
Happy Reading All.
***
Kedua anak cucu Adam tersebut masih saja setia berada di taman walau dalam kebisuan yang menyelimuti mereka. Adhara yang biasanya banyak berbicara pun kali ini hanya bisa diam seribu bahasa entah setan apa yang tengah merasuki gadis tersebut.
Namun sepertinya tak lama waktu yang membuat Adhara bisa tahan dengan kediamannya, karena mulutnya yang mulai gatal untuk berbicara juga rasa penasarannya yang memuncak akhirnya gadis tersebut mulai menghela nafasnya untuk memulai pembicaraannya.
“Lo bener-bener gak ada perasaan suka sama Nora? Nora kan cantik dan kalian sudah kenal lama, Nora juga baik sama lo,” tanya Adhara dengan menyebutkan kelebihan Nora.
Tak ada jawaban dari Arche, laki-laki itu hanya terdiam walau senyuman samar dapat terlihat dari wajah laki-laki tampan tersebut. Adhara yang terus memperhatikan Arche yang kini tengah melihat ke arah langit malam dengan senyuman samar seperti itu malah membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung.
“Lo kesurupan? Duh jangan sekarang deh, ini gue sendiri,” ucap Adhara yang mulai panik sambil melihat ke arah sekitar yang memang sekaran tampan sepi. Adhara berkata seperti itu dengan serius karena memang itu yang dia takutkan, mengingat kini ia berada di dekat pohon besar siapa yang tahu jika Arche kerasukan penunggu pohon tersebut.
Bukannya menjawab pertanyaan Adhara tersebut Arche semakin keras tertawa melihat Adhara yang begitu menggemaskan tersebut. Bahkan gadis tersebut menyentuh dahinya untuk membandingkan suhu tubuhnya dengan gadis itu.
“Gak panas, fix ini kesurupan,” ucap Adhara, gadis itu malah menyentuh puncak kepala Arche Dan malah membacakan ayat kursi. Arche segera memegang tangan gadis tersebut membuat Adhara terkejut.
“Akhh hantu,” teriak Adhara membuat Arche kembali terkekeh.
“Gue baik-baik aja Adhara, lagian lo juga lucu mangkanya gue ketawa,” ucap Arche masih dengan sisa tawanya. Adhara menghela nafasnya lega lalu segera duduk di samping Arche kembali setelah berdiri dan melakukan ritual pengusiran setannya.
“Ck lo ngagetin aja sih,” kesal Adhara sambil memukuli Arche dengan kesal. Arche hanya bisa terkekeh.
Dengan keberadaan Adhara di sini saat ini membuat Arche sedikit melupakan masalahnya dan bisa tertawa setelah sedih yang dirasakannya.
“Jadi?” tanya Adhara yang kembali mengingat tentang pertanyaannya. Dan ia juga merasa begitu penasaran tentang bagaimana sebenarnya perasaan Arche terhadap Nora.
__ADS_1
“Suka,” jawab Arche. Satu kata tersebut berhasil membuat Adhara terdiam, jawaban yang meyakinkannya untuk segera mundur dengan perlahan juga jawabannya yang membuatnya bingung serta penasaran. Jika Arche memang menyukai Nora lalu mengapa laki-laki itu menolak Nora yang sudah mau untuk menyatakan perasaannya lebih dulu.
“Memang siapa yang gak akan suka sama Nora? Seperti yang lo bilang dia itu cantik, tanggung, baik dengan sikapnya yang kayak gitu, pasti banyak yang bakal suka sama dia,” ucap Arche dengan senyumannya dan menatap ke arah Adhara yang kini juga tengah menatapnya.
“Terus kenapa lo nolak dia? Di tengah saingan lo yang banyak, lo jadi pilihan dia. Bahkan dia rela mempertaruhkan harga dirinya untuk nyatain ke lo,” ucap Adhara yang kini juga tengah menatap ke arah Arche.
“Karena dia bisa dapetin yang lebih baik dari gue,” ucap Arche yang kini mengalihkan tatapannya ke arah langit malam bertabur bintang yang terlihat begitu indah.
