
Happy Reading All.
***
Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan kelas dua belas. Setelah melewati berbagai ujian yang begitu memusingkan kepala akhirnya kini mereka sudah bisa terbebas dari masa putih abu-abu.
Selanjutnya adalah akhir yang harus mereka pilih, entah untuk lanjut kuliah, bekerja, atau malah menikah. Semua kini tergantung mereka yang menjalani.
Di bagian lapangan kini sudah terdapat sebuah pentas lengkap dengan band nya. Sebagai penghibur sekaligus sebagai ucapan perpisahan untuk kakak kelas mereka. Meskipun acara perpisahan telah digelar di hotel mewah beberapa beberapa hari setelah UN. Namun tetap saja di Nash High school tetap ada band sekolah mereka yang akan tampil saat pengumuman kelulusan.
Adhara dan Sky saat ini berjalan di koridor dengan senyuman di wajahnya. tanpa orang sadari jika kedua gadis tersebut kini tengah menyimpan rindu dan duka di hatinya.
"Adhara, Sky," panggil seorang perempuan dengan senyumannya. Dia adalah Nora, melihat senyuman gadis tersebut Adhara dan Sky membalasnya dengan sebuah senyuman juga.
"Mau ke aula?" tanya Nora yang di jawab dengan anggukan oleh kedua gadis tersebut.
“Ayo bareng,” ucap Nora yang di balas dengan anggukan oleh kedua temannya yang lain. Kini tujuan mereka memanglah Aula menunggu kedua laki-laki tersebut yang tengah menunggu pengumuman kelulusan mereka.
“Mereka lulus gak ya?” tanya Adhara pada kedua sahabatnya tersebut saat mereka lewat di koridor yang di balas dengan tawa oleh kedua sahabatnya tersebut saat melihat kekhawatiran Adhara.
“Lo jangan remehin mereka Ra. Mereka tuh pinter-pinter,” ucap Sky dengan bangganya yang di balas dengan anggukan setuju oleh Nora.
“Iya sih, yang bego kan Cuma Anta,” ucap Adhara yang seketika langsung menghentikan ucapannya kala mengingat kini sahabatnya tersebut tak ada lagi bersama mereka.
“Eh itu mereka,” ucap Nora yang langsung menunjuk ke arah Chan dan Arche yang sudah keluar dari Aula. Beruntung kedua laki-laki tersebut segera keluar jadilah Nora bisa mengalihkan pembicaraan agar mereka tak berada dalam kesedihan.
“Ayo,” ajak Adhara sambil menarik tangan Sky untuk menuju kedua laki-laki tersenyum dengan senyuman yang jelas bisa dilihat jika senyuman tersebut adalah senyum terpaksa.
“Kalian lulus?” tanya Adhara dengan begitu semangat mewakili sahabatnya yang lain yang langsung dijawab dengan anggukan dan senyuman bangga oleh kedua laki-laki tersebut yang membuat mereka langsung memekik senang.
“Ahh selamat,” teriak Adhara lalu mereka sama-sama berpelukan membentuk lingkaran membuat orang yang melihatnya menjadi iri sekaligus senang dan sedih secara bersamaan karena ketiga pangeran mereka kini hanya tersisa dua.
Bahkan tanpa sadar Sky dan Adhara meneteskan air matanya. Saat mereka melepaskan pelukan tersebut Chan dan Arche langsung memeluk gadis tersebut erat.
“Gue Cuma seneng aja kalian lulus,” ucap Adhara dengan kekehannya yang dijawab dengan anggukan setuju oleh Sky. Walau kedua gadis tersebut tertawa namun mereka tak sebodoh itu untuk mempercayainya. Siapapun tahu jika tawa tersebut terdengar hambar dan begitu di paksa.
“Udah jangan melow mending ke lapangan yuk. Kita ikut nyanyi, itung-itung ngerusuh di panggung,” ucap Adhara dengan tawanya lalu menarik tangan Nora dan Sky untuk menuju lapangan yang langsung diikuti oleh kedua laki-laki tersebut.
Saat sampai di lapangan mereka berjalan ke barisan paling depan. Jelas semua ini adalah ide Adhara yang memaksa kedua laki-laki tersebut untuk berada di bagian depan membuat mereka hanya bisa pasrah atau akan terjadi drama yang Adhara buat.
Sky berjalan ke arah belakang panggung membuat sahabatnya mengerutkan keningnya bingung. Hingga tak lama gadis tersebut muncul di atas panggung dengan membawa mic.
“Halo semua. Aku mau membawakan sebuah lagu untuk dua orang yang aku sayang tapi udah gak ada lagi di sekitar aku. Dua kakak aku yang sekarang mereka udah bersama tanpa membawa aku. Stella dan Antariksa,” ucap Sky dengan senyumannya yang terlihat begitu manis namun malah merasakan kesedihan dalam senyuman tersenyum.
“Tapi kali ini aku gak mau nyanyi sendiri, tapi sama keempat sahabat aku,” ucap Sky sambil menunjuk keempat sahabatnya yang terdiam di tempatnya.
“Kak Chan, Kak Arche, Adhara, dan Nora. Ayo temenin aku,” ucap Sky dengan senyumannya yang langsung dibalas dengan gelengan oleh mereka kompak. Namun melihat raut wajah Sky yang terlihat begitu sedih akhirnya mau tidak mau mereka segera menaiki panggung.
