
Triton adalah nama Bulan yang yang berada di Neptunus
Happy Reading All.
***
“Chan,” panggil Adhara sambil mengejar laki-laki tersebut dengan begitu lemah. Ia tak tahu jika keadaannya akan menjadi seburuk ini saat Chan mengetahui nya.
“Chan kenapa lo jadi semarah ini? Apa salah kalau gue kerja? Sesalah itu gue dimata lo?” teriak Adhara sambil menarik tangan Chan yang mengambil koper milik laki-laki itu.
Chan menghempaskan tangan Adhara dengan kasar lalu menoleh ke arah Adhara dengan senyuman sinis yang begitu tajam.
“Nggak, lo gak salah. Yang salah gue, gue yang salah karena terlalu jadi beban buat lo,” ucap Chan dengan suaranya yang begitu datar dan sarat akan kemarahan.
“Lo kenapa sih Chan, apa salahnya kalau yang kerja gue? Lo juga kerja kan?” ucap Adhara yang juga mulai terbakar emosi kembali.
“Lo tau gue kerja juga buat kita, tapi gue rasa lo gak ada sedikitpun ngehargain gue. Kalo lo ngehargain gue lo gak mungkin kerja dan malah membuat gue jadi terlihat buruk,” ucap Chan yang meninggikan suaranya sambil menunjuk Adhara.
Adhara memejamkan matanya lalu mengusap wajahnya dengan kasar. Adhara tak habis pikir dengan cara pandang Chan. Jika mereka sama-sama kerja jadi bukankah tidak ada yang merasa di rendahkan?
“Lo nganggep gue terlalu lemah untuk kerja? Gue udah bilang Dhar, lo gak perlu kerja biar gue yang kerja. Tapi lo gak dengerin gue dan masih kerja di belakang gue, kenapa?” tanya Chan yang membentak Adhara membuat Adhara mengepalkan tangannya marah mendengar bentakan Chan tersebut.
“Karena gue gak tau lo kerja, kita butuh duit buat kehidupan sehari-hari dan gue gak mungkin minta lo buat kerja. Lo dari keluarga kaya gue Cuma takut lo merasa gak nyaman,” ucap Adhara memberikan alasannya pada Chan yang tetap tak mau mendengarkan penjelasannya.
“Lo gak perlu lagi mikirin duit buat kehidupan sehari-hari lo, sebelum ada gue, lo udah cukup kan sama uang yang orang tua lo kasih dan beasiswa dari sekolah? Jadi mending gue pergi sekarang, gue udah terlalu jadi beban buat lo,” ucap Chan membuat Adhara menggeleng.
Tentu saja ia tak akan membiarkan laki-laki itu pergi, entah dimana laki-laki itu akan tinggal jika tidak bersamanya. Lagi pula Adhara juga mulai terbiasanya dengan kehadiran Chan. Bagaimana ia bisa dengan mudah melepaskan laki-laki itu.
Adhara memeluk Chan dari pelakang membuat Chan sontak menegang dan terdiam di tempatnya mendapatkan serangan mendadak dari Adhara tersebut. Adhara memeluknya dengan begitu erat bagai tak ingin melepaskan Chan.
“Chan maaf,” ucap Adhara dengan bergetar bisa Chan rasakan jika gadis itu kini tengah menangis karena Chan merasakan jikan punggungnya basah. Laki-laki itu memejamkan matanya lalu melepaskan pelukan Adhara padanya namun Adhara malah semakin mengeratkan pelukan tersebut.
“Lepas Dhar,” ucap Chan tegas dan langsung melepaskan pelukan Adhara tersebut membuat laki-laki itu kini membalikkan tubuhnya menghadap pada Adhara yang sudah menangis.
Adhara langsung menggenggam tangan Chan dan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
“Gue mohon Chan, jangan pergi. Maafin gue,” ucap Adhara pada Chan memegang dengan erat tangan laki-laki itu.
Chan menatap Adhara dengan begitu dalam dan melepaskan tangan Adhara dari Chan.
“Kenapa?” tanya Chan pada Adhara membuat gadis itu mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah Chan dengan kerutan di dahinya tak mengerti dengan apa yang Chan maksud.
