
Fyi "Asteroid ini menjeadi astroid paling aneh, bukannya berputar mengikuti sumbunya, asteroid ini memiliki gerakan yang tak beraturan."
Happy Reading All.
***
Sky kini mulai masuk kuliah seperti hari-hari sebelumnya setelah satu minggu ia memutuskan untuk meliburkan diri. Namun bedanya kali ini ia harus datang ke kampus seorang diri bahkan di kelas pun kini ia hanya sendiri. Saat masih bersama dengan Antares dunianya hanya tentang Antares hingga kini ia tak memiliki teman.
“Berasa anak ilang gue,” ucap Sky dengan helaan nafas beratnya sambil melihat ke sekeliling teman sekelasnya yang lebih banyak wanita maupun laki-laki paruh baya. Walau tak sedikit juga yang memiliki umur tak terlalu jauh dengannya.
Tak beberapa lama dosen yang mengajar di kelas nya akhirnya datang bersamaan dengan Antares yang juga datang bersama dengan Lucine yang kini merangkul tangan Antares dengan senyum yang terlukis jelas di wajahnya. Melihat hal tersebut benar-benar membuat Sky muak melihatnya.
“Pengen muntah gue liat mereka,” ucap Sky sambil bergidik ngeri melihat pasangan yang kini sudah duduk di belakangnya tersebut.
“Kalian udah putus?” tanya seorang wanita di samping Sky, yang umurnya tak terlalu jauh beda dengan Sky.
“Iya Kak, maklum aja yang cowok brengsek yang cewek *****,” ucap Sky dengan mengeraskan suara nya agar Antares juga Lucine bisa mendengarnya.
Wanita di samping Sky hanya bisa terkekeh mendengar ucapan dari gadis di sampingnya tersebut.
“Saya juga pernah ada di posisi kamu, nemenin dia empat tahun eh kalah sama ***** kenal cuma satu minggu langsung minta tunangan,” ucap wanita di samping Sky yang membuat Sky kini menggelengkan kepalanya merasa kasihan dengan nasib wanita yang ada di sampingnya tersebut yang ternyata lebih miris dari dirinya.
“Pelakor mah emang gitu Kak, gak mandang bulu yang penting mau di sikat,” ucap Sky yang kini tetap saja mengeraskan suaranya tanpa menghiraukan dosen di depannya yang kini masih terlihat sibuk dengan pekerjaan nya sendiri dan belum memulai kelasnya.
“Gapapa setelah ini kamu bakalan dapet yang lebih baik. Kayak saya Alhamdulillah sekarang di kasih yang jauh lebih baik,” ucap wanita tersebut membuat Sky menjawabnya dengan anggukan.
“Baiklah, selamat pagi semua,” sapa dosen tersebut yang akhirnya memulai kelasnya. Atensi seluruh kelas langsung tertuju pada dosen tersebut yang terlihat begitu serius menjelaskan materi di depannya.
Sky pun kini terlihat sibuk mencatat apa yang perlu dicatat, mendengarkan dosen tersebut dengan serius. Hingga ia tak sengaja menjatuhkan pulpennya. Sky menunduk ingin mengambil pulpennya tersebut namun ia malah merasakan sebuah tangan besar yang kini menahan kepalanya agar tidak terbentur ke meja di depannya.
__ADS_1
Melihat hal tersebut Sky segera menoleh kebelakang melihat Antares yang kini menatapnya dengan tatapan yang sangat sulit untuk diartikan, karena dapat ia lihat di sana Antares kini menatapnya dengan tatapan kesedihan dan terluka yang begitu jelas,
“Jangan pegang-pegang gue,” ucap Sky menepis tangan tersebut lalu segera menegakkan tubuhnya kembali. Antares hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar berbeda dengan Lucine yang kini menatap tak suka adegan yang terjadi di depannya tersebut.
***
Rumah besar yang biasanya hanya diisi oleh sepasang suami istri juga pelayan serta bodyguard tersebut kini terlihat begitu ramai dengan banyaknya orang yang berlalu lalang dengan begitu sibuknya.
Adhara yang kini baru saja keluar dari kamarnya hanya bisa tersenyum dengan begitu lebar saat ia berada di lantai bawah. Melihat banyaknya orang yang kini begitu sibuk mempersiapkan acara tujuh bulannya. Dengan perut besarnya tersebut, wanita hamil tersebut melihat ruang tamunya yang kini sudah dihias dengan begitu indahnya.
