
FYI "Theia adalah objek dengan massa planet yang diduga pernah ada pada masa awal Tata Surya, dan menurut hipotesis tubrukan besar objek ini bertubrukan dengan objek bermassa planet lainnya, yaitu Gaia (Bumi purba) sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Theia diduga merupakan objek Troya Bumi yang seukuran Mars"
Happu Reading All.
***
Setelah kejadian ponsel Adhara yang kehabisan baterai saat itu Chan menjadi sedikit berubah. Kini laki-laki tersebut semakin dingin dan cuek pada Adhara padahal setelah itu ia sudah menjelaskan kepada Chan jika baterai ponselnya habis oleh karena itu panggilan video mereka terputus.
Chan berusaha untuk percaya pada Adhara namun tetap saja hatinya merasa tak tenang. Bahkan akhirnya laki-laki tersebut memutuskan untuk fokus pada skripsinya agar ia bisa segera menyelesaikan skripsinya tersebut. Laki-laki tersebut bahkan menjadi sulit untuk dihubungi membuat Adhara semakin khawatir dengan Chan juga dengan hubungannya.
“Tumben banget lo gak banyak ngomong, lo kenapa ra?” tanya Arche pada Adhara yang kini terlihat hanya menatapnya dengan tatapan kosong.
Kini Adhara dan Arche tengah melakukan panggilan video bersama. Setelah Arche mengetahui jika adiknya memiliki kekasih ia sering menelpon Adhara hanya sekedar menanyakan bagaimana Nora juga Izar. Ya, beberapa minggu yang lalu Nora dan Izar sudah resmi jadian dan kini mereka menjadi semakin dekat.
Arche yang menjadi kakak Nora merasa khawatir pada adiknya tersebut. Sebelumnya ia sempat mentang kedekatan antara Nora juga Izhar mengingat bagaimana ibu laki-laki tersebut yang suka menilai seseorang dari perekonomian. Dan jangan lupakan jika orang yang ia rendahkan Adalah Adhara orang yang begitu berarti bagi Arche.
Nora pun saat itu juga menolak Izhar mengingat apa yang ibu laki-laki tersebut lakukan pada Adhara membuat Nora juga ikut kesal. Namun setelah laki-laki tersebut menjelaskan pada Adhara dan ibu Izhar yang meminta maaf pada Adhara, juga Adhara yang akhirya membujuk Nora juga Arche jadi mereka bisa menerima Izhar juga keluarga laki-laki tersebut.
Namun tentu saja jika mereka berani untuk merendahkan Adhara kembali mereka tak akan tinggal diam, bahkan Nora juga mengatakan hal yang sama. Karena baginya jelas restu orang tuanya juga sahabatnya jauh lebih penting dari laki-laki yang keluarganya bahkan tak memiliki sikap yang baik.
“Adhara,” panggil Arche lagi pada gadis tersebut yang kini menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut.
“Kenapa sih?” tanya Arche pada Adhara yang kali ini menatap Arche dengan serius.
“Chan bilang kalau dia bakalan telat satu semester untuk kelulusan dia,” ucap Adhara menjelaskan pada Arche yang kini membuat Arche mengerutkan keningnya ia juga cukup terkejut mendengar jawaban dari gadis tersebut yang mengatakan jika Chan akan telat satu semester.
Ia cukup tak percaya dengan apa yang Adhara katakan tersebut mengingat Chan yang begitu pintar dan bagaimana laki-laki tersebut yang begitu giat dalam kuliahnya. Bahkan laki-laki tersebut begitu tak sabar untuk segera lulus dan bersama dengan Adhara. Lalu bagaimana bisa ia menunda kelulusan nya?
“Mungkin emang lagi ada kendala aja, lo yang sabar aja,” ucap Arche yang kini berusaha untuk menenangkan gadis tersebut walau sebenarnya ia juga merasa ragu dengan ucapan tersebut. Namun ia tak ingin membuat Adhara semakin sedih jadi lebih baik sekarang ia menghibur gadis tersebut.
“Semoga deh,” ucap Adhara akhirnya yang membuat Arche tersenyum mendengarnya.
“Udah lah udah malem kan di sana mending lo sekarang istirahat. Jangan lupa dua hari lagi jemput gue,” ucap Arche pada Adhara mengingatkan gadis tersebut untuk menjemputnya di bandara.
__ADS_1
Kini Arche memang sudah memang sudah menyandang gelar sarjananya mengingat ia yang mengambil kelas akselerasi. Harusnya Chan kini juga sudah lulus namun laki-laki tersebut mengatakan jika ia menunda kelulusannya. Sebenarnya Adhara cukup kecewa namun ia berusaha untuk baik-baik saja.
Dan juga sebenarnya kini sahabat laki-laki tersebut mengatakan jika ia ingin datang dan menemui Arche sekaligus menghadiri acara kelulusan laki-laki tersebut namun Arche justru menolaknya karena menurutnya ini bukanlah akhir nya. Karena ia harus melanjutkan S2 nya.
Setelahnya Adhara segera memutuskan panggilannya dengan Arche dan memilih untuk beristirahat dan menenangkan pikirannya yang kini tengah begitu kacau setelah mendengar jik Chan akan menunda kelulusannya. Tak lama gadis tersebut sudah masuk ke alam mimpinya.
