Atmosphere

Atmosphere
Hf (Hafnium)


__ADS_3

Happy Reading all.


***


Gosip tentang Adhara yang memiliki hubungan dengan Chan terus menyebar, pembicaraan itu masih begitu hangat di bicarakan padahal ini sudah dua hari berlalu tapi mereka bagai tidak bosan membicarakannya. Bahkan Adhara saja bosan mendengarnya.


Saat ini gadis itu tengah berjalan dengan santai di koridor, tidak memperdulikan orang-orang yang tengah menatapnya dengan berbagai tatapan atau bisikan mereka yang sangat tidak bermutu.


Sebenarnya Adhara ingin sekali mematahkan lidah mereka semua tapi sayang Adhara hanya memiliki dua tangan pasti akan lama jika ia melakukan hal konyol tersebut, jadi lebih baik ia menutup telinga saja dengan kedua tangannya tersebut.


Saat gadis itu tengah berbelok di koridor tiba-tiba saja ada yang menyiramnya dengan air yang begitu bau hingga seragamnya basah. Adhara berusaha menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya.


“Ups sorry,” ucap gadis yang melakukan hal tersebut pada Adhara.


Adhara yang semula menunduk mengangkat kepalanya sambil tersenyum dengan sinis. Menatap tajam pada tiga gadis di depannya tersebut.


“Lo ada masalah apa sama gue? Rempong banget idup lo ngurusin idup gue,” ucap Adhara dengan tatapan menantangnya.


“Urusan lo karena lo udah berani deket sama tiga pangeran, terlebih lo punya hubungan sama Chan yang udah punya tunangan,” ucap gadis itu membuat Adhara hanya memutar bola matanya malas.


“Terus lo tunangannya?” tanya Adhara sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal. Apa gadis itu pikir ia akan takut dengan mereka? Memangnya mereka siapa?


“Bukan, tapi dia junior gue,” ucap gadis itu yang sukses membuat Adhara tertawa dengan begitu nyaring.


“Michel? Gini ya, Chan bukan tunangan lo. Tapi kenapa lo yang ribet dah?” tanya Adhara yang masih tertawa dengan begitu nyaring. Kini ia sudah menjadi pusat perhatian orang yang berada di koridor tersebut.


Adhara mengetahui nama gadis itu adalah Michel dari name tag yang terpasang di seragam gadis itu.


Michel yang mendengar ucapan pAdhara sontak ingin menampar Adhara namun Adhara langsung bisa menarik tangan tersebut hingga berbunyi suara tulang patah.


“Ups sorry,” ucap Adhara dengan wajah sedihnya yang di buat-buat.


Gadis itu memang tidak pernah memandang jenis kelamin saat sedang ingin melawan seseorang. Siapapun yang membuat masalah dengannya siap-siap saja ia hancurkan.


“Hua sakit sialan,” ucap Michel. Kedua sahabat Michel segera membantu gadis itu.


“Sorry ya, gue cuma mau nunjukkin ke lo kalo tangan juga bisa teriak. Itu cuma keseleo kok, sini gue sembuhin,” tawar Adhara dengan wajah polosnya yang bisa membuat siapa saja gemas melihatnya. Namun berbeda dengan Michel yang malah muak melihatnya hingga langsung pergi.


“Lah kok pergi,” ucap Adhara dengan wajah cemberutnya.

__ADS_1


Tawa yang begitu menggelegar membuat Adhara menoleh hingga ia melihat Sky yang berjalan ke arahnya dengan sisa tawanya.


“Ngapain masih pada liatain? Bubar sana, tar mata kalian yang gue patahin,” gertak Adhara saat melihat kerumunan di sekitarnya.


Hingga membuat kerumunan tersebut langsung bubar, karena merasa takut dengan Adhara. Meskipun gertakan gadis tersebut konyol tapi tetap aja mereka takut, jika mata tidak bisa di patahkan maka organ lain masih bisa di patahkan oleh gadis barbar tersebut.


“Adhara sumpah muka lo polos banget,” ucap Sky dengan tawanya sedangkan Adhara hanya mengangkat alisnya sambil tersenyum sombong.


Inilah yang Sky suk dari Adhara, gadis itu begitu murni tidak ada kepura-puraan dalam dirinya, Adhara juga begitu baik dan ceria. Gadis itu bagai memiliki energi positif untuk sekitarnya.


“Gue kan emang polos,” ucap Adhara dengan tawanya hingga kedua gadis itu tertawa bersama.


“Lo barbar banget sih gila, tapi tenang gue bakalan dukung lo kalo ketahuan guru,” ucap Sky sambil tersenyum bangga.


Adhara hanya membalasnya dengan anggukan. Senyuman gadis itu luntur saat melihat seragamnya yang sudah basah dan bau.


“Ayo gue anter ganti, gue ada baju ganti,” ucap Sky dengan senyumannya yang di balas dengan anggukan semangat oleh Adhara.


