut Adhara memelototkan matanya melihat bagaimana Chan yang biasanya begitu menjaga jarak dari perempuan kini malah dengan begitu santainya memeluk Lucine.


Ya, gadis tersebut adalah Lucine. Gadis yang memiliki masalah dengan Sky. Bahkan ia sudah mengetahui bagaimana Lucine membully Sky. Ia menjadi semakin tak suka dengan gadis tersebut setelah kini ia malah menggoda suaminya tersebut.


“Sayang kenalin ini Lucine, dua anak dari sahabat Papa,” ucap Chan memperkenalkan Lucine yang kini tengah tersenyum sinis pada Adhara yang sama sekali tak peduli dan tetap memakan makanannya dengan santai. Hal tersebut tentu saja membuat Chan bingung namun Chan juga tak bisa untuk menegur Adhara.


“Sayang,” panggil Chan pada Adhara yang kini menatap Chan dengan datar.


“Siapa yang peduli? mau nama dia lucifer juga aku bodo amat,” ucap Adhara dengan kesal lalu segera pergi dari sana namun ia malah dengan sengaja menginjak gaun Luci membuat gadis tersebut hampir saja terjatuh namun Chan malah membantunya membuat Adhara yang melihat hal tersebut memelototkan matanya tajam.


“Kamu ngapain sih?” tanya Chan pada Adhara dengan tatapan bingungnya melihat Adhara yang begitu tak menyukai Lucine.


“Sengaja,” ucap Adhara dengan kesal lalu segera pergi dari sana. Melihat hal tersebut Chan menghembuskan nafasnya kasar lalu segera mengajar Adhara yang pasti kini tengah marah padanya.

__ADS_1


Chan segera mengejar Adhara yang ternyata kini sudah berada di dalam mobilnya. Melihat hal tersebut Chan dengan segera ikut masuk ke dalam mobilnya tersebut. Kini ia harus bersabar menghadapi Adhara mengingat kini istrinya tersebut tengah hamil jadi hormonnya tengah tidak baik jadi Chan harus bisa bersabar menghadapinya.


Setelah sampai di rumah Adhara segera masuk ke kamarnya membanting pintu dengan begitu kerasnya membuat Chan hanya bisa memejamkan matanya melihat hal tersebut. Dengan perlahan Chan mengikuti masuk ke kamarnya dan dapat ia lihat Adhara yang kini sudah membungkus dirinya dalam selimut tebalnya.


“Sayang,” panggil Chan pada Adhara dengan begitu lembutnya namun Adhara malah semakin mengeratkan selimutnya yang membuat Chan menghembuskan nafasnya melihat hal tersebut. Ia mengerti untuk saat ini Adhara sedang marah dan tak bisa untuk diajak bicara.


Chan akhirnya memilih untuk ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk Adhara dari belakang mencari kenyamanan dalam pelukan istrinya tersebut.


“Jauhan, aku alergi bekas orang. Anak aku aja ini mau muntah nyium nya,” ucap Adhara sambil mendorong Chan untuk menjauh. Mendengar hal tersebut Chan menghembuskan nafasnya sambil berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya tanpa mau membantah ucapan Adhara.


Setelah selesai dengan kegiatannya barulah Chan kembali menuju Adhara yang kini ternyata suah tertidur. Dengan segera Chan membuka heals gadis tersebut yang masih terpasang indah di kakinya. Setelahnya baru ia ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk wanitanya tersebut sambil mengelus perut Adhara yang semakin membesar.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Ini karya baru yang aku tulis nih Guys. Tentang gadis yang memiliki Self injury namun tetap bertahan dengan segala beban dan rasa sakit yang di tutupi dengan sebuah senyuman. Yuk, langsung baca aja.

__ADS_1



__ADS_2