“Kenapa lo gak bolehin gue pergi? Kenapa lo nahan gue buat pergi?” tanya Chan yang melihat Adhara tengah kebingungan.
Adhara menggigit bibir bagian bawahnya selalu memejamkan matanya nya. Adhara menarik nafasnya dalam sebelum mengatakan apa yang ia ingin katakan pada Chan.
“Karena gue suka sama lo,” ucap Adhara dengan sekali tarikan nafas membuat Chan yang mendengarnya terdiam hingga senyuman mengembang tergambar di wajah laki-laki tersebut.
Chan langsung menarik Adhara kedalam pelukannya memeluk gadis itu dengan begitu erat. Mendengar pernyataan cinta dari Adhara membuat amarah Chan seketika hilang dan diganti dengan senyuman bahagia laki-laki tersebut.
Adhara yang mendapatkan pelukan tersebut tentu saja juga terkejut. Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum sebuah senyuman mengembang di wajah gadis itu.
Adhara membalas pelukan tersebut dengan takalah erat namun ucapan Chan yang selanjutnya membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung dengan perasaan yang tidak menentu.
“Tarik ucapan lo tadi,” ucap Chan yang melepaskan pelukan mereka.
“Kenapa?” tanya Adhara dengan suaranya yang bergetar. Akan malu ia jika ketahuan menyukai Chan namun Chan malah tidak menyukainya dan lebih malunya lagi Adhara sudah mengungkapkannya.
“Karena seharusnya laki-laki yang ngucapin itu, harusnya gue yang bilang itu ke lo,” ucap Chan dengan senyumannya yang berhasil membuat detak jantung Adhara berdetak dengan tidak beraturan.
Chan benar-benar berhasil membuat salah tingkah hanya karena ucapan laki-laki itu. Chan menggenggam tangan gadis itu dengan begitu erat.
“Adhara gue suka sama lo, mau gak mau lo harus jadi pacar gue. Tapi pasti mau sih kan lo suka gue,” ucap Chan dengan tawanya yang membuat Adhara menjadi salah tingkah langsung saja memukul pundak laki-laki itu kesal.
“Chan ngeselin banget sumpah,” ucap Adhara membuat Chan semakin tertawa mendengarnya. Adhara tersenyum dengan malu-malu membuat Chan menjadi gemas melihatnya langsung saja menarik tangan Adhara lalu mencium bibir gadis itu dalam.
Adhara yang mendapatkan serangan mendadak tersebut memelototkan matanya sebelum gadis itu mendorong Chan menjauh.
“Belum halal Chan,” tegur Adhara pada Chan, membuat laki-laki itu salah tingkah mengusap tengkuknya yang tidak gatal karena salah tingkah pada ucapan Adhara.
“Peluk aja,” ucap Chan lalu menarik Adhara kedalam pelukannya. Setelahnya mereka tertawa bersama menertawakan kebodohan juga tentang perasaan mereka sebelumnya.
__ADS_1
Benci dan cinta memang nyatanya beda tipis, kepleset dikit bisa jatuh ke salah satunya. Benci bisa berubah cinta, dan cinta bisa berubah benci jadi tak salah jika setelah huruf B dan C selanjutnya adalah D entah itu Dating atau Di tinggal.
“Maaf,” ucap Adhara yang kini masih dalam pelukan Chan.
“Gue juga minta maaf,” ucap Chan yang dibalas dengan anggukan oleh Adhara.
Nyatanya saat berbaikan seperti ini jauh lebih baik. Lagi pula di antara mereka tak ada yang salah, hanya sebuah kesalahpahaman yang akhirnya terselesaikan.
“Udah malem, tidur sana,” ucap Chan sambil mengelus puncak kepala Adhara sayang.
Adhara membalasnya dengan anggukan, namun sebelum benar-benar keluar Adhara menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Chan membuat Chan mengerutkan keningnya bingung.
“Gak pergi kan?” tanya Adhara yang di balas dengan tawa oleh Chan sambil menggeleng. Adhara tersenyum senang mendengarnya segera menuju kamarnya dengan bahagia.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1