Atmosphere

Atmosphere
K (Potassium)


__ADS_3

Happy Reading All.


***


“Aaaakkkk,”  teriak Sky dengan begitu kerasnya setelah proses loadingnya yang begitu lambat melihat hal tersebut akhirnya kini Sky menyadari apa yang terjadi.


Karena teriakan Sky tersebut kini mereka sudah menjadi pusat perhatian seluruh orang yang berada di sana. Merasa jika tindakannya salah karena mengacaukan hal romantis tersebut Sky menutup mulutnya sendiri.


Namun semua telah terlambat Sky malah menghancurkan moment romantis tersebut dan kini membuat mereka menjadi pusat perhatian.


Adhara yang mendengar hal tersebut segera menghampiri Sky yang tengah bersama Nora dan Arche. Bersamaan dengan kedatangan Adhara sebuah tamparan di pipi Nora membuat Adhara terdiam begitupun dengan orang yang berada di sekitar sana.


Adhara di buat ternganga dengan kejadian di depannya itu begitupun juga dengan Sky yang berada di samping Nora.


“Dasar wanita ****** beraninya kau datang ke acara anakku dan dengan seenaknya mencium putraku,” teriak Mama Arche yang wanita yang telah menampar Nora. Nora terdiam sambil memegangi pipinya yang terasa begitu perih akibat tamparan ibu Arche.


Namun semua sakit fisik yang Nora rasakan tak sebanding dengan batinnya. Bukan hanya di permalukan di depan umum namun ia juga harus menerima kebencian dari ibu laki-laki yang ia cintai.


“Ma,” lirih Arche yang sudah mulai lelah dengan sikap mamanya. Ini adalah hari bahagianya tidak bisakah mamanya itu tidak membuat masalah di hari yang begitu berarti baginya dan pada orang yang juga berarti baginya.


“Kenapa? Mau kamu bela ****** ini?” bentak Miranda, Mama Arche pada anak tunggalnya itu.


“Ma stop di sini banyak orang, malu ma,” ucap Arche sambil memegang pundak Miranda namun Miranda dengan kasar menghempaskan nya dan menatap tajam pada Nora.


Kini suasana kian mencekam bahkan Adhara merasa seperti berada dalam film horor. Hal yang di takutkan telah terjadi. Sesuai yang telah Adhara dan Sky pikirkan hal seperti ini pasti akan terjadi jika Ibu Arche dan Nora sudah bertemu selalu akan ada pertengkaran di antara mereka.


“Mama gak peduli, mama udah muak liat dia,” teriak Marinda semakin menjadi jadi. Adhara memijat keningnya yang terasa pening mendengar teriakan-teriakan dari ibu Arche yang suka sekali berteriak. Kini gadis itu jadi berpikir jika suatu saat ia benar bersama dengan Arche sepertinya ia harus sabar dan rutin memeriksakan telinganya ke dokter karena teriakan ibu Arche yang akan ia terima setiap hari.

__ADS_1


Adhara percaya saat masih muda dulu geng ibu Chan,Arche, Antariksa jika ibu Arche yang paling berisik dan paling banyak tingkah dan tidak normal berbeda dengan anaknya kini yang menjadi paling normal di antara parengan.


“Mama Arche berisik banget, tar gue kasih mic juga dah,” gerutu Adhara sambil mengelus telinganya. Chan yang berada di samping Adhara hanya bisa menggeleng ia sudah begitu tahu bagaimana dengan gadis satu ini.


Jika Miranda akan terus seperti itu mungkin Adhara sebentar lagi benar-benar meminjam mic dan getar pada band di depan yang mengisi acara ulang tahun Arche ini. Chan memegangi Adhara agar gadis itu tidak bertindak aneh dan gegabah.


“Dasar kau ****** tidak tahu diri,” kecam Miranda yang sudah mengangkat tangannya hendak menampar Nora lagi. Adhara sudah hendak membantu gadis itu namun Chan malah menahannya. Adhara melihat ke arah Chan dengan tatapan tajamnya.


