
Fyi "Awan Hills adalah piringan lingkar bintang teoretis luas, yang menjadi bagian dalam awan Oort, dan memiliki batas luar yang terletak sekitar 20.000 sampai 30,000 satuan astronomi (SA) dari Matahari."
Happy Reading All.
***
Sky kini menatap rumahnya yang sudah dihias dengan begitu indahnya dengan tatapan nanar. Rencana yang ia buat bersama dengan Antares yang ia pikir akan berjalan dengan baik malah sebaliknya. Siapa yang tahu jika akhirnya mereka telah dijodohkan, jika tahu seperti itu tidak akan Sky mengajak Antares untuk pura-pura menjadi kekasihnya.
“Anak papa kenapa sih ngelamun terus?” tanya ayah gadis tersebut saat melihat anaknya yang kini hanya terdiam sambil melihat ke arah lantai bawah yang telah dihias dengan begitu indah.
Sky menghembuskan nafasnya kasar sambil melihat ke arah ayahnya tersebut dengan tatapan kesal nya. Melihat ayahnya yang kini terlihat menahan tawa tersebut membuat Sky menjadi lebih kesal.
"Papa apaan sih segala mau ketawa gitu,” tanya Sky pada ayahnya tersebut yang kini menghembuskan nafasnya kasar sambil mengelus puncak kepala anaknya tersebut sayang. Iya tahu anaknya tersebut tidak setuju dengan pertunangan tersebut namun tak ada yang bisa ia lakukan jika istrinya sudah mengatur semua seperti ini.
Lagipula Anggap saja ini adalah hukuman atas apa yang telah gadis tersebut lakukan pada Adhara juga Chan. Menurutnya apa yang dilakukan oleh Sky memanglah salah, mengingat bagaimana Antariksa mendidik adiknya tersebut. Namun Sky malah membuat mereka kecewa dengan tingkah gadis tersebut.
"Papa tahu, pasti kamu dan Antares hanya pura-pura untuk berpacaran dan kalian mengatur semua itu untuk mengelabui kami. Tapi siapa yang sangka bukan, kalau akhirnya kalian memang dijodohkan,” ucap Muraco pada anaknya tersebut yang kini terlihat terkejut mendengar ucapan ayahnya tersebut.
"Papa tahu?”.Tanya Sky pada ayahnya tersebut dengan tatapan tidak percaya. Muraco hanya menjawabnya dengan anggukan karena nyatanya Ia memang sudah mengetahui rencana anaknya tersebut karena saat itu sudah terlihat jelas bagaimana mereka akhirnya ketakutan dengan rencana mereka sendiri.
"Papa bisa melihat jelas Bagaimana kalian akhirnya merasa ketakutan dengan rencana kalian sendiri, sekarang semuanya sudah terjadi jadi di mau tidak mau kalian tetap harus melakukan pertunangan ini. Kalau misal kalian memang tidak ingin dengan pernikahan ini kalian bisa membatalkan nya nanti tapi tidak ada salahnya untuk kalian mencobanya terlebih dahulu,” ucap Muraco pada anaknya tersebut yang kali ini menghembuskan nafasnya mendengar ucapan ayahnya tersebut yang sama persis seperti apa yang dikatakan oleh teman-temannya. Memang nanti mereka bisa untuk membatalkannya namun tetap saja rasanya sangat berbeda.
"Tapi papa harap kamu dan Antares bisa untuk bersama-sama, karena menurut Papa dia orang yang tepat,” ucap Muraco pada anaknya tersebut sambil mengelus puncak kepala Sky sayang lalu segera pergi dari sana meninggalkan anaknya tersebut dengan pemikirannya sendiri. Memberikan waktu bagi gadis tersebut untuk memikirkan semuanya.
Sky menghembuskan nafasnya kasar lalu memilih untuk segera pergi dari sana karena hari ini ia harus ke Bandung bersama sahabatnya yang lain untuk mendukung archer mengingat hari ini adalah ah hari wisudah laki-laki tersebut.
***
Mengingat hari ini adalah hari sidang Archer kini Adhara dan Chen sudah siap di depan rumahnya untuk menunggu sahabatnya yang lain datang dan menghadiri sidang Archer untuk memberikan semangat pada sahabat mereka tersebut.
“Ini mereka pada kemana sih?” tanya Adhara sambil menghembuskan nafasnya kasar melihat sahabatnya yang lain yang belum juga datang.