***
“Ma aku gak bisa Ma,” suara yang terdengar penuh dengan ke frustasian. Wanita di depannya kini menghembuskan nafasnya kasar sambil menggenggam tangan anaknya tersebut berusaha untuk menenangkan putranya tersebut.
“Apa yang kamu tunggu sayang? menurut mama ini cara yang terbaik juga agar kamu bisa ngelupain Adhara. Antares kamu harus inget dia udah punya pacar, dan keluarga dari pacar Adhara juga bukan orang sembarangan,” ucap wanita yang tak lain adalah Luna tersebut. Dan laki-laki yang tak lain adalah Antares.
“Meskipun Adhara gak bisa buat aku miliki tapi untuk membuka hati lagi dengan orang baru sangat sulit buat aku lakuin Ma, aku gak ingin buat ngebohongin gadis tersebut dan membiarkan dia terjebak sama aku yang nyatanya masih menyukai gadis lain yang gak bisa aku miliki,” ucap Antares pada ibunya tersebut yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut.
Ia mengerti pasti akan sulit untuk anaknya tersebut menemukan kembali cintanya, setelah kejadian beberapa tahun lalu saat kekasih laki-laki tersebut mengkhianati Antares, ia tak lagi pernah dekat dengan gadis manapun sampai akhirnya ia menemukan Adhara barulah ia kembali merasakan cinta. Namun kini ternyata gadis tersebut sudah memiliki kekasih.
“Mama ngerti, tapi apa salahnya untuk mencoba dulu? siapa yang tahu jika akhirnya kalian malah saling suka dan berakhirnya baik? Jika memang sampai setelah kamu lulus kuliah dan kamu masih belum menyukai dia, kamu bisa mengakhiri ini. Hanya satu tahun,” ucap Luna berusaha untuk bernegosiasi dengan anaknya tersebut.
Luna juga suami nya tengah merencanakan perjodohan Antares dengan salah satu anak dari sahabat ayah Antares. Dan kini Luna berharap agar dengan begitu Antares bisa melupakan Adhara, karena baginya akan berbahaya jika Antares terus mendekati kekasih dari seorang Alba.
***
Hari ini adalah hari kepulangan Arche ke Indonesia. Dan bukannya pulang ke Jakarta kini laki-laki tersebut malah pulang ke Bandung untuk mendaftar kuliah seperti di tempatnya kuliah sebelumnya kini laki-laki tersebut juga akan mendaftar kuliah Akselerasi untuk percepatan kuliah S2 nya.
Adhara kini sudah menunggu Arche di bandara bersama dengan Nora yang kini juga ikut untuk menjemput kakaknya tersebut. Tak hanya kedua gadis tersebut kini bahkan Antares juga Izar ikut bersama dengan mereka untuk menjemput Arche. Mengingat kini Izar adalah kekasih Nora dan ia ingin meminta restu secara langsung pada Arche.
Hingga tak lama dapat mereka lihat Arche yang berjalan ke arah mereka dengan dua koper yang dibawanya. Dengan segera Adhara berlari ke arah sahabatnya tersebut lalu meloncat ke dalam pelukan Arche membuat laki-laki tersebut terkekeh melihat tingkah Adhara. Sedangkan Nora bersama dengan kedua laki-laki yang di bawanya masih berjalan ke arah mereka dengan senyuman yang mengembang di wajah Nora.
Berbeda dengan kedua gadis tersebut kini Izar terlihat begitu nervous karena akan bertemu dengan calon kakak iparnya tersebut. Sedangkan Antares kini menatap Adhara dengan senyuman sendunya. Karena ia baru menyadari ternyata Adhara memang begitu baik dan begitu menyayangi sahabatnya jadi harusnya ia tak salah paham dengan Adhara yang kini bisa menerimanya sebagai teman gadis tersebut.
“Long time no see hm,” ucap Arche yang dibalas dengan anggukan oleh Adhara.
Setelahnya mereka segera melepaskan pelukan mereka lalu membiarkan Nora memeluk Arche tak lama ia segera melepaskan pelukan adiknya tersebut.
__ADS_1
“Izar,” sapa Izar sambil mengulurkannya untuk berjabat tangan dengan Arche. Arche terlihat masih diam saja membuat Adhara berdecak lalu mengangkat tangan laki-laki tersebut agar mau berkenalan dengan Izar. Setelah nya mereka segera melepaskan jabatan tangan tersebut.
“Antares,” ucap Antares yang ikut memperkenalkan dirinya yang dibalas dengan uluran tangan juga oleh Arche lalu menganggukkan kepalanya. Ia cukup sering mendengar nama laki-laki tersebut dari cerita Adhara.
“Udah mending sekarang kita langsung balik, lo pasti capek,” ucap Adhara pada Arche yang menjawabnya dengan anggukan.
Setelahnya mereka segera pergi dari sana dengan Arche yang merangkul Adhara sedangkan Izar yang merangkul Nora. Antares kini menghembuskan nafasnya karena kini ia sendiri yang berjalan sendiri.
“Nasib jomblo,” ucap Antares sambil menggelengkan kepalanya.
“Kayaknya udah bener gue menerima perjodohan itu itung-itung kagak jomblo lagi lah gue,” ucap Antares sambil menghembuskan nafasnya kasar lalu mengikuti pasangan di depannya tersebut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1