Atmosphere

Atmosphere
Nix


__ADS_3

Nix adalah salah satu nama Bulan yang berada di Pluto.


Happy Reading All.


***


Genggaman tangan Adhara dan Chan tak pernah lepas sedari mereka turun dari mobil dan berjalan memasuki lapangan indoor yang akan digunakan oleh Chan juga teman-temannya untuk bermain futsal bersama, di tangan Adhara yang terbebas juga sudah membawa banyak sekali makanan ringan untuk menemani kebosanannya.


Chan sengaja mengajak Adhara untuk menemaninya bermain minggu ini karena ia ingin memperkenalkan Adhara pada teman-temannya, sekaligus ingin pamer jika ia sudah memiliki kekasih seperti Adhara.


“Chan café lo gimana?” tanya Adhara mengingat café yang baru diketahui empat hari yang lalu.


“Minggu depan kita udah bisa buka, nanti gue ajak lo buat nyobain menenya,” ucap Chan dengan senyumannya yang di balas dengan anggukan semangat oleh Adhara.


Gadis itu memang paling bersemangat jika sudah membahas tentang makanan. Chan yang melihatnya ikut senang lalu mengelus puncak kepala Adhara sayang.


Saat sampai di lapangan indoor tersebut terlihat teman-teman Chan sudah menunggu, di sana juga ada Antariksa dengan wajah murungnya juga Arche. Melihat ekspresi Antariksa tersebut Adhara menggigit bibir bagian bawahnya sekaligus merasa bersalah pada laki-laki itu.


“Akhirnya dateng juga lo,” ucap Arche menyambut Chan juga Adhara yang sudah tersenyum ke arah Arche.


Adhara langsung menoleh ke arah Antariksa yang terlihat begitu sedih. Adhara benar-benar merasa bersalah melihat laki-laki tersebut.


“Siapa nih bang?” tanya salah satu teman Chan yang sepertinya lebih muda dari Chan.


“Cewek gue,” ucap Chan begitu santai namun juga tak memudarkan suaranya yang terdengar begitu bangga.


“Akhirnya punya cewek juga lo, gue kira kalian bertiga homo yang terjebak cinta segitiga,” ucap teman Chan yang lain membuat Chan dan Arche memutar bola matanya jengah. Sedangkan, Antariksa masih dengan wajah sedihnya.


“Lo kenapa Ta?” tanya Chan yang melihat wajah muring Antariksa tersebut.


“Dari tadi udah gitu pas gue jemput,” ucap Arche menjelaskan yang tentu saja membuat teman-temannya bingung tapi tak ada yang berani bertanya. Membuat masalah dengan Antariksa di saat seperti ini hanya akan membuat laki-laki itu murka.


“Kemarin di rumah gue ada psikopat yang bedah ikan lele gue,” ucap Antariksa menjelaskan membuat Adhara mengalihkan tatapannya ke sekeliling ruangan sedangkan ketiga laki-laki tersebut sudah menoleh pada Adhara dan teman-teman Chan yang tak mengerti apapun hanya tertawa karena sedari tadi yang membuat wajah Antariksa tak enak dipandang hanya karena sebuah ikan.


“Eh gila siapa sih yang berani cari masalah sama lo?” ucap Baron yang juga tengah berada di sana dengan tawanya.

__ADS_1


“Lagian Cuma ikan ini Bang,” ucap yang lain menimpali lalu segera mendapatkan tatapan tajam dari Antariksa.


“Adhara,” ucap ketiga laki-laki itu kompak yang malah membuat Adhara yang sedari tadi mengalihkan pandangannya akhirnya melihat ke arah Antariksa sambil menampilkan deretan gigi putihnya.


“Cewek lo berani banget Chan,” ucap Baron sambil menepuk pundak Chan sedangkan Chan sudah menghela nafasnya karena kelakuan kekasihnya itu.


“Gue tau Ra, lo kemarin gak berhasil bakar rumah gue. Tapi, ya engga ikan gue juga lo bedah. Lo tau itu ikan gue pelihara dari kecil,” ucap Antariksa dengan wajah sendunya. Adhara yang tak tega langsung duduk di samping Antariksa menggeser seorang laki-laki yang tadi duduk di samping Antariksa.