“Khem tes udah nyala kan?” tanya Adhara dengan cengiran bodohnya saat mencoba sudah berada di atas panggung dan mencoba mic nya.
“Kalau ada Anta pasti sekarang dia udah komen nih liat tingkah gue, atau dia bakalan bilang. Adhara jangan di ajak suaranya cempreng,” ucap Adhara dengan kekehannya yang terdengar begitu sendu.
__ADS_1
“Sebelum nya lebih baik kita berdoa untuk Antariksa juga Stella,” ucap Chan menginterupsi yang membuat mereka akhirnya menundukkan kepala dan mulai berdoa sesuai kepercayaan mereka masing-masing.
“Ok, lagu ini kita bawakan untuk sahabat kita,” ucap Adhara lalu mereka mulai memainkan musik. Dengan Arche yang bermain piano, Chan yang bermain gitar, dan Nora yang bermain drum. Sky dan Adhara yang bernyanyi. Kini mereka hanya berharap suara Adhara bisa diajak kerja sama.
Kuhampiri jalan yang kita lewati
Setiap hari kita di sini
Ku menanti hadirmu 'tuk kembali
Hanya kenangan yang tersisa di sini
Suara Adhara yang ternyata begitu merdu mengalun memulai lagu tersebut dengan begitu menghayati. Mengingat semua kenangannya bersama Antariksa dulu.
Namun, s'karang kau t'lah pergi
Dan kuyakini kau takkan kembali
Lanjut Sky dengan suara yang lebih merdu dari Adhara. Gadis tersebut membawakan lagu dengan begitu menghayati mengingat tentang kakaknya tersebut. Setelah kepergian kakaknya tersebut kini ia adalah anak tunggal. Tentu saja ia merasa kesepian.
Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti
Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini
Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti
Tak lagi saling menyapa
Meski ku masih harapkanmu
Sesungguhnya hatiku tak sanggup menerima
Dan lupakan segalanya
Kedua gadis tersebut tak lagi bisa melanjutkan nyanyian mereka hingga Chan yang melanjutkannya. Suara laki-laki tersebut membuat mereka kagum karena begitu merdu.
Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti
Berjuta memori yang terpatri dalam hati ini
Mungkin hari ini, hari esok, atau nanti
Tak lagi saling menyapa
Meski ku masih harapkanmu (harapkanmu), oh-oh
Meski ku masih harapkanmu, oh-oh
Di akhirnya nyanyian mereka bernyanyi bersama dengan murid lainnya yang membantu mereka bernyanyi.
***
__ADS_1
Adhara kini berada di sebuah gedung tak dipakai yang pernah menjadi tempatnya di sekap. Dan di tempat inilah awal dari kesedihannya terjadi. Karena di tempat ini Antariksa harus kehilangan nyawanya.
Adhara duduk di ujung dinding dengan kaki nya yang menggelantung di udara.
“Di tempat ini lo pergi dengan membawa sejuta kenangan lo. Dan malah menghadirkan duka untuk kita semua,” ucap Adhara dengan air matanya yang mulai mengalir.
“Maaf ya gue belum bisa datang ke makam lo, gue masih belum siap untuk menerima kenyataan kalau lo udah gak ada,” ucap Adhara sambil menundukkan kepalanya dengan air matanya yang mengalir.
Namun setelahnya Adhara segera menghapus air matanya kasar lalu menampilkan senyumannya.
“Gue gak boleh nangis kan, maaf ya gue cengeng,” ucap Adhara dengan kekehannya.
“Sekarang Arche dan Chan sudah lulus. Mereka sekarang udah sibuk buat ngurus kuliah mereka,” ucap Adhara memberitahukan situasi yang terjadi sekarang.
“Eh tapi pasti lo udah tahu itu kan, lo udah bisa liat semua yang kita lakuin dari atas sana,” ucap Adhara dengan senyumannya. Setelahnya gadis tersebut memejamkan matanya sambil menikmati hembusan angin yang menerpanya.
Saat Adhara memejamkan matanya ia merasakan sebuah pelukan yang begitu menenangkan. Merasakan kehadiran Antariksa di sana membuat gadis tersebut meneteskan air matanya.
Kini kisah mereka malah berakhir dengan kehilangan salah satu sahabat mereka. Kisah yang mereka harapkan akan bahagia malah kini berakhir dengan begitu menyedihkan. Namun inilah kehidupan cepat atau lambat pasti kita juga akan merasakan kehilangan. Hanya tinggal menunggu waktu saja.
Kematian tak akan ada yang tau kapan terjadinya. Tugas kita adalah menunggunya dan mempersiapkan amal ibadah kita.
***
END
***
Yang ikutan GA coba absen dulu sini. aku mau buat pengumumannya malam ini. Kalian bisa DM aku ya guys atau koment di bawah sini dengan ig kalian.
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Kalian gak sendiri kok nangisnya. Aku juga nangis guys. Ayo pelukan online
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Akhirnya Ending juga. Terima kasih banyak buat kalian semua yang udah selalu baca cerita ini dari awal. Dan selalu kasih like, gift dan koment.
Ok buat yang mau ekstra part tenang aja aku akan kasih ekstra part untuk kalian. Di tunggu ya guys.
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
Thanks For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1
Jangan lupa baca cerita ku yang baru ya guys.