Atmosphere

Atmosphere
Perdita


__ADS_3

Perdita adalah satu nama bulan yang berada di Uranus.


Happy Reading All.


***


“Dosa apa aja sih lo lakuin Ra, kenapa berat gini?” tanya Antariksa pada Adhara yang masih berada di atas tandu dengan senyumannya yang mengambang. Seolah tak memikirkan bagaimana nasib teman-temannya yang kini tengah merasa berat dengan tandu berisi Adhara yang tengah dengan santai menikmati perjalanannya.


“Gak ada orang pingsan tuh senyum-senyum,” protes Chan membuat Adhara mengerucutkan bibirnya dengan perasaan kesal. Chan memang paling pinter untuk membuat orang kesal.


Adhara yang kesal segera bangun dan duduk di tandu namun dengan segera Antariksa mendorongnya kembali untuk tertidur agar tidak ada yang tahu jika gadis itu hanya pura-pura pingsan saja.


“Gak usah bongkar kedok, udah tidur aja,” ucap Arche dengan tawanya.


Hingga tak beberapa lama akhirnya mereka sampai di gudang belakang yang sudah di sulap menjadi ruangan yang begitu nyaman, dengan berbagai fasilitas yang begitu lengkap.


“Wah gila ini lengkap banget,” ucap Adhara sambil menatap takjub pada ruangan tersebut yang terlihat begitu lengkap.


Ruangan yang diisi dengan dua kasur king size, dengan kulkas, juga televisi yang dilengkapi dengan PS, juga wifi.


“Chan lo tinggal di sini juga lebih nyaman dari apartemen gue,” ucap Adhara pada Chan dengan tawanya yang malah membuat Chan menatap datar pada Adhara.


“Lo pikir gue mau di temenin sama penunggu sekolah, becanda lo gak lucu,” ucap Chan yang membuat Adhara seketika terdiam dan berdehem untuk membuat suasana tersebut tak lagi canggung dan tegang.


“Jadi semua ini ulah kalian?” tanya Adhara mengalihkan perhatian.


“Ya,” ucap Chan dengan begitu jutek membuat Adhara menelan ludahnya susah payah mendengar ucapan Chan tersebut yang terdengar begitu tak niat.


“Udah lah gak usah berantem,” ucap Arche menengahi.


“Ini mau bolos?” tanya Adhara yang dibalas dengan anggukan semangat oleh empat orang yang berada di sana.


“Ya allah kalian ini berdosa banget, kapan kalian mau pinter kalau bolos mulu,” ucap Adhara sambil menggeleng dan berdiri dari duduknya membuat temannya mengerutkan keningnya bingung.


“Mau kemana lo?” tanya Antariksa saat melihat Adhara yang berjalan menuju pintu dan segera keluar dari sana.


“Lah dia ternyata anak alim,” ucap Sky sambil menggeleng kagum sambil bertepuk tangan tangan. Kagum dengan Adhara.

__ADS_1


Namun tak sampai lima menit Adhara sudah kembali membuat sahabat-sahabatnya mengerutkan keningnya bingung.


“Buang sampai doang,” ucap Adhara dengan senyumannya sambil memakan permen lolipop yang di bawanya. Sahabat nya hanya bisa menggeleng melihat sikap absurd Adhara tersebut.


***


Nora masih terdiam di kelasnya dengan tatapan kosongnya. Pikirannya kini terus tertuju pada fakta yang baru saja di dapatnya kemarin. Gadis itu masih memikirkan, benarkah apa yang dirasakannya pada Arche adalah sebuah ikatan batin antara kasih sayang seorang adik pada kakaknya?


Atau ia yang tak tahu apapun itu malah memang mencintai kakaknya sendiri karena sikap Arche yang begitu peduli padanya di saat tak ada lagi yang memperdulikannya?


Nora memejamkan matanya dengan begitu erat lalu menundukkan kepalanya. Teman Nora yang berada di samping gadis itu menatap Nora dengan khawatir saat melihat gadis itu yang terus menundukkan kepalanya.


“Nora lo gak papa?” tanya teman di samping Nora dengan khawatir.