__ADS_1
Hingga tak lama akhirnya Sky datang bersama dengan Nora. Wajah gadis tersebut bahkan kini terlihat begitu tak bersemangat. Sky yang biasanya selalu datang dengan senyuman kini malah datang dengan wajah cemberutnya membuat Adhara rasanya ingin tertawa melihat ekspresi sahabatnya tersebut. Katakan ia jahat karena tertawa di atas penderitaan sahabatnya sendiri, namun melihat ekspresi gadis tersebut membuat nya ingin tertawa.
“Sad banget muka Sky,” ucap Adhara dengan kekehannya, ia benar-benar merasa kasihan juga terhibur dengan ekspresi gadis tersebut.
“Senyum dong Sky, malam ini lo melepas masa lajang lo,” ucap Adhara dengan kekehannya pada Sky yang kini hanya bisa menatapnya dengan datar.
“Udah lah kamu ini Sky sedang berduka atas tewas nya masa jomblo nya kamu malah ketawa,” ucap Chan pada Adhara yang kini membuat Sky semakin menatap datar sepasang suami istri tersebut.
“Hina aja terus,” ucap Sky dengan kesal pada sahabatnya tersebut yang kini berjalan ke arah Sky lalu memeluk gadis tersebut.
“Sabar Sky, canda doang,” ucap Adhara sambil mengelus punggung Sky sayang.
Setelahnya mereka memilih untuk segera menuju mobil Chan yang akan mereka gunakan untuk ke Bandung bersama dengan Chan yang menyetir mobilnya. Selama di perjalanan tak ada yang memulai pembicaraan. Sidang Chan akan di mulai pukul 10.00 dan kini baru pukul 7.10 mereka hanya berharap mereka tidak telat untuk datang.
***
Arche baru saja keluar dari ruang sidang saat ia melihat seorang gadis yang kini berdiri di depan ruangan sidang tersebut. Arche yang melihatnya mengerutkan keningnya bingung hingga gadis tersebut akhirnya berjalan ke arah Arche dengan sebuket bunga untuk nya.
"Setelah ini aku janji gak akan ganggu kakak. Bahkan muncul di depan kakak," ucap Delia dengan pasti pada Arche yang kini terdiam mendengar ucapan gadis tersebut.
Setelah mengatakan hal tersebut Delia langsung pergi dari sana. Namun baru saja Arche akan menahannya, suara dari para sahabatnya membuat nya mengurungkan tindakannya tersebut dan berjalan ke arah sahabatnya dengan senyuman lebarnya.
Delia menghembuskan nafasnya kasar dengan senyuman sinisnya. Harusnya ia memang tak berharap lebih dengan berharap Arche akan mengejarnya karena nyatanya kini semua tak seperti apa yang ia pikirkan karena jelas Arche tak mungkin mengejarnya.
"Wah congrat kakak," ucap Sky dengan begitu hebohnya sambil memeluk Arche yang kini juga membalas pelukannya.
Setelahnya mereka bergantian memeluk Arche mengucapkan selamat pada sahabat mereka tersebut karena sudah melakukan sidang.
"Akhirnya ya Setelah ini kita kumpul lagi di Jakarta," ucap Adhara dengan begitu senangnya yang membuat mereka kita menjawabnya dengan anggukan semangat karena tentu saja mereka sangat bahagia karena akhirnya kini mereka akan berkumpul kembali.
"Please jangan ngomongin balik dulu, rada sensi gue," ucap Sky yang membuat sahabatnya kini tertawa mendengar ucapan gadis tersebut.
__ADS_1
"Yang bentar lagi tunangan. Gue ikut bahagia loh," ucap Arche menggoda Sky yang kini memutar bola matanya malas mendengar ucapan laki-laki tersebut.
"Lo bahagia gue kagak," ucap Sky dengan kesalnya. Sahabatnya hanya bisa menggeleng melihat tingkah gadis tersebut.
"Btw abis ini kita ke rumah gue aja ya. Bunda udah nyiapin makanan buat kita," ucap Adhara pada sahabatnya tersebut yang kini menjawabnya dengan anggukan semangat..
Hari ini mereka memang berencana untuk bermalam di Bandung. Arche yang harus menyiapkan semua keperluannya juga Adhara yang ingin melepas rindu dengan kedua orang tuanya. Membuat mereka memutuskan untuk menginap dan akan kembali pagi-pagi sekali, mengingat besok adalah hari pertunangan Sky juga Antares.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah seru dari Atmosphere ini. Yang pasti cerita ini juga bagus, jadi langsung aja yuk di cek judulnya "True Love".
Baca juga yuk cerita temen ku yang gak kalah seru ini.
__ADS_1