“Thanks ya Sky,” ucap Adhara. Ia begitu beruntung memiliki teman seperti Sky yang tidak sombong meskipun mereka berada di perekonomian yang berbeda.


***


Setelesai selesai berganti pakaian kini mereka berjalan di koridor, untuk menuju kantin, karena jam istrirahat sudah berbunyi lima menit yang lalu. Tadi memang Adhara niatnya ingin ke kamar mandi tapi siapa sangka malah terkena siraman air got.


“Buat Adhara gue tunggu lo di lapangan,” ucap suara dari pengeras suara.


Adhara mengerutkan keninganya, siapa orang tersebut hingga dengan tidak tahu malunya menggunakan fasilitas sekolah untuk kepentingan pribadi. Sangat tidak patut di contoh.


“Ayo Ra ke lapangan kasian musuh lo nunggu,” ucap Sky sambil menarik Adhara untuk pergi namun gadis itu menghentikan langkahnya membuat Sky menoleh.


“Ngisi perut dulu lah, ngadepin masalah perlu tenaga,” ucap Adhara dengan menipiskan bibirnya membujuk Sky yang kini sudah menggeleng tegas.


“Gak ada waktu lagi, ayo buruan, nanti pulang sekolah gue traktir deh,” ucap Sky dengan memberikan iming-iming pada Adhara.


Ia sudah tidak sabar melihat Adhara menghadapi masalahnya kali ini. Memang jahat Sky itu teganya ia malah begitu suka melihat sahabatnya menghadapi masalah. Mendengar kata traktiran Adhara menjadi begitu bersemangat hingga ia berjalan dengan cepat. Ada-ada saja memang kelakuan gadis satu itu.


Saat sampa di lapangan ternyata lapangan sudah sangat ramai, di tengah lapangan sudah berdiri dua orang gadis dengan wajah angkuhnya.


“Lah gue kira siapa ternyata nomor atom 22,” ucap Sky sambil menggeleng.

__ADS_1


“Siapa Sky?” tanya Adhara yang tidak mengerti dengan maksud Sky. Jujur saja meskipun dia anak IPA tapi ia tidak terlalu menyukai Kimia.


“Titanium,” ucap Sky dengan polosnya membuat Adhara hampir melepaskan tawanya.


“Nama gue Titania, dan gue tunangan Chan,” ucap gadis yang berdiri di depan Adhara dengan wajah angkuhnya itu.


Adhara yang mendengarnya hanya mengangguk membuat gadis itu kesal sendiri karena Adhara tidak terkejut sedikitpun.


“Lo gak kaget atau lo gak takut?” tanya gadis yang berada di samping Tita dengan wajah sinisnya.


“Gak, emang gue harus takut atau kaget? Kalo harus sih, mau gue ulang,” ucap Adhara dengan wajah polosnya.


Gadis itu sukses membuat orang di sekitarnya menahan tawa walau ada juga yang menahan kesal dengan sikap Adhara.


“Lo punya hubungan apa sama tunangan gue?” tanya gadis dengan rambut lurus yang di gerai tersebut, gadis cantik dengan wajah putih mulusya.


“Gue gak ada hubungan apa-apa sama dia,” ucap Adhara jujur karena memang ia tak memiliki hubungan apapun dengan Chan. Kejadian saat itu hanyalah kecelakaan.


“Cepet jawab jujur lo punya hubungan apa sama Chan?” tanya Tita sambil berjalan ke arah Adhara dan menarik rambut Adhara.


“Eh sialan, gue beneran gak ada hubungan apa-apa sama Chan, jadi cewek kasar banget lo,” ucap Adhara yang sepertinya tidak sadar diri di kalimat akhirnya. Bahkan dia jauh lebih bar-bar.


“Gue gak peduli, cewek perebut kayak lo emang gak pantes di lembutin,” ucap Tita dengan tajamnya.


Baru saja Adhara hendak membalas menjambak rambut Tita namun cengkaram Tita di rambutnya terlepas, terlihat seorang laki-laki yang berdiri di depan Adhara dengan emosinya.


Laki-laki itu tiba-tiab saja langsung mencium Adhara membuat gadis itu memelotot tajam sedangkan orang yang berada di sekitar sana menganga terkejut melihat adegan di sampingnya.


Tita yang melihatnya tak kalah terkejut bahkan air mata gadis itu sudah terjatuh, tak percaya jika Chan melakukan ini padanya. Tega mencium gadis lain di depan matanya sendiri. Karena laki-laki itu tak lain adalah Chan.


***


Thank for Reading all


Hai semua apa kabar?


Aku datang lagi nih dengan cerita baru yang pastinya gak kalah seru sama cerita sebelumnya.


Semoga kalian suka ya sama ceritanya maaf kalau masih banyak typo dan feel kurang dapet.

__ADS_1


Jangan lupa untuk Like, Koment, tambah ke favorite.


See You Next Chapter all.


__ADS_2