“Gak gitu Antariksa, gue kemarin ngerasa ikan nya kurang dan kebetulan gue liat kolam ikan lo. Akhirnya gue ambil deh ikannya, nah pas gue lagi bersihin tuh ikan Sky dateng dan ngasih tau kalau ikan itu ikan kesayangan lo,” ucap Adhara mulai menjelaskan apa yang ia lakukan kemarin pada Antariksa yang diam mendengarkan apa yang Adhara jelaskan. Begitupun temannya yang lain.


“Karena gue gak tega liat lo makan ikan kesayangan lo akhirnya gue masukin lagi organ dalamnya terus gue tembel, siapa tau kan idup lagi,” ucap Adhara dengan senyuman tanpa dosanya membuat Antariksa semakin gusar mendengarnya sedangkan teman-temannya sudah tertawa mendengar cerita Adhara.


Kini mereka tak heran jika Chan bisa tertarik pada gadis itu, karena memang gadis itu sangat menarik dan berbeda dari gadis lainnya. Chan dan Antariksa yang mendengarnya mengusap wajahnya gusar.


“Lo emang baik Dhar, kelewat baik banget. Saking baik nya pengen banget gue tanem lo,” ucap Antariksa membuat Adhara mengerucutkan bibirnya kesal.


“Di tanam, pohon toge kali ah di tanem,” ucap Adhara yang membuat temannya tertawa semakin keras. Adhara dengan sikap absurd nya memang perpaduan sempurna untuk menjadi palak tanpa ngelawak.


“Udah, udah jadi main gak nih?” tanya Baron masih dengan sisa tawanya.


“Gue gak ikut,” ucap Antariksa membuat teman mereka mengangguk.


“Ck iya iya,” ucap Adhara sambil mengibaskan tangannya pada Chan.


Chan segera menuju lapangan untuk bermain futsal bersama dengan teman-temannya yang lain, sedangkan Adhara duduk di kursi tunggu yang disediakan di sana.


“Antariksa gue tahu gue salah, janji gak bakal ngulangin lagi. Maafin gue ya, besok gue temenin deh cari ikan leleh baru,” ucap Adhara dengan senyumannya merayu Antariksa agar tidak marah lagi padanya.


“Ok, besok pulang sekolah,” ucap Antariksa yang Adhara balas dengan anggukan semangat dan senyuman yang begitu cerah di wajah nya.


“Nih, gue biasanya gak suka berbagi makanan sama orang tapi karena gue ada salah sama lo, ya udah lah gak papa,” ucap Adhara sambil memberikan makanan ringannya pada Antariksa yang langsung mengambilnya dan makannya.


“Lo gak mau main?” tanya Adhara yang dibalas dengan gelengan oleh Antariksa.


“ Gak mood,” ucap Antariksa membuat Adhara membalasnya dengan anggukan mengerti.

__ADS_1


“Kenapa gak ajak Sky?” tanya Adhara yang kembali dibalas dengan gelengan oleh Antariksa.


“Ribet,” ucap Antariksa yang begitu singkat dan jelas.


Jujur saja kini berbicara dengan Antariksa terasa seperti berbicara dengan robot yang hanya menjawab seperlunya saja tanpa mau memperpanjang nya. Ia lebih juga Antariksa yang selalu membalas ucapannya dengan pertengkaran daripada Antariksa yang kini sangat cuek.


“Ta, lo masih marah ya sama gue?” tanya Adhara dengan cemberut dan wajah bersalahnya. Antariksa menghela nafasnya lalu melihat ke arah Adhara.


“Ikan itu berarti banget buat gue, dia udah kayak temen gue saat gue pernah kehilangan seseoarang,” ucap Antariksa membuat Adhara menoleh ke arah laki-laki itu dengan serius. Terlihat jelas Antariksa begitu sedih menceritakan hal ini.


Adhara menggenggam tangan Antariksa menguatkan laki-laki tersebut.


“Gak usah diceritain kalau gak kuat,” ucap Adhara pada Antariksa. Ia hanya tak ingin membuat Antariksa semakin sedih dengan cerita yang akan laki-laki itu sampaikan.


“Suatu hari akan gue ceritain,” ucap Antariksa dengan senyumannya yang Adhara balas dengan senyuman dan anggukan.


Tanpa mereka sadari sedari tadi Chan berusaha menahan amarahnya melihat kedekatan Antariksa dan Adhara. Namun ia tahu kekasihnya ataupun sahabatnya itu tak akan tega untuk mengkhianatinya.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2