“Kalian berdua gue yang bawa jadi jangan buat gue malu,” ketus Chan membuat Adhara akhirnya terdiam di tempatnya dengan menahan amarahnya. Bukannya tak mau membantu Nora namun Chan merasa ini bukan waktunya. Ia masih ingin melihat sejauh apa ibu Arche bertindak.


Sekali lagi Nora mendapatkan tamparan namun kali ini lebih keras dari sebelumnya hingga membuat Nora terjatuh di lantai. Sky yang melihatnya mendekap mulutnya tanpa bisa membantu gadis itu karena tatapan tajam kakaknya yang sedari tadi terus mengawasinya. Ia tak mungkin berani melawan Antariksa atau ia akan bernasib lebih parah dari Nora.


Nora hanya terdiam dengan tatapan sendunya yang menyiratkan kekecewaan yang begitu mendalam, di permalukan di depan umum namun tak ada yang bisa membantunya hanya membiarkannya menjadi sasaran amarah dari Mama Arche.


Adhara menatap Chan tajam lalu melepaskan tangan Chan dan hendak menghampiri Nora untuk membantu gadis itu namun ternyata Arche sudah lebih dulu menghampiri Nora dan memeluk gadis itu dengan begitu erat.


Adhara yang melihatnya terdiam lalu memundurkan langkahnya, jujur saja kini hatinya begitu terluka melihat hal tersebut. Setiap gerakan Adhara tak luput dari perhatian Chan. Chan merangkul pundak Adhara membuat Adhara menoleh ke arah laki-laki tersebut.


“Ma stop, dengan sikap mama yang kaya gini mama Cuma lagi nunjukin kalau mama orang yang jahat. Tanpa mama sadari mama lagi mempermalukan diri mama sendiri,” ucap Arche dengan amarahnya yang sudah memuncak. Ia merasa selama ini sudah cukup sabar menghadapi mamanya tersebut yang selalu saja menyakiti Nora.


Kini kesabarannya sudah habis. Sebelumnya ia selalu mengalah namun tidak dengan sekarang.


“Berani sekali kau membentak Mama hanya demi ****** tidak tahu diri ini,” marah Miranda dengan wajahnya yang menyiratkan kesedihan yang begitu mendalam.


Adhara di buat tertawa dalam hati melihat ibu Arche yang menurutnya begitu drama. Semua masalah ini diakibatkan oleh dirinya sendiri yang tidak bisa diam hanya dengan melihat Nora, coba sekali saja dia memilih diam mungkin semua tak akan begitu. Namun, lihatlah sekarang wanita tersebut malah merasa begitu sedih dan tersakiti melihat anaknya yang membela korban.


Apa drama seperti ini sering terjadi di keluarga Arche? Adhara dibuat menggeleng dan pusing sendiri memikirkannya.

__ADS_1


“Dia bukan ****** mah,” bentak Arche yang membala Nora. Arche membantu Nora untuk bangun lalu merangkul gadis itu dengan erat. Nora hanya diam menerima setiap kata kasar yang ibu Arche berikan padanya.


“Dia adalah ******,” tekan Mama Arche dengan air matanya yang sudah menetes.


Melihat Miranda yang menangis entah mengapa Adhara dapat merasakan luka yang begitu dalam terasa di sana padahal Nora yang tersakiti. Adhara dibuat kebingung dengan hal tersebut.


“Siapa yang membawa wanita ini datang? Mengapa dia bisa masuk? Apa pengawal tidak bisa menjaga dengan benar?” teriak Miranda dengan amarahnya.


Chan berjalan maju membuat Miiranda kebingung melihat Chan yang berjalan mendekat masih dengan merangkul Adhara.


“Chan yang membawanya datang tante,” jawab Chan pada Miranda membuat Miranda di buat kaget dengan jawaban Chan tersebut. Ia tak menyangka jika gadis itu berada dalam lindungan keluarga Chan hingga bisa datang ke acara ini bersama Chan.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2