“Gak papa,” ucap Nora dengan begitu lirih yang malah membuat temannya itu semakin khawatir dengan keadaan Nora saat ini.


“Nora lo yakin? Mau ke UKS aja?” tanya temannya yang Nora balas dengan gelengan lagi pula upacara akan segera selesai. Jadi ia rasa tak perlu menghebohkan sekolah hanya karena ia pingsan.


Tak beberapa lama akhirnya upacara selesai dilaksanakan dan Nora memilih untuk segera kembali ke kelasnya karena ia juga merasa begitu pusing. Mungkin efek menangis kemarin dan ia juga yang belum makan dari kemarin.


Wajah gadis itu kini terlihat begitu pucat namun ia tak menghiraukannya dan lebih memilih untuk segera menuju kelasnya dan beristirahat di kelasnya saja.


Suara seseorang yang begitu di kenalinya, juga seseorang yang ingin ia hindari untuk saat ini. Namun karena ia terlalu lemah, kini ia malah membuat dirinya tak sadarkan diri dan bertemu dengan orang tersebut.


***


“Mau kemana?” tanya Chan saat melihat Arche yang berdiri dari duduknya. Padahal mereka kini tengah asik bermain PS yang tersedia di sana.


“Toilet bentar,” ucap Arche membuat Chan mengangguk lalu kembali melanjutkan main nya bersama dengan Antariksa.


“Sekalian beli makanan dong,” ucap Adhara dengan senyuman manis serta tatapan mengibah nya membuat Arche tersenyum sambil mengangguk lalu mengelus puncak kepala Adhara gemas.


“Berantakan tau,” ucap Adhara dengan mengerucutkan bibirnya lucu, membuat Arche semakin gemas dengan gadis satu itu.


“Dah lah gue pergi dulu,” ucap Arche lalu segera pergi dari sana meninggalkan sahabat-sahabatnya tersebut yang masih saja begitu ribut bermain PS.


Arche berjalan dengan santai menuju toilet yang berada di dekat sana dengan tangan yang dimasukkan ke saku celana. Dapat ia lihat para murid yang sudah mulai bubar dari lapangan sepertinya upacara yang begitu lama tersebut akhirnya selesai juga.

__ADS_1


“Kak Arche, itu tandu nya tadi di mana?” tanya salah seorang yang Arche ketahui adalah anggota PMR jika dilihat dari slayer yang di pakainya.


“Itu, tar aja gue kembaliin sendiri,” ucap Arche dengan begitu santai membuat anggota PMR tersebut mau tidak mau akhirnya membalasnya dengan sebuah anggukan.


Meskipun tahu Arche tidak seperti kedua sahabatnya yang mudah sekali marah, namun tetap saja ia takut pada laki-laki itu. Jadi lebih baik tidak membuat masalah dengannya.


Setelah mengatakan hal tersebut Arche segera pergi meninggalkan gadis tersebut dengan helaan nafas kasarnya. Arche tentu saja tidak peduli dengan apa yang dipikirkan gadis tadi karena kini panggilan alamnya sudah meronta untuk dikeluarkan.


Saat Arche tengah berjalan melewati koridor laki-laki itu dapat melihat gadis yang dari kemarin membuat pikirannya tak tenang kini tengah berjalan dengan wajah pucatnya.


Melihat wajah adiknya yang terlihat begitu pucat tersebut membuat Arche merasa khawatir. Akhirnya Arche memilih untuk mengikuti gadis tersebut dan mengabaikan panggilan alamnya.


Benar saja saat hampir sampai di kelas gadis itu, adiknya itu malah terjatuh pingsan.


“Nora,” suara teriakan Arche yang begitu menggelegar tersebut membuat orang yang berada di sana sontak melihat ke arah Nora yang sudah terkapar di lantai.


Dengan segera Arche berlari. Saat sampai di depan gadis tersebut Arche segera menggendongnya ala bridal style membuat orang yang tak tahu jika mereka adalah saudara pasti akan salah paham melihatnya.


Karena terlihat jelas Arche yang begitu mengkhawatirkan Nora. Laki-laki itu segera berlari membawa adiknya itu menuju UKS.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Aku bakalan up 2 part tiap harinya ya. Semoga kalian gak bosen ya.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2