Atmosphere

Atmosphere
Planet Tata Surya Tanpa Bulan


__ADS_3

(Info) Matahari, Merkurius, dan Venus saat ini merupakan Planet-planet tata surya yang sampai saat ini belum ada yang melakukan penelitian tentang ada tidaknya bulan.


Happy Reading All.


***


“Chan tangan lo,” ucap Adhara yang akhirnya mengingat luka di tangan Chan lalu segera melepaskan pelukan mereka dan melihat tangan Chan.


“Gue obatin,” ucap Adhara yang lalu pergi menuju dapur untuk mengambil kotak P3K juga air bersih dan kain. Tak lupa gadis itu juga mengambil sapu untuk membersihkan sisa beling yang berserakan di sana.


Setelah mengambil apa yang ia butuhkan Adhara segera kembali pada Chan dan mulai mengobati luka laki-laki tersebut dengan begitu telaten. Sesekali Chan meringis membuat Adhara juga ikut meringis mendengarnya.


“Pelan-pelan,” ucap Chan masih meringis kesakitan karena Adhara yang memang sesekali dengan jahil menekan luka tersebut.


“Rasain, siapa yang suruh segala mecahin gelas gitu,” ucap Adhara yang sepertinya setelah ini akan mulai mengomel dengan panjang lebar.


“Mau cosplay jadi kuda lumping lo?” tanya Adhara dengan wajah kesalnya yang malah membuat Chan terkekeh karena Adhara yang terlihat begitu menggemaskan saat sedang marah seperti ini. Walau gadis itu tak bisa menutupi rasa khawatirnya pada Chan.


“Gue gak papa,” ucap Chan dengan senyumannya berusaha menenangkan Adhara dan meyakinkan gadis itu jika dirinya baik-baik saja.


Walau tak dapat ia pungkiri mengingat kembali kejadian yang berusaha dilupakan tersebut hanya semakin membuat dirinya merasa terluka. Karena semenjak kejadian tersebut banyak masalah yang Chan lalui dan laki-laki itu berusaha bangkit dengan sendiri.


“Gimana lo bisa bilang gak papa? Liat nih tangan lo,” tunjuk Adhara sambil mengangkat tangan Chan yang terluka tersebut pada wajah gadis tersebut.


“Ayo ke kamar lo dulu, gue mau bersihin ini,” ucap Adhara setelah memakaikan perban pada luka Chan.


Adhara marik Chan menuju kamar laki-laki itu setelahnya ia memilih untuk membersihkan pecahan beling yang berserakan dan membawa karpet berbulu tersebut ke keranjang pakaian kotor untuk dicuci.


Setelah selesai membereskan ruang tamunya yang berantakan Adhara beralih menuju dapur untuk membuatkan coklat hangat untuk Chan. Setelah selesai membuatkan coklat hangat tersebut Adhara segera membawakannya untuk Chan.


“Chan,” panggil Adhara pada laki-laki tersebut juga mengetuk pintu kamar Chan hanya sekedar untuk sopan santun.


“Masuk,” ucap Chan mempersilahkan Adhara untuk segera masuk. Adhara segera masuk dengan dua mug di tangannya yang berisi coklat panas.


Saat Adhara masuk terlihat Chan yang tengah membaca buku dengan begitu serius nya di meja belajar laki-laki tersebut. Adhara segera berjalan ke arah Chan dan memberikan coklat hangatnya pada Chan.

__ADS_1


Adhara sendiri memilih untuk duduk di ranjang Chan sambil memperhatikan laki-laki tersebut yang terlihat begitu serius dengan buku di depannya.


“Diminum dulu nanti dingin,” ucap Adhara pada Chan yang hanya dibalas dengan dekheman oleh laki-laki itu. Adhara hanya bisa menggeleng dan tetap di tempatnya sambil melihat ke sekeliling kamar Chan yang tak besar sama seperti kamarnya.


Namun kamar laki-laki itu sepertinya baru saja laki-laki itu make over menjadi lebih estetik dengan banyak plang yang berada di sana. Sudah lama Adhara tidak membersihkan kamar Chan karena laki-laki membersihkan kamarnya sendiri selama seminggu belakangan ini.


Setelah selesai belajar Chan segera membalikan kursi belajarnya dan melihat ke arah Adhara yang tengah menyesap coklat hangatnya. Chan tersenyum melihat gadis tersebut yang terlihat begitu menggemaskan di matanya.