“Alasan lo gak logis. Kalo emang suka ya perjuangin bukannya dilepas gitu aja. Apa lagi di saat lo udah tahu kalau perasaan lo udah terbalas,” ucap Adhara meyakinkan Arche, Namun percayalah Adhara mengatakannya dengan perasaan yang tak bisa ia jelaskan. Mengatakan hal tersebut pada orang yang sendiri ia suka sungguh menyakitkan namun itu adalah jurus terbaik untuk menyamarkan rasa sakit karena cemburu nya.
Arche yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal.
“Harusnya tadi lo cium dia kayak di drama korea sama china yang biasa gue tonton, kalo nyatain perasaan itu pasti yang cewek terus di cium. Ihh sweet banget kan,” ucap Adhara dengan panjang lebar dengan senyuman lebarnya membayangkan berbagai adegan drama yang sudah di tontonnya.
Arche melihat ke arah Adhara lalu memajukan wajahnya hingga jarak mereka hanya beberapa senti. Adhara yang mendapatkan serangan mendadak tersebut tentu saja terkejut. Matanya beberapa kali mengerjap dengan debaran jantungnya yang mulai berdetak tak terkendali.
“Arche ihh ngeselin banget, sumpah,” teriak Adhara dengan gemas dan memukuli laki-laki tersebut. Arche hanya bisa terkekeh sambil menangkis serangan Adhara yang cukup kuat.
“Udah, udah ampun,” ucap Arche masih dengan kekehannya. Adhara berhenti memukuli Arche lalu mereka tertawa bersama. Setelahnya tak ada lagi yang membuka suara, mereka saling terdiam dengan pikiran mereka masing-masing.
“Gak ada alasan lain untuk lo menolak Nora setelah apa yang lo katakan, lo orang yang baik lo pantas untuk dia, tapi ya kecuali kalau dia itu adalah adik lo yang hilang terus akhirnya lo bertemu kembali dan lo baru tahu kalau dia adiklo, sedangkan Nora gak tahu kalau dia adik lo dan dia suka sama lo tapi dia salah mengartikan rasa suka tersebut,” cerocos Adhara tidak berhenti mengatakan semua yang bersarang di kepalanya.
Memang semua itulah yang bersarang di kepalanya. Namun mengingat Mama Arche yang begitu membenci Nora membuat Adhara tak yakin Nora adalah anak yang hilang. Hingga pikiran negatif nya mengarah pada satu kesimpulan yang ia sendiri tak ingin mempercayainya.
“Bisa jadi semua hanya ikatan batin kakak dan adik tapi Nora salah mengartikan hal tersebut,” lirih Adhara yang setelahnya langsung melihat ke arah Arche yang tiba-tiba saja terdiam.
Saat melihat ke arah laki-laki tersebut dapat Adhara lihat, wajah Arche yang mengeras laki-laki bagaikan patung mendengar ucapan Adhara tersebut membuat Adhara kini meyakinkan jika apa yang berada di pikirannya adalah benar.
__ADS_1
Walau ia sendiri tak ingin mempercayai hal tersebut. Namun sikap Arche yang seperti ini membuatnya negatif thinking duluan.
“Dia bener adek lo? Jangan buat gue berpikiran salah dengan lo yang diem gini,” ucap Adhara dengan tatapan seriusnya pada Arche.
Ia semakin di buat penasaran dengan laki-laki tersebut. Adhara terus memperhatikan Arche dengan sengit. Entah berapa lama tatapan yang begitu tajam dan menuntut jawaban tersebut terarah pada Arche.
Arche masih saja terdiam tak menghiraukan tatapan Adhara tersebut. Ia masih terdiam sambil menatap ke arah langit dengan tatapan sendunya. Helaan nafas terdengar dari laki-laki tersebut hingga tak tahu berapa lama mereka dengan posisi seperti itu.
“Ya dia adik perempuan gue,”
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
__ADS_1
See You Next Chapter All.