“Bunda, Mama” panggil Adhara pada dua orang wanita yang kini terlihat begitu sibuk berbincang. Mendengar jika mereka dipanggil sontak saja hal tersebut membuat mereka menoleh ke arah sumber suara lalu tersenyum dengan begitu lebar saat melihat Adhara yang kini berjalan ke arah mereka.
“Kamu mau apa sayang? apa ada yang kamu butuhkan?” tanya Astrid pada anaknya tersebut yang kini tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari ibunya tersebut.
“Aku cuma pengen liat persiapan acaranya aja,” ucap Adhara dengan senyumannya yang membuat Mira ikut tersenyum mendengarnya.
“Aku bisa bantu apa Ma?” tanya Adhara pada wanita paruh baya tersebut yang kini menghembuskan nafasnya mendengar pertanyaan dari menantunya tersebut.
“Memangnya apa yang bisa lo bantu dengan perut besar lo itu?” tanya sebuah suara yang kini merangkul pundak Adhara membuat Adhara menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah Sky serta Nora yang kini mengikuti di belakangnya. Melihat kedatangan kedua sahabat menantunya tersebut Mira dan Astrid hanya tersenyum sambil menggeleng mendengar ucapan Sky.
“Jangan ngeremehin gue lo. Akan beton pun bisa gue,” ucap Adhara dengan berbangga dirinya yang tentu saja hanya bentuk candaan karna jelas ia tak akan bisa mengangkatnya sekalipun ia tidak sedang hamil.
“Big mouth,” cibir Nora yang membuat Adhara memelotot mendengar hinaan dari sahabatnya tersebut.
“Udah mending sekarang lo ikut gue, mending sekarang kini pake masker atau ngapain kek. Yang jelas lo harus kelihatan cantik hari ini,” ucap Sky pada Adhara.
“Mama, Bunda, kita bawa Adharanya dulu ya,” pamit Sky lalu mengiring sahabatnya tersebut untuk pergi setelah mendapatkan anggukan dari kedua wanita tersebut.
“Memang kemarin-kemarin gue gak cantik?” tannya Adhara pada Sky yang kali ini menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
“Kagak lo dekil,” ucap Sky yang membuat Adhara melotkan matanya mendengar ucapan dari sahabatnya tersebut. Namun kini ia juga merasa senang karena setelah hampir tiga bulan semenjak kejadian yang sudah ia alami.
Setelahnya mereka memilih untuk memakai masker juga Sky yang sibuk mendandani Adhara. Mereka yang jarang memakai hijab dan kalau memakai hijab hanya mereka lilitkan saja kini mereka harus memakainya dengan benar hingga membuat tiga gadis tersebut memutuskan untuk melihat tutorial hijab dengan Adhara menjadi boneka percobaan mereka.
Sampai acara yang sudah mereka nanti-nanti akhirnya sudah waktu nya di mulai. Kini ketiga perempuan tersebut sudah cantik dengan gamis putih serta hijab putih mereka. Acara pengajian dimulai sore hari. Sedangkan Chan sudah mereka ungsikan di kamar tamu. Ingin sekali rasanya Chan menolak tapi ia tahu ia tak akan menang menghadapi ketiga perempuan tersebut dan akhirnya ia memilih mengalah.
“Bismillah semoga acara kali ini berjalan dengan lancar,” ucap Adhara sambil mengelus perutnya yang sudah besar tersebut.
Rasanya kini ia begitu bahagia sekaligus merasa tidak percaya karena kini hanya tinggal dua bulan lagi ia akan menjadi seorang ibu dan anaknya akan hadir ke dunia ini. Ia selalu berdoa yang terbaik untuk anaknya tersebut.
“Di lihat-lihat gue cakep ya pakek hijab gini,” ucap Adhara sambil melihat cermin di depannya. Melihatnya memakai hijab rapih begini ia jadi mengingat saat ia dulu pernah memakai cadar ke sekolah. Mengingat kenangan itu ia kini hanya bisa terkekeh.
Masih tak menyangka jika waktu berjalan secepat ini. Membawa mereka kini pada titik di mana mereka sudah harus berpikir dewasa dan menghadapi masalah yang kiat datang menerpa mereka.
Acara tujuh bulanan Adhara kali ini berjalan dengan lancar tanpa sedikitpun gangguan. Mengingat mereka memang sudah mempersiapkan semuanya dengan begitu matang.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet. Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Jangan lupa tinggalin jejak ya. Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All. See You Next Chapter.
__ADS_1