“Thank ya,” ucap Chan sambil mengangkat gelas berisi coklat hangat miliknya itu. Adhara membalasnya dengan anggukan.


“Jadi ini alasan lo insomnia?” tanya Adhara pada Chan.


Karena memang yang ia tahu Chan sangat sulit tidur malam hari atau bahkan laki-laki itu sering terbangun di malam hari. Melampiaskan malamnya dengan sebotol minuman keras untuk menenangkan dirinya.


“Dan bukan tanpa alasan gue suka coklat panas,” ucap Chan dengan senyuman sendunya membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung.


“Meminum coklat hangat bisa membuat tidur lebih nyenyak,” ucap Chan membuat Adhara mengangguk.


Ia tahu ternyata hidup Chan begitu berat. Dengan orang tua yang begitu kejam tersebut bagaimana laki-laki itu bisa tahan?


“Karena gue gak mau orang lain tahu tentang keluarga gue yang begitu buruk, dan gua gak mau melihat orang lain memandang gue dengan kasihan,” ucap Chan menjelaskan.


Chan berjalan ke arah Adhara lalu duduk di samping gadis tersebut dengan senyumannya yang begitu menenangkan.


“Lo hebat Chan lo kuat,” ucap Adhara dengan senyumannya lalu menggenggam tangan Chan dengan tangannya yang terbebas dari gelas yang tengah di pegangnya.


“Lo tahu gue tahu semua ini saat usia gue empat tahun, lo bayangin dari usia empat tahun gue nahan semua ini. Mama yang selalu berusaha kuat buat gue dia yang selalu jagain gue. Dan dari sana gue berusaha kuat untuk Mama,” ucap Chan dengan senyuman sendunya.


Adhara tahu pasti tidak mudah bagi Chan melewati semua ini. Chan yang begitu dingin


Adalah perwujudan Chan untuk tetap terlihat kuat.


“Gue sering mimpi buruk setelah itu sampai rasanya tidur adalah hal yang paling gue benci. Melihat Mama gue dalam bahaya tapi gue malah gak bisa melakukan apapun buat membantunya,” ucap Chan dengan senyuman sinisnya.


Adhara terus memperhatikan Chan dalam sambil menggenggam tangan Chan berusaha memberikan kekuatan pada laki-laki itu.

__ADS_1


“Entah bagaimana gue malah harus terlahir sebagai anak sekaligus penurus seorang iblis,” ucap Chan dengan senyuman sendunya.


“Chan lo gak boleh ngomong gitu, sejelek apapun orang tua lo dia tetaplah orang tua lo. Sekarang lo mending berdoa aja buat dia biar dia bisa tobat dan sadar kalau yang dia lakukan itu salah,” ucap Adhara memberikan penjelasan pada Chan.


Chan hanya membalasnya dengan sebuah senyuman sinisnya. Adhara meletakkan mug yang sudah habis isinya tersebut pada meja belajar Chan lalu kembali duduk di samping Chan dengan berhadapan.


“Tapi lo gak tau gimana gue Ra, mental gue bener-bener dirusak sama orang yang menyebut dirinya sebagai Papa gue tapi tidak pernah berperilaku seolah dia adalah papa gue,” ucap Chan membuat Adhara tak tega melihatnya dan langsung memeluk Chan membawa tubuh lelah laki-laki tersebut pada rengkuhannya.


“Gue baik-baik aja,” ucap Chan membuat Adhara mengangguk.


“Gue tahu,” ucap Adhara dengan senyumannya.


Setelahnya mereka melanjutkan cerita mereka sampai tidak sadar jika Chan sudah tertidur dengan pahanya sebagai bantalan laki-laki itu. Adhara yang melihatnya tersenyum senang karena Chan tidak perlu lagi merasakan kesulitan untuk tidur.


Adhara membenarkan posisi tidur Chan menatap lama pada laki-laki tersebut. Namun saat hendak pergi Chan menahan tangannya membuat Adhara berhenti melangkah.


“Temenin gue,” ucap Chan membuat Adhara tak tega dan akhirnya duduk di samping Chan dan menemani laki-laki tersebut tidur di sana. Hingga akhirnya Adhara juga malah ikut tertidur di kamar Chan.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2